The Switched Daughter

The Switched Daughter
Ini mimpi yang indah


__ADS_3

" Yes is me,,,," ujar Yuan sambil merentang kan tangan nya agar kedua jiwa kakak nya di dunia modern itu memeluk nya dan mereka yang melihat bahwa adik mereka merentang kan tangan nya segera menghampiri dan memeluk nya. Dera hanya ingin melihat saja karna ia tak mau mengganggu pertemuan tiga bersaudara di dunia modern itu begitu pun dengan yang lain nya mereka hanya bisa melihat momen tersebut tanpa tau harus berbuat apa Yuan yang merasa bahwa Dera tak bergabung berkata.


" Kak bukan kah kau memiliki satu adik lagi" ujar Yuan sambil menggerakkan mata nya melirik ke arah Dera.


" Kemari lah" ujar kakak laki laki Mona.


" Bukan kah aku akan mengganggu momen kalian" ujar Dera.


" Sama sekali tidak" ujar kami bertiga.


" Ck menyebalkan kalian sungguh kompak" ujar Dera.


" Tentu saja" ujar kompak mereka lagi, karena kompak lagi mereka saling pandang dan tertawa mereka saling melepas rindu.


* * * * * *


Di kerajaan bintang berkumpul lah para kaisar kerajaan aliran putih, mereka saling berdiskusi tentang bagai mana mereka akan menaklukkan pasukan musuh utama mereka yaitu kaisar iblis. Meskipun ada beberapa kekaisaran aliran hitam tapi hanya kekaisaran iblis yang terus-menerus menteror mereka. Sehingga mereka berpikir untuk mengirim para permaisuri ke akademi untuk menyusul anak mereka yang sudah tak mereka lihat selama dua tahun. Namun para permaisuri tak mau dengan alasan jika para kaisar mati karna perang maka mereka juga akan mati dengan berada di samping suami nya dan jika mereka pergi bukan kah itu yang di inginkan para musuh agar mereka tau di mana letak ke empat akademi yang di lindungi oleh ketua pemilik akademi tersebut jadi sampai kapan pun mereka akan menunggu dan berada di sisi suami mereka sampai mereka mendapat kemenangan di medan perang.


* * * *


" Kak umur kalian berapa," ujar Dera


" Kami berdua berumur sepuluh tahun, kami berdua berada ditubuh dua bersaudara, sebenar nya sepasang saudara kembar" ujar kakak perempuan mereka.


" Siapa nama kalian" ujar Yuan.


" Nama kami hampir sama dengan nama ketika kami di dunia modern yaitu nama kami Miao Nana dan Miao Tae" ujar Nana.


" Oh baik lah apa kakak dan yang lain nya tinggal disini selama ini" ujar ku.


" Ya kami membangun ini sedikit demi sedikit selama ini. Awal nya hanya para kakek dan nenek yang disana namun lama kelamaan jadi sebanyak ini" ujar Miao Tae sambil menunjuk ke arah sepasang lansia yang juga sedang menatap mereka.


" Sebenar nya kalian ingin kemana" ujar Nana.


" Hutan kabut" ujar kami berdua yang sukses membuat mereka yang mendengar nya terkejut.

__ADS_1


" Apa jangan bercanda" ujar beberapa orang kompak.


" Kami tak bercanda kami memang berencana kesana" ujar Dera.


" Untuk apa kalian kesana" ujar Miao Tae.


"Untuk berkultivikasi, ngomong-ngomong kak aku harus memanggil mu dengan nama apa sungguh aku sangat risih dengan nama miao" ujar Yuan.


" Bagaimana jika kita memakai nama awal kami Kim Nana dan Kim Jountae" ujar Nana.


"Itu lebih baik dan kami akan memakai nama kami di sana juga Kim Mona dan Kim ,,,," ujar Yuan berpikir nama apa yang ia berikan untuk Dera pakai dan Dera yang mengerti memberi usulan.


"Bagaimana jika Kim Nora" ujar Dera yang di anggukan oleh Yuan tanda setuju.


" Mengapa kalian berdua mengubah nama kalian nak tadi kalian bilang nama kalian Wang Yuan dan Dera" ujar seorang bibi.


" Begini bibi rencana nya kami ingin membuat sebuah organisasi pembantai kejahatan dan kami akan mengubah nama kami agar tak di kenali oleh pihak keluarga kerajaan kami" ujar Yuan.


