The Switched Daughter

The Switched Daughter
Pembuat onar


__ADS_3

Setelah enam orang yang ikut dengan Yuan mendapatkan lawan untuk mereka lawan, akhirnya mereka bertarung. Pertarungan hanya berlangsung sepuluh menit, dan pertarungan itu dimenangkan oleh kelompok Yuan.


"Hahhaha ayah,,, sepertinya kau harus melatih diri mu dan prajurit bayangan mu karena kami yang di bawah usia dua puluh tahun bisa mengalahkan kalian yang di atas usia tiga puluh tahun" ujar ku sambil tersenyum ke arah kaisar Wang.


"Aha hahh,,,,hahh,,,hah kalian sepertinya sangat kuat-kuat jika di lihat dari luar dan ternyata memang benar seperti itu" ujar jenderal Kubo.


"Ohh hohoho,,, kita di puji oleh jenderal dari kekaisaran Yu yang di kenal sangat cekatan. Sungguh ini adalah hal yang langka dan hebat" ujar Ziwiera sambil tersenyum.


"Siapakah orang yang melatih kalian menjadi seperti ini nak?" tanya kaisar Wang sambil melihat ke arah kami bertujuh secara bergantian.


"Kami ada dalam satu perguruan beberapa tahun ini yaitu di satu-satunya perguruan di kekaisaran bulan yang di latih atas ajaran langsung dari Queen kekaisaran bulan atau lebih tepatnya oleh pemimpin kekaisaran bulan" jawab Dera membuat yang mendengarnya menjadi terkejut.


"Apakah Yuan juga di ajarkan oleh nya?" tanya permaisuri Wang sambil menatap ke arah Dera.


"Dialah satu-satunya yang menjadi orang terhebat di perguruan kekaisaran bulan dan dia juga menjadi kesayangan dari pemimpin kekaisaran bulan" jawab Ying Wie sambil tersenyum ke arah lima orang lainnya yang menatapnya dengan tatapan bingung.


'Ahhh sepertinya hubungan mereka sudah lebih dari kata dekat karena dia sudah pandai berbohong namun jujur seperti Yuan' batin Nana dan Dera kompak sambil menatap Ying Wie dan Yuan secara bergantian yang memberikan senyumannya kepada mereka semua.


"Ayah kau terlalu lemah saat ini ketika kau memimpin kekaisaran. Jadi, apakah ayah mau berlatih dengan ku?" tanya ku kepadanya.


"Mmmmm" jawabnya berpikir terlebih dahulu.


"Yang mulia kaisar kalau boleh kami sarankan sebaiknya jangan di terima" ujar enam orang kompak.


"Kenapa jangan?" tanya kaisar Wang bingung sambil menatap enam orang lainnya.


"Ya sebaiknya jangan saja" jawab mereka kompak.


"Ta,,,," ujar kaisar Wang terpotong karena ucapan ku.


"Ayah dimana adik kecil ku berada, ku dengar dia sedang sakit dan dimana adik Gui ku karena dia tidak ada lagi di kekaisaran bulan?" tanya ku.


"keduanya dan kakak mu beserta beberapa teman-temannya ada di kamar adik kecil mu sayang" jawab permaisuri Wang.


"Oh baik,,, dada" ujar ku sambil berlalu pergi dengan secepat kilat aku berlari.


"Kenapa tidak bilang-bilang kalau ingin pergi sih" kesal Ziwiera.


"Kau belum terlalu mengenalnya karena jika dia berbicara maka dengarkan kata-kata yang di ucapkan dirinya dengan seksama. Maka biasanya setiap segala sesuatu yang di ucapkan dirinya langsung dia lakukan tanpa mengatakan sekali lagi" ujar Ying Wie.


"Kenapa sepertinya kau sangat mengenalnya?" tanya Ziwiera bingung.


"Belum terlalu" jawab Ying Wie sambil berlalu pergi dengan gerakan yang cepat namun tidak secepat Yuan.


"Ahh belum terlalu apanya, lain yang ku ya nya lain pula yang dia jawab dan diapun sama main pergi tanpa bilang-bilang bukankah begitu. Eehhh,,, kalian juga begitu" ujar Ziwiera saat melihat semuanya pergi.


"Kenapa aku di tinggal sendirian sih?" tanya nya sambil berlalu pergi juga.


