
Semua orang terkejut dengan suara seorang perempuan yang mereka dengan di gambaran Mona yang berada di benua atas.
"Kau siapa, dan dimana dirimu, kenapa aku tidak melihat siapapun?".
"Mata mereka sebagian terlalu kotor untuk bisa melihat diriku. Jadi," setelah jawaban dari wanita itu, tiba-tiba gambaran yang mereka lihat di benua bawah tiba-tiba menjadi hitam membuat semua orang di benua bawah sangat penasaran akan siapa dan apa yang terjadi di benua atas.
"Sial, sebenarnya siapa wanita itu?" kesal pangeran mahkota karena gambaran itu hanya menampakkan warna hitam saja, suarapun tidak terdengar.
Disaat semua orang yang berada di benua bawah bingung akan apa yang terjadi di benua atas. Berbeda dengan Mona yang sangat terkejut karena wajah wanita yang di depannya tidak jauh berbeda dari wajah ibunya di zaman modern dulu.
"Siapa sebenarnya anda, mengapa wajah anda agak mirip dengan ibuku di zaman modern. Tapi, aku yakin anda bukanlah dia, karena aura tubuh kalian sangat berbeda.
"Aku memanglah bukan ibumu di zaman modern. Karena dia adalah bayanganku, sama seperti dua bayanganmu saat kau masih menjalankan misi dari pedang Yin & Yang".
"Tunggu dulu, biarkan aku mencerna ini dulu".
"Cernalah ucapanku setelah aku menceritakan semuanya. Kau adalah putriku yang sebenarnya akan lahir pertama kali di benua atas. Tapi, saat kau hampir lahir, aku melihat tanda bahwa kau adalah orang yang memiliki kekuatan lebih dari kekuatanku dan akan menjadi incaran semua orang. Jadi, aku memutuskan untuk membuka portal ke masa depan dan melahirkanmu di sana karena bayangan ayahmu dan diriku juga telah bahagia di sana, setelah kami mengirim mereka ke masa depan. Dulunya aku berpikir dengan mengirim dirimu ke masa depan, hidup bersama dengan bayangan dari kami maka kau akan bahagia. Karena tidak akan ada satu orangpun yang tahu kalau kau menurunkan kekuatan kami di dalam tubuhmu. Tapi, siapa sangka bahwa kematian kalian semua bertepatan dengan portal masa depan dan masa lalu terbuka, hingga membuat kalian semua datang kemari. Entah ini sudah takdirmu dengan pengorbanan yang telah aku ucapkan dengan kedua permaisuri itu, bahwa kau akan di lahirkan dari perut permaisuri Yu dan putranya akan menikah dengan putriku. Sebenarnya aku hanya mengatakan bahwa putriku akan lahir dari perutnya, tapi aku sendiri tidak menyangka jika itu adalah dirimu. Begitupun dengan putra permaisuri kegelapan yang menjadi suamimu. Aku memang mengatakan kalau putriku, tapi aku tidak menyangka kalau aku menepati semua janjiku hanya pada kegidupanmu. Bedanya bayanganmu dan bayanganku adalah bayanganmu berupa kedua kekuatanmu Yeng berasal dari pedang Yin & Yang, sedangkan bayanganku adalah bayangan asli yang tidak bisa lagi menyatu dengan tubuhku karena suatu mantra.
"Pertanyaan pertama dariku, kenapa anda harus mengirim bayangan anda ke zaman modern, dan kenapa aku pernah mendengar ucapan seseorang bahwa aku adalah orang yang terpilih?".
"Karena aku dan bayanganku tidak boleh terlihat di tempat yang sama, jika aku mengirimnya ke benua bawah. Maka tetap mereka akan tahu bahwa dia adalah bayanganku. Jadi, menurutku, inilah pilihan terbaik untuknya. Soal pertanyaan keduamu, tergantung pada sudut pandangmu sendiri".
"Bisakah anda memperlihatkan sekilas tentang ibuku di zaman modern. Karena dia adalah wanita pertama yang mengajariku tentang kehidupan sehari-hari".
"Jika kau menginginkan hal itu maka aku akan menurutinya" ucapannya terdengar sedikit berat.
