The Switched Daughter

The Switched Daughter
Ikan di daratan


__ADS_3

Setelah semua orang di kekaisaran kegelapan kembali pulih dan sadar dari pingsan mereka. Maka air sungai dan beberapa sumber air yang tadinya berwarna sedikit keemasan kembali berubah menjadi putih kembali. Semua orang di kekaisaran kegelapan dan malam merasakan senang dan juga bersalah. Mereka senang karena tidak ada satupun korban yang diakibatkan dari peperangan ini. Namun, mereka sedih karena putri yang selama ini begitu mereka segani dan kagumi tidak bisa kembali lagi kekaisaran dalam beberapa tahun ini. Hal itu dilakukan hanya demi menyelamatkan mereka. Saat ini semua orang sedang berkumpul di aula utama kekaisaran kegelapan.


"Berapa lama kita akan berpisah dari adik perempuan?" tanya Ming Zan pangeran ketiga dari kekaisaran kegelapan.


"Tidak tau" jawab Ming Lai pangeran ke empat dari kekaisaran kegelapan.


"Aku justru berpikir apakah dia akan baik-baik saja di luar sana?" tanya nenek mereka dengan nada sedikit sedih.


"Apakah nenek ingat apa kata-kata terakhir yang di ucapkan kedua jenis suara itu bersamaan tentang berterima kasih kepada siapa?" tanya Ming Fan kepada neneknya sambil memegang tangan neneknya.


"Jika kalian ingin berterima kasih, maka berterima kasihlah kepada putri kalian dan wanita yang saat ini menjadi tunangan mu" jawab neneknya.


"Itu benar nenek. Saat aku mendengar dari adik ketiga kalau dia menemukan adik perempuan di desa kekaisaran Xiao (tanah). Saat itu aku langsung meminta tolong pada ayah dan kakak pertama untuk memindahkan aku ketempat dimana adik berada yaitu menggunakan kontak darahnya. Mungkin hal itulah yang membuat kekaisaran bisa di serang, yaitu karena ayah dan kakak dalam kondisi tidak pulih. Tapi, hal baiknya yaitu kedua berlian milikku berada di satu tempat yang sama dan mereka berdua sama-sama mempertaruhkan untuk tidak bertemu kita beberapa tahun. Mungkin sajakan jika salah satu dari mereka yang berkorban pasti mereka harus berkorban membunuh dirinya atau berkorban tidak akan bertemu kita seumur hidup nya. Satu hal yang membuat aku tidak ingin melepas wanita yang telah saling bertukar darah denganku nenek, yaitu karena dia begitu hebat, cara berpikirnya dan cara menyelesaikan masalah darinya pasti sangat luar biasa. Asal nenek tau saja, orang yang mengirim ku kemari lebih cepat dari ayah mengirim ku yaitu dialah cucu menantumu dan dia juga berpesan agar aku tidak pernah meninggalkan kalian. Awalnya aku memang bingung kenapa. Tapi, sekarang aku mengerti, bahwa kita semua dalam beberapa tahun ini tidak boleh bertemu dengan mereka itulah yang menjadi alasan utamanya" cerita Fan panjang lebar.


"Sejak kapan kau berbicara panjang kali lebar begini?" tanya Ming Zao kaisar malam yang juga kakak pertama Fan. Hal itu membuat dia di pelototi oleh beberapa orang dan juga di cubit tangannya oleh permaisuri malam.


"Auhhh sakit" ujarnya sambil melihat istrinya.


"Salah dirimu sendiri" kesal permaisuri malam.


"Lalu bagaimana kabar mereka berdua nak?" tanya permaisuri kegelapan sambil melihat ke arah Fan.


"Keduanya sungguh dalam keadaan baik-baik saja. Mere,,,," jawab Fan terpotong karena mendengar tawa dan candaan dari keduanya di sertai dua suara yang bersamaan dalam berbicara. Keempat suara itu yaitu milik Yuan, Ying Wie, Yin dan Yang.


