The Switched Daughter

The Switched Daughter
Putri pohon


__ADS_3

Saat ini mereka berlima tiba-tiba muncul di tengah-tengah semua orang membuat mereka semua terkejut.


"Baiklah mulai sekarang kalian semua akan aku latih secara pribadi karena aku sudah memiliki alasan untuk tidak kembali ke istana" ujar ku.


"Jijie apa maksud jijie melatih" ujar Gui.


"Gui sayang jijie mu ini adalah ratu disini dan jijielah yang secara pribadi akan melatih mereka semua" ujar ku.


"Sungguh, jadi yang tadi itu apa" ujar Gui.


"Itu hanya pura-pura agar jijie bisa keluar dari akademi" ujar ku.


"Wahhh jijie sangat hebat" ujarnya.


"Jijie tau sayang tapi kau harus berjanji tidak akan memberitahukan kepada siapapun tentang jijie sebenarnya siapa bahkan kepada para kaisar dan permaisuripun tidak boleh karena jijie sangat malas jika jijie disegani hanya karena gelar jijie apakah kau mengerti sayang" ujar ku.


"Aku mengelti jijie aku sangat belsyukul menjadi adik jijie" ujarnya.


"Ya tapi kau akan menjadi murid pribadi jijie dan kau harus belajar dari pengucapan huruf R" ujar ku.


"Baiklah jijie" ujarnya.


"Baik mari mulai" ujar ku.


"Baik" ujarnya.


"Ikuti ya ular merah melingkar di pagar rumah pak umar di tembak dor,,,dor" ujar ku membuat dia dan semua orang yang mendengar tercengang karena belum ada yang mengajar seperti itu.


"Jijie panjang sekali" ujarnya.


"Ikuti saja" ujar ku.

__ADS_1


"Ulal melah melingkal di pagal lumah pak umal di tembak dol,,,dol"ujarnya.


"Tidak bukan begitu" ujar ku.


"Jijie tidak bisa" ujarnya.


"Bisa" ujar ku.


"Ulal me,," ujarnya terpotong olehku.


"Ularrrr bukan ulal sayang" ujar ku.


"Ulalll bukan ulal sayang" ujarnya mengikuti ku.


"Wang Gui" ujar ku dengan memiringkan kepalaku melihatnya dengan memberikan senyumanku.


"Wang Gui hahaha jijie geli hahaha" ujarnya mengikutiku dan aku menggelitiknya.


"Kau sudah berani sekarang ya" ujarku sambil terus menggelitiknya.


"Kau perlu dihukum" ujarku.


"Hahaha jijie jangan" ujar nya.


Semua orang juga ikut bahagia ketika melihat dua kakak beradik itu saling bercanda dan tertawa.


Ketika pagi dan siang hari Yuan akan mendidik dan melatih para pasukannya sedangkan pada malam harinya dia melakukan aktivitasnya.


Malam ini adalah malam dimana Yuan mencari sekutu ke daerah orang-orang yang memakai tudung yang waktu itu mencari dirinya. Dia telah sampai di sana dengan menggunakan portalnya namun dia saat ini sedang berada di atas pohon dan mendengar beberapa kalimat yang di ucapkan oleh para rakyat di daerah itu.


"Apakah benar bahwa ada anak yang lebih jenius dari ketua muda Kuban" ujar seseorang.

__ADS_1


"Sepertinya begitu" ujar yang lainnya.


"Tapi kenapa dia tidak mau membantu keselamatan ketua kita" ujar yang lainnya.


"Tidak tau mungkin dia merasa kuat jadi dia sombong" ujar yang lainnya.


"Apakah kalian ada disana ketika kejadian itu sehingga dengan seenaknya kalian mengatakan jika dia sangat sombong" ujar Kuban.


"Ketua muda Kuban" ujar semua orang.


"Hormat kami para ketua" ujar mereka kompak ketika orang-orang melihat kedatangan para ketua.


"Selama dua hari ini aku sudah berusaha diam ketika kalian mengatakan bahwa dia yang lebih jenius dariku sangat sombong padahal itu bukan kesalahannya. Kalian tidak tahu bahwa ada dari kami yang menyinggungnya namun dia tidak mengembalikan orang itu sendirian karena jika dia mengembalikannya sendirian kalian pasti akan menghina orang itu. Oleh karena itu bagi orang yang menyinggung kesayangannya yaitu guru besar yang posisinya tidak jauh berbeda dari ketua kita jadi,,,," ujarnya terpotong karena ucapan ku.


"Jadi aku membalas perbuatannya dengan tidak mengikuti mereka berempat karena bukankah mereka berempat datang untuk membawa diriku agar bisa membebaskan ketua kalian" ujar suara ku menggema ke seluruh daerah mereka dan mereka sibuk celingak-celinguk mencari dimana diriku.


"Aku manusia pohon jadi aku selalu di pohon" ujar ku sambil turun dari pohon.



"Bagaimana kabarmu Kuban" ujar ki sambil berjalan kearahnya dan menepuk pundaknya.


"Kenapa kau tidak mengatakan bahwa kekuasaanmu dan ketiga guru yang pergi bersamamu ke akademi guruku itu sama" tanyaku.


"Memangnya kenapa jika aku tidak mengatakannya" tanyanya.


" Karena jika kau mengatakannya aku sudah memulangkan kalian dari awal" ujar ku dengan sedikit mengeluarkan auraku kepada mereka semua membuat mereka semua menjadi lemah.


"Apa salah kami" ujar para rakyat biasa di daerah itu.


"Kalian pernah ingat bukan kalimat yang mengatakan mata dibalas dengan mata, tangan dibalas dengan tangan begitupun dengan seterusnya. Namun diriku tidak suka kebohongan jadi karena kalian mengatakan karena aku lebih jenius dari Kuban maka aku menjadi sombong bukan" ujar ku sambil menekankan auraku ke pada mereka satu persen lagi.

__ADS_1


"Dan sebagai bayaran karena aku melukai kalian lihatlah disana" ujarku sambil menunjuk ke arah seseorang muncul.


Awalnya mereka tidak terlalu jelas melihatnya hingga setelah orang itu semakin dekat mereka mengatakan " Ketua anda telah kembali" ujar semua orang.


__ADS_2