The Switched Daughter

The Switched Daughter
Menguasai seluruh dunia


__ADS_3

Saat penyatuan kekuatannya, Mona melihat beberapa gambaran tentang beberapa hal yang kedepannya akan terjadi. Baik kejadian itu yang terjadi di benua atas dan juga benua bawah. Setelah keadaannya kembali seperti semula, Mona langsung kembali ke kamarnya agar tidak menimbulkan kecurigaan orang-orang terhadap kemana dirinya pergi.


'Jadi, kau tidak lupa ingatan selama ini, Queen?' telepati White.


'Bagaimana aktingku apakah keren?' balas Mona membuat yang mendengarnya menjadi kesal


'Jangan bertanya balik pada kami' kesal White.


'Aduh, kenapa cuma kau yang cerewet, sedangkan yang lain tidak bertanyapun'.


'Kami tidak bertanya bukan berarti kami tidak penasaran' ucap tiga lainnya.


'Oh, begitukah?' senyum Mona karena pertengkarannya dengan para hewan kontraknya. Senyumnya Mona juga di lihat oleh semua dayang dan prajurit yang di lewati Mona.


'Senyuman Dewi kupu-kupu sungguh sangat indah dan menawan'.


Mona terus berjalan hingga dia sampai di kamarnya, Mona mulai merancang beberapa rencana untuk membebaskan dirinya dari jeratan kekaisaran langit, dan dia juga sedang berpikir untuk membuat barang rajutan apa yang cocok untuk keempat malaikat kecilnya.


Hari-hari Mona di lewatinya dengan biasa saja, hingga dua puluh hari telah berlalu di benua atas, Mona menghancurkan sedikit demi sedikit pertahanan kekaisaran langit secara diam-diam. Mona menarik orang-orang yang tidak menyukai anggota dari kekaisaran langit walaupun kebencian mereka baru sedikit.


Mona bekerja sama dengan semua orang yang di dalam penjara. Mona hanya meminta kepada kaisar langit untuk membebaskan kaisar siang dan Kety dengan alasan agar dia memiliki teman. Kaisar siang menyetujui permintaannya itu. Jadi, selama lima belas hari ini mereka berdualah yang menjadi kaki tangan Mona untuk keluar masuk kekaisaran langit untuk menemui para musuh kaisar langit.


Sedangkan Mona yang tidak bisa keluar dari kekaisaran langit. Jadi, dia hanya menghabiskan waktunya di dalam ruang rahasia yang ada di perpustakaan sambil dia merajut pakaian untuk anak-anaknya dengan melihat keseharian mereka yang kini telah tumbuh menjadi putri dan pangeran kecil yang menggemaskan yang telah berumur dua tahun.


Seperti hari-hari biasanya, saat ini Mona juga sedang memperhatikan malaikat-malaikat kecilnya di jalan dan tempat rahasianya. Mona selalu memperhatikan mereka yang begitu tumbuh dengan menggemaskan. Terkadang ada kesedihan yang dialami Mona karena baru sehari saja Mona tidak sempat menemui malaikat kecilnya. Ternyata mereka telah tumbuh menjadi bayi berumur sebulan kemudian. Itu terjadi karena waktu di benua atas dan bawah sangat jauh berbeda yaitu satu hari di benua atas, maka satu bulan di benua bawah.


******


Dibenua bawah di kekaisaran bintang semua orang sedang sibuk untuk menyiapkan hari kelahiran tiga malaikat kecil Mona yang akan di selenggarakan dua hari lagi. Mona memberikan hadiah darinya untuk keempat malaikatnya yaitu dengan meletakkan hadiahnya tepat di antara pakaian keempatnya pada malam hari kelahiran keempatnya. Lalu, dialah orang pertama yang membisikan selamat ulang tahun ketelinga keempatnya. Jadi, dialah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk keempatnya saat mereka berumur satu tahun. Sedangkan untuk Mayumi, Mona telah mengucapkan selamat ulang tahun yang kedua empat hari yang lalu.


"Putri Mayumi, putri Airi, jangan lari-lari" teriak pelayan mereka yang juga ikutan lari mengejar keduanya.


