The Switched Daughter

The Switched Daughter
peperangan


__ADS_3

Saat ini dua bocah laki-laki yang berumur dua belas dan sembilan tahun sedang berada di dalam air dengan telinga mereka yang sedang di jewer oleh Yuan. Siapa lagi kalau bukan Fan yaitu pangeran kedua kegelapan dan Fubo putra ke tiga Piolo dan Mikoso. Mereka ingin naik tapi tidak bisa karena telinga mereka sedang merasa kesakitan.


'Aku menyuruhmu untuk membangunkan kami saat hari sudah hampir malam bukan menyuruhmu untuk bermain' telepati batin ku kepada Fan.


'Aku kebablasan karena mereka sangat ramah dan baik-baik' jawab Fan melalui telepati juga.


"Ahhhh meimei sakit. Ini sungguh sakit sekali, kau bahkan lebih galak dari pada ibu. Aduhhh lepaskan dulu jewerannya baru kami naik ke atas" mohon Fubo sambil menepuk tangan kiri Yuan yang menjewer telinga kanannya.


"Ohhh. Jadi, tidak mau naik ke atas sebelum di lepas jewerannya ya. Begitukah?" tanya ku kepada mereka berdua.


"Ya" jawab keduanya kompak.


"Rumiiiiiiiii" teriak ku menggema di desa Arid.


"Ahhh jangan meimei Rumi, kumohon jangan meimei Rumi" mohon Fubo sambil menyatukan kedua telapak tangannya di depan dadanya sambil menatap ke arah samping nya dimana Yuan berada. Namun, dua detik kemudian Ying Wie ( Rumi) sudah berada di samping Yuan.


"Urus mereka. Jika kau tidak mengurus mereka dengan baik, maka dirimu lah yang akan menanggungnya" ujar ku sambil menatap Ying Wie dengan mata mengintimidasi lalu melepaskan jeweranku pada kedua pria di depanku.


"Tenang saja itu bukanlah hal yang sulit unt,,,," ucapan Ying terhenti karena keduanya langsung lari keluar dari air saat Yuan melepas jewerannya. Mereka tidak mau menunggu Ying Wie menjewernya. Mereka lari dengan sekuat tenaga mereka agar mereka tidak di tangkap oleh Yuan dan Ying Wie.


"Biarkan saja mereka" teriakku yang udah agak jauhan dari mereka semua.


"Baiklah semuanya mari berkumpul karena masakan sudah siap untuk dimakan" teriak para wanita agar di dengar orang-orang yang di luar dapur.


"Kami datang" teriak para pria dan anak-anak.


Semua orang datang ke tempat para wanita. Namun, satu orang yang belum terlihat yaitu Yuan membuat semua orang bingung termasuk Ying Wie dan Ming Fan. Mereka berdua saling mengkode mata seperti saling bertanya kemana dia. Saat mereka berdua saling memandang, Yuan datang dan langsung mengatakan sesuatu sambil menepuk pundak Fan.


"Pulanglah karena saat ini mereka sedang membutuhkanmu karena keluargamu dalam bahaya. Jadi, kau juga harus di sana sekarang sampai beberapa tahun ke depan. Sedangkan saudarimu dan kami berdua tidak bisa membantu karena mereka sedang kekurangan kekuatan jika kau tidak ada di sana" ujar ku sambil menepuk pundaknya dan memberi sedikit kode di kata-kata ku agar orang-orang di desa Arid tidak curiga tentang identitas kami bertiga.


"Antarkan dia tepat di tengah-tengah peperangan" ujar ku lalu datanglah cahaya emas menyelimuti seluruh tubuh Fan, lalu Fan menghilang dari pandangan kami.

__ADS_1


Saat membuka matanya, Fan bisa melihat banyak penjaga yang telah terluka parah dan tergeletak tidak berdaya. Fan menghampiri salah satu prajurit yang masih berusaha untuk berdiri. Saat prajurit kekaisaran kegelapan melihat Fan, dia merasa senang.


