The Switched Daughter

The Switched Daughter
Permata dan berlian


__ADS_3

Kami telah sampai di istana bulan ini justru membuat mereka semua terkejut terutama untuk kedua kelompok bandit.


" Ini " ujar mereka terkejut bagaimana tidak terkejut tempat tinggal mereka yang penuh dengan kenangan yang tadi nya enggan untuk mereka tinggalkan kini ada di depan mereka.


" Brother and sister kalian ingin tinggal dengan ku di istana atau tinggal di tempat tinggal bawah tanah kalian" ujar ku.


" Apa maksud mu" ujar mereka berdua.


" Apa nya yang maksud ku kalian ingin tinggal di dalam istana atau di rumah bawah tanah kalian jika kalian ingin tinggal di rumah bawah tanah kalian aku akan memindahkan nya ke sini" ujar ku.


" Kami tidak tau" ujar mereka.


" Tidak tau ahhh sudah lah aku pindahkan saja kemari" ujar ku dengan menyuruh Dragon dan di sanggupi oleh nya agar tak menaruh curiga aku berpura-pura menggerakkan tangan ku.


๏ฟผ


" Ini" ujar semua orang tak terkecuali terkejut bahkan Dera pun ikut-ikutan.


" Bagaimana bisa kau melakukan nya" ujar ketua bandit lain nya selain paman Ming.


" Tentu saja bisa paman mmmm" ujar ku terpotong karena belum tau nama nya.


"Perkenalkan nama ku Wu Zaoye" ujar nya.


" Ngomong-ngomong apa kah benar kau putri Wang Yuan" ujar bibi tadi yang memukul kepala Ming Yayan.


" Ya" ujar ku membuat mereka terkejut dan ketakutan.


" Putri sungguh maaf kan kami" ujar semua orang di kelompok Wu Zaoye dengan suara gemetar.


" Bangun lah" ujar ku.


" Tapi putri" ujar mereka.


" Masuk lah ke rumah kalian masing-masing" ujar ku

__ADS_1


" Besok pagi temui aku di aula istana" sambung ku.


" Selamat datang ratu" ujar beberapa orang yang datang tiba-tiba.


" Alamak jang" ujar ku, dera, brother and sister kompak membuat semua orang tak mengerti apa itu alamak jang.


"Siapa kalian" tanya ku dan Dera kompak pasal nya mereka sangat tampan dan cantik.


" Jami adalah orang yang kau utus untuk menjaga istana mu" ujar salah satu dari mereka.


"Kapan aku utus kalian" tanya ku.


"Ratu,,," ujar mereka sedikit kesal.


" Dera kapan aku utus mereka" ujar ku.


" Entah" ujar Dera bingung.


" Ahhhh udah lah aku sangat ngantuk " ujar ku sambil lompat ke arah salah satu dari mereka membuat mereka semua terkejut.


" Ya tapi kita bisa kenalan besok" ujar ku pada nya.


" Jadi sampai jumpa lagi besok dada" ujar ku sambil melambaikan tangan ku setelah itu aku dan beberapa hewan spirit yang berubah wujud itu menghilang pergi.


" Huwaaaa aku di tinggal pergi" ujar Dera membuat semua orang di kelompok bandit paman Zaoye tercengang tak berdaya pasal nya anak yang begitu menakutkan bisa juga memiliki sisi seperti ini Dera yang menyadari tatapan dari beberapa orang.


"Ehemmm apa yang kalian lihat" ujar Dera dan berlalu pergi.


" Nak dua adik mu sangat keren tapi mengerikan" ujar seorang nenek kepada Nana yang di dengar semua orang.


" Nenek benar tapi dibalik mengerikan sifat mereka aku tak pernah marah atau takut justru aku selalu ingin menjadi tameng untuk melindungi mereka. karena itulah nek, aku ingin menjadi semakin kuat dari mereka agar suatu saat nanti aku bisa mati untuk melindungi mereka dari bahaya" ujar Nana dengan menetes kan sedikit air mata nya membuat mereka semua terkejut bukan karena air mata nya melainkan karena kata-kata nya yang ingin menjadi tameng.


" Maksud mu apa nak" tanya paman Ming bingung.


