The Switched Daughter

The Switched Daughter
Ujian


__ADS_3

Flashback yang menyebabkan Yuan lupa ingatan.


Selama dua tahun Yuan telah berdiam diri di lingkaran Yin dan Yang. Disana dia seperti terperangkap dan berada di alam bawah sadarnya seperti kakek buyutnya. Perlahan-lahan banyak ujian yang dia hadapi di sana. Ujian itu adalah ujian yang diberikan oleh Yin dan Yang yang dipaksa oleh kakek buyutnya Yuan agar menerima Yuan sebagai panggantinya sebagai pemimpin mereka. Yin dan Yang menguji Yuan dengan sangat kerasnya, dimana pernah suatu hari terpiikirkan oleh jiwa anak-anak untuk menyerah. Tapi, tidak dengan jiwa Kim Mona yang berasal dari zaman modern. Jadi, dia bertekad bahwa dia pasti bisa melewati setiap ujian dari Yin dan Yang.


Ujian Pertama yang diberikan oleh Yin dan Yang yaitu ujian memerangkapkan Yuan di dalam sebuah lingkaran berbentuk balon. Lalu mereka memasukkan Yuan ke dalam sana. Lalu mereka memasukkan api dan es bergantian di dalam sana. Api itu memang tidak membakar Yuan. Tapi, api itu sukses membuat Yuan sangat teramat kesakitan. Setelah dia melewati ujian panasnya api. Lalu mereka memasukkan es salju ke dalam sana. Saat salju itu datang, awalnya memang baik karena dia baru saja terkena uap api. Tapi, lama kelamaan itu membuat dirinya tersiksa dengan tubuhnya yang seperti sudah kaku karena kedinginan. Begitupun sebaliknya, disaat dia merasa kedinginan ujian api itu datang. Awalnya memang baik tapi lama kelamaan juga sama menyiksanya.


Selama satu tahun Yuan mendapatkan ujian seperti itu. Tiba-tiba datanglah sesepuh Zan ke sana dengan penampilan yang tidak jauh berbeda dengan Yuan yaitu kelelahan. Sesepuh Zan yang bisa melihat cucunya dia sangat senang.


Sesepuh Zan hanya menghadapi ujian yaitu dengan api saja karena es telah bisa dia kendalikan. Tapi, Yuan masih kecil, karena itulah dia belum mengendalikan keduanya.


Di sana Yuan dan sesepuh Zan hanya bisa saling memandang karena mereka tidak bisa bersuara. Mereka sama-sama menghadapi ujian yang selanjutnya dari Yin dan Yang. Mereka merasa karena sudah bisa melihat satu sama lain itu sudah cukup. Walaupun tidak bisa saling menyapa dan memberi semangat.


Yuan yang tau bahwa kakeknya sangat kesakitan saat menghadapi ujian api. Saat sesepuh Zan melihat ke arahnya, Yuan hanya memberikan senyumannya kepada kakeknya. Saat melihat hal itu, sesepuh Zan tau bahwa Yuan sedang menguatkannya. Begitupun yang terjadi sebaliknya.


Hari-hari hanya mereka lewati di ujian alam bawah sadar itu. Hingga suatu hari mereka berdua bertemu dengan dengan empat orang, yaitu: Kakek buyut Yuan dari sesepuh Zan yang memiliki mata biru dan merah, peramal, kakek buyut Yuan dari pihak ayahnya yaitu kaisar terdahulu yang terkenal begitu adil dan bijaksana, dan yang terakhir seseorang yang mendirikan kekaisaran bulan.


"Hebat, ternyata kalian berdua bisa menyelesaikan ujian kalian" ujar keempatnya kompak.


"Siapa dua diantara kalian" ujar Yuan.


"Terlalu berterus terang tidak baik untukmu, nak" ujar kaisar Yu terdahulu.


"Menurutku lebih baik jujur dari pada menipu" ujar Yuan.


"Baiklah, perkenalkan aku kakek dari ayahmu yaitu kaisar terdahulu Yu Kin Rong" ujar kaisar terdahulu Yu.


"Dan aku pendiri dari kekaisaran bulan yang tidak mau mengakui aku pemimpinya yaitu salah satu dari empat simbolis penjagaan" ujar seseorang lainnya yang tidak di kenal Yuan.


"Ohh. Lalu, apa untung dan ruginya aku mengahadapi ujian ini" ujar Yuan yang langsung pada intinya.


