The Switched Daughter

The Switched Daughter
Heboh


__ADS_3

Di aula utama kekaisaran Wang telah berkumpul semua orang dengan berbeda-beda ekspresi, terutama ekspresi Wang Yu Yan yang kesal terhadap Wang Yuan. Namun, mereka semua hanya diam saja membuat Yuan kesal.


"Jika tidak ada lagi yang perlu di bicarakan maka aku akan kembali ke kamar ku" ujar ku membuat kakak ku kesal.


"Bocah apakah kau tidak tau bagaimana cara berperilaku layaknya seorang putri dan seorang adik?" tanya Wang Yu Yan sambil memasang wajah kesal saat menatap ke arah Yuan.


"Aku tau, tapi masalahnya aku sangat bosan. Jadi, karena tidak ada yang mau berbicara, maka kita kembali ke kamar masing-masing saja" jawab ku.


"Kau,,,,," teriak kesal nya sambil menunjuk diri ku.


"Jijie, aku sungguh sangat lelah. Jadi, bisakah aku kembali ke kamar saja?" tanya ku kepada nya.


"Tidakkah kau bisa lebih menetap sebentar saja, kenapa harus main kabur-kaburan sih?" tanya Yu Yan.


"Jijie, aku sangat bosan, makanya aku keluar dan lihatlah bahkan Run saja tersenyum" jawab ku sambil menunjuk ke arah Run yang di pangkuan ku.


"Yeyeye mua,,,mua,,,ye,,," celetuk riang Run sambil mengangkat tangannya ke arah wajah ku.


"Lihatlah jijie" ujar ku sambil melihat ke arah Run sambil tersenyum.


"Jadi, jijie, bisakah aku tidur karena aku sangat lelah sekali. Jika jijie tidak mengizinkan aku tidur di kekaisaran, maka aku akan pergi ke luar lagi dan entah kapan aku baru kembali" sambung ku lagi.


"Kau ingin mati apa hah" kesal nya.


"Aku lelah,,,,," tegas ku.


"Nak biarkan saja adik mu tidur. Mungkin memang benar kalau dia sangat kelelahan" perintah kaisar dan permaisuri kompak.


"Baiklah pergilah" ujar Yu Yan sambil menatap ke arah ku.


"Terima kasih banyak jijie" ujar ku sambil berlalu pergi.


"Aissss dia ingin aku marahi, tapi aku sangat sayang padanya" celetuk Yu Yan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat kepergian Yuan.


****


Di kekaisaran siang, kamar kaisar mereka sudah berantakan karena ulah kaisar mereka. Karena dia sangat marah ternyata banyak orang yang di luar sana yang bisa mengimbangi kekuatannya. Dia mencampak kan seluruh barang yang ada di kamarnya.


Dia baru bisa tenang saat menterinya mengatakan bahwa beberapa lagi adalah hari kelahiran tiga penerus dari dua kekaisaran. Maka tentu saja mereka akan mengadakan acaranya seperti biasa yaitu di kekaisaran bintang. Jadi, pada saat itu pastinya akan banyak orang yang datang karena mereka ingin melihat mereka bertiga.


***


Sedangkan di kekaisaran bintang, para sesepuh sedang berkultivikasi selama dua jam. Saat mereka akhirnya membuka mata mereka tidak melihat sesepuh Zan di sana.


"Kemana dia pergi?" tanya sesepuh Mao.


"Siapa?" tanya sesepuh Hun.


"Zan, kemana dia, kenapa dia tidak ada di sini?" tanya sesepuh Mao.


"Tidak biasanya dia begini karena dia biasanya hanya menghabiskan waktunya di sini atau mungkin ke kekaisaran Yu untuk melihat cucunya" jawab sesepuh Ying.


"Mungkinkah dia memiliki keluarga yang lain" celetuk sembarangan sesepuh Mao.


"Kau bilang apa?" tanya sesepuh Ying.


" Mungkinkah dia memiliki keluarga yang lain di luar sana" ujar nya sekali lagi.


"Sebaiknya kau tutup mulut mu itu sebelum aku membunuh mu Mao" ujar sesepuh Ying sambil berlalu pergi.


