
Mona kembali ke kekaisaran bulan dengan Zuwie di gendongannya. Mona memilih muncul di gerbang utama kekaisarannya karena Zuwie, dia memperkenalkan dan memperlihatkan seluruh bagian istananya kepada Zuwie. Zuwie tertawa dengan cerianya di punggung Mona saat Mona mengajaknya berkeliling. Saat tiba di tempat penempah senjata milik kekaisaran bulan, Zuwie sangat tertarik dengan senjata-senjata yang belum pernah dia lihat di kekaisarannya. Setelah melihat-lihat, Mona dan Zuwie masuk ke dalam aula utama. Disana sudah ada Kim Nana dan Kim Dera.
"Hai, aku pulang".
"Hai, kau pulang, siapa dia?" tanya Dera.
"Keponakan dari suamiku" jawabnya membuat Dera dan Nana terkejut.
"Kau bilang apa?" terkejut Dera sambil tanpa sengaja dia mengeluarkan auranya membuat Zuwie sangat kesakitan dan takut.
"Uh, bibi sakit" ucap Zuwie sambil mencengkeram tangan Mona dari belakang.
"Tidak apa-apa" Mona memeluk Zuwie ke depannya, saat dia memeluk Zuwie kedepannya, dia mengeluarkan sedikit auranya untuk menutupi aura Dera yang melukai Zuwie.
"Aku sudah menikah dengan pangeran kedua dari kekaisaran kegelapan, Gong Ming Fan. Kami menikah kemarin, saat aku ingin menyerang kekaisaran malam. Entah bagaimana caranya, tapi tiba-tiba tubuhku berubah sangat mengerikan. Jadi, solusinya aku,,,,," ucapan Mona terpotong karena Joun.
"Dia akan kembali seperti penampilan aslinya jika saat dia dan Fan bersatu" Joun masuk ke aula utama.
"Darimana kau tahu?" tanya Nana.
"Aku tidak tahu darimanapun, aku hanya menebaknya saja. Ngomong-ngomong apakah berita yang tersebar di luar sana, benar Mona?" tanya Joun.
"Berita apa?" tanya tiga orang wanita kompak.
"Berita, bahwa Queen kekaisaran bulan telah menundukkan kedua kekaisaran kegelapan dan kekaisaran malam. Jadi, kaisar mereka menjadi anak buahmu" jawab Joun.
"Iya dan tidak" jawaban Mona membuat ketiga keluarganya di zaman modern terkejut.
"Apa maksudmu?" bingung ketiganya kompak.
"Bagaimana aku bisa menjadikan mereka bawahanku, karena mereka kini telah menjadi keluargaku. Tapi, itu juga benar, kalau aku sudah menundukkan kedua kekaisaran itu".
"Jadi, kenapa dan bagaimana orang luar tahu kalau kau telah menundukkan kedua kekaisaran itu?" tanya Dera.
"Itu memang rencanaku dan inilah yang aku inginkan".
"Oh, apakah kau sudah makan?" tanya Nana.
"Sudah tadi di kekaisaran kegelapan, mulai sekarang, aku akan sering bolak-balik antara dua kekaisaran bulan dan kegelapan. Aku disana demi keluargaku, dan aku kesini demi pekerjaanku".
"Tidak masalah, kau tidak perlu memikirkan hal yang disini. Cukup pikirkan satu hal saja" senyum smirk Dera.
"Satu hal apa?" bingung tiga orang kompak kecuali Zuwie.
"Berikan aku keponakan yang tampan" ucap Dera membuat dua orang senang, sedangkan Mona sedikit kesal.
"Jangan bercanda Dera" kesal Mona dengan mengeluarkan auranya untuk menghentikan ucapan sahabatnya itu.
" Kami juga setuju akan itu" kompak Joun dan Nana.
"Aku juga ingin adik kecil bibi" ucap polosnya Zuwie.
"Hah" Mona terkejut, sedangkan tiga orang lainnya malah tertawa "hahahaha kau lihat, dia juga suka. Jadi, cepat berikan kami keponakan" kompak tiga orang lainnya sambil menepuk pundak dan mengelus rambut Mona.
"Apakah harus secepatnya" canda Mona dengan nada sedikit manja.