Semua orang yang melihat gerakan cepat mereka yang keluar dari aula kekaisaran Wang tanpa berpamipan dan juga tadi tidak memberikan penghormatan kepada kaisar Wang seperti orang-orang lainnya hanya bisa terdiam saja.


"Ahhhh,,,,, sepertinya kesabaran ku akan semakin di uji mulai saat ini" ujar jenderal dan menteri kaisar Wang kompak di waktu yang bersamaan.


"Hahaha bukankah seharusnya aku yang mengatakan hal itu" ujar kaisar Wang.


"Yang mulia tentu saja kau tidak akan bermasalah dengan tuan putri yang mulia. Tapi, kami yang akan menjadi targetnya yang mulia" ujar jenderal Fuleng sambil menatap wajah kaisar Wang.


"Paman Fuleng,,, jangan membicarakan ku di belakangku paman, karena kau belum tau selama bertahun-tahun aku pergi apa yang telah aku pelajari selama ini dan apa yang bisa aku lakukan. Jadi, berhati-hatilah paman" teriak ku yang terdengar di seluruh kekaisaran wang meskipun kecil.


"Sebenarnya seberapa hebat dirinya setelah selam beberapa tahun ini dia pergi" tanya jenderal Fuleng.


"Entah,,,,,," jawab yang lainnya.


"Hahhaha" tawa kasar Wang menggema di seluruh aula kekaisaran Wang membuat semua orang menjadi bingung.


"Anda tertawa di saat aku sedang membayang kan jika aku akan menjadi orang pertama yang akan dia kerjai nantinya" ujar jenderal Fuleng.


"Hahhaa" tawa semua orang kompak mendengar jawaban jenderal mereka.


"Apa?" tanya jenderal Fuleng.


"Jenderal yang di takuti di kekaisaran wang yang tidak takut menghadapi peperangan kapan dan dimanapun malah takut pada seorang putri yang masih berumur hampir sepuluh tahun. Itupun baru hampir sepuluh tahun" ujar kaisar Wang.


"Apa-apaan" ujar jenderal Fuleng.


****


Sedangkan di kamar pangeran Wang Run, di dalam nya terdapat Mofan, Lily, Yu Yan, dan lima orang lainnya yang seusia dengan Yu Yan. Mereka semua memasang wajah khawatir dan wajah serius, tidak ada sedikitpun wajah kesenangan.


"Hahhaa akan aku kerjain kalian karena muka kalian semua pada serius sekali" tawa jahil dan pikiran nakal ku muncul saat melihat wajah mereka semua yang sangat tegang.


"Mmmm sepertinya sedikit kurang meyakinkan jika penampilan ku seperti begini" ujar ku sambil melihat penampilan ku sendiri. Lalu aku menyentikkan tanganku.


"Begini baru sangat meyakinkan" ujar ku sambil melihat penampilan ku sendiri dengan rambut sedikit acak-acakan, ada beberapa bentuk seperti memar dan ada bercak darah di baju luar ku.

__ADS_1


"Jijie tolong,,,,,,," teriak ku heboh di taman depan kamar Run membuat orang di dalam kamar Run menjadi terkejut dan segera keluar.


"Jijie Yuan kau kah ini?" tanya Yu Yan.


"Ya ini memang aku jijie" jawab ku sambil berpura-pura seperti sedang rasa sakit yang sangat luar biasa.


"Sayang apa yang terjadi pada mu dan apa kabar mu?" tanya Yu Yan.


"Tidakkah kau melihat kalau kondisinya tidak baik-baik saja" ujar Mofan.


"Aku tau tapi kan maksudku bahwa,,,," ujarnya terpotong karena ucapan Lily.


"Diamlah kalian berdua, sebaiknya bawa dia ke dalam saja karena lihatlah penampilannya" ujar Lily.


"Baiklah" ujar Yu Yan yang ingin membawa nya ke dalam.


"Au,au,au,au sakit jijie" ujar ku.


"Ahhh maaf sayang" ujar nya.


'Hahhahha aku sangat suka ekspresi ini' batin ku.


'Dasar,,, setelah bertahun-tahun kau kembali kau malah membuat heboh semua orang' telepati White.


'Hahhaa aku suka yang begini karena kapan lagi aku bermain-main seperti ini. Mereka selama ini hanya menjalani kehidupan mereka yang begitu-begitu saja. Jadi, biar kali ini saat aku kembali aku akan membuat mereka olahraga' balas ku.