" Itulah alasan kenapa kami mengikuti anak anak ini kemari, kami ingin tau seberapa banyak orang yang bersembunyi di sini dan kami tak menyangka jika lebih dari 40 orang,," ujar Dera.


" Besok" ujar Yuan dan Dera kompak.


" Begitu cepat" ujar kedua kakak mereka.


"Kak sebenar nya kami akan merekrut beberapa orang dan tidak di sangka ternyata kakak sudah mendapat sebagian jadi kami tidak terlalu pusing memikirkan hal itu" ujar Yuan.


" Bisakah semua nya berkumpul di sini,," ujar Yuan dan mereka yang mendengar apa yang di ucap kan Yuan segara berkumpul.


" Begini rencana nya kami akan membuat organisasi pembunuhan bayaran jadi aku ingin merekrut kalian apakah kalian mau tapi kita tidak membunuh orang sembarangan melain kan membunuh mereka mereka yang pantas du bunuh. jadi bagaimana menurut kalian" ujar Yuan.


" Kami mau hanya saja kami sangat lemah" ujar anak laki laki berumur 4 tahun.


" Soal lemah tak masalah kalian bisa belajar jika kalian benar benar lemah dan tak bisa mengangkat senjata maka kalian bisa meracik racun yang sangat mematikan bukan" ujar Yuan memberi mereka harapan untuk bangkit, dan benar saja mereka semua merasa senang karna apa yang di ucap kan Yuan.


" Ini masih terlalu sedikit, aku ingin anggota yang lebih banyak jadi cari lah orang dan rekrut lah. Yakin kan ia agar mau bergabung, semakin banyak yang bergabung semakin bagus dan tidak ada batasan umur karena kalian tak kan tau bahwa terkadang umur yang kalian remeh kan dia bisa mengubah dunia" ujar Yuan.

__ADS_1


" Baik kami akan melaku kan nya" ujar mereka semua kompak selain dua sekawan Yuan dan Dera.


" Baik lah kami ingin istirahat selamat malam" ujar Yuan langsung tidur di tanah di samping ia duduk begitu pun dengan Dera.


" Nak Dera dan nak Yuan sebaik nya tidur di salah satu ruang kamar saja,,," ujar seorang nenek sambil mengelus kepala mereka berdua.


" Mnhhh" ujar mereka berdua malas beranjak.


" Biar kan saja nenek mereka tak kan bangun jika mereka sudah tidur kami sangat mengenal mereka di kehidupan sebelum nya" ujar Nana sambil memberikan selimut ke kedua adik nya.


" Selamat malam my little star I love U" ujar Nana sambil mencium kepala Yuan.


" Selamat malam my young sister," ujar Nana sambil mencium kepala Dera dan berlalu pergi.


" Apa kah seperti ini rasanya di sayang seorang kakak" ujar Dera.


" Kau bertanya seolah kau tak pernah merasa kan nya" ujar Yuan.


" Apa kah yang kau maksud Mofan gege" ujar Dera.


" hHe emmm" ujar Yuan.


" Dia katamu apakah kami terlihat memiliki kesan baik dan tak terlupakan menurut mu" ujar Dera yang sukses membuat Yuan terkekeh geli mendengar nya.


" Jangan tertawa segeralah tidur" ujar Jountae menghampiri kedua adik nya dan mencium kepala mereka berdua sama seperti yang di lakukan Nana.


" Bukan kah ini terlalu indah" ujar Dera.


" Apa maksud mu" ujar Yuan.


" Jika ini mimpi aku tak ingin bangun aku di dunia modern tak memiliki siapa pun selain dirimu sebagai teman ku sedangkan di sini aku memiliki hampir segalanya mereka menghormati aku karena bakat ku, ini terlalu sempurna dan indah jika ini mimpi sungguh mimpi yang indah " ujar Dera dengan sedikit suara serak menahan tangis.


" Ini bukan mimpi segeralah tidur" ujar Yuan sambil mencium salah satu punggung tangan Dera.


" Terima kasih karena telah memilih aku sebagai teman mu di dua kehidupan ini" ujar Dera sambil membalas apa yang di lakukan Yuan setelah itu mereka langsung tertidur. Mereka tak menyadari jika di beberapa tempat khusus nya di tempat kedua kakak mereka berada sedang menahan air matanya mendengar cerita kedua adik mereka begitu pun dengan yang lain nya yang mendengar ucapan dua sekawan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2