
Mona terbangun di tempat yang sangat asing, saat dirinya membuka jendela kamarnya yang dia lihat adalah hamparan awan.
"Apakah ini surga?"
"Ini bukan surga, my Queen. Ini adalah kekaisaran langit" jawab kompak keempat naga Mona.
"Kekaisaran langit? Apa yang terjadi, yang aku ingat aku kelelahan karena melahirkan anak-anakku, jadi apakah saat ini aku sudah meninggal, makanya bisa di kekaisaran langit?.
"Tidak My Queen, kau belum tiada".
"Kalau begitu, ceritakan padaku apa yang sebenarnya sedang terjadi?"
"Yang mulia, kami telah menyelidiki bahwa semua alur cerita di kehidupanmu sedang di permainkan oleh mereka yang di kekaisaran langit".
"Maksudnya?".
"Bisakah kau diam sebentar" kesal para naga.
"Hehehe, silahkan lanjutkan".
"Saat kau masih di zaman modern, kau memanglah keturunan dari sesepuh Zan. Seharusnya kau akan langsung tiada bila sudahati. Namun, saat kakekmu mengirim kedua temannya ke zaman modern, dia merasakan auramu sebagai keturunannya yang terikat dengan kupu-kupu. Dulu, adik dari ibumu permaisuri Yu juga memiliki aura kupu-kupu di dalam tubuhnya, sehingg membuat dia di cintai oleh pangeran mahkota kekaisaran langit. Namun, dia bukanlah dewinya kupu-kupu, melainkan hanya kupu-kupu biasa membuat semua orang yang dulunya mengaguminya berubah menjadi sangat membencinya. Pangeran mahkota hanya ingin menikahi Dewi kupu-kupu, sehingga dia dengan mudahnya menyingkirkan bibimu. Jadi, intinya, semua keluarga buyutmu terpaksa melakukannya karena mereka tidak ingin kau langsung di ambil pada hari acara Kurol di adakan. Karena itu bisa membuat ibumu sedih, jadi mereka menukarmu dengan Anchi agar bila ada bahaya Anchilah yang akan di incar oleh orang yang ingin menangkapmu. Jad,,,,".
"Itu idenya siapa?" tanya Mona kesal.
"I,,,itu".
"Idenya siapa?" suara Mona semakin tinggi.
"I,,ide dari pangeran mahkota kekaisaran langit".
"Jadi, dia musuhku yang sekarang harus aku selesaikan. Berani sekali dia memaksakan suatu hubungan, memangnya dia pikir dia siapa?" kesal Mona sambil melompat ke arah luar jendela.
"Oh tidak" kompak para naganya. Karena bila Mona berusaha keluar dari kamarnya, maka kakinya akan langsung terantai otomatis.
Gedebuk,,,,,,
"Akh,,,," Mona berteriak karena saat dia melompat ke arah luar jendela dengan menggunakan kekuatan penuhnya karena dia ingin membebaskan dirinya. Justru ada rantai yang mengikat kakinya membuat dia terjatuh dengan begitu keras ke bawah saat dia ingin melompat. Darah mengalir deras dari kepalanya Mona akibat dari jatuhnya dirinya.
Saat mendengar suara orang jatuh dan juga suara teriakan. Beberapa dayang-dayang datang ke arah Mona.
"Panggil tabib, Dewi kupu-kupu terluka" teriak salah satu sayang.
"Sepertinya tabib ada di dalam aula utama".
"Panggil kemari"
Para dayang berpencar ke berbagai arah, karena ada yang membawa Mona ke dalam, ada yang mengambilkan air untuk mengelap darah Mona, dan ada yang pergi ke aula utama untuk memanggil tabib.
"Yang mulia kaisar" teriak seorang dayang memecah canda semua orang.
"Ada apa?".
"Dewi kupu-kupu sudah sadar, dia terluka parah di bagian kepalanya sepertinya karena rantai penjagaan yang pangeran mahkota buat".
Gerubrak,,,,,
"Bukankah sudah kukatakan kalau jangan menggunakan rantai itu, karena dia adalah wanita bebas" kesal neneknya Mona sambil berjalan ke arah kamarnya Mona. Bukan hanya neneknya, semua orang juga ikutan berlari ke arah kamarnya Mona.
Setelah mereka semua sampai, tabib langsung memeriksa nadi dan juga lukanya Mona.
"Kita hanya perlu menunggunya sadar, tidak ada hal yang perlu di khawatirkan untuk saat ini. Saat Dewi kupu-kupu sadar barulah kita akan tahu apakah ada efek lain setelah benturan ini" ucap tabib.
"Terima kasih tabib" ucap neneknya Mona.