Sedangkan di desa Arid, Yuan dan Ying Wie yang baru keluar dari dunia kesadaran Yin dan Yang milik Yuan kembali masuk ke sana. Bukan hanya kesadarannya saja, melainkan tubuh merekapun ikut masuk ke dunia Yin dan Yang. Bukan karena mereka ingin tetapi karena keduanya di bawa ke dalam oleh Yin dan Yang. Saat mereka berdua tau bahwa mereka sedang berada di dunia Yin dan Yang, mereka awalnya bingung. Namun, saat mereka bertanya dan tau jawabannya mereka sangat senang.


"Kenapa kalian membawa kami kemari?" tanya kami berdua kompak.


"Karena kami ingin memberikan kalian sedikit konpensasi atas sikap kami yang semena-mena kepada kalian terutama kepada Yuan. Jadi, kalian boleh memilih apapun dari dunia kami ini" jawab dua jenis suara yang berbeda bersamaan.


"Apapun boleh?" tanya kami berdua kompak.


"Apapun boleh" jawab suara itu.


"Yakin?" tanyaku.


"Sangat yakin" jawab suara itu.


"Baiklah kami cari dulu" ujar ku sambil berjalan ke arah semua daerah yang ada di sana untuk mencari sesuatu yang keren. Barang-barang di sana kebanyakan seperti barang-barang di dunia modern.

__ADS_1


'Sepertinya kita harus menghubungkan mereka dan keluarganya untuk yang terakhir kali, agar sedikit melepas rindu mereka nantinya' ujar salah satu suara itu.


' Kau benar' jawab suara lainnya lalu mereka menghubungkan suara mereka di dunia Yin dan Yang denga aula utama kekaisaran kegelapan. Pada saat inilah saat ucapan pangeran kedua terpotong.


"Whoarrrrrrr" teriak ku di telinga Ying Wie sambil memakai topeng singa.


"Auhhh telingaku sakit sekali dan topeng apaan yang kau pakai itu?" tanyanya.


"Kau harus berobat mata" jawab ku membuat dia bingung.


"Kenapa aku harus berobat mata?" tanyanya bingung.


"Sudah jelas-jelas aku memakai topeng singa. Kenapa kau malah bertanya topeng apa, berarti matamu sedang sakit" jawabku.


"Mataku tidak sakit" balasnya.


"Tadi, kau yang bertanya topeng apa yang ku pakai bukan" ujar ku kepadanya.


"Ya,,, lalu apa masalahnya?" tanyanya.


"Pletakk,,, ya jelas berarti matamu sedang bermasalah" jawabku sambil menyentil kuat dahinya.


"Mana aku tau kan bukan aku yang rasain" ujarku membuat dia kesal.


"Ahhhh kemari kau biar aku balas. Apakah sakit atau tidak" kesal Ying sambil berjalan ke arah ku.


"Tangkap aku kalau bisa?" tantang ku.


"Baiklah" jawabnya sambil berlari.


"Gedebuk,,,,,auhhhh sakit" ujar Ying Wie sambil memegang keningnya yang mengenai tanah.


"Hahaha,,, kau menangkap berapa banyak ikan Wie" tawaku.


"Jangan ketawa dan apa maksudmu dengan ikan?" tanyanya sambil memegang keningnya yang sedikit memerah.


"Hahaha lihatlah keningmu sudah memerah. Kau tau kau terjatuh seperti seseorang yang sedang menangkap ikan di sungai dengan tangannya. Sangat sama" tawa ku membuat dia semakin kesal.


"Kau. Untung saja kau tunangan kakakku kalau tidak akan ku hancurkan kau" ujar nya kesal.

__ADS_1


"Ohhh benarkah maka rasakan ini" ujarku sambil menggerakkan sapu lidi ke arah dengan menggunakan jurusku lewat jauh.


"Pukkk,,,,,pukkk,,,puukkk" suara sapu memukul pantatnya.


"Ahhh sakit. Apakah tidak cukup dahiku dan tubuh bagian depanku yang merasakan sakit, lalu kenapa kau memukul pantatku juga hiks,,,hiks,,,ibu" kesal nya sambil sedikit terisak di akhir.


"Wow,,, ahh. Aku tidak bisa menampakkan wajah ini pada kakakmu itu" ujarku.


"Apa mak,,eddd,, sudmu edd,,,," tanyanya sambil sesekali sesengukan karena baru siap menangis.