"Bibi, ayo kejar kami. Akh,,,,,," teriak keduanya karena saat mereka berbicara mereka berlari sambil melihat para pelayan yang mengejar di belakang. Saat mereka melihat ke belakang, mereka tidak menyadari kalau mereka telah menabrak pagar pembatas di lantai dua. Jadi, membuat mereka jatuh ke bawah.


"Mayumi, Airi" teriak semua orang yang di bawah yang melihat keduanya jatuh dari lantai dua. Ming Fan dan Xian secepat kilat melompat untuk menangkap keduanya. Tapi, mereka begitu terkejut karena lebih cepat rambat hijau yang menahan tubuh mereka dengan berbentuk seperti ayunan yang terikat dari salah satu tiang bangunan kekaisaran ke salah satu pohon.


"Eh, rambat hijau" terkejut semua orang.


"Ye,,,jijie, dede aku tebang" semangat Airi sambil menatap ke dua orang kakaknya yang di lantai dua tepat berada di depan Airi yang bergelantungan.


"Jangan main-main" dingin keduanya sambil menatap datar ke arah adiknya dan bibinya.


"Uaaa,,,,,,," teriak keduanya saat rambat hijau melilit tubuh mereka. Lalu, menurunkan mereka ke bawah, namun setelah menurunkan mereka rambat itu malah melilitkan tubuh keduanya di batang pohon yang daunnya sangat rindang. Jadi, di bawah pohon itu sangat teduh.


"Apa yang terjadi" para prajurit yang di bawah berusaha untuk melepaskan lilitan rambat dari tubuh keduanya. Tapi, malah di hentikan oleh Aina dan Jun.


"Jangan" teriakan mereka membuat semua orang terdiam karena keduanya berteriak dengan dinginnya.


"Itu hukuman" kompak keduanya lagi.

__ADS_1


"Aduh, atu salah, maaf" Airi mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya, karena yang diikat hanyalah badankeduanya dengan satu lilitan dan di kaki keduanya yang juga satu lilitan.


"Lambat" dingin kedua kakaknya.


"Tapi".


"Diam" Mayumi lebih dingin daripada ketiga keponakannya yang sedang beradu mulut.


"Ada apa, nak?" tanya permaisuri Yu saat menatap perubahan mood putrinya.


"Ini hukuman yang indah untukku" senyum Mayumi sambil memejamkan matanya membuat semua orang bingung.


"Hukuman indah?" bingung semua orang.


"Ini dalinya" ucap Mayumi.


"Darinya?" bingung semua orang.


"kalena itu atu nta antuan" celetuk Airi.


Setelah mendengar ucapan Airi, hanya keheninganlah yang ada di antara semua orang yang di sana selama kira-kira setengah jam berlalu.


"Iunda, sungguh atu minta maaf" mohon Airi membuat semua orang menatap serius ke arah dua orang yang diikat di pohon.


"Jijie, aku juga minta maaf" mohon Mayumi.


"Atu janji tidak mengulanginya" kompak keduanya.


'Iunda, apakah maksudnya ibunda. Apakah maksud mereka adalah putri Mona' batin semua orang sambil menatap keduanya.


'Darling, apakah rambat ini darimu dan apakah ini pengajaran darimu untuk mereka' batin Ming Fan.


*******


Di benua atas, Mona tersenyum saat dia mendengar permintaan maaf dan juga permintaan ampun dari adik kecilnya dan putri kecilnya yang sedang dia hukum karena bermain-main lari-larian yang hampir membuat mereka berdua celaka.


"Ah, aku bersyukur karena aku bisa melihat pertumbuhan mereka yang begitu menggemaskan. Bagaimana menurut kalian, bukankah mereka menggemaskan?".


"Mereka berdua memang menggemaskan, yang membuat kami bingung bagaimana dengan kedua anakmu yang lainnya. Kenapa mereka begitu dingin dan datar diusia mereka yang beberapa hari lagi berumur dua tahun" jawab White.


"Kenapa kau bertanya sesuatu yang tidak jauh berbeda dari ibunya dan ayahnya. Sepertinya itu gen yang mereka berdua turunkan untuk keduanya" celetuk Dragon.


"Apa maksudmu?" tanya White.