__ADS_1
"Dengarkan baik-baik ucapanku, selama ini aku sudah diam karena itu demi menghargai kalian sebagai orang yang berkuasa di sini. Tapi, seingatku aku sudah mengatakan jika kalian berani membuat cucuku terluka, maka aku tidak akan segan-segan lagi. Karena saat dia berada di sini, maka kamilah yang akan melindunginya. Itu juga berlaku untukmu pangeran mahkota" kesal neneknya Mona dari pihak kaisar Yu.
"Tapi,".
"Auh,,,,," Mona memegang kepalanya yang terluka saat dia mulai sadar.
"Nak, akhirnya kau bangun?".
"Dimana aku, dan siapa kalian?" tanya Mona dengan aura matanya yang berbeda.
"Aku adalah nenekmu".
"Terakhir kali aku ingat kalau aku tertembak tiga peluru oleh dua orang pengkhianat". Saat mendengar ucapan dari Mona, semua orang saling menatap.
"Apa selain dari itu kau tidak ingat apapun, Dewi kupu-kupu?".
"Kim Mona, bukan Dewi kupu-kupu. Hanya itu yang aku ingat, dan entah kenapa banyak kenanganku yang lainnya yang hilang dari pikiranku".
"Kau yakin?" tanya tabib kepada Mona.
"Tadi kau bertanya, saat aku jawab kau malah tidak percaya. Kalian semua keluar karena aku tidak kenal siapa kalian" Mona begitu kesal kepada orang-orang di depannya.
"B,,,baiklah, beristirahatlah" senyum neneknya Mona sambil mendorong semua orang dari ruangan Mona.
"Sepertinya Dewi kupu-kupu hilang ingatan" ucap tabib ketika mereka berjalan sudah sedikit jauh dari kamar Mona.
"Itu bagus, karena dia tidak ingat kehidupannya di benua bawah" senyum putra mahkota.
"Sebaiknya jangan terlalu memaksanya untuk mengingat kembali ingatannya di benua bawah. Lakukanlah secara perlahan-lahan" saran tabib.
"Tidak perlu membuat dia mengingat kembali kehidupannya selama di benua bawah karena aku akan menciptakan kenangan yang lain ketika dia berada di sini" tegas putra mahkota, membuat semua keluarga buyut Mona mengepalkan tangan mereka. Namun, mereka tidak bisa berbuat apapun.
'Kami berharap berbeda dari ini dalam hidupmu Mona. Sungguh kami kalah dari mereka, seandainya, seandainya saja kami bisa lebih kuat dari mereka, mungkin kau tidak perlu mengalami ini' batin para buyut Mona.
*****
Sebelum ke ruang makan, Mona memilih jalan-jalan sebentar. Hingga Mona sampai di suatu daerah yang begitu dingin dan kotor yaitu penjara kekaisaran langit. Penjara itu tidak di jaga oleh siapapun, jadi Mona memasuki penjara itu.
Saat Mona masuk, dia melihat berbagai macam tatapan orang yang di penjara mengarah padanya. Mona terus berjalan hingga dia sampai di ujung penjara, namun tidak ada hal yang membuat dia tertarik. Jadi, Mona memilih keluar kembali, namun saat dia ingin keluar. Lalu, satu lebah berusaha untuk menggigitnya, tapi Mona lebih cekatan dengan menusukkan jarum perak ke perut lebah itu.
"Salahkan dirimu sendiri yang berani bermimpi ingin menyengatku". Saat mendengar ucapn Mona, ada satu orang wanita yang sangat kesal sambil mengepalkan tangannya karena lebahnya telah mati. Lalu, Mona berjalan ke arah ruang makan.
Sekarang semua orang telah berkumpul di ruang makan kekaisaran langit, semua orang makan dalam keheningan. Mona hanya makan buah-buahan dan nasi putih karena yang lainnya tidak enak menurut Mona. Semua orang sesekali menatap ke arah Mona yang tidak memilih banyak bahan makanan untuk dia makan.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya semua orang selesai makan. "Kalian siapa, dan aku sedang berada dimana?" Mona memecah keheningan dengan pertanyaannya.
"Kami adalah orang-orang dari kekaisaran langit, dan kau sedang berada di kekaisaran langit" jawab kaisar langit.
"Kekaisaran langit?" bingung Mona.
"Saat kau di tembak mati oleh dua temanmu, kebetulan bulan itu adalah bulan yang akan terjadinya gerhana matahari. Jadi, siapapun yang tiada dalam bulan itu, maka mereka akan hidup kembali" jawab kakeknya Mona.
"Lalu, dimana mereka?" pertanyaan Mona berhasil membuat semua orang bingung.
"Aku tiada di waktu bersamaan dengan dua orang pengkhianat itu tiada. Jadi, jika aku bisa hidup kembali, maka merekapun masih hidup. Jadi, dimana mereka, karena aku lebih percaya mereka dibandingkan kalian?".
"Di penjara dingin" jawab neneknya Mona.
