The Switched Daughter

The Switched Daughter
Naga putih


__ADS_3

Saat ini semua orang merasa terkejut sekalian senang karena ketua mereka telah kembali.


"Siapa yang menjadi perwakilan sekte Angin untuk datang ke daerah-daerah luar untuk mencari orang jenius yang diramalkan oleh peramal itu" tanya ketua mereka.


"Kami ketua" ujar empat orang yang menjadi perwakilan dari daerah mereka yang datang ke empat akademi luar termasuk di akademi Naga Emas.


"Lalu siapa diantara kalian berempat yang membuat dia marah dengan kalian menghina akademi Naga Emasnya" tanya ketua mereka.


"Itu saya" ujar keempatnya membuat semua orang bingung termasuk diriku.


"Aku bertanya serius dengan kalian" ujar guru besar sambil memukul kepala keempat orang yang datang ke daerah akademi Naga Emas.


"Aku yang bersalah ketua" ujar keempatnya bersamaan.


"Kalian jawab aku dengan serius" ujar ketua mereka dengan tanpa dia sadari dia sedikit mengeluarkan auranya membuat mereka semua termasuk empat ketua perwakilan itu juga mengeluarkan darah dari mulutnya namun kekuatannya tidak berlaku padaku.


Gedebuk,,, suara sebuah benda di lempar ke belakang punggung ketua mereka yang sudah lama membuat mereka semua melihat ke arah belakang ketua disana ada buah mangga.


"Siapa yang melempar buah mangga" ujar ketua itu semakin marah dan mengeluarkan setengah auranya membuat sebagian Irang pingsan.


"Aku,,, sebenarnya kau ini pemimpin mereka atau bukan. Jika iya kenapa kau tidak tau jika kekuatanmu akan membunuh mereka semua" ujar ku dengan santai tanpa sedikitpun mengeluarkan darah dari mulutnya seperti lainnya membuat mereka bingung.


" Kalau begitu kenapa kau masih baik-baik saja" ujarnya sambil menarik aura nya kembali.


"Kau tidak perlu tau, untuk saat ini yang harus kau lakukan adalah dimana janjimu" ujar ku.


"Janji yang mana" ujarnya.


" Kakek tua aku bisa dengan mudah mengeluarkanmu maka aku bisa dengan mudah juga membuatmu terkurung kembali disana" ujarku dengan mengeluarkan auraku hanya kepadanya membuat dirinya muntah darah di depan semua orang.


"Baiklah janjikukan akan ku tepati" ujarnya.


Flashback


"Dragon aku sangat bosan jadi untuk menghilangkan bosanku apa yang harus kulakukan" tanya aku.


"Tidak tau" ujarnya.


"Tidak bisakah kau memberikan usulan" ujarku.


"Belum dapat" ujarnya.


"Ahhhh apakah ada sesuatu yang kulewatkan" ujar ku.


"Entahlah" ujarnya.


"Apa,,,apa apa yang kulewatkan pasti ada sesuatu yang terlewatkan tapi apa itu" ujar ku.


Setelah beberapa lama baru aku menyadari kalau ada tugas yang belum kuselesaikan "dapat" ujarku.


"Apanya dapat" ujar Dragon.

__ADS_1


"Apakah kau ingat kalau empat orang yang memakai tudung kemarin datang ke akademi untuk mencari orang yang bisa membebaskan ketua mereka di gua yang dikelilingi dengan es" tanyaku.


"Itu benar" ujarnya.


"Apakah kita bisa langsung kesana tanpa bertemu dengan empat orang itu dulu" tanyaku.


"Semuanya mudah untuk dirimu Yuan kau kan bisa menggunakan portalmu kemanapun kau ingin pergi" ujarnya.


"Bukankah itu akan menguras tenagaku dan membuat aku ngantuk" tanyaku.


"Jika hanya sekali iya hanya menguras tenagamu tidak akan membuat dirimu tertidur tapi bila kau telah melakukannya sekali tapi kau tidak mengisi tenagamu dengan makan dan minum maka saat kau melakukannya sekali lagi kau akan ingin tidur" ujarnya.


"Baiklah kita pergi ke gua yang disebut" ujarku.


"Baik mari" ujarnya.


Aku memfokuskan pikiranku dengan membaca matra membuka portal "antarkan aku ke tempat dimana ketua keempat orang kemarin berada" ujarku dan tiba-tiba berada disebuah tempat yang dipenuhi dengan salju dan ada gua disana.



"Siapa kau" ujar suara.


"Siapa disana jangan jadi pengecut yang hanya bersembunyi" ujarku.


"Siapa yang bersembunyi bocah" ujar suara itu tidak selang berapa lama keluarlah naga berwarna putih yang memiliki tanduk tidak jauh beda dengan rusa.


"Tandukmu mirip dengan milik rusa" ujarku.


