
Semua orang di buat terkejut dengan kedatangan sesepuh Zan yang sedang menggendong Yuan dengan berlumuran darah. Sebenarnya yang mengeluarkan darah hanya Yuan. Tapi, karena sesepuh Zan menggendongnya dari belakang jadi seluruh pakaiannya juga terkena.
Saat melihat hal itu membuat semua orang bingung apa yang sebenarnya terjadi, terutama seluruh orang yang menjadi perwakilan kekaisaran kegelapan.
"Tenanglah dia baik-baik saja, dia melawan beruang ganas yang sangat besar. Dia melawannya hanya dengan belati kecilnya" ujar sesepuh Zan sambil berlalu pergi. Namun, baru lima langkah dia pergi, dia bisa melihat bahwa pedang es yang selama ini menjadi pusaka utama penjaga gerbang dari ke kaisaran bintang tiba-tiba keluar dari simbol di atas gerbang. Lalu, sebelum semua orang bereaksi, pedang itu telah memasuki tubuh Yuan.
"Pedang Yin" ujar semua orang terkejut melihat hal itu. Namun, mereka dibuat semakin terkejut karena benda pusaka milik kaisar kegelapan yaitu pedang api juga pergi ke arah Yuan dan masuk ke tubuhnya.
"Pedang Yang" ujar semua orang dari kekaisaran iblis.
"Yin dan Yang telah memilih tuannya, hanya saja dia masih terlalu lemah" ujar suara yang menggema di udara tanpa mereka tau siapa yang berbicara.
"Kalian tidak akan bisa menghentikannya, dia tidak akan ingat pada siapapun dari kalian. Jadi, jika tidak ingin membuatnya tersiksa karena ulah dari Yin dan Yang mengambil isi pikiran dirinya yang masih lemah untuk mengendalikan mereka. Maka sebaiknya kalian tetap diam saja atas apapun yang dilakukannya nanti, dia juga tidak ingat siapa ibunya, ayahnya, saudaranya, dan temannya" ujar suara itu lagi. Namun, mereka dibuat terkejut dengan bangunnya Yuan.
"Auhhhh, ini dimana" ujar Yuan.
"Ini di kekaisaran bintang" ujar sesepuh Zan
"Siapa kalian" ujar Yuan.
'My Sweety' telepati Fan khusus untuk Yuan.
"Siapa yang berbicara" ujar Yuan membuat yang lainnya bingung.
"Siapa yang berbicara sayang" ujar sesepuh Ying sambil membelai kepala Yuan.
'My Sweety aku adalah calon suamimu' batin Fan lagi.
"Tidak, aku masih kecil aku belum mempunyai suami,,, tidak,,, tidak. Keluar dari kepalaku" ujar Yuan dengan meremas kuat rambutnya membuat semua orang sedih. Terutama anggota kekaisaran bulan, bahkan semua anggota itu menatap ke arah Dragon, Green dan White bersamaan.
"Kami tidak tau" ujar ketiganya kompak saat melihat tatapan anggota Black Rose.
"Aku tidak tau siapa kau atau bubungan apa yang telah kau jalin dengan salah satu cucu perempuanku. Tapi, ku mohon biarkan waktu yang menjawabnya, biarkan dia mengingatnya sendiri tanpa harus di paksakan" ujar sesepuh Zan sambil memegang tangan Yuan agar tidak meremas rambutnya lagi. Mereka bisa melihat Yuan telah tenang. Namun, mereka di kejutkan dengan kata-kata Yuan
"Siapa yang mengendalikan Kekaisaran di bagian yang hanya ada malam hari" ujar Yuan membuat semua orang terkejut.
"Itu aku Gong Ming Zao kaisar dari kekaisaran malam, putra pertama dari kaisar kegelapan" ujar kaisar malam dengan bangun dari kursinya.
"Lima hari lagi kau akan menghadapi peperangan dengan melawan daerah yang hanya ada siang hari. Mereka telah menempatkan mata-mata di seluruh daerah. Putri pertama mu telah di berikan racun ulat pengendali hati yang mana rencana mereka saat melawanmu. Mereka akan menjadikan putrimu sandera untuk membuatmu tunduk" ujar Yuan membuat kaisar malam terkejut.
"Zan" ujar Yuan membuat lainnya terkejut, sebenarnya ada apa dengan tuan putri mereka.
"Ya" ujar sesepuh Zan.
"Kau harus menjadi pelindung cucu perempuan pertama mu, karena tepat pada usianya sepuluh tahun atau tepat di hari ulang tahunnya atau hari kelahirannya sebuah pedang akan menancap tepat menembus jantungnya saat dia berusaha melindungi putri perempuanmu atau ibunya. Saat itu dia akan terbunuh, tapi ada satu cara menyelamatkannya yaitu kau harus membuat Cicit dari cucu pertamamu memeluk tepat di jantung ibunya" ujar Yuan.
