The Switched Daughter

The Switched Daughter
Belati pasangan


__ADS_3

Yuan bangun dengan memegang kepalanya yang sakit. Lalu, saat dia hanya melihat Dera dan sesepuh Zan disana dia bertanya.


"Dimana peramal itu?" tanyaku.


"Dia sudah pergi" ujar keduanya kompak.


"Ohhhh" ujarku.


"Yuan" panggil Dera.


"Ada apa?" tanyaku.


"Apakah kau masih mencintai Alex" ujar Dera membuat aku terkejut dan membuat sesepuh Zan memelototi Dera.


"Aku tau sahabatku, dia tipe orang yang berterus terang" ujar Dera yang melihat reaksi sesepuh Zan.


"Haruskah aku jujur?" tanyaku.


"Ya" ujar keduanya.


"Jawab dulu pertanyaanku agar aku menjawabnya. Apakah kakek peramal itu meramal masa depanku?" tanyaku.


"Ya" ujar keduanya kompak.


"Apakah ini ada sangkut pautnya dengan Alex. Makanya kau bertanya Dera" ujarku.


"Ya, begitulah" ujar Dera.


"Baiklah aku akan jujur tentang semua rahasiaku pada kalian berdua. Jadi, kumohon jagalah dengan baik" ujarku.


"Baiklah kami akan menjaga rahasiamu" ujar keduanya.


"Baiklah kuharap kau tidak memotong perkataanku Dera. Kau cukup hanya mendengarkan dulu" ujarku.


"Baik" ujarnya.


"Rahasia pertamaku, yaitu aku bukan putri dari kaisar Wang melainkan aku putri kaisar Yu. Kedua, aku memiliki warna bakat asliku yaitu diatas warna hitam. Ketiga, aku secara tidak langsung telah mengontrak tiga Naga hebat sekaligus dari empat penjuru. keempat, aku menjadi pemimpin dari sembilan kursi yang disetiap punggung kursi memiliki nama.Yang mana enam diantaranya telah kutemukan yaitu aku, putri Yu Yan, Yun Lily, Fang Mei, Ming Yayan, Ming Yue. Namun, tidak ada namamu disana. Keempat, akulah yang telah mengalahkan kaisar iblis. Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku bisa mengalahkannya bukan. Jawabannya yaitu karena aku telah memiliki darah orang dari aliran hitam. Alasan bagaimana aku bisa mendapatkan darah dari aliran hitam yaitu dengan bertunangan dengan salah satu pemuda dari aliran hitam. Dan hal itulah yang menjadi rahasia terakhirku dikehidupan ini. Sedangkan, pertanyaan yang kau tanyakan tadi Dera. Jawabannya yaitu bahwa memang iya aku masih mencintainya. Tapi, tenanglah aku tidak pernah menutup hatiku untuk siapapun sebelum ada pria yang kucintai pertama kali disini" ujarku dengan melihat mereka berdua yang diam mendengarku.


"Tidak kusangka cucuku sungguh hebat" ujar sesepuh Zan


"Jadi, kalian tertukar" ujar Dera.


"Ya" ujarku.


"Kapan?" tanyanya.


"Di perayaan Kurol" ujarku dan sesepuh Zan kompak.


"Anda sudah tau?" tanyaku dan Dera.


"Sudah" ujarnya.


"Sejak kapan?" tanyaku.


"Sejak kau menyentuhku untuk meminta air" ujarnya.

__ADS_1


"Ohhh begitukah" ujarku.


"Ya" ujarnya.


"Jadi, tolong katakan padaku. Apa ramalan yang dikatakan oleh pak tua itu. Kenapa dia tidak mengatakan padaku" ujarku.


"Sebaiknya kita pulang. Karena nenekmu itu akan mengamuk seperti dirimu jika tidak sabaran" ujar sesepuh Zan. Lalu, dia memegang tangan kami berdua dan menghilang.


Kini, kami muncul tiba-tiba ditengah-tengah acara perayaan kelahiran di istana. Secara otomatis membuat sesepuh Ying memelukku. Namun, kami dikejutkan dengan datangnya peramal itu lagi.


"Mau apa lagi kau" ujar sesepuh Ying kesal.


"Aku hanya ingin bertemu dengan kalian para orang tua dan ingin melihat ramalan Yuan" ujarnya tersenyum.


"Jangan tersenyum" ujar sesepuh Ying marah dengan mengeluarkan sedikit auranya membuat semua orang muntah darah. Namun, dihentikan oleh Yuan.


"Sesepuh Ying biarkan saja. Karena ketika disana tadi dia tidak bisa meramalku. Karena telah dihentikan oleh Dera dan sesepuh Zan" ujarku memegang tangannya. Hal itu berhasil membuat sesepuh Ying menarik auranya kembali.


Peramal itu berjalan kearah Yuan dan memegang tangannya. Lalu, dia mengatakan suatu hal yang mengejutkan semua orang.


"Diumurmu yang ke sepuluh tahun. Kau akan menghadapi pilihan antara hidup dan mati" ujar peramal itu.


