The Switched Daughter

The Switched Daughter
Pemilihan murid akademi


__ADS_3

Setelah acara berpesta ria di kerajaan Wang selesai seluruh kerajaan berkumpul di istana bintang untuk memilih calon murid baru di empat akademi.


" Kaisar Yu dan keluarga nya telah tiba" teriak kasim kerajaan bintang.


" Wah lihat lah para pangeran dan putri sangat cantik dan tampan aku sangat iri keluarga kerajaan semua nya cantik dan tampan" ujar si A.


" Kaisar Wang dan keluarga nya telah tiba" teriak kasim lagi.


" Wah lihat lah para pangeran dan putri sangat cantik dan tampan, bahkan putri Yuan sangat berwibawa" ujar si B.


" Kau benar bahkan aku sangat berat mengangkat leher ku untuk melihat wajah putri Yuan Seolah-olah aku akan terintimidasi dengan aura nya" ujar si C.


" Para guru dan perwakilan akademi telah tiba" teriak kasim lagi


' Kasian sekali paman kasim itu dari tadi ia berteriak pasti tenggorokan nya sakit sekali' batin ku.


Setelah para guru dan beberapa perwakilan akademi telah duduk di kursi yang telah di sediakan sesepuh Mao mengumumkan acara pemilihan murid baru di buka.


" Karena semua orang telah berkumpul maka acara pemilihan calon murid baru di buka" teriak sesepuh Mao.


" Baik lah karena semuanya telah berkumpul maka kalian boleh memilih ingin bersekolah di akademi mana kami tak mempermasalah kan warna elemen kalian biar lah itu menjadi rahasia kalian dan menjadi hadiah untuk akademi mana yang kalian pilih jadi di tengah aula pemilihan telah terdapat lingkaran pendeteksi bakat, kalian akan di deteksi bakat apa bila kalian masih berdiri itu berarti kalian memiliki bakat jadi silah kan" ujar salah satu guru akademi Naga Putih.


Satu persatu naik ke dalam lingkaran tak ada yang tidak lolos dari kalangan bangsawan semua nya lolos kecuali beberapa anak - anak rakyat yang ingin ikut tapi tidak bisa ketika melihat raut wajah sedih para rakyat kecilnya yuan bertekat akan menjadi kuat dan mengajari mereka kekuatan, kini tiba lah giliran putri Yu Yan, saat ia di tengah aula semua nya menjadi mendung tiba-tiba karena takut putri Yu Yan turun, setelah putri Wang Yu Yan naik lah putri Wang Yuan ketika dia naik seluruh awan yang tadinya hitam mendung dalam sekejap menjadi cerah sekali, meski cerah namun tak panas justru sejuk, pada saat putri Wang Yuan ingin turun ia di hentikan oleh salah satu guru dari perwakilan akademi Senzy.

__ADS_1


" Tunggu siapa nama mu dan siapa nama peserta sebelum mu seperti nya kalian dari daerah yang sama" ujar nya.


" Siapa kau" ujar Yuan lantang membuat semua terkejut dengan keberanian nya.


" Apa maksudmu kau membentak ku apa kah kau tak tau aku tangan kanan pemimpin akademi senzy" ujar nya dengan membusung kan dada nya.


" Baik lah aku terima tanda peperangan mu" ujar yuan dengan menunjuk guru bodoh tadi yang berani melawan nya.


" Apa maksud mu siapa sebenar nya kau hah" bentak guru tadi.


" Dengar kan baik- baik, peserta sebelum diriku adalah kakak perempuan ku dan kami hanya lah rakyat biasa " ujar Yuan lantang yang membuat semua orang yang tau bahwa ia seorang putri sangat terkejut, bagaimana bisa keturunan kerajaan mengaku rakyat biasa.


" Hah kau hanya rakyat biasa berani berlagak di depan ku hah" ujar guru tadi yang mem buat para keluarga kekaisaran Wang sangat marah ketika kaisar ingin turun dari singasana nya putri Yuan mengangkat tangan nya tanda ia tak ingin di bantu.


" Kau percaya aku rakyat biasa" tanya ku.


" Kau, baiklah aku bersumpah mulai saat ini aku tak akan mau berurusan dengan perguruan Senzy selama iblis ini berada di sana" setelah putri mengatakan sumpah nya awan yang tadi cerah berubah menjadi sangat gelap dan terdapat suara petir yang sangat kuat sehingga membuat semua orang berpikir guru tadi sepertinya salah mencari lawan.