"Haisss, sepertinya sifat ini diambil darimu kaisar Yu" ujar peramal.


"Ini memang sifatku, aku tidak mengambil dari orang lain. Kebetulan saja sifatku sama dengan kakek buyutku" ujar Yuan tidak terima.


"Hahaha, ahh, kau benar. Bahkan di zaman modern pun sifatmu begini yaitu berterus terang. Tapi, hanya pada yang menurutmu dekat denganmu" ujar pendiri dari kekaisaran bulan.


"Katakan saja, tidak usah bertele-tele, aku yakin waktu kalian sedikit" ujar Yuan membuat yang lainnya terdiam.


"Terserah padamu ingin apa" ujar kaisar terdahulu Yu.


"Semudah itu" ujar Yuan.


"Ya" ujar empat orang lainnya seperti menyembunyikan sesuatu.


"Hai Yin dan Yang dimana kalian. Aku tau bahwa empat kakek tua ini sedang berbohong. Jadi, keluarlah kalian karena kalian yang mengujiku dan kakekku Zan" teriak Yuan.


"Kau sangat cerdas ternyata" ujar dua suara bersamaan.


"Katakan" ujar Yuan tegas.


"Mereka berdua hanya ingin melihat apa yang ingin kau pilih. Setelah kau memilih, maka kau dan Zan bisa keluar. Tapi, dengan syarat salah satu dari kalian harus kehilangan ingatan kalian" ujar dua suara itu.


"Berapa permintaan yang bisa kami utarakan" ujar Yuan.


"Empat permintaan, yaitu dua padamu dan dua dari Zan. Jadi, mintalah" ujar suara itu.


"Kakek anda duluan" ujar Yuan kepada sesepuh Zan.

__ADS_1


"Untukmu saja" ujar sesepuh Zan kepada Yuan.


"Bolehkah begitu" ujar Yuan.


"Tidak masalah" ujar suara itu.


"Baiklah, kakek buyut dari pihak ibuku. Apakah selama aku memiliki kekuatanmu aku harus selalu berada di lingkaran Yin dan Yang" ujar Yuan.


"Ya" ujar nya.


"Permintaan pertamaku, jika kau mengambil ingatanku maka jangan hapus ingatanku tentang wajah kedua orang tuaku di zaman modern. Permintaan keduaku, kau harus memberikan aku jurus untuk melepas bayangang. Dimana rencanaku yang satunya ada di lingkaran Yin dan Yang dan satunya menjadi Wang Yuan. Permintaan ketigaku, berikan kekuatan peramal itu padaku. Dan yang ke empat berikan kekuatan kakek buyut ku kaisar terdahulu padaku" ujarku membuat lima orang lainnya terkejut.


"Kenapa kau meminta permintaan dua yang terakhir" ujar kedua suara itu.


"Aku tidak mau, setelah aku meminta padamu. Lau mereka memberi kekuatan mereka sama seperti kedua orang lainnya" ujar Yuan sambil menunjuk dia simbolis penjaga bergantian.


"Baiklah terkabulkan. Tapi, ada satu pilihan dari kami untukmu" ujar kedua suara itu.


"Apa itu" ujar Yuan bingung sama bingungnya dengan lima orang lainnya.


"Takdir dan ujian kehidupan mu dan saudara kembarmu sama. Jadi, pilihlah kau ingin menanggung ujian itu sendiri atau ingin berbagi nya dengan saudaramu" ujar suara itu.


"Salah satu ujian itu, apakah ujian karena kami keturunan sesepuh Zan yang terjadi setelah lima hari kelahiran kami" ujar Yuan.


"Ya, sebenarnya ujian itu hanya untukmu yang memiliki mata berbeda. Tapi, karena kau dan saudaramu kembar. Maka dia juga akan merasakannya mulai dari kau keluar dari sini nanti" ujar kedua suara itu.


"Kenapa begitu" ujar Yuan. Sedangkan lima orang lainnya hanya mendengarkan.


"Karena ujian itu berlaku padamu saat umur lima tahun. Lalu setelah itu kau pindah kemari. Bisa dikatakan hubunganmu dan saudaramu telah terputus sementara. Namun, saat kau keluar maka itu berlaku" ujar kedua suara itu.


"Aku memilih menanggung sendiri saja" ujar Yuan yakin membuat lima orang lainnya ingin mencegahnya. Tapi, dia mengangkat tangannya.


"Hahaha" tawa semua orang bahkan kedua suara itu pun.