"Pangeran,,, pergilah ke arah utara dan lindungi para wanita. Sedangkan kami para pria telah berusaha menahan burung-burung dan serigala yang mengerikan" ujar prajurit itu memerintah Fan lalu dia tumbang ke tanah. Saat mendengar hal itu, Fan langsung berlari sekuat tenaganya ke arah utara. Setelah begitu cepat dia bergerak ke utara akhirnya dia bisa mendengar beberapa teriakan perempuan. Saat Fan semakin dekat, bisa dia lihat bahwa ibu, nenek, keponakan nya, kakak iparnya. Seedang berusaha dilindungi oleh para dayang wanita. Saat melihat hal itu, Fan begitu marah dan hilang kendali. Dia membunuh semua serigala dan burung-burung yang mengelilingi para wanita di kekaisaran nya dengan sekali gerakan kedua pedang yang dia pegang di kedua tangannya sampai semuanya habis terbunuh karena kemarahan Fan. Setelan semua binatang yang berusaha melukai para wanita mati. Secara tiba-tiba teratai emas yang berada di daerah samping mata kiri Fan bersinar begitu terang ke arah air singai kecil yang ada di dekat mereka lalu menumbuhkan tanaman teratai emas di sana dengan begitu pelan tapi pasti pertumbuhannya membuat yang lainnya antara takjub dan bingung.


"Nak pergilah ke aula utama dan bantulah yang lainnya" perintah neneknya Fan kepadanya.


"Baik" jawabnya Fan sambil pergi ke arah aula utama.


Sedangkan semua para wanita masih memperhatikan teratai emas yang tumbuh pelan-pelan tapi semakin banyak sampai membuat air kolam itu berubah menjadi sedikit berwarna emas.


"Bagi kalian semua yang orang-orang dari kekaisaran kegelapan dan malam yang menjadi korban yang terluka dan masih mendengar suaraku. Maka segeralah masuk ke dalam sungai atau air yang berwarna sedikit keemasan karena air itu bisa menyembuhkan luka-luka kalian. Jika ada teman kalian yang terluka parah tetapi masih sedikit bernafas, maka bantu dia untuk ke air keemasan itu. Jika kalian ingin berterima kasih maka berterima kasihlah pada putri satu-satunya kaisar kegelapan dan wanita yang menjadi tunangan pangeran kedua kegelapan. Kalian pasti bertanya-tanya kenapa bukan?. Jawabannya yaitu karena keduanya telah membayar kami dengan berjanji tidak akan pernah memperlihatkan wajah mereka beberapa tahun kepada kalian, asal kami bisa menyembuhkan kalian semua yang terluka" ujar dua suara menggema bersamaan di wilayah kekaisaran kegelapan dan malam. Mereka semua yang mendengar kedua suara itu, langsung berusaha sekuat tenaga mereka untuk menghampiri air yang berwarna sedikit keemasan di dekat mereka. Ada yang ke sungai, ke kolam ikan dan air pancuran yang semua airnya bisa berubah menjadi keemasan yaitu karena penyatuan ketika di dalam tanah. Jadi, meskipun jarak sungai, kolam dan air pancuran jauh. Tapi, mereka bersatu di dalam tanah.


"Ahhhhh,,,,,ahhhhh,,,ahhh" suara beberapa orang berteriak kesakitan yang membuat sebagian orang yang mendengarnya bingung.


"Ahh maaf, karena kami lupa mengatakan kalau saat kalian meminum air atau merendam seluruh tubuh kalian ke dalam air sedikit berwarna keemasan itu maka kalian akan merasa sangat kesakitan" kedua suara itu menggema lagi.


Saat mendengar suara itu langkah kaki Fan sempat terhenti saat dia tidak bisa menemui keduanya lagi dalam beberapa tahun ini. Namun, dia kembali sadar saat dia terpikir jika keduanya bisa mengorbankan hal besar sepeti ini lalu kenapa dirinya tidak bisa. Akhirnya dengan langkah yang kembali mantap, Fan melangkah ke arah aula utama dan membunuh mati semua binatang yang memicu peperangan itu dengan senyuman dan semangat yang sangat luar biasa yang dia perlihatkan di wajahnya. Hal itu membuat semua pria yang melihat aksinya menjadi sedikit gemetar karena ini pertama kali mereka melihat aksi pangeran kedua mereka yang seperti ini. Karena mereka bisa melihat kalau pangeran Fan hampir membunuh mati semua hewan-hewan itu, mereka semua membantu para bangsawan dan yang terluka parah untuk mendekati sumber air yang berwarna keemasan.