"Tunggu, apakah itu akan memakan jiwamu atau kekuatanmu?" tanya Mona. Wanita itu hanya menatap ke arah Mona, tanpa mengatakan ya atau tidak.
"Kau pasti tahu kalau aku suka kejujuran. Jika dengan melihat mereka akan memakan sesuatu dari tubuhmu, maka jangan lakukan".
"Aku datang hanya ingin mengucapkan perpisahan selamanya padamu. Baik aku, ayahmu dan bayangan kami, sama-sama akan meninggalkan dunia kami selamanya. Aku merasa berat mengatakannya tadi, bukan karena itu memakan kekuatanku. Tapi, karena keempat adikmu, kau pasti akan kesal jika kami meninggalkan adikmu itu bukan".
"Titipkan mereka pada salah satu ibu guruku yang telah menikah selama dua puluh tahun tapi belum di karuniai seorang anak. Aku yakin dia masih hidup".
"Kau tidak marah atau membenci kami berempat?".
"Aku juga telah menjadi seorang ibu yang telah mengorbankan dirinya demi kehidupan ketiga anak-anaknya. Jika soal kalian akan pergi, maka apa yang bisa aku lakukan karena semua kehidupan memiliki akhirnya bukan?" Mona mengatakan hal itu dengan nada santai, tapi matanya meneteskan air mata.
"Maaf sayang, jika aku harus egois mempermainkan kehidupanmu. Aku hanya bisa melakukan sesuatu sekali lagi, jadi katakan apapun yang ingin kau minta dari ibumu ini" wanita itu memeluk Mona.
"Mmmmm, hangat, jika memang ibu Dewi bisa. Maka tolong bantu aku untuk jika nanti aku berhasil mencari ragaku dan raga semua orang yang di tahan di sini yang dari benua bawah. Tolong ibu Dewi membuat pembatas dimana baik benua atas atau bawah tidak bisa saling berhubungan lagi".
"Ibu Dewi" ulang wanita itu sambil tersenyum.
"Aku memiliki banyak ibu, mommy adalah ibuku di zaman modern, ibu permaisuri Wang adalah ibu yang mengasuhku karena aku tertukar atas ulah pangeran mahkota, ibunda permaisuri Yu adalah ibu kandungku di benua bawah. Disini aku di panggil Dewi kupu-kupu, jadi aku memanggil ibu dengan ibu Dewi yaitu ibu dari dewi kupu-kupu".
"Hahaha masuk akal".
"Ngomong-ngomong dimana ayah?".
"Dia menjaga tubuhmu, jika kau tahu dimana tubuhmu. Maka saat itulah kau akan bertemu dengan ayahmu".
"Kami menemukannya" ucap beberapa pasukan semut.
"Semut?".
"Hehehe" tawa Mona.
"Kau memiliki tanda sabit merah di keningmu?".
__ADS_1
"Ya, kenapa memangnya, kenapa ibu Dewi terkejut begitu".
"Karena seseorang yang memiliki tanda sabit merah adalah tanda kehancuran kekaisaran langit. Pangeran mahkota ingin menikah dengan seseorang yang menjadi Dewi kupu-kupu karena hanya Dewi kupu-kupu yang bisa mengimbangi kedamaian dari kehancuran. Sedangkan orang yang menjadi kehancurannya adalah dia yang memiliki tanda sabit merah. Tapi siapa sangka baik kehancuran dan kedamaian kekaisaran mereka ada di dalam tubuh satu orang yang sama" ceritanya sambil mengikuti Mona yang mengikuti rombongan semut.
"Apakah ayah berambut panjang atau pendek seperti Daddy, ibu Dewi?".
"Menurutmu?".
"Mungkin berambut panjang karena inikan zaman kuno, pria dan wanitanya sama-sama berambut panjang. Bahkan jika baru pertama kali melihatnya, aku pernah menganggap seorang pria sebagai seorang wanita".
"Kau saja berpenampilan seperti seorang pria, mungkin banyak juga orang yang saat bertemu denganmu berpikir kalau kau pria" ucap White yang telah merubah penampilannya menjadi manusia.
"Ibu Dewi, apakah kau melihat seseorang?".
