The Switched Daughter

The Switched Daughter
Tanda-tanda kepergiaannya


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh semua orang di kekaisaran Yu karena mereka akan mendapatkan penerus baru di kekaisaran mereka. Mereka menunggu dengan harap-harap cemas, karena permaisuri mereka harus terpaksa melahirkan karena permaisuri Yu mengalami pecah ketuban dini, dan permaisuri mengalami stres berat karena dia terus di mimpikan dengan kehilangan anaknya.


Setiap malam ketika setelah usia kehamilannya mencapai seratus delapan puluh lima hari, permaisuri Yu terus memimpikan putrinya meminta maaf kepadanya di dalam kegelapan. Permaisuri Yu hanya mendengar suara tanpa bisa melihat wajah wanita yang mengatakan maaf berulang kali di mimpinya. Karena dua alasan itulah, permaisuri harus melahirkan di usia kehamilannya yang baru dua ratus lima belas hari.


Setelah berada di ruang persalinan selama kira-kira dua jam, akhirnya mereka mendapat kabar bahwa putri mereka telah lahir. Tapi, setelah Mereka baru saja mendapat kabar itu, mereka semua yang di kekaisaran Yu jatuh pingsan.


Setelah satu jam kemudian, akhirnya mereka semua kompak bangun.


"Dimana bayiku" teriak permaisuri Yu dari dalam saat pertama kali dia bangun. Semua anggota keluarga kekaisaran Yu langsung masuk kedalam saat mendengar suara teriakan dari permaisuri Yu.


"Ada apa ibu?" tanya kompak Xian, Anchi dan Anshi.


"Dimana bayiku?" ulang permaisuri Yu.


"Kami tidak tahu ibu, karena kami baru saja masuk" jawab mereka kompak.


"Tabib, dimana bayiku?" tanya kaisar Yu.


"Yang mulia, kami telah meletakkannya di pangkuan permaisuri Yu karena kondisi tubuhnya yang lemah sekali" jawab takut tabib.


"Sekarang tidak ada, dimana bayiku" sedih permaisuri Yu. Namun, tiba-tiba ada empat burung merpati yang terbang ke kamar permaisuri Yu.


"Ada merpati?" bingung semua orang. Merpati itu terbang ke arah kepala permaisuri, lalu mereka menarik pelan rambut permaisuri ke satu arah. Mereka terus mengatakan hal itu berulang-ulang.


"Permaisuri, sepertinya mereka ingin mengajakmu ke suatu tempat" ucap pelayan permaisuri.


"Mungkinkah?" tanya permaisuri sambil tetap memasang wajah sedihnya.


"Ambilkan kursi untuk mengangkat ibunda?" perintah Xian. Lalu, para prajuritnya langsung menuruti ucapannya.


Permaisuri dan lainnya mengikuti ke empat merpati itu pergi. Keempat merpati itu memasuki aula utama, tepat ketika semua orang telah masuk ke aula utama. Keempat merpati itu terbang membentuk persegi, lalu muncullah suara Mona di dalamnya seperti sebuah TV di dalam dunia modern.


"Hai semuanya, aku tahu bahwa mungkin saat ini kalian sedang pening mencari tahu keberadaan dari anak ibunda permaisuri Yu bukan. Maka tolong maafkan aku, karena akulah orang yang telah mengambilnya dari kalian. Kalian pasti selama ini ada bertanya-tanya apa alasanku tiba-tiba datang ke kekaisaran kalian bukan. Jawabanku yaitu karena anak yang di kandung permaisuri Yu, aku tahu bahwa dia akan lahir tidak cukup hari. Tapi, apa dayaku karena aku tidak bisa mendapatkan kapan harinya yang sebenarnya, karena itulah aku mengadakan dan meminta agar tiga bulan tinggal bersama kalian. Ibunda permaisuri, kau melahirkan putri yang begitu cantik. Aku ingin meminta maaf pada kalian semua karena kedatanganku mungkin membuat kehidupan kalian tidak nyaman. Terkhusus untuk kalian Xian, Anchi, dan Anshi, aku minta maaf jika aku membuat kalian sangat kerepotan dengan berbagai masalah yang aku timbulkan. Aku juga meminta maaf kepada semua orang yang telah aku kerjain dengan permintaanku yang begitu tiba-tiba seperti contohnya Xian. Xian, terima kasih karena kau telah mau menahan amarahmu hanya demi diriku, terima kasih karena kau rela tidak tidur malam hanya demi mencari udang untukku. Sebenarnya aku tidak mempermasalahkan hal itu, tapi aku tetap kesal setiap kali aku menatap dirimu. Karena itulah aku memilih tidak melihat wajahmu agar tidak membangkitkan kekesalan ku padamu bukan karena aku benar-benar kesal padamu. Kaisar Yu, aku pernah berkata kalau kau adalah cinta pertamaku bukan, maka itu tetaplah benar. Karena memang kaulah cinta pertamaku. Jadi, sebagai ucapan terima kasih dariku, maka tolong izinkan aku merawat putrimu itu hingga dia lebih kuat dari ini. Lihatlah putri kalian begitu lemah" ucap suara Mona di dalam kegelapan di suatu daerah. Lalu, terakhir terlihatlah seorang bayi yang terbaring lemah di sebuah tempat tidur yang dikelilingi dengan kelopak teratai emas di sekitarnya.