"Apa yang lucu, aku kan cuma ingin kebebasan" ujar Yuan cemberut.


"Baiklah pulanglah. Tapi, kalian akan menghadapi ujian terakhir yaitu kau harus membunuh beruang yang akan menghalangimu di jalan bawah sadarmu" ujar kedua suara itu.


"Jika aku keluar apakah aku harus memasuki lingkaran Yin dan Yang dulu" ujar Yuan.


"Tidak perlu, karena tubuh aslimu sudah kami jaga" ujar keduanya.


"Jadi, saat aku keluar aku kemana" ujar Yuan.


"Ke kekaisaran bintang" ujar kedua suara itu.


"Ohhh baiklah" ujar Yuan dan pergi bersama sesepuh Zan.


Flashback off


Saat ini, semua orang terdiam karena ada seseorang yang begitu cepat berlari dan langsung meninggalkan koin dan mengambil bakpao yang ada di depan permaisuri Wang.


"Hahaha, ibunda permaisuri maaf. Tapi, sepertinya ibunda sudah sedikit pelupa karena tua" ujar Gui dengan mendekati ibunya.


"Maksudnya sayang" ujar permaisuri Wang.


"Tadi, ibunda bilang bakpao kesukaan jijie bukan. Itu berarti yang mengambil bakpao nya sepertinya sudah ketebak" ujar Gui membuat kepala dayang tertawa.

__ADS_1


"Ada apa nenek dayang" ujar Gui.


"Pangeran, sepertinya kau dilatih oleh kakakmu ya" ujar kepala dayang.


"Iya, kenapa?" tanya Gui.


"Kau sangat mirip dengannya" ujar kepala dayang.


"Jijie mengatakan padaku agar selalu jujur. Meskipun kejujuran itu akan sangat menyakitkan. Jadi, aku memilih berkata jujur" ujar Gui.


"Ohh, sepertinya kami akan di komentar langsung oleh dua orang. Jika kami salah nantinya" ujar Jenderal.


"Tentu saja, iya" ujar Gui.


Setelah acara makan untuk menyambut datangnya tamu ke pesta perayaan itu. Jadi, acarapun dilanjutkan dengan semestinya. Dimana seperti yang seharusnya bahwa semua orang menunjukkan bakatnya. Baik dari kaum bangsawan atau dari para rakyat biasa. Mereka melakukan beberapa pertunjukan dimana diantaranya yaitu menari, bermain musik, menyanyi, memanah dan lain-lain yang menunjukkan bakat bela diri mereka. Ada yang terpukau dan ada juga yang tidak terpukau sama sekali. Banyak orang di berbagai daerah yang ingin ke acara itu. Tapi, mereka menyamar, seperti contohnya semua ketua dari sekte angin yang ingin datang melihat jenius mereka yaitu Wang Yuan yang telah bisa menguasai jurus andalan mereka di umur baru hampir lima tahun. Semua orang yang hebat dan kuat di buat makin bosan dengan penunjukan bakat yang biasa-biasa saja hingga Yu Yan mengatakan pendapatnya dengan suara sedikit meninggi agar semua orang dengar kalau dia sudah bosan.


"Ahhhh, sepertinya pesta siang ini tidak akan menyenangkan karena tidak ad,,," ujar Yu Yan terpotong karena teriakan seseorang.


"Uwaaaaa,,, ulat bulu" teriak seseorang dari atas pohon. Lalu dia turun dari pohon dan melepaskan baju luarnya. Dia memakai tiga lapis baju. Yang paling dalam yaitu baju tipis transparan, lalu yang kedua baju bagaikan kesatria dan yang terakhir baju hanpu wanita. Saat dia melepas hanpunya membuat semua orang terlejut. Tapi, tidak jadi karena mereka melihat dia memakai pakaian lain.


"Ieeeeee, ulat bulu iieeee" ujar Yuan dengan mengerakkan badannya tanda geli membuat semua orang tersenyum. Namun, mereka di buat tertawa karena perdebatan Yuan yang berani dengan kaisar iblis yang di takuti semua orang.


Hal itu terjadi saat Yuan sudah berhenti menggeliatkan badannya tanda geli. Lalu, dia bisa merasakan ada yang bergerak di rambutnya. Saat dia memegang rambutnya dan melihat apa yang bergerak itu, dia begitu tekejut dan langsung loncat ke orang yang di dekatnya. Kebetulan, kaisar iblislah yang menjadi sasarannya.