" Dengar ini baik- baik aku dan kakak ku memang lah hanya rakyat biasa, kaisar Wang adalah ayah ku, tugasnya adalah melindungi rakyat nya karna itu lah ia di pilih menjadi kaisar, aku putri nya ia melindungi ku itu berarti aku juga adalah rakyat nya, aku memakai pakaian sederhana bukan karena ayah ku tak membeli aku pakaian layak nya bangsawan tapi aku yang tak mau pakai buat apa aku memakai pakaian mewah sedang kan rakyat ku kelaparan, buat apa aku tampil cantik dan menawan gara- gara pakaian ku namun mereka memakai pakaian yang sobek, buat apa aku duduk di kursi dekat ayah ku sedang kan rakyat ku yang berusaha melihat ku harus melupakan niat itu karna ia tak berani memandang wajah seorang kaisar karna takut kepalanya akan di penggal, buat apa aku memiliki itu semua sedangkan aku tak pantas mendapatkan nya aku hanya terlahir di keluarga kerajaan tapi jasa bibi dayang lebih berharga karna ia telah membersihkan kerajaan dengan sangat indah aku tak suka orang memandang ku hanya karna aku keturunan kerajaan aku ingin semua orang mengingat ku karna usaha ku uhukk,,, sen ,, uhuk,,,,diri,,,,uhuk uhuk,,,," pada saat mereka mendengar suara batuk putri kesayangan mereka, semua orang yang dari kerajaan Wang mengambil segelas air di tangan mereka, bayangkan saja ada 100 orang dari kerajaan Wang dan semuanya membawa air itu membuat semua orang bingung kenapa mereka sangat kompak ketika putri ingin mengambil salah satu gelas ia merasa kasihan pada yang lain yang tidak ia pilih, ia memaling kan wajah nya pada para sesepuh dan ia melihat kakek nya dari pihak ibu kandung nya, ia berlari ke arah kakek nya tinggal selangkah lagi ia berkata yang membuat semua orang semakin terkejut karna sesepuh Zan sangat dingin setelah kejadian tenggelamnya tiga penerus pertama kedua kerajaan Yu dan Wang.


" Kakek sesepuh boleh kah aku meminta air" ujar Yuan sambil memegang tangan kakek nya.


Pada saat itu sesepuh Zan merasakan ia sedang menyentuh cucu kecil nya,,, ' ini berarti benar mereka tertukar aku bisa merasakan aura putri ku didalam tubuh nya' batin sesepuh Zan dengan masih termenung.

__ADS_1


Karena merasa perkataan nya tak di respon ia menaiki kursi samping sesepuh Zan dan ia berteriak di telinga nya " kakek sesepuh" ujarnya yang membuat sesepuh sadar dan terkejut.


" Ada apa " tanya nya sambil mengusap telinga nya.


" Aku minta air" ujar ku.


" Bukan kah mereka sudah membawa nya" ujar nya.


"Aku harus bersikap adil" ujar ku.


" Maksud mu"ujar nya.


" Aku pernah mendengar seorang kakek tua menulis prinsip bersikap adil lah pada apa pun itu, jadi jika aku memilih salah satu dari mereka akan merepotkan, karena jika aku memilih ayah, ibu dan saudari ku akan cemburu begitu pun sebalik nya jika aku memilih salah satu bawahan ayah ku maka bawahan yang lain akan berpikir aku lebih menyayangi orang yang aku pilih, itu sangat merepotkan,, eh tunggu dulu ada yg salah tapi apa" ujar ku sambil berpikir.


" Huwa kakek tua ini gara - gara kau" sambung ku lagi dengan sedikit kesal


"Apa" ujar sesepuh Zan dengan wajah bingungnya.


" Kau belum memberikannya air ayah" ujar permaisuri Yu sambil terkekeh geli sifat alami ketika umur seseorang telah tua terjadi pada ayahnya yaitu pikun.


" Itu benar lihat lah bahkan permaisuri Yu tau, kau memang yang terbaik ibun,,,,,, " ujar ku terhenti


" Ibunnnn" ujar permaisuri Yu penasaran kalimat lanjutan nya.

__ADS_1


' Ah sial aku hampir keceplosan aku harus mengalihkan pembicaraan' batin yuan


" Kakek aku sangat haus" ujar Yuan ketika sesepuh Zan ingin menuangkan air telah duluan putri Yu Anchi memberikan air membuat semua orang terkejut bukankah mereka tak akur ada apa ini.


__ADS_2