"Memangnya kau pikir gampang membuat cicit pada usia sepuluh tahun dari cucu perempuanku. Bahkan jodohnyapun aku tidak tau dimana" ujar sesepuh Zan dengan memukul kepala Yuan pelan agar dia kembali seperti semua dan hal itu berhasil karena ada sebagian tingkahnya yang masih sama seperti dulu jika dia tidak suka hal yang dilakukan itu.
"Kakek tua, aku masih muda. Jika kau memukul kepalaku begitu aku bisa bodoh" ujar Yuan sambil menunjuk dengan jari telunjuk kanannya ke arah sesepuh Zan dan sebelah tangan kirinya berkacak di pinggang membuat semua orang yang tadinya sedih menjadi sedikit bahagia.
"Memangnya kau ingat namamu, keluargamu, dan umurmu" ujar sesepuh Zan dengan membalas berkacak pinggang.
"Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm" ujar Yuan.
"Panjang sekali mikirnya" ujar sesepuh Zan.
"Terserah diriku dong, kan pikiran-pikiran saya juga" ujar Yuan.
"Baiklah, terus kami harus memanggilmu apa" ujar sesepuh Zan.
"Tidak tau" ujar Yuan bingung.
"Baiklah bagaimana jika memanggil mu, Wang Yuan" ujar sesepuh Ying.
"Tidak mau" ujar Yuan membuat semua orang terkejut.
"Kenapa?" tanya sesepuh Ying.
__ADS_1
"Ini hidupku aku akan memakai nama Yuan saja tidak pakai nama keluarga. Ngomong-ngomong Wang itu nama keluarga mana" ujar Yuan kepada sesepuh Ying.
"Keluarga Kaisar Wang, mere,,,," ujar sesepuh Ying terpotong karena teriakan Yuan.
"Tuh kan, saya pikir hanya keluarga biasa saja. Tapi, malah keturunan kekaisaran. Tidak mau" ujar Yuan.
"Bukankah itu sangat keren, kau bisa mendapatkan banyak emas, uang, perhiasan dan segala-galanya" ujar sesepuh Ying.
"Orang lain mungkin suka, tapi aku tidak. Justru jika aku adalah keturunan asli kekaisaran aku akan selalu mencari alasan agar aku pergi dari istana. Misalnya aku akan mengatakan ke akademi untuk belajar, lalu ketika aku di akademi aku akan beralasan ingin latihan di luar" ujar Yuan membuat sesepuh Zan, orang-orang akademi Naga Emas yang kini bertugas di kekaisaran Wang dan semua orang dari kekaisaran bulan tersenyum karena ucapannya. Ucapan dan jalan berpikir yang masih sama saja seperti Wang Yuan yang dulu.
"Kenapa?" tanya sesepuh Ying.
"Nenek tua, jika kau di suruh pilih antara menjadi tanah, pohon, gunung, awan dan langit. Kau pilih yang mana agar membuat orang lain takut atau segan" ujar Yuan.
"Langit" ujar sesepuh Ying.
"Ckkk, yang lain" ujar Yuan.
"Langit" ujar semua orang.
"Kenapa?" tanya Yuan.
"Karena langit yang paling tinggi" ujar semua orang kompak, bahkan kaisar iblis juga menjawab hal yang sama.
"Salah" ujar Yuan dengan mengerakkan jari telunjuknya dan kepalanya ke kiri dan kanan. Seolah-olah sedang menggelengkan kepalanya.
"Maksudnya" ujar semua orang kecuali anggota Black Rose yang sudah tau jawabannya.
"Jika aku menjadi kalian aku akan memilih burung. Karena dia bisa hinggap di tanah, pohon, gunung, bahkan bisa seolah-olah ke awan dan langit. Mereka susah di tangkap, mereka bisa terbang bebas di atas tanpa halangan dan mereka hanya bisa di panah dengan panah satu persatu. Namun, jika mereka segerombolan menyerang seorang pemanah tadi untuk balas dendam temannya maka pasti mereka menang. Atau jawaban lainnya yaitu,,, cobalah bertanya seperti itu padaku nenek" ujar Yuan dengan menunjuk sesepuh Muran.
" Nak jika kau di suruh pilih antara menjadi tanah, pohon, gunung, awan dan langit kau pilih yang mana agar membuat orang lain takut atau segan" ujar sesepuh Muran.
"Tidak pilih yang manapun" ujar Yuan.
"Kenapa?" ujar sesepuh Muran.