"Aku yakin kau sudah melakukannya bukan, makanya penampilanmu bisa seperti ini. Dengan rambut emas dan warna matamu sebelah emas dan sebelah biru itu, membuat penampilanmu bagaikan Dewi. Eh,,,, sejak kapan matamu berwarna seperti ini" terkejut Dera saat dia baru sadar dengan penampilan Mona.
"Mataku seperti ini, mungkin karena di tubuhku ada kekuatan kakek buyutku. Karena dulu, saat aku memberikan kekuatanku pada kakek buyutku, matanya yang tadinya berwarna merah dan biru berubah menjadi emas dan biru. Penampilanku yang sekarang, tidak bisa aku rubah lagi seperti dulu untuk menutupi warna rambutku".
"Itu berarti, jika tidak bisa kau sembunyikan lagi, maka semua orang akan curiga kalau kau adalah putri kaisar Yu" celetuk Dera.
"Itu benar, apalagi jika mereka melihat mataku, tentu mereka akan lebih curiga kalau aku keturunan permaisuri Yu karena sesepuh Zan juga memiliki mata dua warna yaitu sebelah Hijau dan sebelah biru. Jadi, tentu mereka akan curiga kalau aku adalah putri kaisar Yu".
"Soal itu serahkan pada kakak mu ini" yakin Nana.
" Tentang apa?"
"Lensa dan Wig untuk rambutmu" jawab Nana.
"Ok".
"Bibi" panggil Zuwie kepada Mona.
__ADS_1
"Ada apa sayang?".
"Bibi apakah anak permaisuri Yu, dan apa arti Ok?" tanya Zuwie.
"Eh,,,,, baiklah, bibi memang anak permaisuri Yu, tapi bibi tidak ingin semua orang tahu kalau bibi anak permaisuri Yu. Sayang, bibi, harus membuatmu lupa ingatan tentang ucapan ini. Jadi, rahasia bibi akan am,,,," Mona meletakkan tangannya di kepala Zuwie. Sebelum Mona mengeluarkan kekuatannya, dia dihentikan dengan ucapan Zuwie.
"Apakah paman Fan tahu tentang bibi adalah putri permaisuri Yu?".
"Ya, pamanmu tahu, kenapa?".
"Kalau paman sudah tahu, bibi boleh membuat aku tidak mengingat ucapan bibi tadi. Karena, jika paman belum tahu, aku ingin memberitahu paman dulu. Jadi, silahkan, bibi" jawab Zuwie sambil melepas tangannya yang memegang tangan Mona yang menyentuh kepalanya. Mona langsung mengeluarkan kekuatannya, untuk membuat Zuwie lupa akan ucapannya.
"Zuwie, apakah kau tahu siapa orang tua bibi?" Mona bertanya setelah dia melepaskan tangannya dari kepala Zuwie.
"Aku tidak tahu, karena bibi belum mengatakannya" jawabnya polos.
"Oh, tadi kau bertanya tentang apa, bibi lupa?".
"Apa arti Ok?" tanya Zuwie.
"Ok itu, sama seperti baik, iya, dan lain-lain. Tergantung pada kalimat apa dia kita ucapkan. Misalnya, Zuwie bertanya pada bibi, apakah penampilan Zuwie sangat cantik hari ini. Bibi akan menjawab sangat ok, itu berarti bisa sangat baik, bisa sangat keren. Jadi, kata-kata ok memiliki banyak arti, tergantung pada kalimat sebelumnya apa".
"Oh" Zuwie hanya memanggut-manggutkan kepalanya saja.
"Apa yang akan kau lakukan lagi, setelah ini?" tanya Dera.
"Entah, aku berusaha untuk membuat kaisar siang tertarik pada kekaisaran bulan. Jadi, dia akan sering mencari masalah dengan kita, karena rasa penasarannya".
"Kenapa kau melakukan itu" tanya Dera.
"Karena, ibuku saat ini sedang hamil adikku yang diramalkan itu. Jadi, aku tidak ingin kaisar siang, mengganggu kekaisaran orang tuaku dulu".
"Oh, kami mengerti" celetuk tiga orang kompak.
