The Switched Daughter

The Switched Daughter
Melawan kaisar iblis


__ADS_3

Tepat pada tengah malam Yuan terbangun karena mendengar sebuah suara di dalam mimpi nya yang mengatakan agar jika Yuan ingin menyerang kaisar iblis maka sebaik nya sebelum ia melakukan penyerangan di pagi hari meskipun hal itu bagaikan cara seorang pengecut tapi hal itu harus di lakukan agar tak ada yang terluka.


"Dragon apa kah suara di mimpi ku itu benar" ujar ku.


" Suara apa Yuan" ujar Dragon bingung.


" Aku mendengar suara yang menyuruh ku agar menyerang malam ini ketika kaisar iblis sedang tidur" ujar ku.


" Mungkin benar karena jika esok hari ia pasti sudah siap sedia" ujar nya.


"Jadi apa kah aku harus menyerang sekarang" ujar ku.


" Jika kau ingin maka aku akan mengikuti nya Yuan" ujar nya


" Baik aku akan menyerang nya sekarang lalu apa kah kau tau dimana istana kaisar iblis terletak" ujar ku bertanya.


" Aku tau tapi sebaik nya bawa beberapa hewan spirit agar melindungi mu dari bahaya karena kita tidak akan tau kapan dan dimana bahaya akan datang pada mu itu hanya sebagai penjagaan" ujar nya.


" Bukan kah ada diri mu" ujar ku.


" Aku hewan kontrak mu jadi aku mengikuti tubuh mu kau masih terlalu muda karena itulah aku hanya bisa melindungi mu dengan waktu terbatas" ujar Dragon.


" Baiklah aku akan mengganti pakaian kau bisa memilih siapa yang akan ikut" ujar ku.


" Baiklah Yuan" ujar nya.


Setelah aku berganti pakaian aku ke aula istana dan di sana aku bisa melihat beberapa pria tampan dan wanita cantik seumuran para kaisar dan permaisuri sedang menunggu diri ku.


" Apa kah kalian semua yang akan ikut" tanya ku sambil menunjuk mereka.


" Tidak" ujar mereka.


"Lalu" tanya ku.


" Kami akan membuka portal untuk mu dengan kekuatan kami untuk sampai ke sana dengan cepat tanpa menggunakan setengah dari kekuatan mu" ujar mereka.


" Nemang nya jika menggunakan mantra itu setengah kekuatan ku akan di kuras" tanya ku.


" Ya begitulah bukankah saat kau mengguna kan dua kali mantra itu kau merasa sangat ngantuk" ujar Dragon.


" Ohhh benar kah mmm ngomong-ngomong aku harus memanggil kalian dengan nama apa" tanya ku.


"Sesuai dengan nama yang sering di panggil untuk kami" ujar mereka kompak.


" Maksud kalian" tanya ku bingung.

__ADS_1


" (Ular jadi Kim Ular),(kingkong jadi Kim King),(kura-kura jadi Kim Kura-kura),(rubah jadi Kim Rub,,,,," ucapan seorang wanita terpotong karena tawa Yuan.


" Hahaha nama yang lucu sekali apa kah tak ada nama lain" ujar ku.


" Kami tak bisa memikir kan nya" ujar mereka


"Ahhhh sudah lah ular kau jadi Kim Yula, kingkong kau jadi Kim Kongyie, kura-kura kau jadi Kim Puera, rubah kau jadi Kim Yuba karena kau dan Yula sedikit hampir sama wajah kalian jadi dunia akan mengenal kalian adalah saudara kembar" ujar ku sambil menunjuk mereka berdua.


" Ohw tidak jangan ratu aku tak ingin bersaudara dengan ular berbisa itu" ujar rubah.


" Memang nya siapa yang mau bersaudara dengan mu" ujar ular setelah itu mereka saling tatap-tatapan dengan mata melotot mereka.


"Siapa pemimpin nya di sini aku atau kalian" ujar ku dengan sedikit mengeluarkan kan aura ku.


" Ahhh ratu tolong jangan marah maaf kan kami. Kami akan menuruti semua perkataan mu karena hal itu adalah perintah mu untuk kami" ujar mereka berdua kompak.


" Bagus, kalau begitu mari pergi" ujar ku.


"Tunggu ratu" ujar mereka kompak.


" Ada apa" tanya ku kepada mereka.


"Apa kah kau tak akan mengajak teman mu itu kalau tak salah Dera nama nya" ujar Kim Yula.


" Oh baik lah ratu pakailah ini dulu agar kaisar iblis tak terlalu jelas melihat bentuk tubuh mu dan rupa wajahmu" ujar Kim Puera.



"Baik" ujar ku dan memakai nya jubah itu bisa menyesuai kan dengan bentuk tubuh pemilik nya.


" Wow bagus bisa kecil aku pikir aku akan menyapu bersih apa pun yang ku lalui" ujar ku sambil tertawa kecil.