"Yu Ning" panggil Yuan membuat semua orang membeku. Namun, tidak ada yang berani menjawab bahkan permaisuri Yu yang di panggil namanyapun tidak menjawab.
"Apakah tidak ada yang bernama Yu Ning?" tanya Yuan.
"Untuk apa sayang" ujar sesepuh Ying sambil membelai kepala Yuan.
"Dia akan kehilangan salah satu putrinya pada usia putrinya dua pulih lima tahun, segala keputusan itu kembali padanya yang mana yang akan dia selamatkan. Apakah itu putri kandungnya atau putri yang selama ini menjadi putrinya. Sesuatu yang mereka anggap miliknya ternyata bukan miliknya melainkan milik orang lain. Sedangkan, sesuatu yang menjadi milik dirinya ternyata berada pada orang lain, benda itu tertu,,,," ujar Yuan terpotong. Lalu pingsan tepat di pangkuan sesepuh Ying.
"Hahaha sepertinya jika perkataannya benar untuk dirimu kaisar malam. Maka kita memiliki peramal cilik yang menggantikan peramal tua itu" ujar sesepuh Zan sambil mengangkat Yuan di dadanya san duduk di salah satu mejanya.
"Siapkan makanannya, aku ingin saat dia bangun makanan sudah ada karena dia pasti lapar" ujar sesepuh Zan dengan menempat kan Yuan yang pingsan di pangkuannya.
Sesuai ucapan sesepuh Zan, setelah dua puluh menit Yuan tertidur akhirnya dia bangun. Hal pertama yang dia lihat adalah makanan. Saat melihat makanan, dia lansung memakannya tanpa menunggu para kaisar mempersilahkan mata. Semua orang menunggu dirinya bangun. Tapi, dia malah langsung makan tanpa aba-aba apapun.
"Nak, tidakkah kau menunggu kami" ujar sesepuh Mao. Namun, Yuan masih tidak peduli.
"Nak, bahkan Zan yang memelukmu dari tadi saja belum makan" ujar sesepuh Mao membuat Yuan kesal karena makan malamnya terganggu oleh kakek tua. Dia sangat benci orang yang sedang makan berbicara. Karena tidak ingin mengganggu acara makan malam mereka, akhirnya Yuan memilih pergi dari sana dengan cara tiba-tiba menghilang.
"Sesepuh Mao" ujar Gui dengan sedikit teriak.
"Kakek tau, jijie Yuan sangat benci orang yang berbicara saat makan. Oleh karena itu Jijie mungkin pergi mencari makanannya sendiri" ujar Gui.
"Aku juga tidak suka makanan ini" ujar putri Kaisar Malam yang baru bangun.
"Sayang" ujar permaisuri kaisar malam.
"Ibu makanannya tidak enak, aku mau buah yang banyak" ujar putri Kaisar malam.
"Tapi, ibu aku ingin buah" ujar putri kaisar malam itu.
"Sayang, ini di kekaisaran bintang bu,,," ujar permaisuri malam terhenti karena ada tiga macam buah berada di meja mereka.
__ADS_1
"Makanlah" ujar Yuan.
"Bolehkah, dan kau dimana" ujar putri kaisar malam.
"Boleh saja, jika kurang maka petik saja pada pohonnya. Aku ada di pohon buah apel yang dekat denganmu" ujar Yuan membuat dia melihat ke arah pohon apel itu. Bukan hanya dirinya saja, tapi semua orang juga melihat ke arah pohon apel. Setelah mereka memperhatikannya dengan sangat lama barulah mereka menyadari Yuan dengan santaiyta tidur di salah satu dahan pohon itu.
"Tapi, aku kan seorang putri, aku harus mementingkan kehormatan keluargaku" ujar putri kaisar malam.
"Kenapa kau memusingkan hal itu putri, jika aku menjadi mu aku akan berpikir bahwa selama aku selalu memakai baju itu berarti kehormatan ibuku dan keluargaku tetap terjaga dan ini hidupmu. Kau tidak akan tau kapan kau akan tiada jika hanya mementingkan permintaan ayah ibumu" ujar Yuan.
"Kau benar" ujar putri kaisar malam.
"Putri, sebaiknya dengarkanlah ucapan yang mulia kaisar dan permaisuri" ujar seorang dayang perempuan membuat senyuman terukir di wajah Yuan.
"Benar juga" ujar putri kaisar malam.
"Tuan putri, dengarkanlah hatimu, dengarkanlah apa yang di ucapkan ikeh hatimu dan pikiranmu" ujar Yuan.
"Ahhhhhhhh, aku akan memetik buah dari pohonnya" ujar putri kaisar malam.
