
Setelah aku bertunangan aku kembali ke tempat di mana aku dan Dera berkultivikasi aku melihat ia belum membuka mata nya kami berada di hutan kabut hampir satu bulan. Aku sedang asik menangkap ikan lalu tiba-tiba ia membuka mata nya dan bertanya.
"Sudah sampai mana warna bakat mu apa kah sudah meningkat dan menjadi warna apa" ujar nya dengan antusias yang sangat tinggi.
" Diam lah" ujar ku.
" Aku kan bertanya" ujar nya dengan wajah cemberut yang membuat aku merasa malas melihat nya.
" Kau mau ikan" ujar ku sambil membersih kan ikan yang ku tangkap.
"Tentu mau" ujar nya sambil lompat ke arah aku.
" Kenapa kau kemari seharus nya kau kesana tangkap ikan nya sendiri" ujar ku sambil mendorong nya sedikit ke arah sungai.
" Menyebalkan ku pikir kau akan memberikan nya" ujar nya kesal.
" Tentu saja tidak" ujar ku.
" Kenapa tak menangkap lebih" ujar nya sambil berusaha menangkap ikan.
" Mana ku tau kalau kau akan selesai hari ini" ujar ku.
" Aku pun tak tau kenapa aku tak bisa menembus warna emas jadi aku sudahi saja" ujar nya yang masih fokus menangkap ikan.
'' Dodol hitam warna bakat mu di warna hitam ya tentu tak bisa menembus warna bakat yang lain lagi," ujar ku dengan suara sedikit teriak karena aku telah selesai membersihkan ikan dan menjauh darinya untuk mencari kayu untuk ku hidupkan bara.
"Uh dasar pecel lele enak aja aku kau bilang dodol hitam nama ku Dera lalu diri mu warna merah apakah bakat mu hanya di warna itu" ujar nya dengan sedikit kesal.
" Tidak aku menutupi warna bakat ku yang asli merah itu palsu" ujar ku yang sukses membuat nya berhenti sejenak.
" Untuk apa" ujar nya setelah aksi terkejut nya selesai dan ia melanjut kan menangkap ikan.
" Aku ingin melihat siapa yang tulus pada ku tanpa memandang warna bakat ku" ujar ku.
" Kau selalu memiliki cara yang berbeda" ujar nya.
" Itu selalu menjadi ciri khas ku Dera".
" Aku lebih suka langsung menunjuk kan semua warna bakat ku agar orang tidak meragukan diri ku Yuan" ujarnya setelah sukses menangkap ikan dan sedang membersihkan nya.
" Aku tau bukan maksud ku menyombongkan diri tapi aku terlahir di keluarga istana jika mereka mengatai ku kelewatan maka ia akan di adili dengan sidang kerajaan" ujar ku sambil berusaha menghidupkan api dengan mnggosok batu.
(((( Ala ala anak pramuka itu,,,🤣🤣🤣))))
" Ya aku tau itu Yuan,," ujar nya dengan wajah sendu nya.
" Maaf jika kau tak nyaman dera" ujar ku bersalah.
" Tak pa itu bukan kesalahan mu kita tak bisa memilih akan terlahir di rumah mana" ujar nya yang bangkit dan berjalan ke arah ku setelah ia membersihkan ikan nya.
Kami memanggang ikan kami bersama setelah matang kami memakan nya bersama, setelah makan kami berdua bercerita sambil memandang bulan.
" Yuan apa rencana mu apa kah kita akan kembali ke akademi" ujar nya.
"Tidak" ujar ku.
" Lalu" ujar nya dengan wajah penasaran nya.
__ADS_1
" Aku akan ke tempat brother and dister dulu, setelah itu aku akan ke istana terlebih dahulu sebelum ke akademi guna mencari tau apa yang terjadi di sana" ujar ku.
" Aku mengerti" ujar nya setelah ia berkata demikian keheningan sesaat menerpa kami, setelah tak tau pokok yang ingin di bahas lagi, dia berkata.
" Baik lah istirahat lah" sambung nya lagi.
" Kau akan istirahat" ujar ku.
" Lalu" ujar nya bingung.
" Sebaik nya kita bertemu dengan kekek tua itu bukan kah ini sedang malam hari, dan bulan nya pun terang" ujar ku.
" Ahhhh kau benar" ujar nya dan kami berjalan beriringan.