"Seorang putri kaisar kegelapan dan juga adik dari kaisar malam di buat menangis oleh seseorang yang asing karena di pukul pantatnya. Wahhh, ini sejarah baru bahwa aku membuat putri yang begitu di segani di kekaisaran kegelapan menangis hanya dengan menyentil dahinya dan memukul pantatnya. La,,,la,,la,,, lalala,,,lalala,,,lalalalaaaa" ujar ku sambil menari dengan nada bernyanyipun mengejeknya.


"Tarian dan nyanyianmu sungguh jelek sekali kakak ipar. Kau kakak iparku, seharusnya kau menjaga sikapmu itu" ujar nya kesal.


"Tidak,,, ucapanmu salah. Aku hanya baru bertukar darah dengan kakak kedua mu karena kami saling membutuhkan saja waktu itu. Aku membutuhkan darah mereka yang aliran hitam dan kakakmu membutuhkan seseorang wanita yang mau bertunangan dengannya pada umurnya sepuluh tahun waktu itu agar bisa menghilangkan kutukannya. Asal kau tau bahwa aku tidak pernah menghalanginya jika dia ingin menikahi seorang wanita yang dia cintai suatu hari nanti, karena aku pernah menyuruhnya jika ketika dia mencintai seorang wanita nantinya maka berjuanglah untuk mendapatkannya. Namun, di detik berikutnya dia mengatakan jika kakakmu itu ingin mengejar cintaku tidak masalah bukan. Jawabanku yaitu hal itu mana ada masalah denganku. Tapi, sampai saat ini kakakmu belum mendapatkan sedikitpun cinta dariku. Jadi, hubungan kami hanya sebatas tunangan tukar darah yang sama sekali tidak ada satupun yang melihat kami bertunangan baik dari keluargamu atau keluargaku. Jadi, jika kami memutuskan untuk menikahi pria lainpun dan wanita lainpun tidak ada masalah bukan. Tapi, Wie, aku tidak akan mencari pria lain ketika aku telah memiliki ikatan pada kakakmu walaupun hanya ikatan bertukar darah. Namun, saat pria itu meninggalkan ku maka pada saat itulah aku bebas. Jadi, jangan pernah mengulangi kata-kata mu bahwa aku kakak iparmu dan aku harus berperilaku sebagai seorang kakak ipar. Jika kau mengatakan itu lagi maka aku akan mengatakan satu hal yaitu aku adalah diriku sendiri. Kau dan aku, hubungan kita sangat tidak terikat sebagai saudara ipar jika aku belum menikahi kakakmu, dan sama seperti kata-kata ku dulu bahwa tidak satu orang pun yang bisa mengatur kesenangan hidupku selain kedua orang tua kandungku. Itupun jika ucapan kedua orang tua kandungku bisa kuterima, jika tidak maka peraturannya tetap sama saja. Satu hal terakhir untukmu dariku, saat ini kau sedang berada di bawah pengawasan ku dan di wilayahku, di sini tidak ada ibumu, ayahmu, dan semua orang yang memanjakanmu seperti di kekaisaran kegelapan dan malam. Jadi, jangan manja" ceramah ku panjang lebar ke padanya. Namun, dia hanya terdiam.


"Kau dan aku sama-sama bahwa kita menjauh dari keluarga kita bukan. Jadi, di sini hanya ada kau dan aku, aku telah menganggap kau adikku sendiri. Jika kau pintar kau akan tau apa alasan sebenar,,,," ucapanku terpotong karena dia langsung memelukku saat aku mengelus kepalanya saat aku menghampiri dirinya yang terduduk di tanah.


"Terima kasih kakak hiks,,,. Awalnya aku juga bingung hiks,,,. Tapi, kini aku tau bahwa kau sedang menghiburku yang tidak bisa hiks,, menemui mereka kedepannya hiks,,,. Kau berusaha membuat aku sedikit melupakan mereka hiks,,,. Tadinya aku selalu mengingat mereka hiks,,,. Namun, saat aku mendengar ucapanmu yang begitu panjang membuat aku melupakan mereka sejenak dan juga melupakan penyesalan ku. Andai saja aku ada disana, aku pasti melindungi keluargaku pikiran itulah yang terus menghampiriku hiks,,," ujar nya sambil memeluk dan menangis di kakiku yang sedang berdiri.


