
Jiwa Yuan yang kembali ke tubuh asli nya membuka mata nya dan mata nya memancar kan api kemarahan dan kebencian yang amat mendalam ia begitu benci pada kaisar iblis ia berfikir sebenar nya apa yang membuat kaisar iblis sangat ingin menghancurkan keluarganya ia saat ini sambil menunggu dera selesai kultivikasi dan sambil menunggu ia di jemput untuk mengambil darah keturunan kegelapan dengan cara ber tunangan maka ia akan memperkuat diri nya agar setelah dia mendapat kan nya ia langsung bisa mengalah kan dan embunuh kaisar iblis.
Hari-hari berlalu hingga hari yang di tunggu Yuan datang. Suara itu datang bersamaan dengan cahaya berwarna emas, cahaya itu datang satu hari sebelum tempo hari di mana pangeran kedua harus bertunangan dan cahaya emas itu membawa Yuan ke kuil disana tidak ada seorang wanita pun. Meski pun dekorasi hiasan di kuil nya indah tapi tak ada satu orang pun di sana, hingga Yuan di kaget kan dengan suara di balik kotak seperti peti yang berdiri di samping tembok dinding
" apa kah kau tak mengenal ku,,," ujar nya namun tidak ada sahutan dari diri ku.
" Aku tak tau siapa kau pasti saat kau melihat rupa ku kau akan pergi, apa kah kau tau bahkan ibu ku pun takut pada ku" ujar nya.
" Tidak masalah" ujar ku.
" Maksud mu".
" Keluar lah dulu jika kau tak keluar bagaimana kau tau aku takut atau tidak" ujar ku.
" Tapi".
" Keluar lah dulu aku malas berbicara dua kali,," ujar ku, ketika ia mendengar hal itu ia keluar.
Saat ia keluar aku melihat seseorang yang bermata hitam, rambut hitam dan memiliki taring dan memiliki sedikit tumbuh tanduk di kepalanya dia yang melihat ku tanpa ekspresi berkata.
" Bukan kah aku mengerikan" ujar nya sambil duduk di salah satu bangku yang disediakan, disana terdapat dua bangku untuk ku dan untuk nya.
Saat ia mengatakan hal itu aku yang tadi nya duduk di pagar kuil itu segera turun dan duduk di pangkuan nya aku tak tau entah apa yang ku rasakan saat melihat dia seperti ini hati ku sakit, dia terkejut dengan apa yang ku lakukan ia ingin mendorong ku dan aku berkata.
__ADS_1
" Hanya sebentar tetap lah seperti ini," ujar ku.
" Aku tak tau kenapa tapi aku nyaman begini" ujar ku sambil berada di pangkuan nya dan memeluk tubuh nya ketika kurasa ia tak memberontak lagi aku mengangkat wajah ku dan melihat wajah nya dan dia juga memperhati kan diri ku.
" Kau tau jika kau mengatakan kau mengerikan lalu pasukan kaisar iblis di sebut apa" ujar ku yang membuat dia bingung.
" Kau tau mata mu hitam tak jauh berbeda dari mereka yang bermata hitam hanya saja mereka ada putih nya sedangkan diri mu tidak, jika rambut hitam panjang mu juga dimiliki oleh sebagian pria hanya saja mereka pernah beberapa kali memotong nya sedang kan kau tidak dan yang berbeda dari mu hanyalah taring dan tanduk mu ini, lain nya sama saja" ujar ku setelah itu keheningan datang selama dia terus memperhatikan wajah ku hingga aku memecah keheningan.
" Kapan keluarga mu akan masuk" tanya ku.
" Besok pagi kita akan memulai upacara nya dan mereka akan menjemput ku lusa pagi" ujar nya.
" Oh boleh kah aku merubah penampilan mu sebelum kita bertunangan" ujar ku.
" Boleh kah aku memotong rambut mu" tanya ku.
" Jika kau bisa, sudah banyak yang berusaha tapi tak bisa bahkan mereka mendekati ku saja tak bisa. Jangan kan mereka, keluarga ku saja mengantar ku kemari dengan jarak 1 me,,," ujar nya terpotong dan memandang ku.
" Ada apa,,," ujar ku.
"Apa kah kau tak kesakitan atau sesak berada di dekat ku" ujar nya.
" Tidak biasa saja" ujar ku dan mengeluarkan gunting yang ku simpan di cincin ruang di mensiku yang gunting itu ku minta dari kedua kakak ku, dia masih memperhatikan diriku. Namun aku tak peduli, aku segera memotong setengah rambut nya yang tadinya rambutnya selutut aku memotongnya sepinggang dirinya. Setelah ku potong aku juga memberikan pewarna rambut untuk nya aku mewarnai rambut itu dengar warna hitam diatas sedangkan di bawah nya berwarna biru, dia merasa bingung dengan apa yang kulaku kan.
__ADS_1
" Boleh kah aku bertanya pada mu " ujar nya.
" Tentu" ujar ku.
" Apa yang membuat mu ingin bertunangan dengan ku" ujar nya.
" Sesuatu yang saling menguntung kan,,," saat ia mendengar ucapan ku , mungkin ia merasa marah karena aku bertunangan dengan nya karena ada maunya karena aku merasa atmosfer kekuatan nya sangat dasyat tapi itu tak berpengaruh pada ku namun pada beberapa orang yang ku dengar teriakan nya dari arah yang sangat jauh.
" Tenang lah dengar kan aku dulu" ujar ku sambil memegang wajah nya agar melihat ke arah ku, ketika ku rasa ia sudah sedikit tenang aku berkata.
" Aku bukan berasal dari negeri mu, aku berasal dari salah satu kekaisaran aliran putih, ayah ku seorang kaisar dan mereka mengirim kami para penerus mereka agar belajar di akademi. Namun sudah selama 2 tahun perang belum usai, Hingga sikitar 14 hari yang lalu aku seolah berada di waktu di masa depan. Pada saat itu aku melihat kekalahan kekaisaran aliran putih dan para ibu kami juga telah tiada" ujar ku sambil memejam kan mata ku agar tak tersulut emosi.
" Namun seseorang menyuruh diri ku agar bertunangan dengan diri mu dan bertukar darah karena hanya seseorang yang memiliki kebencian yang begitu besar pada nya dan memiliki darah aliran hitam yang bisa membunuh nya dan itu hal yang ku butuhkan. Sedangkan diri mu membutuhkan seseorang agar bertunangan dengan diri mu besok bukan kah itu saling menguntungkan karena kita sama sama butuh bantuan di saat bersamaan" ujar ku lagi.
" Maaf aku tak tau cerita nya begitu" ujar nya.
" Tidak masalah" ujar ku.
" Jadi bagaimana " sambung ku.
" Baik mari bekerja sama" ujar nya sambil mengulurkan tangannya sebelah.
" He emm baik mari" ujar ku dengan membalas tangannya.
__ADS_1