" Sebenar nya ini dirimu sangat ingin mengetahui tentang ramalan itu atau,,," tanya Dera.
" Aku ingin cepat sampai di istana pikiran ku tak tenang " ujar ku.
" Ahhhhh baiklah baiklah aku tak mengganggu mu dan menggoda mu lagi" ujar nya.
" Kami sampai di tempat yang ada singasana nya kami melihat banyak hewan spirit yang ada di sana dan secara tiba tiba, Dragon yang biasa nya menghiasi tangan ku selama ini seolah menjadi gelang mati tiba tiba muncul, begitu pun dengan Leon, Cici, dan Alexy hewan kontrak Dera pun keluar.
" Ada apa ini kenapa mereka semua macam berkumpul sesama teman" ujar Dera dengan berbisik ke arah ku.
" Jangan tanya pada ku aku pun tak tau" ujar ku.
" Aisssss" Dera menghela nafas.
Mereka semua memperhatikan dengan seksama ke arah kami dan kami yang di tatap merasa risih.
" Ada apa kenapa menatap kami seperti itu,," ujar kami kompak namun tidak ada sahutan dari mereka.
" Tidak ada hal yang penting" ujar nya.
" Baik lah siapa duluan yang akan mengetes duduk di sana" ujar kura kura tua yang mengantar ku waktu ke sungai.
" Maksud mu siapa dulu, kan dia yang kalian bilang putri yang di ramal kan berarti dia lah" ujar derab sambil menunjuk ke arah ku.
" Bukan kah kalian berdua memiliki dua saudara lagi yang sama sama dari dunia di masa depan dan kalian sudah bertemu dengan mereka" ujar nenek kura kura dan kami terkejut bagaimana ia tau bahwa kami memiliki dua saudara lagi yang sama sama dari dunia di masa depan.
" Ya memang lalu" ujar Dera.
" Jadi kalian berdua harus mengetes terlebih dahulu jika setelah kalian duduk tidak ada satu pun dari kalian yang berhasil membuat cahaya bulan terpantul dan mengelilingi kalian maka pasti saudari perempuan kalian lah yang menjadi pemimpin di sini" ujar nya.
"Apa kah memang nya harus perempuan" ujar ku.
" Ya karena tuan kami terdahulu mengatakan bila ada seorang perempuan atau lebih yang datang ke hutan kabut namun kami tak merasa terancam maka suruh lah ia untuk duduk di singasana jadi tes lah" ujar raja kingkong.
" Tapi un,,,," ujar Dera terpotong karena ku.
" Sudah lah hanya duduk tak ada rugi nya pun" ujar ku dan dia hanya pasrah.
"Aissss baik lah" ujar nya.
" Kau duluan " ujar ku sambil menyentuh pundak nya.
" Kenapa tidak kau".
__ADS_1
" Sudah lah kenapa kau selalu saja ingin berdebat" ujar ku.
" Ini menyebalkan" ujar nya sambil terus berjalan ke singasana dan langsung duduk namun tak terjadi perubahan apa pun.
"Jadi bukan aku kan,,," ujar nya senang yang sukses membuat aku dan yang lain nya penasaran kenapa ia senang.
" Kenapa kau senang" ujar kura kura.
" Karena aku tak mau berurusan dengan yang nama nya singasana istana aku lebih suka menjadi pedang atau perisai nya ratu atau raja untuk melindungi mereka dengan cara membunuh terang terangan atau secara licik musuh nya,,," ujar nya sambil turun ke bawah.
" Giliran mu tuan " ujar Dragon.
" Tak perlu memanggil ku begitu jika aku belum dewasa panggil saja nama ku" ujar ku sambil naik ke arah singasana pada saat aku naik bahkan cahaya rembulan telah mengarah pada ku hingga aku telah duduk cahaya rembulan terpantul, awal nya dari kaca yang berputar sendiri setelah itu semakin jauh pantulan itu, seolah olah sedang mengelilingi sesuatu yang sangat besar. Hingga akhir nya cahaya itu mengenai jantung Yuan setelah itu terlihat lah sebuah istana bernuansa warna putih yang di kelilingi oleh kolam, sesaat kemudian setelah semua orang sadar dari terkejut mereka, mereka semua tunduk memberi hormat.
"Selamat datang ratu" ujar mereka.
" Iya bangun lah tak perlu seperti itu" ujar ku.