"Emang apa yang salah dari ucapan ku, aku kan hanya mengatakan apa yang ada di pikiran ku saja" ujarnya tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Seharusnya kau melihat kau sedang berbicara dengan siapa" balas sesepuh Muran.


"Emang apa yang salah sih dari ucapan ku?" tanya sesepuh Mao.


"Dia adalah istrinya dan kau berbicara kata-kata itu dengan santai nya di depannya dan kepada dirinya. Tentu saja dia akan sakit hati" jawab sesepuh Muran sambil berlalu pergi.

__ADS_1


"Oh,,,, begitukah, tapi kan aku hanya berpendapat saja. Ehhh,, jika ingin pergi kenapa tidak mengatakan dulu" celetuk sesepuh Mao saat dia melihat tidak ada satu orang pun yang masih di sana.


***


Kembali ke kekaisaran Wang, dimana di dalam kamar Yuan telah ada tujuh orang karena di tambah dengan sesepuh Zan. Selain Yuan dan Dera yang lain nya tidak tidur. Sesepuh Zan datang tepat setelah Yuan baru saja menutup matanya. Dia tidak ingin membangunkan Yuan, jadi dia memilih hanya menatap Yuan yang sedang tertidur. Sehingga setelah dua puluh menit akhirnya Yuan bangun.


"Sejak kapan anda datang?" tanya ku sambil tetap menutup mata ku membuat yang lainnya terkejut.


"Siapa?" tanya Yayan.


"Sesepuh Zan" jawab ku.


"Dari mana kau tau kalau ada sesepuh Zan. Sedangkan sesepuh Zan duduk di belakang mu?" tanya Yayan.


"Dari detak jantung dan nafasnya" jawab ku membuat mereka semua bingung kecuali sesepuh Zan.


"Bagaimana kau bisa tahu identitas sesworang hanya dari detak jantung dan nafasnya seseorang?" tanya Yayan.


"Hanya untuk dirinya karena kami telah saling terikat dalam sebuah jurus" jawab ku.


"Sejak kapan kau merasa kelelahan?" tanya sesepuh Zan membuat yang lainnya bingung.


"Sejak tiga hari yang lalu tubuh ku sudah mulai merasa kelelahan" jawab ku.


"Kok kami tidak tau, dan kelihatannya kau baik-baik saja?" tanya Dera sambil mulai membuka matanya dan menatap ke arah ku yang di depannya.


"Aku menyembunyikan nya" jawab ku.


"Kenapa tidak menceritakan kepada kamu?" tanya Ziwiera.


"Kalian tidak ada yang bertanya, jadi untuk apa aku ceritakan kepada kalian" jawab ku dengan santai membuat mereka geram.


"Tidak perlu khawatir karena aku hanya kelelahan saja. Setelah tidur sebentar maka aku akan kembali pulih seperti semula. Aku hanya merasakan seolah-olah kehidupan ku bukan hanya di sini saja. Melainkan juga ada di daerah lain lagi, karena saat aku makan harus ada dua menu yang satunya manis dan satunya pedas. Lalu, aku juga merasa seolah-olah ada orang lain yang sedang berlatih, namun dia mengambil kekuatan tenaga ku. Karena itulah aku sering merasa lelah tanpa sebab, dan untuk mu sesepuh Zan. Apakah kalian akan membuat acara saat hari kelahiran kami tujuh belas hari lagi?" tanya ku.


"Tentu saja iya, dan kau harus datang karena sudah empat tahun kau tidak menerima hadiah dari kami. Jadi, kau tidak boleh beralasan lagi" perintah sesepuh Zan.


" Apa alasan mu tidak mau datang?" tanya sesepuh Zan.


"Kaisar siang" jawab ku.


"Kenapa memangnya dengannya?" tanya semua orang kompak.


"Dia akan datang pada saat acara itu. Jadi, aku akan memilih bersembunyi dulu saja untuk memantau keadaan. Perketat lah keamanan dan waspadalah pada saat acara kelahiran kami diadakan. Jadi, tidak perlu lagi kakek berbohong pada para sesepuh, karena entah mengapa aku merasa kalau aku akan menghadapi kesulitan mulai dari sekarang. Jadi, mungkin aku membutuhkan sedikit bantuan dari kalian para sesepuh" jawab ku.