"Kenapa kau juga tidak mengalahkan kekaisran iblis. Setelah itu, pastinya akan banyak orang yang tertarik pada kekaisaran kita, karena kau sebagai ratunya telah menundukkan kekaisaran yang dulunya selalu menang perang?" saran Joun.
"Benar juga" jawab tiga orang kompak.
"Bagus, karena kau bertanya begitu Mona" jawab Dera.
"Ada apa?".
"Ini, adalah peta daerah yang begitu indah di bagian dekat dengan kekaisaran bintang. Selama ini, tidak ada yang mengetahuinya karena tempat itu di tutup oleh sebuah gua. Setelah melewati gua itu, barulah tempat ini terlihat. Jika kita melihatnya dari luar sebelum melewati gua itu, pandangan yang indah itu tidak terlihat" ucap Dera.
"Jadi?"
"Alah,,,,, maksudku, tidakkah kau ingin kesana dan melihat tempatnya. Mungkin, kau akan menyukai atau mengolah tempat itu untuk sesuatu" kesal Dera.
"Ide bagus, aku akan membuat istana bulan lain di sana. Aku tidak ingin kekaisaran bulan asli ini diketahui oleh banyak orang. Aku akan membuat istana hasil jerih payahku sendiri dan istana itulah yang akan seluruh dunia tahu sebagai kekaisaran bulan. Pada saat waktunya nanti tiba, barulah aku akan memberi tahu tentang kekaisaran bulan yang asli. Jadi, sekarang, bawa aku ke tempat itu".
"Baiklah, mari" ucap Dera sambil berlalu pergi.
"Kau mau kemana?" pertanyaan Mona membuat Dera berhenti.
"Aku mau ketempat itulah" kesal Dera.
"Kemarilah".
"Apa lagi?" kesal Dera sambil berjalan ke arah Mona. Saat dia sampai di depan Mona, lalu Mona memegang tangannya "Bawa kami ke tempat yang dia maksudkan".
Mona, Dera dan Zuwie menghilang dari kekaisaran bulan. Lalu, mereka muncul di tempat yang dimaksud oleh Dera. Mereka bertiga masuk ke dalam gua itu, yang pintu guanya telah dilindungi dengan menggunakan kekuatan Dera.
"Wah,,,,,sangat indah, tempat ini dipenuhi dengan berbagai warna bunga" riang Zuwie saat dia melihat pemandangan di ujung gua.
"Bukankah ini indah Mona?" tanya Dera.
"Ya, ini indah, dan sepertinya cocok untuk istana bulan palsu".
"Kau benar-benar akan membuat kekaisaran bulan palsu?" tanya Dera
"Ya, tidak mungkinkan kalau mereka yang diluar sana, tidak penasaran bagaimana bentuk kekaisaran bulan itu".
__ADS_1
"Oh, begitu" balas Dera.
'Dragon, Green dan White"
'Ya, kami disini'
'Bisakah kalian membantuku membangun istana di taman ini, buatlah istana yang bisa menarik perhatian seseorang untuk memilikinya'.
'Kenapa kau ingin kami membuat seperti itu?'
'karena aku ingin kekaisaranku ini bisa menarik perhatian kaisar siang'.
'Baik, itu mudah, besok hari semuanya akan selesai' Yakin Dragon.
'Kenapa secepat itu?'.
'Karena kami juga selama ini membangun istana khusus untukmu, dan tidak disangka itu berguna sekarang ini'.
'Oh,,,'.
"Kita akan kemana setelah ini?" tanya Dera.
"Kekaisaran iblis" jawabnya. Lalu, keluarlah cahaya emas menyelimuti tubuh mereka. Awalnya Mona menutupi aura mereka bertiga. Namun, saat mereka sampai di sana, ternyata juga ada kaisar siang yang sedang berusaha melumpuhkan kaisar iblis.
Kaisar iblis dan kaisar siang saling beradu pedang. Pertarungan mereka berdua sangat sengit, dimana kaisar siang terus mendesak kaisar iblis dengan pedangnya dan tendangannya. Setiap kali pedangnya kaisar siang menyerang kaisar iblis, maka pedangnya itu bisa di tangkis oleh kaisar iblis. Tapi, kaisar iblis selalu terluka parah karena tendangan kaisar siang tepat di perutnya. Setelah kedatangan Mona, Dera dan Zuwie, mereka bisa melihat kalau kaisar iblis terkena lima kali tendangan di seluruh tubuhnya. Tendangan kaisar siang, tidak bisa dibaca karena gerakannya sangat cepat sekali.