'Dragon,,, bisakah kalian keluar dengan wujud yang lain karena wujud asli kalian aku akan pakai pada saat yang tepat?' tanya ku.


'Maksudnya?' tanya nya balik.


'Wujud asli kalian akan aku gunakan pada saat melawan kaisar siang. Jadi, saat melawan orang-orang biasa aku ingin kalian menyamar. Karena sebentar lagi aku ingin kalian menghentikan kakak ku dan lainnya saat mereka ingin pergi ke aula kekaisaran' jawab ku.


'Apa maksud mu?' tanya Green.


'Kalian akan melihatnya sebentar lagi' jawab ku.


"Sayang,,,kenapa penampilan dirimu seperti ini?" tanya Yu Yan setelah membawa ku ke dalam. Namun, di luar kamar Run, enam orang wanita menjadi bingung.


" Kenapa penampilan dirinya menjadi seperti orang yang baru siap bertempur, bukankah dari tadi dia santai saja karena yang tadi bertarung kan hanya kita berenam?" tanya Ziwiera yang melihat penampilan Yuan yang seperti baru bertarung antara hidup dan mati.


"Memangnya apa lain, dia sangat suka dan selalu ingin membuat kehebohan jika berada di kekaisaran keluarganya" jawab lima orang lainnya kompak sambil tetap menatap ke arah kamar Run yang jendelanya terbuka memperlihat kan orang-orang di dalamnya.


"Begitukah" ujar nya.


Di dalam kamar Run, Yuan menjadi pusat perhatian semua orang.


"Hiks,,,,hiks,, hiks" tangis ku.


"Kenapa kau menangis?" tanya Lily, Yu Yan dan Mofan bersamaan.


"Aku bertarung dengan orang yang tidak aku kenal hiks,,,," jawab ku.


"Lalu apa masalahnya?" tanya mereka.


"Ayah, prajurit bayangan ayah dan jenderal. Semuanya bertarung melawan orang-orang yang tidak mereka kenal dan mereka kalah,,," jawab ku.


"Lalu siapa mereka?" tanya Mofan.


"Mana aku tau" jawab ku sambil memukul kepalanya yang juga terduduk di bawah seperti Lily dan lainnya. Sedangkan aku, Gui dan Run, kami di atas kasur.


"Auhhhhh,,,,, sebenarnya kau sudah habis bertarung atau tidak karena kenapa tangan mu saat memukul ku masih saja sangat kuat. Seperti seseorang yang baik-baik saja" tanya Mofan.


"Apa penampilan ku belum menjawab pertanyaan mu?" tanya ku balik.


"Dari penampilan dirimu sih sangat meyakinkan namun kenapa saat kau memukul ku sepertinya seluruh kepala ku menahan rasa sakitnya" jawab nya.


"Mana aku tau" balas ku.


"Sebenernya kau berbohong kan" ujar nya.


"Apakah kau pikir aku mau melukai badan ku sendiri hanya untuk berpura-pura?" tanya ku.


"Mungkin saja kan" jawab nya.


"Mofan,,,,," teriak Yu Yan.


"Diam lah aku sedang berbicara" ujar Mofan.


"Kau pasti sedang berbohong kan?" tanya nya.


"Ti,,,," jawab ku terpotong karena Yu Yan yang menarik paksa Mofan keluar dari kamar Run.


"Jijie sebaiknya kalian membantu yang lainnya di aula utama. Semua orang sangat terkejut karena penyerangan yang tiba-tiba tadi dan mereka semua sedang syok di aula. Jadi, sebaiknya kalian semua membantu mereka biar aku yang menyembunyikan dan melindungi adik kecil ku Run. Sedangkan kalian fokus melindungi orang-orang di aula saja, dan dirimu Gui sebaiknya kau melindungi ibu karena para prajurit bayangan ayah sedang terluka" perintah ku.

__ADS_1


"Bagaimana bisa begini, bukankah tadi kaisar siang bilang ingin bicara baik-baik dengan mereka?" tanya Gui.


'Terpancing hehehehe' batin ku.


"Tidak tau" jawab ku.


"Sebaiknya cepatlah kalau kalian tidak membantu mungkin mereka akan terluka parah" perintah ku.


"Baiklah" jawab mereka semua meninggalkan aku dan Run hanya berdua di kamar.


' Sekarang giliran kalian bertiga' batin ku.


'Dasar pembuat onar' balas green, white, dan Dragon bersamaan.