"Ohh,,,," mereka semua hanya ber-oh ria saja mendengar jawaban ku.


"Baiklah kalau begitu aku akan pulang dulu. Jagalah kesehatan mu demi keluarga mu" perintah sesepuh Zan sambil mencium pipi kiri ku, lalu setelah itu dia pergi.


" Kenapa rasanya hubungan kalian sangat dekat?" tanya lima orang lainnya selain Dera.


"Aku sebenarnya putri kandung permaisuri Yu" jawab ku.


"Apa maksud mu?" tanya mereka kompak.


"Aku putri kandung mereka yang tertukar dengan putri kaisar Wang saat acara Kurol. Jadi, aku tidak mau ada di sana dulu bukan untuk tidak ingin bertemu kaisar siang. Melainkan aku ingin memantau seluruh pergerakannya. Apakah kalian ingat ramalan yang di katakan oleh peramal yang terkenal itu?" tanya ku.


"Ya kami ingat bahwa dia mengatakan kalau pada saat usia putri permaisuri Yu berumur kelipatan lima tahun, maka dia akan merasa sangat kesakitan, dan dia selalu menghadapi antara hidup dan mati. Tunggu dulu, lalu apa maksudnya itu?" tanya Ziwiera sambil menatap ke arah ku.


"Lalu ramalan untuk jodoh kakak mu Wie?" tanya ku.


"Dia mengatakan kalau kakak ku akan bersama putri pertama kaisar Yu. Sedangkan putra pertama kaisar Yu akan bersama putri kaisar Wang" jawabnya.


"Takdir membuat kami dekat dengan orang yang di takdir kan untuk kami. Aku mengenal kakak mu saat kami berusia masih anak-anak bukan. Jadi, anggap lah ini sudah takdir" ujar ku.


"Lalu apa alasannya kau mengatakan hal itu pada kami semua?" tan Dera.


"Aku membutuhkan bantuan kalian untuk memantau ku karena aku tidak tau kapan kehidupan ku benar-benar terancam. Terutama saat umur ku kelipatan lima tahun" jawab ku.

__ADS_1


"Oh baiklah kami mengerti maksud mu" balas mereka semua kompak.


"Tok,,,,tok,,,tok tuan putri" teriak kasim dari luar.


"Ya" jawab ku.


"Tuan putri di tunggu untuk makan bersama di ruang makan" ujar kasim itu.


"Terima kasih kakek kasim, aku akan segera kesana. Kami bersiap-siap dulu, katakan mereka duluan saja. Kami akan menyusul setelah bersiap-siap" balas ku.


" Baiklah tuan putri" jawab nya, lalu dia pergi.


Mereka semua bersiap-siap untuk acara makan bersama keluarga kekaisaran Wang di ruang makan. Setelah sepuluh menit akhirnya mereka selesai bersiap-siap, lalu mereka berenam pergi ke ruang makan istana.


"Lama sekali jijie Yuan datang, aku sungguh sudah sangat lapar sekali menunggu jijie" celetuk Gui.


"Jijie tidak menyuruh mu untuk menunggu bukan" jawab ku.


"Tapi, kan kami harus menunggu jijie, dan jijiepun tidak menyuruh kami untuk makan duluan" ujar nya cemberut.


"Kakek kasim, apa yang tadi aku katakan pada anda?" tanya ku.


"Terima kasih kakek kasim, aku akan segera kesana. Kami bersiap-siap dulu, katakan mereka duluan saja. Kami akan menyusul setelah bersiap-siap" jawab nya.


"Tepat sekali, dan seingat diriku aku ada mengucapkan kata-kata untuk kalian duluan saja bukan. Jadi, kenapa tidak duluan makan saja?" tanya ku.


"Mana kami tau apa maksud dari ucapan mu itu. Kami berpikir bahwa kau menyuruh kami duluan untuk ke ruang makan, bukan untuk duluan makan" jawab Yu Yan kesal.


"Sabar-sabar, kenapa harus esmossi sih".