Pertarungan menjadi tidak seimbang karena kaisar iblis semakin lemah. Pada saat melihat hal itu, membuat Ziwiera ingin membantu ayahnya, karena hanya dirinya yang tidak di ikat oleh kaisar siang. Sedangkan anggota keluarga kekaisaran iblis lainnya, telah diikat oleh kaisar siang. Tepat pada saat kaisar siang ingin menendang dada kaisar iblis, Ziwiera sempat menghadangnya. Tendangan itu berhasil mengenai dada Ziwiera, membuat dia muntah darah di tengah-tengah pertarungan itu.
"Ziwiera,,," teriak keluarganya.
"Bo*oh, kenapa kau menghadangnya, manisku" selidik kaisar siang.
"Siapa yang manismu" teriak Ziwiera.
"Tentu saja kau" senyum kaisar siang.
"Aku bukan manismu, dan aku juga tidak akan pernah menjadi istrimu" kesal Ziwiera.
"Kau yakin, aku bisa memberikan dirimu posisi seorang ratu dengan kekayaan yang amat banyak. Tidakkah kau tertarik?" tanya kaisar siang.
"Aku bosan hidup dalam kekayaan harta, aku terlahir dari keluarga yang kaya dan selalu memanjakanku. Dulu, aku berpikir bahwa itu adalah keberuntunganku, tapi ternyata tidak. Karena aku lebih bahagia saat aku bisa melihat canda tawa dari semua orang tanpa memandang status dan kasta seseorang. Aku bahagia tinggal bersamanya, yang mengajariku tentang itu semua" senyum Ziwiera.
"Siapa dia?" tanya kaisar siang.
"Kenapa kau ingin tahu. Yang penting bahwa kau tidak akan bisa memberikan apa yang telah dia berikan untukku. Dia adalah temanku".
"Siapa dia?" kesal kaisar siang sambil mencekik leher Ziwiera. Lalu, dia mengangkat tubuhnya Ziwiera ke atas membuat dia tergantung.
"Uhuk,,,,uhuk,,,,uhuk,," tinta Ziwiera.
"Kau harus menyetujui menikahkan putrimu denganku, kaisar iblis. Jika kau tidak menyetujuinya, maka putrimu akan tiada" ucap kaisar siang sambil terus mencekik leher Ziwiera.
"Ti,,,tidak,,,a,,yah" gagap Ziwiera.
"Putriku mengatakan tidak, maka aku tidak akan mengizinkannya" jawab kaisar iblis.
"Itu berarti, kau memilih ingin melihat kematian putrimu" ucap kaisar siang.
"Lebih baik aku memilih melihat putriku tiada dengan menuruti ucapannya. Dibandingkan aku harus melihat putriku hidup, tapi dia tidaklah bahagia dengan keputusan yang aku ambil" ucap kaisar iblis.
"Kau yang memintanya, tapi tentu aku tidak akan menurutinya. Lebih baik aku menikmati tubuhnya dulu, baru aku tidak akan menjadikan dia istriku" ucap kaisar siang sambil tangannya yang tidak memegang leher Ziwiera, dia berusaha melepas kain ikat pinggang bajunya Ziwiera.
"Ti,,,,,d,,ak" ronta Ziwiera.
"Oh, wajahmu itu sangat manis sayan,,,,,argh,," teriak kaisar siang karena seseorang memegang tangannya yang memegang pakaian Ziwiera, dan membuat suara tulang patah terdengar. Rasa sakit itu, membuat kaisar siang melepaskan tangannya yang satunya dari leher Ziwiera.
"Aaaaa,,,,hah,,,hah,hah" Ziwiera akhirnya bisa menarik nafasnya.
"Siapa kau?" tanya kaisar siang kepada seseorang yang memegang kelima jari kedua tangannya.
Kretak,,,kretak,,,,.
"Ini baru permulaannya saja, karena berani sekali kau menyentuh calon kakak iparku".
__ADS_1