"Biar aku bantu" ujar Yuan mengibaskan tangannya. Lalu tiba-tiba putri kaisar malam ada di depannya di atas pohon.
Kraukkkkk, gigitan pertama membuat putri kaisar malam merasakan tidak enak pada badannya. Lalu pada gigitan kedua dia semakin merasakan mual dan ketika gigitan ketiga Yuan memindahkannya ke bawah. Saat itulah putri kaisar malam memuntahkan racun ulat pengendali hati.
Saat Yuan melihat ada dua ulat telah keluar akhirnya dia menginjak kedilua ulat itu. Jika di lihat oleh orang-orang itu menginjak biasa. Tapi, sebenarnya dia menginjak nya menggunakan kekuatannya. Saat mereka lihat ada dua ulat keluar dari mulut putri kaisar malam menjadi terkejut dan khawatir.
"Tenanglah, karena hal it biasa terjadi saat ulat merasa dan mencium bau yang lebih segar. Seperti daun yang ada di pohon itu atau buah yang kau makan langsung dari pohonnya" ujar Yuan. Namun mereka dibuat terkejut dengan suara belati menancap pada tubuh seseorang "Jlebbbb" .
"Ada apa ini" ujar kaisar malam.
"Tanya pada dayang mu lah" ujar Yuan membuat kaisar malam bingung.
"Ada apa ini dayang" ujar kaisar malam. Tapi, tidak ada jawaban yang diberikan dayang itu pada kaisar malam.
"Jawab aku ada apa" ujar kaisar malam.
"Matilah kau permaisuri" ujar dayang itu sambil berlari ke arah permaisuri malam dengan begitu cepat membuat semua orang dari kekaisaran malam dan kegelapan tidak sempat bereaksi. Namun, satu orang yang begitu cepat langsung duduk di pangkuan permaisuri malam dan dengan santai nya dia menendang belati yang ada di tangan dayang yang ingin membunuh permaisuri malam.
"Aissss, gerakanmu lambat sekali. Aku bahkan bisa menghentikannya hanya dengan duduk saja" ujar Yuan dengan menahan dagunya dengan tangan kirinya.
"Aku akan membalasmu nanti" ujar dayang itu lalu menghilang.
"Yah, kaisar malam, apakah kau tidak memiliki prajurit bayangan untuk melindungi keluargamu?" tanya Yuan.
"Ada, mereka ada" ujar kaisar malam.
"Ada apanya, jika aku tidak ada nyawa istrimu entah bagaimana" ujar Yuan.
"Kau benar, jadi katakan apa yang kau inginkan, adikku" ujar kaisar malam membuat yang lainnya terkejut karena kalimat ujung kaisar malam.
"Aku tidak mau menjadi adikmu" ujar Yuan.
"Kenapa?" tanya kaisar malam dengan melirik pangeran kedua kekaisaran kegelapan.
"Aku adalah adik istrimu karena istrimu sedikit lemah. Jadi, aku akan melindungi kakakku. Sedangkan kau sudah kuat, kau tidak perlu di lindungi lagi. Jadi, karena aku adik dari istrimu maka aku adik iparmu bukankah begitu" ujar Yuan.
"Ya" ujar kaisar malam dengan melirik pangeran kedua kekaisaran kegelapan dan istrinya secara bergantian sambil membatin 'pada dasarnya kau memang adik iparku, begitupun sekarang kau tetap adik iparku meski dalam hubungan yang berbeda' .
"Dan hadiah untukku, aku tidak butuh emas. Jika kau tetap ingin memberikan emas maka berikan saja pada anak-anak yang membutuhkan. Hal yang ku butuhkan yaitu belati yang indah, panah, pedang, tombak, atau senjata lainnya, yang jelas itu harus indah. Apakah kau mengerti kakak ipar" ujar Yuan.
"Ya, aku mengerti" ujar kaisar malam.
"Baiklah, dada" ujar Yuan lalu Menghilang.
"Sepertinya satu sifat utamanya yang tidak pernah berubah" ujar permaisuri Wang dengan sedikit menghapus air mata di ujung matanya. Hal itu membuat semua orang bingung.
"Sifat utamanya yaitu dia tidak bisa menetap terlalu lama karena itulah dia tidak ingin menjadi keturunan kaisar yang selama hidupnya harus berperilaku bagaikan putri yang lemah lembut. Kepala dayang tolong ambilkan bakpao kesukaannya, hidupku saat ini kembali ceria" ujar permaisuri Wang.
__ADS_1
"Ini dia permaisuri Wang" ujar kepala dayang dan menyerahkan sepiring bakpao kepada permaisuri Wang. Tapi, mereka di kejutkan dengan pencuri cepat mereka dan dia meninggalkan koin di atas meja makan permaisuri Wang.