
" Kalau begitu apakah kalian bisa tinggal bersama" ujar ku kepada mereka bertiga.
" Bukan kah paman tak memiliki orang tua, sedangkan kakek dan nenek tak memiliki anak bukan kah itu menguntungkan bagi kalian. Kakek dan nenek tak kesepian lagi karena bisa menemani adik paman bermain jadi paman akan fokus bekerja bukankah aku benar " ujar ku sambil menunjuk dagu ku dengan jari telunjuk dan aku memandangi satu persatu orang di depan ku tingkah ku ini membuat tiga orang di depan ku ingin muntah darah sangking imut ekspresi ku.
" Jadi bagaimana" tanya ku.
" Jika kau bertanya pada kami tentu kami setuju tapi bagaimana dengan anak ini kan kami yang merepotkan nya" ujar si kakek dan anggukan kepala nenek tanda setuju dengan apa yang di kata kan oleh suami nya
"Mmmm itu" ujar si paman.
" Ada apa paman" tanya ku.
" Begini nak, aku dan adik ku tinggal di rumah yang reot bahkan rumah kami tak memiliki kamar dan tempat tidur hanya ada alas satu tikar bambu sebagai tempat kami tidur" ujar si paman dengan wajah tertunduk lesu.
__ADS_1
" Paman yang ku tanya apakah paman mau menerima mereka sebagai orang tua paman jika ia aku akan membantu karna tadi paman telah mau memberikan mereka tempat untuk istirahat sebentar di kedai tanghulu paman" ujar ku.
" Nak, saya sebenarnya tak masalah karna dengan begitu ada yang menjaga adik saya yang masih kecil ketika saya bekerja" ujar nya.
" Baik lah kalau begitu ayo ikut aku mencari sesuatu setelah paman tutup kedai begitu pun dengan kakek dan nenek ikut lah dengan ku" ujar ku.
" Baik lah" ujar mereka bertiga.
Setelah penjual tanghulu tutup kedai mereka berempat jalan-jalan di pasar seluruh penduduk melihat ke arah mereka dengan berbagai macam tatapan, ada yang penasaran, kagum dan jijik ke pada sepasang suami istri tersebut namun merasa penasaran dan kagum terhadap yuan.
" Kakek dan nenek aku membeli rumah di samping toko ini untuk kalian berempat tempati dan kalian lah yang mengatur segala urusan rumah karna kalian orang tua di rumah tersebut dan untuk mu paman aku membelikan toko ini untuk paman kelola" ujar yuan dengan menyodor kan 2 surat tanah .
" Tapi nak kami tak bisa menerima nya" ujar mereka serempak
__ADS_1
" Aishh" ujar yuan dengan memijat kening nya.
" Begini saja paman kau bisa membantu ku mengelola toko ini karna tak mungkin tangan kecil ini bisa mengelola nya jika nanti mendapat hasilnya sisih kan saja 1 keping emas perbulan nya untuk ku bila hasilnya banyak bila sampai berkeping emas tapi jika beberapa keping perak atau perunggu maka sisih kan 1 juga tidak lebih karna aku tak suka angka lain aku suka angka 1 paman mengerti tidak" tanya ku.
" Ya paman mengerti tapi usaha apa yang ingin di kelola d toko ini " tanya nya.
" Terserah paman apa pun itu jika kakek dan nenek punya usul silahkan buat saja tak masalah bagiku aku pergi dulu " ujar ku sambil berlari.
" Nak siapa nama mu kemana aku harus mengirim uang mu" teriak paman.
" Aku di kenal dengan Queen simpan saja paman pada saat nya tiba nanti aku akan mengambilnya" teriak ku dengan melambaikan tangan ku dengan masih berlari namun tiba2 aku teringat dengan sesuatu dan berhenti berlari dan berbalik "paman juga boleh memilih beberapa pelayan yang sama seperti paman dulu ambil lah mereka yang sangat membutuhkan uang" ujar ku lagi setelah itu aku berlari.
" Ku harap jijie belum bangun kalau tidak aku akan diceramahi oleh nya ".
__ADS_1