
Yuan memberikan latihan awal kepada para anggota baru nya yaitu latihan mengelilingi lapangan yang jarak nya 100 meter persegi.
Anak-anak dibawah lima tahun ia suruh memutari lapangan yang biasa saja sebanyak 100 kali sedangkan untuk anak-anak di atas lima tahun ia suruh mengitari lapangan dengan membawa kayu yang beratnya sekitar lima kilo yang di ikat di pinggang mereka.
Pada lapangan yang kedua diisi dengan pasir dan itu tempat latihan untuk para lansia dan perempuan dimana mereka juga harus mengelilingi lapangan itu sebanyak 100 kali.
Hal yang sama juga terjadi di lapangan untuk para laki-laki dewasa latihan yaitu lapangan yang di penuhi dengan lumpur basah bagaikan di sawah, yang dalam nya sekitar setengah lutut.
Mereka semua menuruti apa saja yang di katakan oleh Yuan karena mereka takut bila Yuan marah.
"Dan untuk kalian bertiga akan di latih langsung oleh bibi Kim Puera, bibi Kim Yula dan paman Kim Kongyie. Sister akan di latih oleh bibi Yula, Dera akan dilatih oleh bibi Puera dan brother akan dilatih oleh paman kongyie" ujar ku.
"Lalu diri mu" tanya Dera.
"Aku akan dilatih oleh bibi Yuba" ujar ku dan mereka hanya mengangguki kepala saja.
Di ketiga lapangan, belum sampai 50 putaran baru 30 putaran mereka sudah kelelahan dan Yuan memaklumi itu.
" Sudah cukup untuk hari ini, karena kita pun mulai nya sudah agak kesiangan. Sedangkan besok hari kita akan mulai nya jam 5 pagi" ujar ku.
" Apa,,," teriak mereka.
"Kita mulai nya besok jam 5 pagi, apanya yang apa" ujar ku.
"Itu terlalu awal" ujar beberapa anak-anak mereka dari tiga kelompok.
"Ohhhhoho awal kah, apa kah aku harus membangunkan kalian jam 4 pagi" ujar ku.
"Itu lebih awal lagi,,," ujar mereka.
"Bagaimana kalau jam 3 apakah boleh" tanya ku membuat mereka pasrah.
"Baiklah jam 5 pagi kita mulai latihan nya" ujar mereka.
"Gitu dong, baiklah untuk saat ini kembali lah kerumah kalian masing-masing untuk membersihkan diri dan temui aku di istana jika kalian sudah selesai" ujar ku, setelah itu kami semua pergi ke rumah masing-masing untuk membersihkan diri.
Setelah beberapa saat semua orang telah berkumpul di aula istana yang telah disediakan banyak meja dan kursi yang cukup untuk mereka semua makan.
Seperti biasa nya Yuan lah yang terakhir datang membuat Dera geram.
"Ahhh, kemana bocah itu kenapa dia akhir-akhir ini selalu saja telat" ujar Dera.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, datanglah Yuan dengan santai nya. Namun, wajah nya menampakkan raut kelelahan membuat kedua kakak nya cemas.
"Ada apa denganmu Yuan" ujar Nana.
"Tidak kenapa-kenapa sister" ujar ku.
"Jika tidak kenapa-kenapa, kenapa wajahmu seperti kelelahan" tanya Joun.
"Entah lah diri ku memang merasa lelah saja" ujar ku bohong karena tidak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya bahwa ketika didalam kamar tadi aku baru saja mengontrak Naga hijau ku yang ku dapat dari teka-teki itu tapi belum mengontraknya. Meskipun aku sudah memberikannya nama, tapi belum mengontraknya.
"Baiklah, sebaiknya kalian makan dulu" ujar bibi Yula.
Saat kami makan hanya keheningan yang ada. Setelah selesai makan, aku mengatakan kepada mereka semua.
"Aku dan Dera akan kembali ke akademi malam ini. Sebaiknya kalian beristirahat lah ataupun lakukan apa saja yang bermanfaat menurut kalian" ujar ku.
"Baiklah putri" ujar mereka kompak.