"Baiklah, aku akan menemui mereka" Mona langsung pergi dari ruang makan.
"Kenapa anda mengatakan itu padanya?" tanya putra mahkota.
"Tidakkah kau mendengar ucapannya tadi kalau dia lebih percaya pada keduanya dibandingkan kita. Mungkin jika kau di posisinya, kau juga akan memilih hal yang sama" jawab dingin neneknya Mona.
__ADS_1
Disaat semua orang sedang selisih paham di ruang makan, Mona berjalan ke arah penjara dingin lagi. Ketika Mona masuk kesana, tiba-tiba keempat naganya keluar.
"Siapa kalian?".
"Kami adalah hewan kontrakmu, saat ini kau sedang tidak ingat apapun tentang kehidupanmu yang telah kau jalani. Intinya, ingatanmu itu sudah delapan belas tahun lalu terjadi. Tapi, memang benar kalau mereka berdua masih hidup, dan di kurung di sini. Kami kau kontrak saat kau mengalami kehidupanmu di benua bawah".
"Ah, aku tidak mengerti".
"Tidak masalah, pelan-pelan saja, yang jelas kau bisa meminta apapun pada kami berempat".
"Benarkah?".
"Ya, jadi jika kau membutuhkan bantuan maka katakan saja".
"Baiklah, aku ingin kalian membuat pelindung di penjara ini agar apa yang aku bicarakan nanti tidak di dengar oleh mereka yang di luar. Bisakah?".
"Itu mudah, lain?" tanya White.
"Aku ingin kalian menyatukan mereka semua di depanku karena aku akan menyeleksi mereka semua".
"Baik, keduanya mudah" kompak keempatnya. Lalu, dua hal yang diminta Mona langsung terjadi.
"Kalian pasti bingung kenapa aku mengumpulkan kalian. Jadi, aku akan memperkenalkan diriku, aku adalah Kim Mona aku tidak ingat apapun. Jadi, aku ingin membuat sekutuku sendiri. Tapi, sebelum itu, Alex dan kety majulah".
Lalu, majulah dua orang dengan tubuh dan pakaian mereka yang sangat memprihatikan.
"Kenapa kau menatapku begitu?" tanya Mona kepada kaisar siang.
"Kita pernah bertemu di benua bawah, namun sayangnya kini kau sepertinya tidak mengingat itu".
"Aku bisa mengingatnya nanti".
"Baiklah".
"Apakah kalian ingin bebas dari sini?" tanya Mona.
"Tidak perlu karena kami lebih memilih disini" kompak semua orang.
"Kenapa?".
"Karena kami lebih nyaman di sini dibandingkan harus menuruti perintah semua orang yang menjijikkan di luar sana" kesal Dewi lebah.
"Di sekelilingmu ada lebah, apakah lebah tadi darimu?".
"Itu benar, dan beraninya kau membunuh lebahku".
"Salah dirimu sendiri mengirimnya padaku".
"Aku hanya ingin menyapamu, tapi kini aku mulai tidak menyukaimu karena dia adalah salah satu penjaga terbaik ratu lebahku".
"Memangnya jika lebahmu masih hidup, kau akan mau bergabung dengan rencanaku?".
"Akan aku pertimbangkan jika lebahku masih hidup. Eh" Dewi lebah terkejut karena di ujung jari Mona sudah ada lebahnya yang tadi mati. Namun, kini masih hidup.
"Aku tadi hanya membuatnya pingsan".
"Menarik" ucap seorang pria tua yang duduk paling ujung karena dia di penjara paling ujung.
"Dewi kupu-kupu, kau memang berbeda" pria itu mengeluarkan ular berkulit emas yang memiliki racun yang sangat mematikan ke arah Mona. Semua orang ketakutan termasuk para naga Mona. Namun, mereka tidak percaya karena saat ular itu sampai di depan Mona, ular itu justru bermanja-manja dengan Mona.
"Bagaimana mungkin, ular itu akan tunduk hanya pada sang Dewi ular emas atau Dewi segala binatang. Sedangkan kau Dewi kupu-kupu".
"Aku menyukai semua binatang termasuk biaya saat aku di zaman modern, mungkin aku Dewi semua binatang" setelah Mona mengatakan hal itu, ular Mona langsung menjilati dahi Mona membuat lambang bulan sabit merah terlihat disana karena basah akibat dari liur ular itu.
__ADS_1
"Langka, lambang itu, ternyata benaran ada" terkejut semua orang. Lalu, mereka semua yang di penjara bersujud di hadapan Mona membuat Mona, Alex, dan Kety terkejut. Saat melihat itu, Mona memandang dua orang di sampingnya. Tanpa mengucapkan kata-kata apapun keduanya sudah mengerti kalau Mona sedang bingung.
"Kamipun tidak tahu, apa maksud mereka?".