"Baik ratu bersiap lah" ujar hewan spirit yang tidak ikut yang ikut hanya mereka yang telah ku beri nama dan aku mengangguk kan kepala ku tanda mengiyakan perkataan mereka.


Setelah mereka melihat aba-aba dari ku, datang lah cahaya warna putih yang menyilau kan mata sehingga aku menutup mata setelah ku tunggu beberapa detik aku membuka mata ku pada saat itu aku melihat seseorang yang sedang tertidur di sebuah kamar yang aksesoris nya di penuhi dengan tengkorak binatang dan manusia.


'Apa kah dia kaisar iblis dragon" batin diri ku ke Dragon sambil menunjuk ke arah orang yang terbaring.


'Ya Yuan kau benar dialah kaisar iblis itu' ujar Dragon.


' Bangunkan ia aku malas melawan seseorang jika ia tak sadar atau belum siap' ujar ku sambil menunjuk ke arah kongyi.


'Sesuai perintah mu ratu' ujar kim Kongyie.


Kongyie keluar dari mantra portal baru saja ia melangkah satu langkah kaisar iblis sudah bangun dan menarik pedangnya siaga aku yang melihat hal itu merasa tertantang.

__ADS_1


'Sangat waspada dan cepat sekali respon nya aku suka' batin ku yang hanya di dengar oleh para hewan spiritku.


"Diapa kau" tanya nya sambil mengacung kan pedang nya ke arah Kongyie dengan wujud manusia nya.


"Bukan siapa-siapa" ujar ku yang muncul tiba-tiba membuat ia semakin waspada.


" Siapa lagi kau" ujar nya.


"Bukankah sudah ku katakan kami ini bukan lah siapa-siapa" ujar ku.


" Lalu ada urusan apa kalian datang kemari di tengah malam begini" tanya nya masih dengan mengacung kan pedang nya ke arah kami.


" Ingin menguji kekuatan ku" ujar ku membuat ia terkejut.


" Bocah seperti diri mu ingin menguji kekuatan dengan ku sebaik nya pulanglah pada orang tua mu" ujar nya sambil tertawa mengejek.


" Jika aku tak mau" ujar ku dengan nada tak kalah mengejek.


" Maka jangan salah kan aku jika kau akan mati ditangan ku" ujar nya.


" Belum tentu" ujar ku.


" Dan kita juga belum tau siapa yang akan tertawa senang nanti" ujar ku lagi.


" Salan kau baiklah kau yang meminta nya" ujarnya sambil berlari ke arah ku dengan pedangnya aku hanya mengelak pedangnya, hingga beberapa kali sampai-sampai menyulut kan emosi nya.


" Kau sebaik nya ambil senjata mu karena aku tak akan segan-segan lagi" ujar nya.


" Aku tak memiliki nya menurut mu apa kah bisa bocah lima tahun seperti ku di izin kan memiliki senjata" ujar ku sambil menunjuk ke arahnya.


" Baiklah ambil ini" ujar nya sambil mencampak pedang lain ke arah ku.


" Terima kasih" ujar ku dia yang sudah tak sabar langsung menyerang diri ku, aku menangkis serangan nya dengan cara terbang di udara dengan sayap ku mensejajar kan dengan tinggi nya. Awal nya ia terkejut tapi ia bisa mengembalikan fokus nya kembali kami bertukar beberapa jurus hingga ia sudah terlihat kewalahan dan kelelahan dengan beberapa luka sayatan pedang nya sendiri karena aku yang menangkis pedang nya dan membuat pedang nya melukai diri nya sendiri. Aku menggunakan jurus di dunia modern yang mana jurus itu tak pernah ia lihat.


Bukan hanya diri nya yang terkejut dengan jurus ku, para hewan spirit pun sama terkejut nya mungkin karena mereka belum melihat jurus yang ku gunakan di zaman ini dan ketika aku melihat ada kesempatan kecil aku langsung menggunakan mantra yang kubentuk menjadi warna emas kuarahkan ke arah jantung nya dan aku mengatakan.


" Buat ia lemah tanpa kekuatan jika ia keluar dari istananya selamanya jika niat nya keluar untuk berperang dengan orang aliran putih tapi jika niat nya tidak buruk maka tak apa-apa" ujar ku.


" Salan kau aku pasti akan membalas mu" ujarnya.


" Aku akan menunggu saat itu tiba, berdoa lah agar kita bertemu lagi di masa depan dan selamat mengobati luka mu" ujar ku sambil berlalu pergi meninggal kan ruangan nya dengan menggunakan sayap ku dan di ikuti oleh hewan spirit ku.


" Kenapa tidak menggunakan mantra untuk membuka portal, ratu" tanya Yuba.


" Aku malas dan seperti ada yang menarik ku untuk menemui nya" ujar ku.

__ADS_1


__ADS_2