The Switched Daughter

The Switched Daughter
Terlalu lemah


__ADS_3

Saat ini tiga orang sudah sampai di kamar putri Ying Wie. Yuan yang sudah lelah langsung tidur di sebelah ujung kasur yang dekat dengan pintu, lalu naiklah Ying wie di tengah dan pangeran kegelapan di paling ujung dekat dengan jendela. Ketika dua orang wanita telah tidur, namun pangeran kegelapan hanya memperhatikan kedua wanita tersebut. Hal itu, membuat Yuan menyadarinya.


'Tidurlah' batin ku.


'Aku tau kau Wang Yuan bukan, aku ingin menikahimu bukan putri Yu Anchi. Aku ingin hanya kau wanitaku, aku tidak ingin orang lainnya' balasnya.


'Aku menyuruhmu tidur, bukan mengaur begini' telepatiku untuknya.


'Aku berkata kejujuran bahwa ak,,,,' batin pangeran kedua terpotong karena Yuan menyentuh matanya.


" Tidurlah tunangan ku" ujarku dengan menyentuh matanya dengan jari telunjuk kananku, lalu turun ke pipi lalu bibirnya.


"Ini" ujarnya sambil menutup matanya dengan membalas tanganku, seperti menikmati sentuhan yang kulakukan.


"Saat ini tidurlah dulu, kita bicarakan hal pernikahan saat kutukan keturunanmu yaitu lima tahun ke depan dilaksanakan" ujar ku.


"Tapi, ak,,,," ujarnya terpotong karena gerakan tangan dan ucapan Ying wie.


"Kakak umurmu saat ini berumur baru sepuluh tahun. Kakak akan menikah di umur lima belas tahun bukan. Jadi, malam ini tidur saja" ujar Ying Wie dengan memeluk kakaknya bagaikan guling, membuat kakaknya tidak bisa bergerak lagi.


"Siapa namamu?" tanyaku membuat Ying terkejut.


"Kakak ipar belum tau nama kakak kedua" ujar Ying


"Belum" ujarku.


"Gong Ying Fan, itu namaku" ujar nya.


"Baiklah, tidurlah" ujar ku sambil menutup mata.


'Fan, kau tau bahwa tadi aku menggunakan jurus pedang di zaman modern. Jadi, ceritakan tentang rahasiamu tanpa harus di dengar adik perempuan ku' batinku.


'Adik perempuanmu kah' balasnya.


'Ya dia adikku' batin ku.


'Ahhh, baiklah terserah dirimu saja karena aku akan menceritakannya' balasnya.


' Ya, silahkan' batinku.


'Baiklah, aku berasal dari zaman modern dan pindah kemari. Tapi, aku tidak tau kenapa saat aku di zaman ini seolah-olah aku pernah tinggal di zaman ini. Zaman ini tidak asing bagiku, tapi aku tidak ingat apapun selain ingatan ketika aku di zaman modern. Saat di zaman modern namaku Albert Nemel, aku berumur dua puluh tujuh tahun, aku memiliki segala-galanya seperti adik, kakak, ibu, ayah dan kekasih. Tapi, semuanya lenyap saat kekasihku membunuhku dan keluargaku dengan cara membius kami agar tidak sadarkan diri. Lalu setelah itu, dia membakar rumah kami, dia melakukan hal itu bersama kekasih barunya Alex. Usiaku dan dia beda tujuh tahun, dia berumur dua puluh tahun namanya Kety. Mere,,,' batinnya terpotong karena telepatiku.


'Kau bilang siapa tadi yang menyebabkan kau tiada' tanyaku melalui telepati.


'Alex dan Kety, kenapa?' tanyanya.


'Mereka berdua juga yang membunuhku dengan cara tiba-tiba menembakku' balasku.


'Benarkah?' tanyanya.

__ADS_1


'Ya, mereka berdua adalah temanku. Tapi, mereka berdua meni,,,ii,,kungku' ujarku dengan sedikit bergetar.


'Apakah kau baik-baik saja?' tanyanya.


'Baik' balasku.


'Kau yakin, tapi suaramu tadi bergetar' ujarnya melalui telepati.


'Tenanglah, aku baik-baik saja. Karena kau sudah menceritakan kebenaranmu, maka aku juga akan mengatakan satu kebenaran tentangku. Tapi, berjanjilah kau tidak akan mengatakan pada siapapun' ujar ku.


'Tentu' balasnya.


'Berjanjilah, calon suamiku dari ramalan peramal terkenal itu' ujarku membuat dia bingung.


'Maksudmu' tanyanya.


'Aku Kim Mona berumur dua puluh tahun, berpindah dari zaman modern ke zaman ini menjadi anak pertama dari kaisar Yu. Tapi, pada saat perayaan Kurol, aku dan anak perempuan kaisar Wang tertukar karena tenggelam. Jadi, aku tunanganmu dan mungkin aku juga yang akan menjadi istrimu kelak' batinku.


"Benarkah itu" teriaknya membuat Ying yang di pelukannya terkejut.


