The Switched Daughter

The Switched Daughter
Salah satu dari sembilan


__ADS_3

Yuan dan Dera kembali ke tempat tersembunyi milik kedua kakak mereka. Di perjalanan mereka melihat banyak orang mengantri pada toko yang dulu nya di beli Yuan untuk paman penjual tanghulu dan sepasang kakek dan nenek.


Yuan mengajak Dera ke sana namun di ketika mereka mengantri nenek yang dulu di tolong Yuan melihat ke arah nya dan ia merasa.


" Suami ku" ujar nenek tersebut memanggil suami nya tapi tak mengalih kan pandangan dari wajah Yuan.


" Ada apa" ujar kakek.


" Lihat lah ke sana bukan kah ia seperti tidak asing" ujar nenek sambil menunjuk ke arah Yuan dan Dera.


" Yang mana, yang kau tunjuk ke arah mana" ujar kakek.


" Anak perempuan berbaju hijau bukan yang merah jambu" ujar nenek.


" Kau benar dia tidak asing" ujar kakek setelah memandang cukup lama.


Yuan yang merasa bahwa ada yang memperhatikan kan nya mengedar kan pandangan nya ke sekeliling untuk melihat siapa yang sedang mengawasi mereka berdua namun saat tau bahwa yang melihat nya adalah sepasang kakek nenek yang ia kenal maka Yuan segera menarik tangan Dera untuk mengikuti nya saat ia berada dekat dengan kakek nenek itu Yuan menyapa mereka.


" Apa kabar kakek dan nenek semoga kalian sehat sehat saja" ujar ku membuat sepasang lansia itu terkejut.


" Nak apa kah ini diri mu" ujar nenek.


" Ya ini diri ku" ujar ku.


" Nak sudah dua tahun kami tak bertemu dengan mu kami pikir kau tak kan datang lagi" ujar kakek.


" Kau kenal mereka" ujar Dera.


" Ya begitulah" ujar ku.


" Kapan kau kenal mereka" ujar nya lagi.


" Ketika perjalanan ke akademi" ujar ku.


" Akademi" ujar sepasang lansia itu dengan nada terkejut.


" Kenapa kalian terkejut" ujar ku.


" Bukan kah hanya para bangsawan yang ke akademi" ujar kakek.


" Ayahdan ibu Keikei dan Meimei ingin bertemu dengan kakek dan nenek nya ehhh ahhhh maaf aku tak tau jika ada tamu " ujar seorang bibi dengan sedikit bungkuk mungkin ia takut karena kami memakai baju layaknya putri bangsawan.


" Tak masalah bibi tapi kenapa kau sedikit membungkuk" ujar ku.


" Itu karena pakaian kalian adalah pakaian yang hanya di beli bahan nya oleh para keluarga bangsawan" ujar nya.


" Hanya itu" ujar Dera.


" Ya hanya karena pakaian kalian" ujar nya.


" Tapi bi,,,," ujar Dera terpotong karena Yuan.


" Nanti saja biar kan semua berkumpul dulu" ujar ku.


" Nenek saat paman sudah tutup toko bangun kan aku saat ini aku sangat lelah" ujar ku sambil berbaring di salah satu kursi di dalam rumah.


" Bangun kan aku juga nek ya" ujar Dera.

__ADS_1


Dera dan Yuan tidur dari siang hingga sore datang tepat pada waktu sekitar jam 4 sore toko telah di tutup. Seharusnya tutup toko jam 6 tapi karena ada tamu istimewa ia menutup awal.


Saat ini ada 6 orang yang sedang memperhatikan dua orang yang sedang tertidur pulas mereka tak ingin membangun kan mereka berdua karena mereka pikir pasti Yuan dan Dera sangat lelah sampai mereka bisa tertidur pulas sekali meski hanya di kursi yang keras.


akhirnya dua orang itu bangun karena suara anak kecil yang menangis karena kepanasan dan bosan menunggu,,,


" Sejak kapan paman di sini" ujar ku sambil mengucek mata ku.


" Sejak tadi" ujar nya.


" Kenapa tidak bangun kan kami" ujar ku.


" Seperti nya kalian sangat lelah" ujar bibi.


" Baik lah ngomong-ngomong paman, kakek nenek, dan bibi, siapa nama kalian semua aku harus memanggil kalian siapa" ujar ku.


" Boleh kah aku tidur lagi" ujar Dera.


" Tidur lah" ujar kami semua serempak.


" Terima kasih" ujar Dera dan kembali tidur tapi dengan keadaan duduk dan tangan sebelah menopang kepala nya.