"Apakah itu kakek, nenek dan Sima?" tanya Anshi.


"Itu benar" jawab semua orang.


"Kenapa hanya mereka yang disana, sedangkan kita disini?" tanya Anshi.


"Ibu tidak mengkhawatirkan hal itu" jawab permaisuri Yu.


"Apa maksud ibu?" tanya Xian.


"Ibu menjadi penasaran kenapa saat Mona berbicara hanya kegelapan yang terlihat. Tapi, saat dia memperlihatkan keluarga kita yang lainnya begitu sangat terang?" tanya permaisuri.


"Benar juga" ucap semua orang. Lalu, tiba-tiba keempat merpati itu terbang ke arah yang berlawanan.


"Sepertinya itu memang benar yang mulia, memang benar kalau tuan putri memiliki tubuh yang begitu lemah. Karena disana ada para sesepuh dan juga pangeran Sima. Maka mungkin benar kalau Queen memiliki cara untuk menyembuhkan tuan putri" ucap tabib.


"Baiklah, terima kasih tabib" ucap kaisar Yu sambil menyerahkan koin kepada tabib itu.


"Sama-sama yang mulia" balas tabib itu.


Setelah mendengar dan melihat kalau tuan putri mereka baik-baik saja, semua orang kembali melakukan tugas mereka masing-masing. Namun, permaisuri tetap tidak bisa berjauhan dengan putri kecilnya yang belum sempat dia tatap wajahnya lebih lama, telah di bawa pergi. Meskipun itu demi keamanan bayi kecilnya sendiri. Permaisuri terus saja membayangi wajah terlelap putrinya yang terlihat di layar.

__ADS_1


*******


Di kekaisaran Wang, para anggota kekaisaran juga mendapatkan ucapan yang hampir sama seperti kekaisaran Yu.


"Hai semuanya, aku ingin mengucapkan maaf dan terima kasih kepada kalian semua. Maafkan aku atas semua kesalahan yang kulakukan selama ini kepada kalian semua, dan terima kasih karena telah menjadi teman bermainku selama aku di kekaisaran Wang. Maafkan aku atas segala ucapan dan juga ulahku yang begitu menyebalkan kepada kalian. Ayah, ibu dan saudara-saudariku, maafkan diriku jika aku pernah menyembunyikan sesuatu kepada kalian. Maaf, jika suatu hari nanti kalian mendapatkan kebenaran itu bukan dari mulutku. Ayah, ibu, terima kasih karena telah menjadikanku putri yang begitu di kagumi di seluruh kekaisaran. Terima kasih karena telah mengajariku huruf dan kata-kata di dunia ini dengan begitu sabar. Terima kasih karena telah memberikanku pelukan hangat kalian saat aku benar-benar membutuhkannya. Semuanya maaf, karena lagi-lagi aku harus meninggalkan kekaisaran. Jadi, sampai jumpa lagi" suara Mona menggema di seluruh aula utama.


"Kenapa dia mengatakan kata-kata seolah-olah dia tidak akan pernah kembali lagi, padahal dia hanya ingin mengatakan kalau dia ingin keluar sebentar dari kekaisaran. Dasar bocah itu?" cerewet Mofan.


