
Aku dan Dera saat ini ada di sebuah tempat yang sangat indah. Kami berdua bingung sebenarnya ini dimana dan orang yang membawa kami juga tidak ada. Hingga kami mendengar suara seseorang.
"Indah bukan" ujar suara itu.
"Ya lalu" ujar kami berdua kompak.
"Saat susah bertemu denganmu Kim Mona" ujarnya.
"Apa" kaget kami berdua.
"Aku tau bahwa kalian bukan dari dunia ini namun kalian diberi kesempatan kedua bahwa kalian sama-sama lahir dari pertama bukan kalian menggantikan jiwa putri lainnya" ujarnya.
"Lalu" tanyaku.
"Aku juga tau kalian sama-sama ingat tentang dari pertama kalian lahir sampai sekarang" ujarnya membuat aku kesal.
"Maaf tapi jika anda hanya bertele-tele sebaiknya kami pulang" ujarku.
"Kau tidak akan bisa pulang karena jurus portalmu tidak berlaku disini" ujarnya.
"Kalau begitu cepat katakan hal penting apa yang harus kami lakukan" tanyaku.
"Akan tiba saatnya kau akan jatuh dan merasa lemah dan mungkin akan tiba saatnya kau merasa ingin tiada cucuku" ujarnya.
"Kehidupan memang selalu begitu" ujarku.
"Itu tergantung cara kita menyikapinya" ujar Dera.
"Hahaha akhirnya aku tidak perlu khawatir lagi" ujarnya.
"Maksudnya" ujar kami berdua kompak namun kami lebih dikejutkan dengan suara sesepuh Zan.
"Ternyata benar kau yang membawa salah satu cucuku kemari" ujar sesepuh Zan kepada orang yang membawa kami.
"Sudah lama kita tidak berkumpul" ujar orang itu.
"Kau benar kita sudah lama tidak berkumpul sangking benarnya sampai-sampai membuat Ying ingin membunuh mu kerena menculik cucunya dihari ulang tahunnya dan kau membawa dia dari depannya saat itu adalah pertemuan pertama mereka" ujar sesepuh Zan.
"Hahaha sebenarnya aku tidak berniat membawanya begitu tapi para kaisar dan permaisuri tidak percaya akan ramalanku dan penyebabnya yaitu kau" ujar orang itu yang mengatakan bahwa ramalannya tidak dipercaya itu berarti dia seorang peramal.
"Anda seorang peramalkan" tanyaku.
"Ya lalu" ujarnya.
"Aku tau ramalan anda selalu tepat tapi seseorang tidak boleh berpacu hanya pada ramalan bukan. Jadi jangan salahkan para kaisar dan permaisuri bukan maksudku aku membela mereka tapi itu adalah kenyataan bahwa seseorang jangan terlalu percaya pada ramalan. Jika memang ramalan selalu tepat maka orang-orang pasti sudah mengelak dari kematian bukan" ujarku membuat mereka diam.
__ADS_1
"Jika memang seseorang peramal bisa meramalkan sesuatu dengan tepat pasti dia sudah tau kapan dia akan mati tentu dia akan mengelak dari kematiannya. Tapi, bukankah keluarga anda juga termasuk keluarga peramal hebat bukan tapi kenapa mereka juga tidak bisa mengelak dari kematian" ujarku.
"Hahaha Zan tua lihatlah cucuku sangat bijak dan cerdas" ujar peramal itu.
"Ya aku tau" ujar sesepuh Zan.
"Orang tuanya benar-benar menurunkan sifatnya pada putri pertama mereka bukan" ujar peramal itu.
"Mungkin" ujar sesepuh Zan.
"Kalian salah sifatnya memang selalu begini" ujar Dera.
"Ahhhh benarkah" ujar keduanya.
"Aku sangat sibuk akhir-akhir ini jadi jika tidak ada hal yang penting sebaiknya antar aku kembali ke acara di istana karena para ibu pasti akan merasa sedih jika hanya bertemu sebentar" ujarku.
"Ahhh baiklah tapi bisakah kau memberikan aku meramal tangan kalian berdua" ujarnya.
"Tidak ada ruginya bagiku" ujarku dan memberikan tanganku.
"Hahah aku sangat beruntung bahwa ramalanku saling terhubung" ujarnya .
"Maksudmu" ujar sesepuh Zan bingung.
"Cucumu adalah orang yang luar biasa. Akan tiba saatnya dimana seluruh kekaisaran akan kekurangan ekonomi dan disanalah cucumu akan datang meskipun dunia akan mengenalnya bukan dengan julukan putri melainkan Queen" ujar peramal itu yakin membuat sesepuh Zan bingung.