"Maksudmu?".
"Aku mendengar suara seseorang, tapi aku tidak melihat wujudnya. Ets,,, gak kena, gak kena bluweeeee" Mona berlari setelah dia mengejek White yang berniat memukul dirinya lewat belakang. Tapi, Mona duluan menghindari serangannya. Mereka berdua saling kejar-kejaran, hanya ibunya Mona dan tiga naga lainnya yang mengikuti semut.
"Aku bahagia, karena bisa melihatnya seperti ini".
"Apakah keduanya tidak menyadari betapa umur mereka?" kompak Green dan Rain.
"Dia begini hanya di depan kita, aku justru menyukai dia yang bebas berekspresi seperti ini. Dibandingkan dengan dia yang tampil sangat hebat hanya demi di segani oleh semua orang" ucap Dragon.
Keempatnya sama-sama menatap ke arah Mona yang sedang tertawa dan mengejek ke arah White. Sedangkan wajah White sedang kesal.
"Aduh,,,,," Mona di jewer di telinga kanannya karena dia lengah saat melihat ada kupu-kupu yang terbang ke arahnya dan hinggap di rambutnya.
"Ikut denganku".
"Aduh,,, jangan di tarik, sakit tahu" Mona berusaha memegang tangan White yang sedang menjewer telinganya.
"Salah dirimu sendiri".
"Dragon, Green, Rain,,," mohon Mona sambil menatap ke arah ketiganya dengan tatapan memelas. Namun, hal yang sama juga berlaku kepada ketiganya, membuat ketiganya memalingkan pandangannya ke arah lain.
"Aduh, White, ampun, aku janji tidak akan mengulanginya hari ini" mohon Mona.
"Ah, sudahlah" White melepas jewerannya.
"Aku tidak akan mengulanginya hari ini, tapi aku tidak berjanji tidak akan mengulanginya kedepannya" lari Mona ke dalam sebuah ruangan yang pintunya telah dibuka oleh Dragon karena semut membawa mereka kesana.
Mona dan lainnya, melihat ke arah sekeliling ruangan itu. Ruangan itu adalah kamar dari pangeran mahkota kekaisaran langit. Mona melihat tubuhnya dan tubuh enam orang lainnya ada di dalam sebuah bola mantra. Mona memegang bola itu, membuat semua raga di dalamnya menghilang membuat semua orang di sana bingung.
"Uhuk,,,,uhuk,,,uhuk" muntah darah Mona dan enam orang lainnya di benua bawah, kompak di waktu bersamaan dengan hancurnya bola mantra yange mengurung tubuh kecil mereka.
"Mona" teriak semua orang karena tubuh Mona begitu lemah.
Sedangkan di benua bawah, enam orang lainnya hanya memuntahkan darah dari mulut mereka. Tapi, tubuh mereka tidak lemah.
"Tidak mungkin" terkejut pangeran mahkota karena dia melihat enam orang yang tadinya tidak memiliki bayangan tubuh mereka jika terkena matahari. Sekarang sudah memilikinya.
"Ada apa, nak?" tanya permaisuri kaisar langit.
"Mereka mendapatkan tubuh mereka kembali" tunjuknya kearah tubuh enam orang.
"Jadi, Mona juga sudah mendapatkan tubuh aslinya" ucap ayah kaisar Yu.
"Itu berarti, kami tidak terikat lagi denganmu mulai sekarang. Jadi, jangan pernah bermimpi ingin mendapatkan cucuku lagi" sambungnya.
__ADS_1
"Kalian pikir kalian masih cukup hebat, akhh,,,,," teriak beberapa orang yang tadi dari benua atas. Karena portal dunia atas kembali terbuka dan menarik tubuh mereka kembali ke atas karena keinginan dari Mona.
"Bagus, aku pasti mendapatkan dirinya di sana" ucap pangeran mahkota. Lalu, dalam waktu seketika semua orang menghilang.
"Bibi, kenapa bibi telsenyum?" tanya Airi sambil menunjuk ke arah Kety.
"Karena, ibundamu lebih pintar, jadi tidak mungkin rencananya akan berhasil".
"Maksudnya?".
