The Switched Daughter

The Switched Daughter
Putri kedua


__ADS_3

Saat ini, di aula utama istana kegelapan masih mendengar pembicaraan Yuan dan pangeran kedua. Mereka di sana bingung sejak kapan ada istana bulan, begitupun dengan pangeran kedua kegelapan, dia bingung kenapa Yuan yang putri dari kaisar Wang mengaku berasal dari istana bulan.


'Kenapa kau berbohong' batinnya.


'Aku tidak berbohong karena guruku berasal dari sana' jawab ku.


'Ohhh, begitukah' ujar pangeran kedua kegelapan.


'Ya' ujar ku.


Namun, di aula utama istana kegelapan dibuat bingung karena kembali tidak ada suara yang mereka dengar dari seberang sana. Namun, beberapa saat akhirnya mereka mendengar pembicaraan lagi.


"Baiklah, dimana kamarmu tadi" ujar ku.


"Di depan" ujar nya.


"Ohhhh baiklah, aku sangat lelah. Jadi aku duluan" ujar ku lalu menghilang.


"Apa yang sedang kalian dengar" ujar ku membuat seluruh orang di aula utama terkejut. Karena aku bukan ke kamar pangeran kedua kegelapan melainkan ke aula utama.


"Kaisar malam, kau tidak tau siapa aku. Jadi, jangan mencari gara-gara denganku" ujarku dengan menekan khusus untuk dirinya dengan auraku, membuat dia jatuh terduduk ke tanah dengan mengeluarkan darah dari mulutnya di depan semua orang.


"Maaf, aku hanya penasaran" ujar kaisar malam.


"Saat kau bersama istrimu, lalu tiba-tiba ada orang yang mendengar semua ucapan pribadi kalian. Apakah kau suka jika hal itu terjadi padamu" ujar ku kepada kaisar malam.


"Tentu saja tidak,,,uhuk,," ujarnya terbatuk darah.


"Sama sepertiku, akupun tidak suka hal pribadiku di campuri oleh orang lain" ujar ku.


"Tapi, kaliankan belum menikah" ujar adik perempuan pangeran kedua kegelapan.


"Bukankah kau sangat menyukai bunga emas yang ada di dekat mata kakakmu dan semua perubahan pada kakak mu" tanyaku.


"Ya, kenapa" ujarnya.


"Hanya ingin mengatakan, jika aku tidak bertunangan dengan kakakmu mungkin dia sudah tiada saat ini" ujar ku membuat dia sedikit kesal.


"Dari mana asalmu" ujarnya kesal sambil ingin memukulku. Saat aku menangkap tangannya, aku merasakan getaran yang sama seperti tiga orang sebelumnya.


'Dragon' batinku.


'Ya Yuan, sepertinya dia salah satu dari tiga orang lainnya' jawab Dragon.


'Mmmmm' balasku.


"Siapapun aku dan dari mana asalku, itu tidaklah penting. Yang jelas bahwa kita memiliki hubungan lain selain dari tunangan kakak keduamu. Jadi, hingga waktunya tiba nanti aku akan menjemputmu, teruslah berlatih dan berlatih. Ahhhh satu hal lagi, jika ada sesuatu hal yang menurutmu itu tidak pasti dan tidak benar maka nyatakanlah. Karena ini hidupmu, kau harus hidup bebas dengan pilihanmu sendiri" ujarku membuat semua orang terdiam.


"Jika ada seseorang yang kuat menindas yang lemah, atau bisa dikatakan bangsawan sombong merendahkan rakyat miskin. Saat kau melihat hal itu kau harus membelanya, jika kau tidak mampu maka jadilah kuat. Karena percuma dan sia-sia saja kau hebat dan kuat, jika kau tidak bisa melindungi keluargamu atau bahkan orang-orang di bawahmu putri seperti rakyat biasa. Kau tau, keluargamu memang sudah hebat, mereka tidak membutuhkan perlindunganmu. Tapi, rakyatmu yang memuja dan menghormatimu, mereka sangatlah lemah. Jadi, pesanku untukmu adik iparku, jadilah kuat dan lindungilah mereka yang lemah" ujarku sambil mengelus kepalanya sebelum menghilang.


Saat Yuan mengatakan nasehat untuk putri kaisar kegelapan, semua orang terdiam dan termenung. Mereka baru sadar saat putri dari kaisar kegelapan berbicara.


"Tangan tunangan kakak kedua sangat hangat. Bahkan bukan hanya tangannya, kata-katanya juga iya" ujar putri kaisar kegelapan sambil tersenyun dan memegang kepalanya yang tadi di elus oleh Yuan. Hal itu membuat lainnya tersadar.

__ADS_1


"Cucuku, bukankah tadi kau ingin memukulnya karena kesal. Lalu, kenapa sekarang kau menyukainya" ujar nenek putri dari kaisar kegelapan.


"Tadi iya nenek, bahwa aku kesal padanya. Tapi, setelah ku pikirkan lagi, ucapan kakak ipar tidak ada yang salah. Hal itu, memang benar bahwa salah kakak pertama menguping pembicaraan pribadi mereka, dan memang benar juga bahwa kakak kedua tidak akan di puja-puji oleh semua orang terutama kaum wanita, jika bukan karena kakak kedua sekarang sudah tidak semengerikan yang dikabarkan dulu. Jadi, aku akan menjadi salah satu orang yang akan melindungi kakak kedua dari para wanita" ujar putri dari kaisar kegelapan dengan matanya yang bagaikan elang sedang memantau musuhnya saat putri kegelapan melihat ke arah para wanita.