" Maksud dia adalah memang mereka berdua bukan adik kandung kami di dunia ini tapi mereka berdua tetap lah permata dan berlian kami yang sangat ingin kami jaga dengan segenap nyawa kami, jika suatu hari nanti ada pilihan dimana mungkin sebuah panah beracun yang sama sekali tak bisa dihindari oleh mereka maka kami lah yang akan menjadi tameng untuk melindungi mereka dari panah itu atau dengan kata lain" ujar Joun terputus dan memandang Nana yang sedang tersenyum ke arah nya.

__ADS_1


" Kami tak akan pernah menyesal menjadi orang yang mengikuti nya meskipun kami harus membayar nya dengan nyawa kami" ujar Joun dan Nana kompak membuat semua orang bertanya-tanya dan berpikir 'seberapa berharga nya Dera dan Yuan sehingga membuat mereka berdua sangat ingin di lindungi layaknya dilindungi oleh kedua kakak kandungnya sendiri'.


" Baik lah segera lah tidur jangan membuat dia menunggu terlalu lama besok pagi" ujar Nana saat mereka semua ingin pergi bangun lah Fang Mei dari gendongan Ming Yayan.


" Jijie, jijie, jijie,,," dengan melihat sekeliling nya namun saat ia tak menemukan orang yang di cari ia menangis.


" Hiks,,,,hiks,,,hiks,,, jijie jangan tinggal kan aku," ujar nya sambil menangis.


" Tenang lah sayang jijie mu sangat lelah jadi dia sudah masuk duluan ke istana bisa kah besok pagi saja bertemu nya malam ini tidur lah di tempat siapa saja yang nyaman untuk mu" ujar Joun sambil mengelus kepala Fang Mei lembut berusaha menenangkannya.


" Apa kah benar besok aku akan bertemu sama jijie" tanya nya.


" Ya sayang" ujar Joun.


" Sistell"ujar nya sambil mengulur kan ke dua tangan nya ke arah nana tanda ingin di gendong oleh Nana meskipun panggilan nya berbeda nana tetap paham.


" Sayang sister bukan sistel" ujar Nana sambil mengulur kan kedua tangan nya untuk menggendong Fang Mei dari Yayan dan Fang Mei yang mendengar ucapannya salah hanya memberikan senyum kecil nya.


Mereka semua pergi istirahat ke rumah masing-masing sedang kan di istana kekaisaran iblis dan kekaisaran bintang di sibukkan dengan persiapan peperangan.


Di kekaisaran iblis "aku tak ingin segala sesuatu nya kurang apa pun yang terjadi aku ingin peperangan besok di menangkan oleh kita meskipun dari dulu sampai sekarang aku hanya selalu merasa tak memiliki musuh yang seimbang untuk ku lawan, mereka hanya lah alat permainan ku" ujar kaisar iblis kepada mentri nya.


" Raja ku bukan kah peramal itu mengatakan bahwa agar kau tak salah langkah karena lawan mu atau bisa jadi dia pembunuh mu telah lahir" ujar mentri nya itu.


"Hahaha justru aku sangat menantikan kedatangan nya" ujar kaisar iblis.


Sedangkan di istana bintang para kaisar dan permaisuri aliran putih tak bisa tenang "tuan ku apa kah kita bisa mempertahan kan peperangan besok" ujar jendral Kubo ke pada kaisar Yu yang di dengar oleh semua para kaisar dan permaisuri.


" Yakin lah kita pasti bisa" ujar para kaisar kompak walaupun dari nada bicara mereka sedikit tidak yakin hingga para sesepuh datang


" Tenang lah dan tidur lah kalian akan melihat hal yang luar biasa besok๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž" ujar sesepuh Zan yakin karena dengan kedua matanya yang berbeda sama seperti Yuan sesepuh zan juga memiliki mata hijau dan biru namun belum ada di antara anak dan cucu nya yang bermata sama karena mata itu mata orang-orang yang terpilih yang memilikinya tapi ia belum tau jika salah satu cucu nya sudah memiliki nya dan mata itu seperti bisa melihat bayangan masa depan tapi bukan meramalkan masa depan.


" Apa maksud mu Zan kami tidak tau๐Ÿค”๐Ÿค”" ujar para sesepuh lain nya.


" Hahaha kalian tak perlu tau ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚" ujar sesepuh Zan dan berlalu pergi sebelum ia benar-benar menghilang ia mengatakan " tak perlu khawatir ada dia jika kalian masih tak percaya tenang lah ada kami di sini" ujar nya.

__ADS_1


__ADS_2