
Saat ini mereka berlima dan anak-anak sedang berada di pasar di pasar ada lampion harapan, bunga lentera di danau, dan banyak penjual yang menjual dagangan nya. Anak-anak yang di bantu kakak Yuan merasa sangat senang karena ini pertama kali bagi mereka keluar di malam hari untuk jalan-jalan, ketika mereka sedang asik-asik nya bermain dan berlari mereka melihat sekelompok bandit sedang meminta uang sewa dari para pedagang. Yuan merasa geram ke pada para bandit tersebut ia ingin menghajar mereka tapi di hentikan oleh Nana.
" Tak perlu marah mereka juga sama seperti kita bahwa mereka juga ada menanggung beberapa orang di kediaman mereka hanya saja cara mereka mencari uang salah" ujar Nana.
" Maksud sister" ujar ku.
" Tiga hari yang lalu kami bertemu dengan mereka kami melihat mereka sedang mengincar kereta anak dari bangsawan anak itu sangat sombong bahkan yang terakhir kali ia berani menampar seorang anak kecil di bawah umur nya serelah ia menampar anak itu saat anak bangsawan itu perjalanan mau pulang, para bandit itu menghalangi mereka di tengah jalan. Para bandit telah menghaluskan bubuk tidur itu dan menaruh bubuk tidur di tempat tersembunyi di kereta dari sebelum anak itu naik agar tak diketahui, saat mereka menghentikan para rombongan mereka juga menebarkan bubuk yang sama ke arah udara agar terhirup oleh mereka setelah itu mereka mengambil beberapa koin emas dari mereka namun mereka tak melukai lawan nya sama sekali bukan kah cara mereka masih termasuk baik tapi kita kan juga tak tau kenapa mereka meminta pada setiap penjual uang jadi lebih baik jangan berprasangka buruk dulu" ujar Nana.
" Ihw begitu aku jadi tertarik ingin merekrut mereka kalau mendengar dari cerita sister mereka cocok menjadi penjaga dengan tubuh mereka itu" ujar ku.
" Jijie ini ada 24 koin emas ambil lah dan beli lah beberapa pakaian untuk semua usia tanpa terkecuali, jika kurang kata kan saja" ujar ku sambil berjalan pergi dengan Meimei masih di gendongan ku.
" Kau mau ke mana" ujar mereka bertiga.
" Aku ingin bermain-main" ujar ku.
" Kenapa tidak ajak-ajak aku kan juga ingin bermain-main terutama main pisau" ujar Dera dengan senyum seringai nya karena ia membayang kan ketika ia jadi mafia.
" Kau ini" ujar Joun dan Nana bersamaan sambil menyentil kening Dera.
" Aduhhhh sakit tau" ujar Dera.
" Seharus nya kau liat-liat umur mu kau ingin bermain pisau sebaik nya kau belajar sana bukan justru main-main yang selalu kau pikir kan" ujar Nana.
" Kan tidak seru" ujar Dera cemberut.
" Jadi" ujar Joun dan Nana serempak.
" Apa nya" ujar Dera bingung.
" Kau sudah di tinggalkan" ujar mereka berdua saat mendengar hal itu Dera melihat ke arah dimana tadi Yuan pergi ketika ia tak menemukan apa pu ia hanya bisa berkata.
" Itu salah kalian jika saja kalian tak menyuruh ku untuk berbicara aku tak kan di tinggal begini" ujar Dera sambil menyentak-nyentakan kaki nya ke tanah tanda kesal.
" Jika kau hanya begitu kau tidak akan menyusul nya karena ia belum terlalu jauh" ujar Joun sambil mengelus kepala Dera pelan.
__ADS_1
" Ahhh brother benar" ujar Dera sambil berlalu pergi.
" Hahah dasar tidak kah kau merasa hidup kita sedikit berwarna" ujar Joun kepada Nana.
" Maksud mu" ujar Nana bingung.