"Maksud bibi, bibi yakin portal itu terbuka karena ulah ibumu. Jadi, dia pasti sudah merencanakan dengan matang-matang semuanya" Kety mendekati Ming Fan untuk mengambil Airi. Namun, dia di tegur oleh wanita yang menjadi ratu kekaisaran siang.
"Kau siapa? berani sekali kau berniat mendekati pria milikku" wanita itu menghadang Kety yang berjarak semeter lagi dari tubuh Ming Fan.
"Kaulah yang siapa?" kesal Kety sambil menarik tangan wanita itu ke arah samping kanannya, membuat wanita itu terdorong ke arah samping kanan Kety. Disaat wanita itu hampir jatuh, dia di sambut oleh Alex.
"Oh, kau menyelamatkan diriku" senyum wanita itu ke arah Alex.
"Urusanmu" ucap Alex sambil mendorong wanita itu kembali ke arah Kety.
"Apa?" terkejut wanita itu.
"Untuk apa?" tanya Kety sambil memandang Alex.
"Kau kurang bersenang-senang selama ini, kau bisa bersenang-senang dengannya dengan alasan dia berani menghadang jalanmu untuk memeluk keponakan cantikmu" senyum Alex ke arah Airi.
"Ah, benar juga, kenapa aku tidak ingat hal itu" senyum smirk Kety ke arah wanita itu.
"Dengar, jangan berani macam-macam, karena aku adalah ratu kekaisaran siang" wanita itu melangkah mundur menjauhi Kety yang sedang berjalan ke arahnya.
"Kau bilang kau adalah ratu kekaisaran siang, jika aku mau, aku bisa langsung memenggal kepalamu. Namun, aku menyadari bahwa tiga wanita yang sangat aku kenal sebelumnya, sangatlah suka bermain-main. Jadi, kenapa aku mencari kematianku sendiri dengan menghapus kesenangan mereka" jawab Alex.
"Apa maksudmu?" tanya wanita itu sambil berjalan mundur menjauhi Kety.
"Kau menjauh dari Kety, tapi kau mendekati wanita yang pendiam namun ganas lainnya di belakangmu" jawab Alex.
"Dibelakangku akhk,,,," ucapan wanita itu terhenti karena bagian tubuh atas dan bawahnya telah terpisah oleh ulah dari Dera.
"Akh,,,," teriak semua orang yang melihatnya karena darah berceceran kesana kemari.
"Kenapa kau membuatnya menjadi tidak seru, seharusnya kita bisa bermain-main dahulu" cemberut Kety.
"Aku sudah lama muak dengannya, tapi dia tidak pernah mencari masalah atau dekat jaraknya denganku. Jadi, saat kesempatan ini datang dengan sendirinya kepadaku kenapa aku harus menunggunya lagi" ucapnya dengan santainya.
"Berikan pedangmu" pinta Kety.
"Untuk apa?" tanyanya sambil tetap menyerahkan pedangnya.
"Darahnya tidak layak berada di pedangmu" ucap Kety sambil membersihkan pedang Dera dengan menggunakan kekuatannya.
"Ah, kau belajar kekuatan itu?" kesal Alex sambil menunjuk ke arah Kety.
"Dia yang memberikannya menggunakan kekuatannya".
"Kenapa dia tidak memberikan kekuatan untukku juga?" kesal Alex.
"Bukankah kau sudah memiliki banyak kekuatanmu sendiri" kompak dingin Kety dan Dera.
"Ah, benar juga, ucapan kalian masuk akal juga. Karena selama dia di kurung, dia tidak memiliki ilmu apapun" ucap Alex sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan sebelah tangannya menunjuk ke arah Kety.
__ADS_1
"Aku berpikir kapan dia akan kembali turun ke benua bawah untuk berkumpul kembali bersama dengan kita semua?" tanya Kety tiba-tiba keluar dari pembahasan, namun membuat semua orang juga berpikir hal yang sama.
"kau benar, dia telah membebaskan kalian. Lalu, apa lagi yang dia tunggu. Eh, dimana putri Mayumi?" tanya Dera karena Mayumi tiba-tiba tidak ada di samping kaisar Yu.