
Saat semua orang melihat senyuman yang terlukis pada wajah Yuan. Ada dua hal yang sekaligus menghampiri yaitu terpana dan menakutkan. Setelah cukul lama terjadi keheningan akhirnya mereka sadar ketika suara langkah kaki Yuan yang mengarah ke arah Dera kembali membuat Dera juga sadar dan berteriak.
"Gege berengsek" ujar Dera.
"Hahaha" tawa Mofan serba salah.
"Sebenarnya aku ini adik kandungmu atau Yuan yang adik kandungmu. Kenapa kau seperti selalu mendukungnya dan mengabaikanku dan kau bisakah kau berhenti dulu disana aku sedang berbicara" ujar Dera yang kesal pada kakaknya lalu melihat Yuan yang tidak berhenti berjalan ke arahnya membuat dia melampiaskan amarahnya pada Yuan.
"Kau bilang apa wahai Dera adik dari Mofan murid dari guru besar akademi Naga Emas" tanyaku dengan mengeluarkan aura dinginku yang dimiliki White.
"Ohhhhh tidak apakah aura dingin itu darimu" tanya Dera dengan ancang-ancang mau lari.
"Menurutmu" tanyaku dan melihat dirinya berlari ke arah para kaisar dan permaisuri aliran putih.
"Salam yang mulia kaisar dan permaisuri bisakah kalian menolongku untuk menghentikannya bahkan gegeku sendiri tidak peduli padaku" ujar Dera.
"Sebenarnya masalah apa yang kau lakukan terhadap Yuan dan untukmu kenapa kau tidak membela adikmu malah kau membuat dia semakin terpojok" ujar permaisuri Wang dengan bertanya dan menunjuk ke arah Dera dan Mofan.
"Maafkan diriku permaisuri Wang tapi jika boleh jujur lebih baik aku melawan seribu pasukan iblis atau seratus binatang buas dari pada aku harus melawan Yuan" ujarnya.
"Kenapa bukankah dia tidak perlu ditakutkan. Bukankah putriku sangat imut dan cantik" ujar kaisar Wang.
"Hahaha imutkah" tawaku.
"Tidak kaisar/ayah dia sama sekali tidak imut" ujar Dera, Yu Yan, Lily dan Mofan bersamaan membuat semua orang terkejut bahkan termasuk semua orang di akademi.
"Apakah begitu" ujar sesepuh Zan membuat Yuan menoleh kearahnya dan pada saat sesepuh Zan melihat bahwa Yuan melihat kearahnya dia memberikan senyuman dan mengedipkan salah satu matanya ke arah Yuan membuat semua orang yang melihatnya terkejut.
Yuan yang merasa malas melihat tingkah kakek dari pihak ibu kandungnya memutar bola matanya malas membuat semua orang terkejut.
"Jangan mencampuri urusan aku kakek tua" ujar Yuan membuat semua orang membelalakkan matanya.
"Hari ini adalah hari kalian kembali kenapa kalian harus bertengkar" tanya sesepuh Zan.
"Terserah diriku karena ini hidupku kau tidak berhak mengaturnya kau hanya berhak memberi saran tapi tidak berhak mengatur jalan hidupku" ujarku membuat dia tersenyum dan kaisar bangun dari kursinya.
Saat semua orang melihat bahwa kaisar iblis telah bangun mereka sangat takut tapi detik berikutnya mereka justru terkejut dengan xua suara tawa yang menggema membuat mereka semua menjadi bertanya-tanya apanya yang lucu.
__ADS_1
"Hahaha" tawa sesepuh Zan dan kaisar iblis kompak dan membuat mereka saling pandang saat mendengar bahwa mereka tidak tertawa sendirian.
Setelah beberapa detik mereka saling pandang mereka kembali tertawa membuat semua orang bingung apa yang lucu.
"Hahaha" mereka berdua kompak tertawa kembali.
"Apa yang lucu" ujarku dengan melempari mereka berdua bola kecil milik Gui yang aku beli dipasar membuat mereka terdiam dan membuat semua orang terkejut dan takut.
"Hahaha aku sungguh iri dengan kalian yang dekat dengannya hahaha" ujar kaisar iblis sambil menunjuk ke arahku dan tertawa.
"Gila" ujarku membuat semua orang takut aku kenapa-kenapa karena berani mengatakan bahwa kaisar iblis gila.
"Hahah aku tertarik padamu bocah. Apakah kau mau berhubungan dekat denganku" ujar kaisar iblis membuat semua orang terkejut terutama putra kedua kaisar kegelapan yaitu tunangan Yuan.