" Sebelum mereka datang kita merasa hidup ini hampa meskipun di sekeliling kita ada banyak anak-anak tapi baru beberapa hari mereka datang aku jadi merasa aku akan sangat di perlukan kedepan nya" ujar Joun.
" Kau benar sudah lah kita beli perlengkapan untuk semua orang dulu" ujar Nana.
" Ya mari" ujar Joun sambil membantu Nana mencari beberapa barang untuk lain nya.
Sedangkan di tempat Yuan ia sedang mengikuti para bandit dengan masih menggendong Mei namun tak lama datang lah Dera yang sedikit kesal.
" Kenapa kau tak menunggu ku" ujar nya kesal.
" Malas saja" ujar ku dingin.
" Kan aku dah bilang aku ingin bermain-main juga" ujar nya lagi.
" Main apa" ujar nya.
" Main adu mulut" ujar ku membuat nya kesal.
" Kau," ujar nya yang kesal melihat ku dan ingin memukul ku namun ia tahan.
" Diam lah" ujar ku.
Kami terus mengikuti para bandit itu kami melihat segala aktivitas nya dan koin yang mereka tagih dari para pedagang mereka berikan pada rakyat miskin desa sebelah namun mereka tak mengatakan itu dari mereka melainkan dari sumbangan para pedagang.
Setelah itu kami melihat mereka masuk ke hutan dan hal yang lebih mengejut kan lagi yaitu mereka bertemu beberapa orang di hutan dan kami mendengar mereka mengatakan.
" Apa kah kau sudah selesai" tanya ketua bandit yang tadi kami ikuti pada seseorang.
" Ya kami sudah memberikan koin untuk mereka yang miskin pada desa mu" ujar nya.
__ADS_1
" Aa kah kau sudah meminta koin hari ini" ujar ketua bandit.
"Belum" ujar nya.
" Baik lah kalau begitu ini koin hari ini bagikan lagi bagi mereka yang membutuhkan kan di desa kami" ujar ketua bandit.
"Baik ini koin kemarin" ujar nya.
" Baik lah kami pulang dulu" ujar ketua bandit dan berlalu pergi.
" Jadi kedua kelompok bandit ini saling bertukar bandit yang kita ikuti meminta uang dari desa sana lalu menyerah kan kepada bandit dari desa lain dan mereka lah yang memberikan kepada yang membutuhkan di desa tadi begitupun sebaliknya" ujar ku.
" Seperti nya begitu mungkin mereka ingin di takuti di daerah nya namun sebenarnya mereka membantu yang lemah dengan koin tersebut" ujar Dera.
" Baik lah mari ikuti mereka kita berpencar saja" ujar ku.
" Baik biar aku yang ikuti bandit desa sebelah karena kau sedang menggendong Fang Mei bersama mu jadi jika kau mengikuti bandit dari desa kakak tempati itu tidak sulit sedangkan desa sebelah kita tidak tau mereka bersembunyi dimana" ujar Dera.
" Baik kita berkumpul di tempat tersembunyi milik bro and sis" ujar ku.
" Ok bye " ujar nya sambil berlalu pergi.
" Tunggu kalau menurut mu mereka pantas kita bawa ke istana bulan maka bawa saja" ujar ku.
"Kenapa aku kau saja yang bicara" ujar nya.
" Rekrut lah terus karena aku ingin kita hanya masuk sekali karena agar kita cepat sampai di istana iblis" ujar ku.
" Kenapa kita ke sana" ujar nya.
" Karena aku ingin mengalah kan nya tapi tak ingin orang lain tau bahwa aku yang melaku kan nya" ujar ku.
"Ohw aku mengerti sekarang kau memang selalu susah di tebak kemarin kau bilang ingin ke istana menemui keluarga mu tapi sekarang kau ingin menemui langsung musuh mu apa kau tak takut" ujar nya.
" Tidak sama sekali" ujar ku dan berlalu pergi tanpa pedulikan dia.
__ADS_1