"E,,,mo,,,si,,, bukan esmossi" kesalnya sambil menatap diri ku.


"Kan mulut-mulut Yuan juga, kenapa malah jijie yang marah" ujar ku santai.


"Wang Yuan, kau bera,,,,, uhuk,,,uhuk,," teriaknya terpotong karena aku melempar buah anggur secepat kilat yang langsung masuk ke tenggorokannya tanpa di gigit sedikit pun membuat dia tersedak.


"Jijie berhati-hatilah saat berbicara, jangan sampai tersedak seperti barusan" celetuk ku sambil mengejek dirinya.


"Itu semua karena ulah mu bukan" kesalnya sambil menatap ke arah ku.


"Apa salah meimei mu yang cantik ini jijie, aku di sini dan kau di sana. Jadi, sangat tidak mungkin kan" jawab ku.


"Kau,,,,,," teriaknya.


"Gedubrak,,,,, diamlah kalian berdua. Kenapa di saat kalian berdua bertemu malah kalian saling beradu mulut" teriak permaisuri sambil memukul pelan meja makan.


"Alamak/ampun" terkejut kami berdua kompak.


"Sepertinya kalian sangat ingin di hukum hah" teriak permaisuri sambil menatap ke arah kami berdua.


"Ibunda ampun,,,," mohon Yu Yan sambil mengatupkan kedua tangannya.


Di saat semua orang takut dengan permaisuri Wang yang sedang naik pitam, mereka semua di buat terkejut dengan suara sendok yang menyentuh piring. Saat mereka melihat sumber suara itu, terlihatlah Yuan yang sedang makan.


"Kau, kami menunggu mu dari tadi. Sedangkan kau malah enak-enak saja makan" teriak Yu Yan kesal sambil menatap ke arah Yuan.


"Hai, Wang Yuan, aku sedang berbicara dengan mu bukan dengan orang lain" kesal Yu Yan sambil menunjuk ke arah Yuan. Namun, detik berikutnya, dia di buat terkejut dengan tatapan Yuan yang sangat tajam ke arah dirinya sambil memegang sendok yang sudah di penuhi dengan nasi.


"Ini,,,," terkejut dirinya.


"Yuan adalah tipe orang yang sangat suka kepada seseorang yang menganggu tiga hal dalam hidupnya. Yang pertama keluarganya, yang kedua saat dia tidur, dan yang ketiga saat dia makan. Jadi, saat dia tidur dan makan, maka jangan mengganggu dirinya. Yang paling utama adalah jangan pernah mengganggu keluarganya, jika tidak ingin dia habisi" cerita Dera yang belum mulai makan.


"Ah,,, baiklah, mari silahkan makan" perintah kaisar Wang kepada yang lainnya. Lalu, mereka semua menuruti ucapan kaisar yaitu mulai makan.


Sedangkan di kekaisaran bintang, semua orang juga sedang berkumpul di ruang makan. Mereka semua hanya menatap ke arah sesepuh Zan. Begitupun sesepuh Ying yang terus menatap ke arah sesepuh Zan yang sama sekali belum bersuara sejak dia pulang dari perjalanannya. Setelah semuanya selesai makan, barulah dia mengatakan.


"Aku tau kalian berpikir bahwa aku pergi kemana tadi kan. Jawaban ku adalah ke tempat cucu perempuan pertama ku yaitu Wang Yuan. Dia dan Yu Anchi tertukar pada saat mereka tenggelam di acara Kurol. Jadi, bukan maksud ku bahwa aku memercayai kalau ramalannya itu benar. Tapi, peramal itu telah meramalkan kalau cucu ku akan lahir tiga hari sebelum tabib menentukan, dan itu terbukti benar. Lalu, dia meramalkan bahwa cucuku akan mengalami masalah antara hidup dan mati pada setiap umurnya kelipatan lima tahun dan sepertinya itu juga benar. Jadi, aku baru saja menemuinya, dan aku melihat dia sangat kelelahan namun dia mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Yuan juga memperingati agar kita waspada pada acara kelahiran mereka nanti, karena kaisar siang pasti juga akan datang" cerita sesepuh Zan membuat yang lainnya terdiam.

__ADS_1


__ADS_2