Semua orang yang terkejut lebih dikejutkan dengan tawa kecil yang keluar dari bibir Yuan. Alasan tawa itu keluar karena kata-kata telepati Yuan dan pangeran kedua kegelapan
'Apa maksud ucapan kaisar tua itu bisakah aku membunuhnya sekarang. Aku sangat kesal sekali' batinnya membuat aku tertawa mendengarnya. Saat aku tertawa membuat dia menoleh kearahku dan bertanya dengan telepati.
'Apa yang lucu kenapa kau tertawa' batinnya yang kudengar olehku.
"Siapa yang berani membunuhku" tanya kaisar iblis.
"Seseorang yang mungkin kedepannya akan menjadi calon pendamping hidupku" ujarku membuat semua orang terkejut karena aku baru berumur lima tahun namun mengatakan hal yang dikatakan orang ketika dewasa dan kata-kataku juga membuat pangeran kedua sedikit tersenyum membuat kakaknya kaisar malam yang dari tadi melihat kearah adiknya itu berpikir.
'Apakah aku telah menemukan orang yang telah merubah adikku' batinnya yang entah kenapa juga bisa kudengar dan membuat aku menoleh ke arah kaisar kegelapan dan memberikan senyumanku untuknya membuat semua orang terkejut termasuk istrinya tang mungkin merasa ada sesuatu diantara kami tiba-tiba keluar air mata dari matanya membuat aku serba salah dan menghilang lalu muncul di depan dia dan istrinya.
"Kenapa anda harus khawatir permaisuri malam kaisarmu tidak akan kemana-mana aku hanya sedang mengiyakan suara batinnya" ujarku sambil mencium punggung sebelah kanan tangannya membuat keduanya terkejut.
"Kau mendengar suara batinku" tanya kaisar malam.
"Ya" ujarku.
"Sungguh" ujarnya.
"Ya tunggu dulu ada yang kelewatan tapi apa mmmm" tanyaku.
"Memangnya apa yang terlewatkan putriku" ujar permaisuri Wang.
__ADS_1
"Tidak tahu" ujarku melihat sekeliling melihat mereka satu persatu lalu saat melihat Gui aku baru sadar.
"Deraaaaaaa kau dimana" ujarku teriak ketika aku tidak menemukannya.
"Ahhhhahah kau belum melupakannya Yuan cantik, baik, manis, dan imut" ujar Dera dari belakang sesepuh Zan.
"Tidak" ujarku.
"Kenapa tapi aku sudah memujimu" tanyanya.
"Itu bukan pujian untukku" ujarku.
"Maksudmu" ujarnya.
"Gege Mofan jika kau mendengar namaku apa yang terlintas di pikiranmu gege" ujarku.
"Yuan yang sangat mengerikan" ujarnya.
"Nah itu dia itu baru pujian untukku" ujarku tersenyum.
"Apa" ujar semua orang.
"Jika cantik, baik, imut, dan manis. Hal itu hanya dimiliki oleh para permaisuri yang cantik, sedangkan baik dimiliki oleh para guru yang telah mengajar kita, imut dimiliki oleh para adik-adikku termasuk Gui dan manis hanya dimiliki oleh gula dan madu" ujar ku membuat para permaisuri menjadi tertawa.
"Hahaha" ujar semua orang membuat Yuan, Dera dan Gui saling pandang.
"Yeee jijie Dela dan jijie Yuan kita belhasil" ujar Gui membuat semua bingung.
"Ya Gui kecil" ujarku dan Dera kompak.
"Maksudnya ini apa" tanya sesepuh Zan.
"Ini caraku membuat para permaisuri tersenyum. Bagaimana bisa dengan tidak adanya diriku, Gui dan Dera membuat kalian jadi tidak ingin berpesta" ujarku sambil mengambil sebelah kanan tangan permaisuri Yu dengan tangan kananku dan aku memegang tangan kiri permaisuri Wang dengan tangan kiriku lalu aku mencium keduanya membuat semua orang bingung kenapa aku mencium keduanya.
'Sepertinya dia sangat bijak seperti ayahnya walupun kadang kaisar Yu sangat kekanakan saat menghadapi Yu Anchi yang bukan cucu asliku. Entah bagaimana jika dia tau bahwa putri yang dia cintai ternyata bukan putri aslinya" batin Sesepuh Zan sambil melihat diriku dan Kaisar Yu bersamaan dan entah apa alasannya aku juga mendengar hal itu.
"Kakek tua" ujarku sambil melihat kearah sesepuh Zan.
__ADS_1