"Gege, ada apa?" tanya nya sambil bangun.


"Hahaha tidak ada apa-apa sayang" ujar Fan sambil memeluk adiknya agar adiknya kembali tidur.


'Aku sungguh menunggu saat kita hanya berdua saja, bahkan saat kita menikah nanti. Jiwamu dan jiwaku sudah di atas usia remaja, kau pasti mengerti maksudku bukan sweety' batin nya.


'Kau menyiksaku Kim Mona' ujarnya.


'Belum seberapa My Dear, karena ini baru permulaan' ujar ku sambil memeluk mereka berdua.


'My Sweety kau yang memulainya bukan. Jadi, jangan salahkan aku jika suatu hari nanti aku akan membuatmu sangat lemah dan tidak berdaya atas perlakuanku" ujarnya.


'Kita lihat saja My Dear' ujar ku.


'Ok' ujarnya dengan melepas pelukan tangan nya pada adiknya, lalu berpindah memelukku.


Malam hari telah berganti dengan pagi hari. Orang yang pertama bangun di kekaisaran kegelapan yaitu Yuan. Yuan bangun dan melihat bahwa dua orang lainnya masih tidur. Jadi, dia langsung bergegas pergi tanpa berpamitan. Saat kedua orang itu bangun, seluruh kekaisaran kegelapan dibuat heboh.


"Aku mau kakak ipar, dimana dia" ujar Ying.


"Ying, sayang, tenanglah" ujar kaisar kegelapan.


" Tidak mau" ujar Ying.


Sedangkan di istana bulan, saat Yuan datang belum ada dari mereka yang bangun. Yuan memiliki ide untuk membuat api di dinding luar seluruh rumah dan istana. Lalu, dia meneriakkan kata-kata yang membuat semuanya bangun.


"Kebakaran,,,, ada kebakaran tolong" ujarku tapi tidak berhasil.


"Aissss tidak berhasilkah, baiklah akan kucoba sekali lagi. Semuanya bangun ada kebakaran,,,ada kebaaakaraaannn,,,, uhuk,,,uhuk" ujarku berteriak di akhir kata lalu terbatuk.

__ADS_1


"Ahhhhh kebakaran,,, bangun, semuanya ayo bangun" ujar beberapa orang dan di sambut oleh lainnya.


"Kebakaran bangun" ujar semuanya kalang kabut karena panik. Semua orang panik dan keluar dari rumah. Namun, tidak dengan satu orang yang masih dengan santai nya minum air.


Saat semua orang bangun, mereka semua dibuat bingung karena tidak ada kebakaran sama sekali.


"Dimana yang kebakaran" ujar beberapa orang bingung.


"Tidak tau" ujar beberapa orang lainnya.


"Antarkan mereka semua ke aula latihan" ujarku dengan mengeluarkan cahaya emas ku ke seluruh istana bulan membuat semua orang menutup matanya dan tiba-tiba muncul di aula latihan.


"Apa kabar semuanya" tanyaku.


"Ini baru satu hari" ujar mereka.


"Maksudku, apa kabar dari keterkejutan kalian akan teriakan kebakaran" ujarku.


"Itu ulahmu" ujar Dera.


"Ya" ujarku.


"Kami masih mengantuk" ujar beberapa anak.


"Mengantukkah" ujarku dengan memiringkan kepalaku dan melihat mereka semua dengan memicingkan mataku dengan senyuman mengerikan terukir di bibirku.


"Tidak, kami tidak ngantuk lagi. Kami akan segera latihan" ujar semua orang sambil bergegas pergi ke lapangan masing-masing.


"Ahhh aku lupa, dua orang itu pasti sedang mengulah" ujarku sambil memejamkan mataku membuat yang lainnya melihat ke arahku.


"Fokus saja pada pelatihan kalian" ujarku dengan tetap menutup mataku membuat mereka terkejut.


"Sebenarnya seberapa hebat dirinya" ujar beberapa orang.


"Sangat hebat" ujar tiga saudara nya di zaman modern.


"Terima kasih" ujarku.


Sedangkan disaat Yuan menutup matanya dia mendengar teriakan kemarahan dari Fan dan Ying.


"Cari dia sampai dapat" ujar keduanya kompak.


"Hahahha kalian berdua sangat lucu dan untukmu ayah mertua istanamu belum cukup aman. Karena aku bisa masuk dan keluar sesuka hatiku. Jadi, ayah mertua, sebaiknya kau perketat istanamu karena aku yang anak kecil bisa keluar masuk dengan mudah, itu berarti masih ada orang dewasa yang mungkin bisa masuk. Dan untukmu" ujar ku terhenti membuat mereka bingung terutama saat teriakan kesal dari pangeran kedua.


'Punyamu masih terlalu lemah jika ingin membuatku tidak berdaya, My Dear' batinku.


"Kim Monaaaaa, aku akan membuatmu tidak berdaya nantinya percayalah" ujar Fan kesal.


"Benarkah, aku akan menantikannya" ujar ku

__ADS_1


__ADS_2