' Hahaha ini memang sifat asli ku yaitu pembuat kehebohan di suatu tempat' balas ku.


' Baiklah kami keluar' ujar mereka bertiga kompak.


Tujuh orang yang tadi di kamar Run pergi ke arah aula utama dengan tergesa-gesa karena ucapan dari Yuan. Namun, di tengah jalan mereka di hadang oleh tiga orang.


"Kalian pikir kalian bisa menemui mereka dengan begitu mudah hah" teriak White.


"Siapa kalian?" tanya Yu Yan.


"Kami adalah orang-orang yang berada di pihak yang tadi mengalahkan ayah mu dan lainnya" jawab Green.


"Kalian,,,,," teriak Gui.


"Jika kalian ingin menemui keluarga kalian, maka kalian harus mengalahkan kami bertiga terlebih dahulu. Jika kalian tidak bisa maka jangan harap kalian bisa pergi dari sini menuju ke sana" ujar Dragon.


"Kami pasti bisa" jawab mereka kompak.


"Tidak akan bisa" ujar White.


"Mari kita lihat apakah kalian bisa menahan kami?" tanya Mofan.


"Tentu saja bisa" jawab Dragon, Green dan White kompak.


Mereka bersepuluh saling bertarung antara tiga melawan tujuh. Saat tujuh orang menyerang tiga orang dengan susah payah dengan berbekal jurus yang mereka pelajari selama ini, tapi malah dengan mudahnya di kalahkan oleh Dragon, Green dan White.


"Jijie bagaimana ini?" tanya Gui.


"Bagaimana pun caranya kita harus mengecoh mereka" ujar Yu Yan.


"Baiklah" jawabnya. Lalu mereka menyerang lagi ke arah tiga orang yang menghalangi mereka. Namun, tetap seperti tadi bahwa mereka tetap mudah di kalahkan oleh tiga hewan milik Yuan. Setelah mereka melihat bahwa tujuh orang yang mereka tahan seperti perintah Yuan, sudah kelelahan dan terluka sedikit maka saat itulah baru ketiganya melepaskan mereka karena itu juga atas perintah Yuan.


Sedangkan di kamar Run telah berkumpul enam orang lainnya yang tadi di taman dan mereka bertanya.


"Kenapa kau selalu membuat heboh. Tidak di aula tapi dengan kakak mu juga?" tanya Ziwiera.


"Beginilah kami, kau masih belum melihat Dera dan Mofan gege. Karena mereka berdua lebih parah dari ku" jawab ku kepada Ziwiera.


'Kakak mu dan lainnya sudah sedikit kelelahan Yuan' batin White.


'Baiklah sudah cukup karena aku akan membawa adik ku jalan-jalan' jawab ku.


'Baiklah' balas ku.


"Lalu apa yang kita lakukan?" tanya Yayan.


"Kita akan keluar karena aku ingin menghindari kakak ku yang akan mengamuk dan akan membawa adikku jalan-jalan agar dia tidak bosan di dalam kamar saja" jawab ku.


"Yayyayayyaa" tawa riang Run.


"Ohh apakah adikku ini sudah mengerti ucapan jijie ya" ujar ku sambil menggendongnya di belakang ku.


"Kabur sayang,,, karena jijie Yu Yan sudah marah" ujar ku lalu menghilang.


Di waktu yang bersamaan dengan ucapan Yuan dkk, di aula utama semua orang merasa bahagia karena putri kesayangan mereka telah kembali. Namun, mereka di kejut kan dengan tujuh orang yang tiba-tiba masuk.


"Ayah, ibu, ehhhh" teriak Gui dan Yu Yan kompak tapi di akhiri dengan ekspresi terkejut.


"Ada apa sayang?" tanya permaisuri Wang.


"Bukankah ayah baru siap bertarung?" tanya Gui.


"Memang sayang tapi ayah bertarung dengan kakak mu dan teman-teman nya" jawab kaisar Wang.


"Jadi, yang kami lawan tadi siapa?" tanya Lily.


"Apa kita baru saja di kerjain oleh mereka" ujar Yu Yan.


"Berarti benarkan yang aku katakan tadi bahwa dia sedang berbohong" ujar Mofan.

__ADS_1


"Wang Yuan kemari kau,,,,,," teriak Lily dan Yu Yan kompak yang bisa di dengar halus sampai kamar Run.


__ADS_2