The Switched Daughter

The Switched Daughter
Hasil dari perjuangan


__ADS_3

Saat mereka tau bahwa putri tidak ada, semua orang menjadi panik. Terutama permaisuri kegelapan. Mereka semua mencari putri mereka ke seluruh kawasan kekaisaran. Bahkan ada prajurit yang mencari sampai ke perbatasan antara kekaisaran kegelapan dengan kekaisaran lainnya. Namun, putri mereka masih belum di temukan. Hal itu membuat kaisar murka dan menjatuhkan beberapa barang di aula utama.


"Cari putri sampai dapat. Jika kalian tidak menemukannya malam ini juga. Maka nyawa kalian lah yang menjadi taruhannya. Apa kalian mengerti" ujar kaisar kegelapan sambil mengeluarkan aura nya yang membuat orang yang mendengar ucapannya menjadi gemetar ketakutan.


"Kami menger,,,," ujar semua prajurit terpotong karena ucapan permaisuri kegelapan.


"Tidak perlu mencarinya, yang mulia" ujar nya.


"Kenapa permaisuriku?" tanya kaisar kegelapan bingung.


"Karena aku menemukan surat yang dia tulis dan di letakkannya di kereta kuda miliknya. Surat ini berisi tentang dia akan mencari pengalaman di luar sana. Jadi, kita tidak perlu khawatir dan tidak perlu mencarinya. Jadi, kita harus percaya pada kemampuannya. Dia bukan lagi putri yang berumur di bawah lima tahun, dimana kita harus melindunginya. Dia kini menjadi putri yang susah untuk di taklukan. Seperti kata tunangan Fan, bahwa ini hidupnya. Jadi, pilihannya ada pada tangannya sendiri bukan pada orang lain. Jadi, aku tidak akan memusingkan kepalaku untuk memikirkannya yang mulia. Karena dia adalah putriku, dan aku percaya pada pilihan dan keyakinan putriku sendiri, yang mulia" ujar permaisuri sambil meninggalkan surat itu. Lalu, dia pergi.


"Aisss, anak itu sekarang sudah semakin susah diatur dan di tebak. Tapi, aku bahagia jika dia seperti ini" ujar kaisar malam sambil memejamkan matanya dan tersenyum.


"Kau benar kakak pertama" ujar pangeran ketiga kekaisaran kegelapan.


"Kalau begitu, sekarang fokuskan pada perkataan yang di katakan oleh putri Wang Yuan. Bahwa kau akan berperang lima hari lagi" ujar kaisar kegelapan kepada kaisar malam.


"Ya, ayah benar" ujar kaisar malam.


Sedangkan di kekaisaran bulan. Empat orang menjadi cemas dan bingung karena Yuan belum juga kembali. Hingga datanglah Dragon.


"Tetaplah menjalankan segala sesuatu yang menjadi tugas kalian seperti ketika dia masih ada disini. Dia baik-baik saja di luar sana dan biarkan dia menjalani kehidupannya sesuai yang ingin dia jalani. Saat ini dia hilang ingatan dan tidak ingat apapun. Jadi, biarlah dia mencari identitasnya sendiri di luar sana. Karena, semakin kita paksa dia untuk mendekat. Maka semakin jauh pula dirinya pergi" ujar Dragon dengan lantang nya agar di dengar semua orang. Mereka semua yang mendengar teriakan Dragon akhirnya merasa tenang dan setuju dengan perkataan Dragon bahwa 'semakin kalian memaksa sesuatu hal mendekat kepada kalian. Maka akan semakin menjauh pula dia bukannya mendekat. Karena segala sesuatu tidak bisa di paksakan'.


Di kekaisaran bintang juga terjadi hal yang hampir sama. Dimana semua orang dibuat cemas karena Yuan. Namun, sesepuh Zan yang telah memiliki ikatan batin langsung dengan cucunya itu. Dia mengatakan bahwa Yuan baik-baik saja tidak ada yang perlu di cemaskan.


