
Di perjalanan menuju empat akademi mereka melihat pemandangan perjalanan dengan takjub namun berbeda dengan Yuan yang sangat merasa bosan dan merasakan pinggang nya sangat sakit.
' Ah pinggang ku 😫😫 rasanya aku mau mati kebosanan dan jalanan yang sangat jelek ini membuat mood ku semakin buruk seperti nya aku harus mencari hiburan aja' batin ku
' Bagus lah jijie sudah tidur aku harus keluar sekarang" ujar ku.
Putri Yuan menyelinap keluar ketika di bawah pohon yang rimbun dimana bayangan nya tak kan kelihatan karna tertutupi bayangan daun pohon, putri Yuan tersenyum senang saat tahu kalau ia tak ketahuan, tanpa ia sadari guru besar akademi naga emas menyadari tingkah dan gerak gerik nya.
" Ternyata kau benar benar seperti yang di ramal kan sangat susah untuk di ikat" gumam guru besar dimana masih bisa di dengar oleh guru lain nya.
" Siapa yang anda maksud senior..." ujar guru Tui salah satu guru Naga Emas.
" Bukan siapa siapa " jawab nya.
Jawaban guru besar tak membuat penasaran para guru sirna, mereka benar benar penasaran namun tak berani berbicara lebih lanjut. Karena mereka tak berani melawan guru besar mereka melanjutkan perjalanan dengan keheningan sedang kan di pasar putri Yuan yang baru berumur dua tahun berjalan sendirian tanpa pengawasan ia membeli banyak tanghulu dan beraneka macam makanan manis. Namun, saat ia sedang asik asik makan ia melihat sepasang kakek dan nenek paruh baya di pukuli oleh orang yang bertubuh gemuk.
__ADS_1
" Dasar pengemis sialan sebaik nya kalian keluar dari kedai ku. Jika kalian disini tak kan ada yang mau membeli makanan di kedai ku ini, kalian sangat jorok dan bau sekali" ujar nya.
" Tapi tuan, kami sangat lapar berikan kami makan atau pun sepotong roti tanpa selai pun boleh" ujar si kakek.
"Tidak ada sana pergi" ujar si pemilik dengan mendorong kakek tua tadi sedangkan nenek tua itu dia hanya melihat suami nya yang di dorong tanpa bisa membantu karna tubuh nya sangat lemah,bpenjual tanghulu yang merasa kasihan membantu sepasang kakek dan nenek tersebut ke kedai nyavketika sepasang kakek dan nenek tua itu dibawa ke kedai semua orang pergi tanpa mau membayar hanya putri Yuan yang tidak pergi penjual tersebut hanya bisa menghela nafas pasrah karena hari ini diri nya pasti rugi yang masih bisa di dengar oleh tiga orang.
" Nak maaf karna kami seluruh pelanggan mu pergi tanpa bayar" ujar si nenek dengan nada bersalah.
" Tidak papa nek" ujar nya.
" Apa kalian tak menganggap ku ada" ujar ku sambil menunjuk diri ku dengan tanghulu.
" Jadi aku benar benar tak di anggap ada tadi" ujar ku.
" Hahaha maaf kenapa kau masih mau disini apa kah kau tak merasa jijik dengan kami nak" ujar si kakek .
__ADS_1
" Tak" jawab ku.
" Kenapa " ujar mereka bertiga serempak dengan wajah penuh tanya menatap aku.
" Kenapa aku harus jijik kalian manusia sama seperti ku, kalian memakan makanan yang sama dengan ku, kalian memiliki wajah, kaki, dan tubuh yang sempurna dengan ku dan kalian juga memiliki pakaian walau pun sedikit tidak layak pakai lagi" ujar ku dengan memperhatikan kedua orang tua tersebut, yang membuat tiga orang tersebut terdiam , seorang anak berusia dua tahun mengatakan hal seperti itu.
"Paman apakah kau memiliki istri" ujar ku.
" Tidak nak aku tinggal dengan adik ku yang berusia lima bulan orang tua kami meninggal satu bulan yang lalu" ujar si penjual.
" Kakek dan nenek apakah kalian memiliki rumah" tanya ku.
" Tidak nak" jawab mereka.
" Lalu anak" tannya ku lagi.
__ADS_1
" Kami memiliki satu orang anak laki laki anak kami meninggal tiga bulan yang lalu ia memiliki banyak utang sehingga rumah kami di sita" jawab mereka.
" Kalau begitu apakah kalian bisa tinggal bersama" ujar ku kepada mereka bertiga.