"Kau mendengarnya jadi aku tidak akan mengulanginya karena jika kau tidak mendengarnya kau tidak akan marah" ujar ku membuat dirinya semakin marah namun tiba-tiba muncul para nagaku.


"Dia adalah pemimpin yang ditakdirkan untuk kita atau bisa dikatakan dialah yang diramalkan" ujar Green.


"Terserah kau mau percaya atau tidak yang jelas jika kau ingin melawannya maka hadapi dulu kami" ujar Dragon.


"Aku tidak percaya dialah yang diramalkan sedangkan dirinya hanyalah bocah yang umurnya lima tahunpun belum sampai jika memang dia yang diramalkan aku tidak akan menyesal ikut dengannya tapi jika bukan dia aku membuang-buang waktu saja" ujarnya.


"Mari bertaruh jika kau menang maka aku akan memberikan apapun yang kau minta termasuk jika kau meminta nyawaku tapi jika kau meminta tubuhku maka nyawamu yang akan jadi taruhannya begitupun sebaliknya" ujar ku.


"Siapa juga yang mau tubuhmu aku ini wanita bukan pria" ujarnya.


"Mana aku tau kau wanita soalnya Dragon dan Green berubah menjadi pria" ujar ku.


"Kami ada empat dan kami menjaga wilayah masing-masing aku diarah timur, Green dibarat, dia di selatan dan satu lagi teman kami yang juga naga dia menjaga wilayah utara" ujar Dragon.


"Lalu apa masalahnya" ujar ku.


"jika kau yang diramalkan maka kau juga akan menemukannya itu baik bagimu dan juga buruk namun aku tidak akan mengatakan baik ataupun buruknya apa, biarlah waktu yang menjawab nya nanti" ujarnya.


"Aku juga tidak peduli karena aku telah mati sekali itupun karena sahabat dan juga kekasihku" ujarku.


"Ahhhh salah mantan kekasihku, mati di tangan mereka adalah kesalahan dan kepedihan yang amat besar untukku " ujarku.

__ADS_1


"Maaf kami tidak bermaksud membuatmu sedih" ujar mereka bertiga.


"Bukan salah kalian" ujarku.


"Tapi te,,," ujar mereka bertiga terpotong olehku.


"Yang lalu biarlah berlalu, jadi apakah kau mau bertaruh White" ujarku.


"Siapa Wet" ujar mereka bertiga kompak.


"White bukan wet dan itu nama yang kuberikan untukmu naga bertanduk mirip rusa" ujarku.


"Ini tandukku bukan milik rusa" ujarnya.


"Yang bilang milik rusa siapa seingatku aku bilang bahwa tandukmu mirip tanduk rusa bukan tanduk milik rusa" ujarku.


"Dasar bocah sialan" ujarnya.


"Aku suka panggilan itu karena saat kau menyebutnya membuat hatiku senang seperti ada gejolak api yang datang di hatiku dan menyalurkannya ke seluruh tubuhku" ujarku.


"Gila" ujar naga putih.


"Terima kasih" ujarku.


" Baiklah aku terima taruhanmu tadi dan aku tau bahwa kau datang kemari untuk membebaskan pria yang terkurung di dalam bukan" ujarnya.


"Ya" ujarku.


"Baiklah masuklah aku akan mencairkan beberapa es untukmu" ujarnya.


"Terima kasih tapi aku tidak membutuhkan kau membersihkan esnya aku bisa sendiri" ujarku sambil berjalan masuk kedalam dan aku menggunakan jurus baruku yaitu angin untuk menghilangkan esnya dari jalanku membuat tiga naga lainnya terkejut.


"Siapa sebenarnya dia" ujar White.


"Entahlah" ujar dua naga lainnya.


"Sepertinya aku akan kalah" ujarnya membuat aku berhenti dan menoleh ke arahnya.


"Peperangan belum dimulai dan kau mengaku kalah" ujarku lalu menghilang dan muncul di dalam gua karena tenagaku untuk berjalan sudah tidak ada tenaga lagi.


Didalam aku melihat seseorang kakek tua sedang terikat dengan rantai tapi rantainya bukan dari besi melainkan dari es. Karena malas berbasa-basi aku membuka rantai itu.


"Siapa kau " ujarnya ketika sadar namun aku tidak menjawabnya melainkan aku memegang kepalanya dan memberikan sedikit ingatanku tentang kelakuan empat ketuanya dengan samar.


"Aku lapar jadi sediakan aku makanan saat kau sampai di daerah yang kau pimpin. Aku duluan untuk istirahat dan kau gunakan kekuatanmu sendiri" ujarku dan menghilang tanpa memberi tahu tiga naga diluar tapi akhirnya mereka menyusul ku.


'Kenapa kau tidak bilang jika ingin pergi' ujar Dragon.


'Karena malas saja' balasku lalu beristirahat di salah satu pohon.


Flashback off.

__ADS_1


__ADS_2