Sedangkan di hutan dimana Yuan dan orang-orang desa berada untuk mencari kayu bakar. Mereka semua disibukkan dengan mencari kayu, buah dan daun-daun herbal yang bisa diolah menjadi obat nantinya. Ketika Yuan merasa kalau sudah cukup mengumpulkan bahan-bahan. Yuan menyuruh mereka semua menaruh bahan itu satu tumpukan. Lalu, dia meneruhnya ke cincin dimensinya, membuat semua orang merasakan antara kagum, terkejut dan takut. Karena ternyata Yuan adalah anak yang hebat.


"Baiklah, apakah ada dari kalian yang menemukan sungai di hutan ini" ujar ku.


"Ada, di sebelah sana, nak" ujar seorang kakek.


"Baiklah, ambillah kendi-kendi ini untuk mengambil air dari sungai" ujar ku dengan mengibaskan tangan ku. Lalu keluarlah kendi yang sedikit berdebu karena baru aku beli dari pasar. Mereka semua menuruti ucapan ku. Bahkan anak-anak pun mengambil kendi itu.


"Untuk kalian para anak-anak. Jika kalian tidak sanggup mengambil penuh kendi itu. Maka ambil saja sedikit pun tidak apa-apa, karena jangan sampai kendi itu jatuh dan hancur" ujar ku sambil berjalan ke arah sungai dan mereka mengikutiku.


"Baik" ujar anak-anak semangat.

__ADS_1


Ketika semua orang sampai di sungai, Yuan menyuruh mereka untuk mencuci dulu abu yang ada di kendi-kendi itu. Mereka semua hanya menurut saja. Namun, salah satu dari mereka ada yang berteriak, karena melihat ada seorang gadis yang sedang tersangkut di antara bebatuan sungai. Saat mendengar teriakan itu beberapa dari mereka membantu gadis itu.


Gadis itu, adalah putri Gong Ying Wie dari kekaisaran kegelapan. Mereka melihat ada bekas gigitan ular di kakinya yang bekas itu sudah membiru dan ada bekas benturan di kepalanya. Hal itu membuat darah keluar dari bekas luka itu. Melihat hal itu, seorang nenek menumbuk beberapa daun. Karena dia menumbuk daun itu dengan terburu-buru. Jadi, dia menumbuknya tidak sampai halus. Setelah itu, dia menempelkan daun yang di tumbuk kasar itu ke kepala Ying Wie yang terluka. Setelah dirasa darahnya tidak keluar lagi. Akhirnya mereka semua mengambil air di sungai itu.


Ketika semua orang telah mengambil air di sungai. Yuan membawa mereka semua sambil meletakkan tangan Ying Wie ke bahunya. Saat sampai di desa, Yuan menyuruh mereka semua untuk membuat sungai di desa itu. Seperti biasa, awalnya mereka ragu. Namun, akhirnya mereka menurutinya juga. Disaat semua pria menggali sungai sedikit demi sedikit. Anak-anak juga membantu mereka meskipun dengan cara bermain-main. Tapi, hal itu berhasil membakar semangat para ayah yang melihat anak-anak nya yang dulu sangat lemas. Sekarang sudah ada senyuman yang terukir di wajah mereka. Hal itu terjadi karena itu berkat datangnya Yuan ke desa mereka.


Sedangkan di dapur, beberapa wanita dewasa sedang memasak makanan dan beberapa wanita lainnya sedang memasak air. Sedangkan Yuan, saat ini dia dan sepasang lansia sedang menumbuk bahan obat-obatan yang suatu hari mungkin akan diperlukan untuk warga desa. Ada sekitar dua jam, Yuan menyuruh para laki-laki dan anak-anak untuk segera beristirahat. Tepat pada saat itu akhirnya Ying Wie juga bangun. Tapi, saat dia bangun dia tidak melihat satu orang pun di ruangan itu selain dirinya. Lalu, dia mendengar suara tawa anak-anak dari luar. Jadi, dia memilih keluar. Disana dia melihat ada sekitar enam puluh orang sedang duduk disana dalam keadaan makan bersama dan tertawa bersama. Saat melihat tawa mereka, diapun ikut tersenyum 'betapa bahagianya menjadi mereka yang seolah-olah tidak memiliki beban dalam hidup ini' batin Ying Wie.


"Indah bukan" ujar ku membuat dia terkejut.


"Kau,,,, kenapa kau di sini, Yuan" ujar Ying Wie.