"Jangan memanggilku putri, panggil saja namaku. Jika tidak bisa, maka panggil saja Queen" Sambung ku.
"Baik putri, ehhhh Queen" ujar mereka.
"Lebih baik" ujar ku.
Majulah beberapa orang dari ketiga kelompok, ada sekitar 25 orang. Namun, 20 diantaranya berasal dari sekte bandit gagak hitam.
"Ohhh,,, jadi kebanyakan para pandai besi yaitu dari sekte gagak hitam" ujar ku.
"Ya Quenn, bahkan tiga orang yang dari sekte kami. Awalnya mereka juga dari sekte gagak hitam" ujar paman Ming Yao.
"Ohhh benarkah" tanya ku.
"Ya Queen" ujar mereka bertiga yang menjadi perwakilan.
"Baiklah, aku mengumpulkan kalian untuk membuat senjata yang berbentuk seperti ini" ujar ku sambil mengeluarkan gambar yang ku buat.
"Kira-kira berapa lama akan siap" ujar ku.
"Tidak tau Queen, karena benda ini belum pernah kami buat" ujar mereka.
__ADS_1
"Memang belum ada disini paman. Tapi, aku ingin yang menjadi senjata pasukan kita nanti yaitu benda-benda yang ku gambar itu agar itu menjadi ciri khas kita" ujar ku.
"Baik Queen kami mengerti" ujar mereka.
"Bagus,,, beristirahatlah kalian karena akupun akan istirahat agar perjalanan kami ke akademi nanti malam tak ada halangan" ujar ku.
"Apakah perlu kami antar" tanya paman Ming Yao.
"Tidak perlu paman" ujar ku.
"Tapi sangat berbahaya jika hanya kalian berdua" ujar Nana.
"Ya,," ujar semua orang kompak.
"Tak perlu cemas, ada kami berdua yang akan mengantar mereka" ujar Kongyie dan Puera.
"Dan kalian pun tak perlu khawatir, agar lebih cepat kami akan naik di punggung kedua singa kontrak ku" ujar ku.
"Bahkan kami bisa lebih cepat lagi, sama seperti ketika kita pergi kemari" ujar Dera sambil melihat ke arah ku.
" Terserahlah aku ingin istirahat" ujar ku sambil berlalu pergi. Begitupun dengan yang lainnya, merekapun bubar ingin istirahat
Sedangkan di istana Bintang, mereka di buat bingung dengan tidak ada tanda-tanda akan datangnya pasukan iblis. Mereka telah menunggu dari pagi har sampai siang hari, tapi belum ada tanda-tanda akan terjadi peperangan.
" Jangan lengah, kita tidak tau strategi pasukan iblis. Bisa jadi mereka akan dengan tiba-tiba datang" ujar kaisar Lin.
"Ya,,, kalian jangan sampai lengah" ujar kaisar lainnya kompak.
Di saat wajah semua orang hampir senang karena mungkin tak akan ada peperangan hari ini. Berbeda dengan ekspresi sesepuh Zan yang kelihatan sedang sedikit kesal.
'Ahhhh apakah firasat ku yang salah atau memang dia sudah mengalahkan kaisar iblis itu. Padahal sudah dua tahun aku tak bertemu dengan cucu perempuan ku, aku sangat ingin melihat nya bertempur melawan musuh' batin sesepuh Zan sambil tatapannya terlihat agak sendu dan ekspresinya itu dilihat oleh para permaisuri yang juga sudah berada di atas benteng kerena mereka juga penasaran apakah benar tidak ada tanda-tanda musuh.
"Ada apa ayah, kenapa kau seperti sedang memikirkan sesuatu" ujar permaisuri.
"Bukan apa-apa" ujar sesepuh Zan.
"Baiklah jika tak ada apa-apa" ujar permaisuri.
Mereka menunggu hingga malam tiba namun pasukan iblis juga belum datang.
"Sudah cukup, sepertinya ada para pejuang lainnya yang telah mengalahkan kaisar iblis itu. Sebaiknya kalian kembali untuk istirahat" ujar sesepuh Zan.
__ADS_1
" Baik" ujar mereka.