"Seandainya aku tidak menjadi putri yang begitu dimanja, seandainya saja aku bisa lebih kuat, seandainya saja aku tidak menjadi beban, seandainya saja aku bukan seorang putri, seandainya aku pria seperti keempat kakakku dan seandainya saja aku bisa belajar ilmu beladiri lebih hebat dari ini maka aku pasti bisa melindungi mereka. Pasti hal seperti itulah yang akan terpikirkan di pikiranmu saat kau berada di sana. Namun, tidak bisa melindungi seluruh pasukanmu jika ada yang tiada pada waktu peperangan" ujarku sambil menyamakan tubuhku dengannya yang di tanah.


"Jika aku menjadi dirimu dan di posisi dirimu aku justru akan berpikir. Berani sekali dia menyerang kekaisaranku saat aku tidak ada di sana. Seharusnya jika dia memang bukan pecundang maka dia seharusnya menyerang saat aku ada di sana, dan karena saat ini aku tidak menjadi kelemahan kekaisaran maka aku harus buktikan pada kekaisaranku bahwa kepergianku dari kekaisaran akan membawa keberkahan untuk mereka nantinya. Karena aku akan kembali dengan membawa pulang jurus yang telah ku pelajari dari luar. Jurus yang kupelajari adalah jurus luar biasa dari luar dari guru-guru yang ku pilih sendiri untukku, dari guru-guru yang ku percaya untuk menjadikan ku kuat, dan aku akan menciptakan pasukanku sendiri yang akan selalu ada saat aku membutuhkan mereka. Mereka ada saat aku bukanlah seorang bangsawan tentunya mereka akan ada saat aku juga sekarang bangsawan. Hanya ada satu kuncinya, jika aku ingin bisa mendapat kan dan mewujudkan impianku itu yaitu dengan saling menghormati. Seperti kata pepatah yang ku dengar bahwa kehidupan ini bagaikan engkau berdiri di cermin. Kau mengatakan kau tidak butuh siapapun tetapi saat di depan cermin kau juga membutuhkan bayanganmu untuk melihat apakah kau cantik dengan baju ini atau apakah baju ini sudah sesuai denganku. Seperti pepatah lain yang juga mengatakan bahwa apapun yang kau tanam maka itulah yang kau tuai. Jika kau menanam kebencian maka kebencian dari orang lain pula yang akan kau dapatkan. Namun, jika kau menanam kebaikan kepada semua orang, maka kebaikan pula yang akan kau tuai. Jadi, Wie sayang, inilah aku. Aku bukanlah orang yang akan memanjakanmu seperti di kekaisaran kegelapan. Tapi, aku adalah temanmu, kakakmu, gurumu dan juga musuhmu dalam kehidupanmu di luar kekaisaran kegelapan selama beberapa tahun saat kau tidak bisa kembali. Jadi, bangunlah" ceramahku panjang lebar lalu menarik telinganya membuat dia bingung.


"Aduhhh. Kenapa menjewerku, memangnya apa salahku?" tanyanya.


"Etika dan tata krama seorang wanita. Kau memeluk kakiku sambil mengotori bajuku seolah-olah sedang memohon dan tidak berdaya, lalu kau juga mengotori bajuku dengan ingusmu itu. Lihatlah ini,,,ini,, dan ini. Ieeeee" ujarku sambil menunjuk bajuku yang basah karena air matanya.


"Sebenarnya kau ini siapa?" tanya Yin dan Yang.


"Apanya?" tanyaku bingung.


"Kata-kata mu bagaikan seorang guru yang berpengalaman. Namun, kau juga seperti seseorang yang begitu gila kebersihan bahkan ingusnya pun kau tidak suka kena bajumu" jawab keduanya.


"Dia ingin aku berhenti menangis. Sekarang aku punya julukan baru untukmu. Kakak yang susah di tebak aku akan memanggil mu dengan itu" ujar Wie.


"Aku akan memanggilmu adik penangkap ikan di daratan hahaha" ujar ku sambil menyentil kembali jidatnya.


"Ahhhh sakit, dahiku sakit" teriaknya kesal.

__ADS_1


__ADS_2