"Aku tidak tau. Kakiku membawaku melangkah kemari. Saat sampai disini, aku melihat keputus asaan ada di mata mereka. Jadi, aku memilih menetap di sini dan membantu mereka. Saat aku bisa melihat senyuman mereka, hatiku menjadi bahagia" ujarku.


"Memang indah" ujar nya.


"Ngomong-ngomong, kau kenal aku dan keluargaku" ujar ku.


"Aku tidak mengenalmu seperti seseorang yang dekat denganmu. Pertemuan kita baru terjadi hanya dua kali, yang keduanya yaitu di hari ulang tahunmu. Tapi, yang aku lihat pada pertemuan pertama dan sekarang kau berbeda" ujar nya.


"Pada saat pertemuan pertama kau memiliki ingatan tentang keluargamu. Sedangkan yang kedua tidak" ujar nya.


"Kan aku memang lagi lupa ingatan" ujar ku kesal padanya.


"Kan itu juga satu perbedaan" ujar nya sambil tersenyum.


"Terserahlah. Jika aku tidak salah bukankah kau adalah putri dari kekaisaran kegelapan" ujar ku.


"Ya, itu aku" ujar nya.


"Kenapa kau bisa di gigit ular?" tanya ku.


"Aku bosan di istana. Jadi, aku memilih kabur dari kereta. Karena aku ingin melihat dunia luar. Tapi, siapa sangka, baru saja aku masuk ke hutan untuk bersembunyi dari rombongan, aku malah di gigit ular" ujar nya.


"Lalu, keluargamu tidak mencarimu?" tanya ku.


"Mereka tidak akan mencari ku karena aku telah menulis surat untuk jangan mencari ku" ujar nya.

__ADS_1


"Lalu, kau mau kemana" tanya ku.


"Entah lah" ujar nya sambil menaikkan bahunya.


"Jika kau mau. Maka tinggallah di sini dan ubah namamu. Karena aku mengatakan aku tidak ingat namaku karena hanyut di sungai. Mereka menamaiku Yumi. Jadi, jangan memanggilku Yuan ketika kita disini. Jadi, pikirkanlah nama lain untukmu di sini" ujar ku.


"Rumi, aku memakai nama itu saja" ujar nya.


"Nama panjangmu?" tanyaku.


"Mmmmm,,, bagaimana jika Rumi Ling" ujar nya.


"Baik, aku juga akan memakai nama Ling. Jadi, dunia luar akan mengenal kita dengan nama Yumi Ling dan Rumi Ling. Kakak beradik yang mengubah desa ini menjadi lebih baik. Mari berjuang bersama" ujar ku sambil mengulurkan tangan ku kepadanya.


"Baiklah, mari" ujar nya dengan membalas ukuran tangan ku.


Lima hari telah berlalu dari ulang tahun Yuan. Sama seperti ucapannya bahwa pada hari itu orang-orang dari kekaisaran siang akan menyatakan peperangan pada mereka. Namun, mereka tidak menang karena ulat racun pengendali hati yang mereka tanamkan pada putri kaisar malam tidak berkerja karena Yuan telah mengeluarkannya dari putri kaisar malam. Jadi, kemenangan dari peperangan itu di miliki oleh kaisar malam.


"Ayah, sepertinya benar bahwa Yuan bisa meramal masa depan" ujar kaisar malam setelah sampai di gerbang kekaisaran kegelapan.


"Entahlah" ujar kaisar kegelapan sambi menunggang kudanya.


Kekaisaran kegelapan dan kekaisaran malam tidak jauh. Dua kekaisaran itu saling bersambung hanya saja pemimpinnya dulu ada dua. Jadi, ketika mereka telah merebut kekaisaran itu. Maka, putranyalah yang memimpin di sana. Namun, karena ulah Yuan yang beberapa kali bisa keluar masuk dengan mudahnya membuat mereka berjaga-jaga. Jadi, kedua kekaisaran itu telah menjadi satu pemimpin yaitu kaisar kegelapan menjadi rajanya dan jenderal perangnya yaitu para pangeran.


Sedangkan di desa Yuan dan Ying, hari-hari mereka lalui dengan bercocok tanam. Yuan mengajarkan kepada anak-anak tentang pelajaran etika, sastra dan sejarah. Sedangkan Ying Wie mengajarkan anak-anak itu tentang ilmu bela diri. Para penduduk desa sedang di sibukkan dengan bercocok tanam dan membuat sungai.