"Aku tau" ujar Dera membuat semua orang semakin terkejut. Merasa bahwa semua orang menjadi khawatir, Yuan melanjutkan.


"Maksudku, aku tau semua orang akan menghadapi pilihan antara hidup dan mati. Kapanpun itu dan dimanapun tiada yang tau. Jadi, tidak ada masalah bagiku, baik itu diumurku sepuluh tahun, sebelas, atau seterusnya" ujarku.


"Baiklah" ujar peramal sambil berlalu ingin pergi. Tapi, sebelum menghilang pergi dia mengatakan.


"Aku meramalkan bahwa putri pertama kaisar Yu akan menikah dengan putra kedua kaisar kegelapan. Sedangkan putra pertama kaisar Yu akan menikah dengan putri pertama kaisar Wang" ujarnya.


'Dragon' batinku.


'Ya, Ada apa Yuan?' balas Dragon.


'Aku merasa sangat lelah' batinku.


'Lalu' jawabnya.


'Bisakah kau keluar dan membawaku dari sini' tanyaku kepadanya melalui telepati batin.


'Tentu bisa Yuan' jawabnya. Setelah itu, datanglah angin yang sedikit kencang di tengah-tengah kami. Lalu, muncullah seorang pria berambut emas.


"Sudah waktunya kau pergi"ujarnya.


"Ahh benarkah?" tanyaku.


"Ya, karena dia tidak suka orang yang tidak disiplin" ujarnya.


"Baiklah aku akan pulang" ujarku bangkit dan berusaha menahan badanku yang kelelahan. Aku juga tidak tau apa penyebabnya.


"Sayang, kamu mau kemana?" tanya permaisuri Wang.


"Ibu, aku harus kembali karena guruku telah menungguku" ujarku.


"Secepat ini" ujar beberapa orang.

__ADS_1


"Ya, aku berjanji akan baik-baik saja. Lalu, bagaimana denganmu Gui. Jika kau ingin disini, jijie akan memberitahukan kepada gurumu" ujarku kepada Gui


"Tidak bisa jijie, aku tidak ingin mengecewakannya" ujarnya.


"Begitukah" tanyaku untuk memastikannya.


"Ya" ujarnya.


"Baiklah, kami pergi dulu semuanya" ujarku dengan melambaikan tanganku ke arah mereka semua. Lalu, aku teringat dengan sesuatu yang belum kuberikan kepada Yu Anchi dan Yu Xian.


Aku berjalan ke arah mereka dan memberikan sepasang belati kepada mereka. Yang belati itu adalah belati untuk sepasang kekasih. Namun, aku tidak mengatakan kebenarannya, karena merekakan mang sepasang kekasih yang ditakdirkan seperti ramalan peramal itu.


"Aku memberikan ini kepada kalian" ujarku kepada mereka berdua.



"Apa ini?" tanya mereka berdua bingung.


"Ya belati berpasanganlah" ujarku.


"Iya kami tau. Tapi, apa maksudnya ini?" tanya mereka berdua kompak.


"Hadiahku untuk kalian di hari perayaan kelahiran kalian" ujarku.


"Tapi, kami tidak mempersiapkan hadiah untukmu" ujar keduanya kompak lagi.


"Tidak masalah, ini saja sudah banyak. Ingatlah untuk selalu membawa belati itu bersama kalian. Karena belati itu saling terhubung. Mana tahu salah satu dari kalian tiba-tiba terluka maka belati yang lainnya otomatis akan datang" ujarku.


"Baiklah, kami akan mengingatnya" ujar keduanya.


"Lalu, bagaimana cara kau membawanya sayang" ujar permaisuri Wang sedih.


"Ibu, jangan bersedih karena aku akan mengirim surat kepada ibu. Jika ibu bersedih, aku merasa tidak enak hati. Jadi, tolong antarkan aku dengan senyuman" ujarku.


"Ya, ibu" ujar Gui.


"Baiklah, maaf" ujar permaisuri Wang kepada Yuan dan Gui.


"Lalu, bagaimana kau membawa hadiah ini sayang. Belum lagi ditambah hadiah kami" ujar kaisar Wang.


"Ayah tidak perlu khawatir. Karena itu hal yang gampang. Sebaiknya, kalian letakkan dulu seluruh hadiah untukku disana" ujarku dan semuanya menurutinya.


'Dragon bantu aku' batinku.


'Baik Yuan. Tapi, aku langsung memindahkannya ke kamarmu" ujarnya.


'Tidak masalah, karena aku malas memasukkan hadiah-hadiah ini ke cincin dimensiku' batinku.


"Guru" ujarku kepada Dragon. Lalu, Dragon menggerakkan tangannya, dan menghilangkan seluruh hadiah membuat semua orang terkejut.


'Aku akan menemuimu nanti tunanganku' batinku membuat dia tersenyum.


"Kami pergi dulu ibu dan semuanya" ujarku lalu menghilang dengan portal yang dibuka oleh Dragon.


"Dia sudah pergi" ujar semua orang.

__ADS_1


__ADS_2