" Kenapa kau tidur seperti itu nak" ujar nenek.


" Biar kan saja nenek" ujar ku.


" Baik lah nama nenek Zie Ling, nama kakek Juseng, nama paman Fang An, ini istri paman nama nya Sue Ling, ini adik paman namanya Fang Mei dan ini anak paman namanya Fang Kei" ujar paman Fang An.


" Mmm baik lah perkenal kan nama asli ku Wang Yuan dan ini teman ku Dera" ujar ku yang membuat semua orang terdiam.


" Maaf tadi siapa nama mu" ujar bibi Sue.


" Sungguh itu nama mu" ujar mereka kompak.


" Ya itu nama asliku" ujar ku.


" Hamba memberi hormat pada tuan putri semoga di beri umur panjang" ujar mereka berempat kompak.


" Tak perlu seperti itu justru dia mencari tempat yang tak memanggil nya Yuan dan embel embel putri karena ia malas orang yang memakai topeng atau orang yang hanya manis di depan" ujar Dera dengan masih mata nya tertutup.


" Ya dia benar" ujar ku.


" Jadi paman dan semua nya aku tak ingin kalian memanggil ku dengan sebutan Yuan panggil saja Queen jika aku dan hanya beberapa orang yang nanti nya akan ku bawa secara pribadi contoh nya seperti Dera. Namun jika aku bersama keluarga kerajaan mana pun anggap lah kita tak saling kenal apa kah bisa" ujar ku.


" Baik lah" ujar mereka kompak.


" Mmm aku lapar kalian tidak memberi ku makan" ujar ku dengan wajah memelas.


" Makanan aku datang" ujar Dera bangkit dari bobok malas nya.


" Hahaha kalian benar benar lucu" ujar mereka kompak.


" Paman boleh kah aku menggendong mereka" ujar ku sambil menunjuk ke arah dua orang anak yang umurnya lebih muda dariku.


" Tentu" ujar paman.


" Kau ingin menggendong siapa" sambung paman.

__ADS_1


" Paman biar aku gendong Kei" ujar Dera.


" Baik lah paman aku Fang Mei saja" ujar ku.


Saat aku menggendong Meimei aku merasa ada getaran di cincin dimensi ku.


'Ada apa ini Dragon' batin ku.


'Sepertinya dia salah satu pemilik dari 9 singasana itu Yuan' ujar Dragon melalui telepati pikiran.


'Lalu apa yang harus ku lakukan' ujar ku.


' Dia harus bersama mu Yuan sama seperti Lily dan Yu Yan' ujar Dragon.


'Baik lah aku akan mencari cara agar ia ikut dengan ku' ujar ku.


' Sepertinya tidak perlu' ujar Dragon.


' Maksud mu' ujar ku.


' Seperti nya ia menyukai mu dari tadi ia hanya memandang mu' ujar Dragon dan aku melihat ke arah Fang Mei ia tersenyum pada ku.


' Lihat lah sepertinya ia punya cara nya sendiri untuk dekat dengan mu, lihat dan tunggu saja' ujar Dragon.


Aku terus berjalan sambil menggendong Meimei sambil menunggu makanan di hidang kan dia dari tadi hanya memainkan rambut ku.


Setelah kami makan aku berpamitan ke pada mereka namun aku di hentikan oleh Meimei.


" Jijie itut" ujar nya sambil memegang ujung jubah ku.


" Ini pertama kali nya ia berbicara " ujar paman dan si angguki oleh semua orang.


" Tapi ini keluarga mu" ujar ku saat ia mendengar aku mengatakan itu tiba tiba air matanya menetes tanpa suara nenek yang tak tahan mengatakan.


" Biar kan saja ia ikut kau kan keluarga nya juga bukan".


" Baik lah namun jika ia ikut aku peraturan nya tetap sama kalian akan pura pura tak mengenal kami" ujar ku.


" Rak masalah" ujar nenek.


" Tunggu dulu" ujar paman.


"Ada apa paman" ujar ku.


" Ini ada 24 tael emas untuk mu, 24 tael emas untuk Meimei dan 24 tael emas untuk mu" ujar paman menyerah kan pada kami masing masing.


" Kenapa aku pun dapat" ujar dera.


" Itu lebih ambil saja" ujar nenek.


" Benar kah" ujar Dera


" Ya" ujar paman.


" Baiklah terima kasih kami pergi paman" ujar ku.


" Ya hati hati" ujar mereka.

__ADS_1


" Baik" jawab kami berdua kompak.


__ADS_2