Mereka bisa bercocok tanam, karena Yuan membeli mereka beberapa sapi, kambing dan kerbau. Selain untuk hewan ternak mereka, kotoran hewan itu bisa di jadikan baja atau pupuk untuk tanaman mereka. Biasanya, setiap sekitar jam sembilan Yuan membawa dua orang pria ke hutan bersama para hewan ternak. Hal itu dia lakukan agar para hewan mendapatkan rumput yang hijau. sedangkan untuk menyiram tanaman mereka. Yuan membawa mereka ke sungai dan mengambil air di sana dengan kendi. Namun, karena tubuhnya masih terlalu lemah. Yuan hanya bisa melakukan perpindahan mendadak dalam satu hari yaitu hanya empat kali. Dimana dua kali untuk mengatar dan menjemput hewan ternak dari hutan. Jadi, ketika mengambil air, setiap orang dewasa biasanya membawa dua kendi. Namun, suatu hari, ada saatnya dimana Yuan jatuh pingsan karena kelelahan telah menggunakan jurus itu lima kali karena mereka membutuhkan air untuk berbagai hal. Jadi, karena merasa kasihan pada Yuan beberapa para pria membuat beberapa gerobak yang di dalamnya bisa di letakkan lima tong besar.


Saat Yuan sembuh, mereka bertanya padanya apakah dia mampu memindahkan mereka jika mereka membawa gerobak dengan membawa lima tong itu. Yuan menjawab tidak masalah berapapu.n beratnya dan banyaknya selama dia tidak menggunakan jurusnya dalam sehari empat kali. maka, itu bukan masalah. Ketika mendenga hal itu, beberapa pria membuat banyak gerobak. Jad, ketika sepuluh gerobak telah selesai, mereka membawa gerobak itu untuk mengambil air. Sebelum mereka mengambil air, mereka membeli tong-tong kosong di pasar untuk di letakkan di dalam gerobak. Namun, meskipun sudah ada lima puluh tong air, anak-anak dan wanita juga ikut membawa air di dalam kendi-kendi. Sejak adanya gerobak itu, Yuan hanya melakukan perpindahan dalam sehari hanya dua atau tiga kali saja. Karena lima puluh tong besar air itu bisa di gunakan untuk dua hari menyiram tanaman dan mandi mereka. Sedangkan air untuk minum dan masak yaitu dari kendi-kendi kecil yang di bawa oleh para penduduk selain sepuluh orang yang memegang gerobak.


Tiga bulan telah berlalu, dimana seluruh tanaman mereka sudah bisa di panen dan sungai mereka juga sudah mereka gali hingga hampir tersambung ujungnya ke gunung. Hanya tertutup dengan batu besar saja. Sedangkan ujung lainnya hampir menembus ke sungai yang biasanya mereka ambil air.


Saat tau bahwa ada batu besar yang menghalangi air ke luar dari gunung. Yuan menyuruh mereka semua menghancurkan nya. Mereka semua menuruti ucapannya untuk menghancurkan batu itu. Dengan perjuangan tiga bulan akhirnya saat ini mereka merasa bahagia saat mereka berada di sungai kecil yang mereka buat. Air sungai itu begitu segar karena dari gunung asli. Bahkan air itu langsung bisa diminum tanpa harus di masak dulu.


Sedangkan di ujung sungai nya, Yuan menyuruh mereka agar menyambung sungai itu dengan sungai yang mereka ambil airnya. Saat ini mereka semua sedang memanen tanaman mereka yang bahan yang lebih dari mereka gunakan sendiri akan mereka jual di pasar.


Ketika di pasar Ying lah yang memimpin mereka untuk berjualan. Sedangkan Yuan hanya beristirahat di belakang. Tugasnya hanya memindahkan mereka dengan jurusnya. Selain itu, semuanya adalah tugas Ying Wie. Meskipun lelah, tapi dia sama sekali tidak keberatan atas perlakuan Yuan padanya. Ketika mereka selesai berjualan dan sedang berbenah. Ying Wie di kejutkan dengan seseorang memegang tangannya.

__ADS_1


__ADS_2