"Kau seperti tidak mengenal dirinya saja" celetuk Lily.


"Ah, sudahlah, kenapa kalian malah ribut sih" kesal Yu Yan.


Setelah mendengar suara putri mereka, semua orang di kekaisaran Wang kembali melakukan aktivitas masing-masing.


******


Di waktu bersamaan dengan kedua kekaisaran sedang melihat rekaman suaranya. Mona menggunakan kekuatannya untuk memasukkan pedang Yin & Yang ke tubuh adik kecilnya yang baru lahir. Kedua perang itu telah tercipta dari kedua belahan jiwanya yang telah di belah oleh kekuatan Yin & Yang dulu, saat Mona baru mendapatkan kekuatan itu dari kakek buyut dari pihak ibunya.


Sebenarnya Mona tidak boleh menjauh dari ibunya yaitu permaisuri Yu karena tubuhnya akan langsung melemah. Tapi adik kecilnya belum bisa berkedakatan dengan permaisuri Yu dan anggota keluarga kekaisaran lainnya, karena dia hanya bisa berdekatan dengan Mona saja. Jadi, Mona memilih merawat adiknya itu dibandingkan merawat tubuhnya. Mona memasukkan kedua pedang itu ke tubuh adiknya dengan bantuan dari sesepuh Zan yang memiliki mata yang dua warna seperti Mona. Walaupun dengar warna yang berbeda.


Saat ini Mona sedang berada di salah satu tempat tersembunyi yang di sediakan oleh para sesepuh untuk Mona dan adiknya. Lalu, setelah semuanya dirasa aman, Sima dan para sesepuh kembali ke kekaisaran Yu. Namun, mereka tidak tahu bahwa mereka telah salah jika memilih meninggalkan Mona dan adiknya sendirian.


"Sayang, kita harus pindah" ucap Mona setelah kepergian Sima dan para sesepuh. Mona memindahkan adiknya dan dirinya ke ruang dimensinya.


"My Queen" lirih Green, Dragon, white, dan naga air.


"Ada apa? Eh, hai naga air apa kabarmu?" tanyanya berbasa-basi sambil meletakkan adiknya ke tempat khusus untuknya.


"Kami baik, Queen".


"Rain, itu lebih baik" balas naga air.


"Baiklah" ucap Mona dengan sedikit sempoyongan.


"Queen" panggil keempat naga kontraknya.


"Aku baik-baik saja".


******


Lima belas hari telah berlalu dari hari permaisuri Yu melahirkan putrinya. Hari ini Kaisar siang menggunakan portal pemanggil dan pengikat semua orang dengan menggunakan portal iblisnya ke kekaisaran bintang.


Semua orang dari berbagai daerah kekaisaran dan desa-desa terpencil, semuanya berada di kekaisaran bintang dalam keadaan terikat dengan rantai penghisap energi mereka jika mereka berusaha melepas diri mereka.


"Apa kabar kalian, semuanya?" tanya kaisar siang sambil duduk di kursi singasana yang dia buat sendiri karena kursi singasana kekaisaran bintang sudah menghilang secara tiba-tiba. Dia duduk disana dengan intimnya bersama dengan seorang wanita, membuat semua orang yang melihatnya menjadi jijik.


"Menteriku, apakah ini sudah semua orang di benua ini?" tanya kaisar siang sambil terus menyentuh bagian sensitif dari tubuh wanita yang di pangkuannya.


"Sudah yang mulia" jawabnya.


"Lalu, kenapa aku tidak melihat ada putri Wang Yuan dan juga Queen dari kekaisaran bulan di sini?" tanya kaisar siang.


"Itu yang saya juga tidak mengerti, mungkin dia memiliki ruang dimensi atau tempat persembunyian yang tidak menyentuh tanah yang Anda sentuh".


"Ah, akhirnya kau berhasil membuatku tertarik" ucap kaisar siang sambil menatap ke arah Yu Anchi.

__ADS_1


"Yang aku dengar dari bola ajaibku kalau putri pertama dari permaisuri Yulah yang menjadi putri begitu hebat dan cantik di seluruh kekaisaran di benua ini. Tapi, kau justru tidak ada apa-apanya jika dilihat langsung. Rantai, bawa dia padaku" ucap kaiar siang. Lalu, Anchi dibawa ke hadapan kaisar siang oleh rantai yang mengikat tubuhnya.