"Pria tua itu, setelah dia membawa kalian kemari tapi tidak mengantar kalian kembali" ujar sesepuh Zan.
"Lalu apa tugas anda" ujar aku dan Dera kompak.
"Ahhhh benar juga mari" ujarnya membawa kami.
Tapi, ternyata sesepuh Zan buaknnya membawa Yuan dan Dera. Melainkan dia membuat Yuan pingsan dan hal itu membuat Dera kesal.
"Apa maksudnya ini" ujar Dera.
"Shhhh nanti dia bangun" ujar sesepuh Zan lalu membuat perisai untuk Yuan agar tidak mendengar apapun.
"Keluarlah, aku tau kau masih disini bukan" ujar sesepuh Zan. Lalu keluarlah peramal itu.
"Sepertinya kau sudah mendapat bayangannya" ujar peramal kepada sesepuh Zan.
"Sedikit, tapi tidak jelas" ujar sesepuh Zan.
"Apa yang terjadi" ujar Dera.
__ADS_1
"Kau kenal Alex dan Kety bukan?" tanyanya.
"Lalu" ujar Dera.
"Kalian tiada di kehidupan yang lalu diwaktu yang hampir bersamaan bukan" ujar peramal.
"Ya, memangnya kenapa" tanya Dera.
"Jika kalian bertiga yang tiada lewat beberapa setelah dia tiada bisa datang kemari. Kenapa mereka berdua yang tiada diwaktu bersamaan dengan Yuan tidak bisa kemari" ujar peramal.
"Jangan bertele-tele" ujar Dera kesal.
"Kalian berdua harus memastikan bahwa di umurnya delapan tahun dia harus telah jatuh cinta pada seseorang selain Alex" ujarnya.
"Sebenarnya apa maksudmu?" tanya Dera.
"Sahabatmu ini, saat ini masih memiliki sedikit cinta didalam hatinya untuk Alex. Jadi, agar tidak membahayakan nyawanya maka pastikan dia telah jatuh cinta di umur delapan tahun. Jika memang bisa, bahkan di umurnya belum mencapai delapan tahunpun kalian bisa membuat dia melupakan Alex" ujar peramal.
"Untuk apa?" tanya Dera.
"Sahabatmu memiliki mata sebelah biru dan sebelah hijau. Hal itu menandakan bahwa dia sangat spesial. Orang yang memiliki mata seperti itu akan menjadi pemimpin yang memimpin keempat benua di dataran ini. Tapi, sampai saat ini belum ada yang bisa bahkan dia" ujar peramal menunjuk ke arah sesepuh Zan.
"Kenapa?" tanya Dera yang melihat kearah sesepuh Zan.
"Karena dia belum memenuhi syarat yang lainnya" ujar peramal.
"Memangnya apa saja syaratnya" tanya Dera.
"Ada lima syarat untuk menjadikan orang yang bermata berbeda itu menjadi pemimpin semua benua. Dimana tiga diantaranya hampir di penuhi oleh sahabatmu" ujar peramal.
"Apa saja itu?" ujar Dera dan sesepuh Zan.
"Pertama, dia telah menguasai jurus portal yang paling tinggi yaitu emas. Kedua, dia telah menemukan tiga dari empat naga yang berada di arah tiap-tiap penjuru yaitu utara, selatan, timur, dan barat. Dan ketiga, dia telah memiliki darah aliran hitam ditubuhnya yaitu dengan cara dia bertunangan dengan salah satu pemuda dari aliran hitam" ujar peramal.
"Dia sudah bertunangan" tanya keduanya.
"Ya, tapi mereka bertunangan bukan karena cinta. Melainkan karena saling menguntungkan" ujar peramal itu.
"Dia hampir bangun" ujar sesepuh Zan.
"Aku tau, ingatlah baik-baik agar membuat dia jatuh cinta dengan seseorang di umur nya sebelum sembilan tahun. Karena pada saat umurnya sembilan tahun dia akan berjumpa dengan Alex. Dan pada saat umurnya sepuluh tahun kalian harus membuat dia mempunyai anak un,,," ujar peramal terpotong karena teriakan kedua orang yang mendengarnya.
"Apa maksudmu?" ujar keduanya.
"Kalian akan tau pada waktunya. Tapi, ingatlah tugas kalian sekarang yaitu membuat dia mencintai seseorang dan jika orang itu tunangannya tidak masalah. Karena, meskipun tunangannya itu yaitu pemuda dari aliran hitam. Tapi, jika mereka menikah itu akan menjadi kebaikan" ujar peramal lalu pergi.
__ADS_1
"Uhhhhhhh kenapa kepalaku sakit" ujarku setelah bangun.