"Uwaaa, ulat bulu di rambutku. Paman tua, kau harus mengambilnya" ujar Yuan dengan langsung loncat ke pangkuan kaisar iblis dan permaisurinya di sampingnya. Namun, kaisar iblis bukannya langsung mengambil ulat bulu itu. Tapi, dia malah biasa saja membuat Yuan menamparnya.


"Plaaakkkk, paman tua, kenapa anda hanya bengong saja. Cepat ambil ulat bulunya" ujar Yuan dengan menampar kaisar iblis membuat semua orang awalnya membeku.


"Baiklah, ini" ujar kaisar iblis yang mengambil ulat bulu di rambut Yuan. Lalu menyodorkan nya ke arah Yuan, membuat Yuan terkejut dan memukul kepala kaisar iblis.


"Pletaakk, apa yang paman lakukan" ujar Yuan langsung lompat ke arah permaisuri kaisar iblis setelah dia memukul kaisar iblis.


"Bocah, kau kuat bukan, ambil ulat bulu begini saja tidak bisa" ujar kaisar iblis sambil menunjukkan ulat bulu itu ke arah Yuan.


"Ahhhhh, bukannya tidak bisa. Tapi, aku geli" ujar Yuan dengan mengerakkan tangan permaisuri kaisar iblis ke arah depannya untuk menghalangi ulat itu.


"Begini saja geli, seharus,,,," ujar kaisar iblis terhenti. Lalu melihat ke arah Yuan dengan senyuman terukir tipis di bibirnya. Lalu dia melepas jubah kebesarannya dan memberikannya ke dayangnya sambil membatin 'entah itu iya dirimu atau bukan Yuan, yang jelas aku tidak akan membuang kesempatan bersenang-senang ini'.


"Ohhh, tidak, jantung dan pikiranku menyuruhku waspada saat aku melihatmu tersenyum dengan melepas jubah kebesaranmu" ujar Yuan dengan mulai turun dari belakang perlindungan permaisuri kaisar iblis membuat semua orang bingung.


"Tadi, kau bilang kau gelikan. Maka kemarilah" ujar kaisar iblis dengan berjalan ke arah Yuan.


"Tuhkan" ujar Yuan dengan berlari sekuat tenaga nya. Berlari melingkar di acara itu, Yuan dan kaisar iblis saling berlari mengejar untuk memberikan dan menghalangi ulat bulu. Hal itu begitu lucu bagi semua orang yang melihat mereka saling mengejar.


Semua anggota kaisar iblis dibuat terkejut karena kejadian langka ini. Pasalnya, kaisar mereka sangat susah di ajak berbicara. Dia hanya akan mendengarkan lalu bertindak. Tapi, sekarang bahkan dia berlari bagaikan anak kecil yang saling mengejar. Saat semua orang melihat bahwa kaisar iblis telah kelelahan. Sedangkan Yuan biasa saja membuat semua orang bingung.


"Paman, kau harus sering latihan berlari agar kau tidak lemah" ujar Yuan kepada kaisar iblis. Kaisar iblis yang melihat Yuan tidak jauh darinya, dia langsung melempar ulat bulu itu ke arah Yuan karena dia tidak sanggup berlari lagi.


"Oh tidak" ujar Yuan yang melihat ulat bulu di lempar ke arahnya oleh kaisar iblis yang telah lelah. Namun, karena gerak cepatnya, ulat bulu itu jatuh ke tanah dengan sadis nya sampai terdengar suara ' plukk'.


"Ahhhh, untung saja. Tadi, aku bisa melihat ulat bulu terbang itu. Jika tidak, dia pasti akan menempel di badanku lagi bagaikan cicak menempel pada dinding saja. Tapi, ini pertama kali bagiku melihat ulat bulu yang tidak memiliki sayap saja, bisa terbang ke arahku. Ini sejarah baru bahwa ada ulat bulu yang bisa terbang " ujar Yuan dengan mengangkat tangan kanannya ke atas dan berteriak di akhir kalimat membuat yang lainnya tertawa.


"Kenapa, apanya yang lucu" ujar Yuan dengan melihat kesekelilingnya.


"Tidak ada apa-apa" ujar sesepuh Mao.


"Ohh benarkah" ujar Yuan dengan mengetuk pipi kanannya dengan satu jari dan manggut-manggut tanda mengerti.

__ADS_1


'Ahhh, sepertinya, sejak dia/putri lupa ingatan. Dia sedikit menjadi seperti anak seusianya pada umumnya' batin semua orang


__ADS_2