Sedangkan di desa Arid, Yuan tidak memiliki nafsu makan karena dirinya merasa sedikit kecewa dengan dirinya sendiri. Saat melihat Yuan tidak makan, Ying Wie pun tidak ingin makan lalu dia menyusul Yuan.


"Mereka mulai bergerak untuk menjatuhkan kedua kekaisaran yang dekat dengan mereka dulu yaitu kekaisaran kegelapan dan malam" jawab ku.


"Dari mana kau tau?" tanya Ying lagi.


"Dari penglihatanku" jawab ku.


"Apakah mereka terluka?" tanya Ying sambil memegang tangan ku.


"Ya,,, dan banyak" jawabku.


"Tapi, tenanglah karena semuanya sudah membaik tetapi kita tidak bisa kesana" ujar ku saat melihat ekspresi wajahnya yang sedikit berkerut.

__ADS_1


"Maksudmu?" tanya Ying.


"Pejamkan matamu karena aku akan membawamu menemui mereka" jawab ku kepadanya dan dia menuruti ucapanku. Jadi, setelah itu aku memegang bagian kepalanya sambil menutup mataku juga. Saat ini kami sedang berada di dunia Yin dan Yang.


"Hai,,, selamat datang Ying Wie" sapa dua suara bersamaan.


"Hai,,, kalian siapa dan dimana kalian. Kenapa tidak kelihatan" tanya Ying Wie.


"Lihatlah dulu ini" ujar suara itu lalu keluarlah lingkaran cahaya emas berbentuk bulat yang di tengah-tengahnya memperlihatkan peperangan yang terjadi di kekaisaran kegelapan dan juga memperlihatkan semua gambaran dari awal peperangan sampai mereka semua telah meminum dan berendam di sungai teratai emas itu lalu mereka semua yang di sana pingsan.


"Kenapa mereka pingsan?" tanya Ying.


"Efek dari menahan rasa sakit mereka" jawab kedua suara itu.


"Lalu bagian yang kalian katakan tentang kami itu maksudnya bagaimana?" tanya Ying.


"Saat mereka memberi tau akan ada peperangan padaku. Aku ingin langsung ke sana tetapi mereka menghentikan ku karena jika semua orang bisa mengelak dari kematian mereka maka tidak akan ada yang mati. Jadi, aku bertanya lalu bagaimana cara agar korban tidak berjatuhan. Mereka menjawab bahwa ada satu jalan dari mereka tetapi kau tidak bisa bertemu dengan semua keluargamu selamanya, dan tentu saja aku tidak setuju. Aku katakan bagaimana bisa mereka menghukummu. Sedangkan yang mengambil keputusan nya itu adalah aku. Setelah itu barulah mereka mengatakan kalau kita tidak boleh menemui mereka selama aku belum memiliki adik kandung berambut perak. Jadi, aku langsung menerimanya karena paling tidak kita memiliki sedikit harapan. Jadi, maafkan aku karena mengambil keputusan ini tanpa dirimu" jelas ku kepada Ying.


"Tidak perlu meminta maaf kepada ku, justru akulah yang harus beterima kasih padamu karena atas keputusan cepat yang kau ambil. Semua orang yang masih bernafas selamat dan untungnya semuanya masih bernafas. Jadi, terima kasih banyak" jawab Ying sambil memelukku.


"Ohhh,,, kami pikir kau akan marah. Namun, tidak di sangka bahwa kalian semakin dekat" ujar kedua suara itu.


"Tentu saja" jawab Ying.


"Sebaiknya kita keluar" ujar ku sambil memegang Ying lalu kesadaran kami kembali ke tubuh kami.


"Apa mereka benar-benar sudah sehat?" tanya Ying sambil memegang kepalanya yang tadi ada tangan ku di sana.


"Ya sudah. Memangnya kenapa?" tanya ku.


" Hanya tanya saja" jawabnya.

__ADS_1


"Baiklah. Ingatlah Rumi, bahwa kita harus terus berlatih karena kita tidak tau kapan bahaya yang sesungguhnya datang. Apa kau mengerti?" tanyaku kepadanya.


"Aku mengerti" jawabnya.


__ADS_2