" Sebaik nya kita ke dalam " ujar Alexy.
" Oh ya kau benar" ujar kingkong.
"Kenapa kalian seolah sedang berteman dan sudah lama saling kenal" ujar Dera.
" Kami semua hewan spirit memang saling kenal namun sebagian dari kami berkelana untuk mencari tuan yang cocok dengan kami makanya ada yang di luar, namun sebagian ada juga yang di paksa untuk di kontrak" ujar Dragon.
Kami terus berjalan hingga terlihat lah di sebuah ruangan yang di penuhi dengan emas di sekeliling nya.
" Kenapa banyak sekali emas" ujar ku.
" Kami pun tak tau cobalah untuk duduk di sana" ujar kura kura aku menurutinya dan berjalan ke arah singasana saat aku berjalan emas emas itu bergetar namun aku tak peduli.
anggap aja ini istananya
Setelah aku duduk terjadi perubahan pada tubuh ku, warna rambut ku berubah jadi warna seperti emas, begitu juga dengan mata ku, dan tubuh ku berwarna putih. Jika dilihat oleh mereka yang tergila gila dengan wanita cantik mereka pasti akan merebut ku.
Saat perubahan itu terjadi ternyata bukan hanya Yuan yang berubah melainkan pangeran kedua kerajaan kegelapan pun sedikit berubah pada saat itu ada acara penyambutan untuk nya. Tiba tiba saja tubuh nya yang ada gambar teratai emas bersinar sangat terang dan itu membuat semua orang takjub dan kaget. Terutama kaum wanita, sebagian dari mereka ada yang berpikir untuk menjadi wanita pangeran kedua dan itu bisa dirasakan oleh nya dia menutupi bunga itu dan berkata.
" Aku telah memilih wanita ku, jadi jika tak ingin nyawa mu melayang maka buang mimpi kalian untuk menjadi wanita ku karena ketika sayembara yang di berikan oleh kaisar dengan bayaran yang sangat besar tak ada satu pun dari kalian masuk kecuali dia bahkan sebelum kami bertunangan ia berkata jika ada orang lain maka bertunangan dengan mereka karena mungkin mereka membutuhkan uang. Sedangkan dia tak membutuhkan uang ia justru ingin uang ini ku gunakan untuk membantu mereka anak-anak di jalanan, karena itu lah aku mengundang mereka"ujar nya sambil mengangkat sekantong koin dan menunjuk ke arah anak anak.
" Calon kakak ipar sungguh baik hati"ujar adik perempuan nya.
" Kakak ipar mu ja,,,," ujar pangeran terpotong.
" Kakak ipar mu yang di takdir kan menikah dengan kakak kedua mu memang baik hati putri dia adalah putri pertama dari kaisar Yu aku tak tau apa kah wanita yang kau tunangankan adalah putri kaisar Yu pangeran. Tapi takdir hidup mu hanya dengan nya,,," ujar seseorang kakek yang memegang tongkat dan jubah menutupi tubuh nya tiba tiba datang dan berjalan ke arah keluarga kerajaan dan ia memegang dan melihat kearah tangan keluarga kerajaan, saat ia melihat tangan pangeran ke dua ia tersenyum. Setelah itu ia ke arah tangan adik perempuan pangeran dan ia juga tersenyum dan berkata.
" Ahhhh ini keberuntungan ku karena bisa bertemu dengan orang yang luar biasa" ujar nya membuat semua orang bingung.
" Jadi lah kuat karena pada saat nya tiba kau akan di kenal oleh semua orang dan jangan pernah membenci aliran putih karena takdir mu adalah sukses bersama mereka" sambung nya.
"Siapa orang itu" ujar kaisar malam.
" Biar lah waktu yang menjawab ingat lah kata kata ku putri jangan pernah membenci aliran putih karena takdir mu adalah sukses bersama mereka. Aku pergi" ujar nya dan tiba tiba menghilang.
__ADS_1
Semua orang masih penasaran siapa sebenar nya orang itu namun mereka tak menyadari kalau seseorang sedang tersenyum mendengar ramalan itu.
'Ahhh seperti nya tuhan mendengar permintaan ku bahwa aku sudah bosan di sini aku ingin berkeliling dunia aku akan sabar menanti mu pemimpin ku' ujar nya dalam batin dia lah adik perempuan pangeran kegelapan.