"Dari dia kecil, dia sudah begitu dingin karena semua ingatan tentang zaman modernnya masih ada. Namun, dia berpura-pura menjadi semestinya seperti anak-anak pada umumnya agar dia tidak dianggap aneh" jawab Dragon.


"Apa?" terkejut White dan Rain.


"Kenapa reaksi kalian berdua begitu berlebihan memangnya apa yang salah dengan itu?". Pertanyaan Mona membuat keempat naga yang mendengarnya mendengus pasrah.

__ADS_1


"Bukan kami yang bereaksi berlebihan, tapi kaulah yang aneh" kompak empat naga.


"Anehpun, memangnya majikannya siapa?".


"Itulah yang menjadi penyebabnya kami kesal, kami ingin pergi tapi tidak bisa. Jadi, kami hanya bisa mendengarnya, tapi membuat kami kesal" kompak empat naga.


"Hahahaha, lupakan. Sepertinya sudah waktunya untuk aku keluar dari perpustakaan agar tidak menimbulkan kecurigaan orang-orang tentang apa yang aku lakukan di dalam perpustakaan setiap harinya?"


Mona keluar dari perpustakaan untuk menuju kamarnya. Namun, saat di perjalanan menuju kamarnya, mulutnya tiba-tiba di sekap dengan kain yang membuat dirinya jatuh pingsan karena kain itu telah diberi suatu obat.


Mona digendong dan dibawa ke suatu tempat yang dipenuhi dengan simbol-simbol aneh. Setelah Mona yang sedang pingsan diletakkan di atas tempat yang dilapisi dengan kain berwarna putih. Lalu, sebuah mantra terdengar di dalam ruangan itu. Setelah mantra telah di ucapkan, semua orang langsung keluar kecuali pangeran mahkota yang masih ada di dalam ruangan itu.


"Sebentar lagi kau akan menjadi milikku dan melupakan kehidupanmu di benua bawah" senyum pangeran mahkota sambil menatap Mona yang sedang terbaring.


"Aurgh,,,,apa yang terjadi padaku, kenapa kepalaku sakit sekali?".


"Apakah ada yang sakit Dewi kupu-kupu?".


"Dewi kupu-kupu? siapa itu?".


"Dirimu adalah Dewi kupu-kupu".


"Lalu, kau?".


"Aku adalah pangeran mahkota kekaisaran langit calon suamimu, kita akan menikah besok hari".


"Calon suami? besok nikah? kenapa aku tidak ingat apapun?"


"Benarkah kau tidak ingat apapun?" tanya pangeran mahkota sambil menyentuh kepala Mona. Saat pangeran mahkota menyentuh kepala Mona, dia menyalurkan ingatan palsu ke kepala Mona.


"Argh,,,argh,,,,argh" Mona hanya berteriak sambil memegang kepalanya setiap kali ingatan-ingatan itu masuk tanpa permisi dulu padanya.


"Jadi, benar kau calon suamiku?".


"Tentu saja" senang pangeran Mahkota.


"Tempat aneh apa ini?" Mona bertanya kepada pangeran mahkota setelah dia melihat sekelilingnya yang dipenuhi dengan simbol-simbol yang sangat aneh.


"Tadi kau jatuh pingsan, jadi aku harus membawamu diperiksa oleh tabib. Disinilah tempat tabib itu.


"Oh, ternyata begitu".


"Ya, begitulah, kau beristirahatlah karena besok akan ada acara yang membutuhkan waktu yang lama".


"Baiklah".


Mona dan pangeran Mahkota berjalan ke arah kamar Mona dengan berpegangan tangan. Kedekatan keduanya membuat dua ekspresi terlukis di wajah orang-orang yang mereka lewati. Ekspresi wajah suka muncul di wajah pendukung pangeran mahkota. Sedangkan wajah kesal muncul di wajah orang-orang yang mendukung Mona dari belakang.


"Terima kasih telah mengantarku ke kamarku".

__ADS_1


"Sama-sama" senyum pangeran mahkota ke arah Mona. Lalu, Mona menutup pintu kamarnya.


'Akhirnya, hanya sebentar lagi, aku akan menjadi orang yang paling berkuasa di kekaisaran langit ini' batin pangeran mahkota kekaisaran langit.


__ADS_2