"Aku penasaran dengan wangi tubuhmu" ucap kaisar siang.


"Tidak, jangan berani menyentuh kakakku" kesal Xian dan Anshi.


"Tunggu dulu, kenapa hanya kalian berdua dan kedua orang tua kalian yang begitu khawatir. Kenapa adik kecilmu, dan kedua sesepuh itu sama sekali tidak khawatir?" tanya kaisar siang.


"Karena kau tidak akan bisa menyentuhnya" kompak Sima, sesepuh Ying dan sesepuh Zan.


"Oh, benarkah aku tidak bisa menyentuhnya. Argh,,,,," teriak kesakitan kaisar siang saat dia ingin menyentuh tubuh Anchi, tapi tangannya terbakar.


"Kaisar, jangan menyentuhnya karena dia telah terikat pertunangan dengan pangeran kedua kegelapan seperti beritanya dahulu" ucap jenderalnya.


"Si*lan, sesuatu yang tidak bisa ku miliki, maka orang lain juga tidak bisa memilikinya. Bagaimana dengan putri Ziwiera yang begitu jual mahal itu saat aku mengutus banyak orang untuk melamarnya, dan juga semua para putri lainnya" kesal kaisar siang.


"Sepertinya mereka baik-baik saja karena rantai yang mengikat tubuh mereka tidak berubah menjadi hitam. Sedangkan rantai yang mengikat tubuh Xian, Ming Fan, dan Anchi semuanya berwarna hitam yang menandakan kalau mereka terikat hubungan mantra.


"Jadi, bagaimana cara aku mengalahkan mereka?" tanya kaisar siang.


"I,,,," ucapan menterinya terpotong karena teriakan orang pintar yang dulu menjaga cermin-cermin di ruang khusus kekaisaran siang yang menandakan bahwa cermin itu adalah jiwa dari para putri kekaisaran lainnya.


"Kaisar ku, kaisar ku" teriaknya.


"Ada apa?" tanya kaisar siang.


"Yang mulia, cermin putri Wang Yuan bukan hanya retak seperti sebelumnya. Melainkan hancur berantakan" cerita pria itu.


"Lalu?" tanya kaisar siang.


"Jika retak menandakan kalau dia telah terikat pertunangan atau pernikahan. Tapi, jika hancur berantakan maka menandakan dia telah tiada" ucap orang pintar itu.


"Apa?" terkejut semua orang.


"Jangan membohongiku, karena dia juga sedang tidak ada di sini" kesal kaisar siang.


"Yang mulia, bagaimana jika kita mengujimya dengan menggunakan kontrak orang tua dan anak" ucap pria itu.


"Bagaimana melakukan kontrak itu?" tanya kaisar.


"Tolong ambilkan darah kaisar dan permaisuri Wang" perintah pria itu kepada prajurit di dekat kaisar dan permaisuri Wang.


"Argh,,," erangan kesakitan keduanya karena prajurit itu langsung menyayat telapak tangan kaisar dan permaisuri Wang dengan kasarnya.


"Dengan darah dari kedua orang ini, aku memanggil putri pertama dari keduanya untuk hadir di tengah-tengah kami di bagian dekat dengan orang kekaisaran Wang" ucap pria itu sambil melempar darah kaisar dan permaisuri Wang yang telah di aduk ke tanah di tengah-tengah aula luar kekaisaran bintang.


"Argh,," teriak Anchi saat tiba-tiba asap gelap membuatnya menghilang dari dekat kaisar siang ke tengah-tengah aula kekaisaran bintang yang ada darah pemimpin kekaisaran Wang, membuat semua orang bingung.


"Apa-apaan ini?" kesal kaisar siang saat melihat Anchi yang di sana.


"Tunggu dulu yang mulia" ucap pria itu


"Apa lagi?" teriak kaisar siang.


"Ambil darah permaisuri dan kaisar Yu" pinta pria itu, dan lagi-lagi prajurit mengambilnya seperti yang tadi.

__ADS_1


"Tidak" kompak beberapa orang yang sudah tahu akan apa yang akan terjadi selanjutnya.


__ADS_2