The Switched Daughter

The Switched Daughter
Singasana adik kami


__ADS_3

Kami terus berjalan, sekitar jarak 15 meter kami melihat sebuah ruangan yang kami yakini itu mungkin adalah bilik. Kami melewati beberapa ruangan yang sama tapi kami tak melihat ada seorang pun disana hingga kami masuk dengan jarak 30 meter baru kami melihat ada anak anak dan orang tua renta disana. Namun yang menjadi pusat perhatian kami bukan mereka melainkan sebuah kursi yang kami yakini mungkin itu kursi pemimpin mereka tapi kami melihat nama yang tertulis di punggung kursi itu yaitu ' Mona dan dera' kami berdua saling pandang dan aku bertanya pada mereka.


" Kami membawa buah apel jadi ambil lah sebagai bayaran nya izin kan kami tinggal di sini semalam" ujar ku.


" Nak siapa nama kalian " ujar seorang nenek.


" Yuan dan Ye Ran" ujar ku.


" Ahhhh kau bilang apa" ujar Dera.


" Bukan apa apa" ujar ku dengan melihat ke arah kursi yang ada nama kami di dunia modern.


Dera juga mengikuti pandangan mata ku dan ia hanya ber" oh" ria saat tau kode dari ku tidak mungkin kami memberi tau nama asli nya disini.


" Dimana pemimpin kalian" ujar ku.


" Mereka akan segera sampai,,," ujar seorang kakek dan tepat setelah itu masuk lah sepasang manusia remaja yang kira kira umurnya 10 tahun dengan membawa 20 ikan yang sudah di bersih kan, seorang kakek yang melihat mereka masuk langsung bangun dan berusaha menghidupkan api dari kayu bakar yang tersedia di sana, kakek itu berusaha menghidupkan api dengan cukup lama namun belum hidup juga dan aku yang merasa kasian bertanya.

__ADS_1


" Apa kah api itu kau hidup kan untuk membakar ikan atau untuk menghangat kan ruangan,,," ujar ku, ketika aku berbicara demikian mereka berdua baru sadar jika ada kami di sini , mereka berdua mengacung kan kayu ke arah leher kami dan bertanya.


" Siapa kalian dan apa yang kalian lakukan disini" ujar laki laki tersebut.


"Ck kau belum menjawab pertanyaan ku kenapa aku harus menjawab pertanyaan mu itu sungguh menyebalkan" ujarku.


" Iya kedua dua nya jadi katakan siapa kau,," ujarnya lagi sambil semakin menyodong kan kayu tersebut ke leher kami.


Aku yang tak terima diperlakukan begitu langsung menghidupkan api hanya dengan menjentikkan jari ku api sudah hidup di dinding seluruh ruangan yang ada di sini dan itu sukses membuat mereka sema terkejut.


"Singkir kan kayu ini atau kau ingin aku hancur kan tanah ini beserta orang yang di dalam nya" ujar ku dengan memandang nya dengan datar.


" Kakek sejak kapan kau membakar nya," ujar laki laki tadi.


" Tidak tau bahkan kakek pun belum menghidup kan sedikit pun api" ujar kakek sambil memperlihat kan kayu yang ia pegang.


" Makanlah aku yang melakukan nya,,," ujar ku sukses membyat mereka melihat kearahku sesaat setelah itu kami semua makan dengan lauk seadanya mereka hanya memakan nasi sekitar tiga suap seorang dengan ikan secuil seorang.

__ADS_1


Aku tau bahwa mereka belum kenyang, aku menatap ke arah Dera tanda bahwa ia lah yang harus bicara karna aku lagi makan sedang kan ia sudah selesai.


" Di keranjang di sana ada buah apel ambil lah dan berbagi lah satu orang satu" ujar Dera, mereka awal nya ragu ragu dan melihat ke arah ku, mungkin mereka takut akan diri ku.


" Ambil lah" ujar ku setelah selesai makan.


" Siapa pemilik singasana di sana apa kah itu milik mu" ujar ku lagi.


" Bukan itu milik adik kami" ujar mereka berdua.


" Siapa nama kalian " ujar wanita yang berbarengan masuk dengan laki-laki tadi. kamu saling pandang dan berkata


" my name is Mona/dera" ujar kami kompak.


" Apa" ujar mereka terkejut dan kami berdua saling pandang lagi dan aku berkata.


" I love you bro and sis" ujar ku.

__ADS_1


" Kau Mona" ujar mereka dengan berlinang air mata.


__ADS_2