"Aisssss, matamu ini" ujar ku tiba-tiba muncul di depannya sambil menutup matanya dengan tanganku.


"Ahhhh" ujarnya terkejut dengan berteriak.


"Aduh telingaku" ujarku sambil mengelus telingaku yang kesakitan karena teriakan nya. Tapi, tepat pada saat aku mengelus telingaku, tiba-tiba teriakan lainnya datang.


"Gong Ying Wie, apa yang kau lakukan pada kakak iparmu dan dimana sopan santun mu terhadapnya" teriak pangeran kedua kegelapan yang ada di belakangku dengan jarak tiga meter.


Pletak,,,,"apa yang kau lakukan" ujarku dengan memukul kepala pangeran kedua kegelapan dengan pedang yang akan ku hadiahkan untuk adiknya. Hal yang kulakukan itu membuat semua orang membeku, karena takut pangeran kedua akan murka dan marah.


"Aduh,,, aku kan hanya ingin membelamu dengan memberi pelajaran untuk adikku" ujarnya sambil mengelus kepalanya yang aku pukul.


"Memangnya kau tau kejadian yang sesungguhnya?" tanyaku.


"Aku tidak tau, tapi saat melihat kau mengelus telingamu dengan sedikit membungkukkan kepala seolah-olah sedang menahan kesakitan di telingamu. Itu berarti adikku sedang melakukan sesuatu yang menyakiti telingamu" ujarnya.


"Seharusnya kau lebih bijak dalam mengambil segala keputusan. Saat ini kau bukan hanya seorang pria, kau adalah seorang kakak yang harus menjadi panutan untuk adikmu, kau seorang pangeran yang nantinya akan menjadi kaisar yang harus bersikap adil pada semua rakyatmu. Jika kau langsung memutuskan sesuatu tanpa tau penyebab dan kejadian yang sebenarnya, maka hanya akan ada penyesalan yang akan kau rasakan karena keputusan salah yang kau ambil dalam menilai suatu masalah" teriakku memarahinya di depan semua orang. Namun, tidak ada suara satu orang pun yang ingin membentakku atau menegurku karena berani memarahi pangeran mereka.


"Aisssss, sayang, lupakanlah kakakmu yang tidak bijak itu. umurmu berapa?" tanyaku.


"Satu bulan lagi, empat tahun" ujar nya.


"Ohhh, baiklah anggaplah ini hadiah dari kakak perempuanmu, kakak iparmu, temanmu, musuhmu atau apalah yang menurutmu cocok untuk kau sematkan panggilan itu untukku" ujarku dengan menyerahkan pedang berwarna hitam yang di tengahnya memiliki ukiran berwarna merah.


"Kenapa?" tanyaku.


"Karena, semuanya bilang kalau aku masih kecil" ujarnya.


"Siapa?" tanyaku.


"Semuanya, mereka bilang aku permata mereka, karena aku hanya anak perempuan satu-satunya di keluarga ini. Jadi, mereka bi,,, ahhhhh" ujarnya terpotong karena pedang yang tadinya di tangannya terarah ke lehernya dengan sedikit goresan ku buat disana dan mengeluarkan sedikit darah dari lehernya. Hal itu membuat dia melempar pedang itu dan memegang lehernya membuat semua orang terkejut terutama dirinya atas apa yang kulakukan.


"Kalian tidak akan tau kapan dan dimana musuh kalian akan menyerang. Jika memang dia adalah permata kalian, seharusnya kalian melatihnya lebih keras dari pada para pangeran. Karena para pangeran jika melawan musuh hanya akan terluka jika dia lemah. Tapi, dia adalah wanita, jika dia lemah dan tidak bisa melindungi diri sendiri. Mungkin dia akan dijadikan sebagai penghangat ranjang oleh beberapa musuh kalian yang memiliki sifat bejat" ujarku membuat mereka yang tadinya marah karena aku melukai putri mereka menjadi tertunduk tidak berdaya.


"Pindahkan tanganmu Ying Wie" ujarku kepada putri kaisar kegelapan, dan dirinya hanya menurut. Aku meletakkan tanganku di lehernya lalu lehernya yang tadinya mengeluarkan darah kembali mulus tanpa ada goresan disana.


"Ini" ujarnya bingung.


"Jawab aku, apakah kau ingin belajar beladiri" ujarku.


"Mau, tapi ayah bilang ka,,," ujarnya terhenti.


"Ada apa?" tanyaku.


"Ahhhh satu hal lagi, jika ada sesuatu hal yang menurutmu itu tidak pasti dan tidak benar maka nyatakanlah. Karena ini hidupmu, kau harus hidup bebas dengan pilihanmu sendiri, bukan" ujarnya padaku dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Ya" ujarku.


"Nenek, untuk pertama kalinya aku merasakan kebahagiaan memiliki seorang kakak perempuan. Ibu, aku memiliki kakak perempuan, kakak perempuan yang sangat baik" ujarnya sambil memelukku.

__ADS_1


"Jika kau menganggap aku kakak perempuanmu, maka ucapanmu salah jika kakak perempuan yang baik, karena lebih tepat yaitu aku kakak perempuanmu yang sangat mengerikan terutama masalah yang bersangkutan dengan adik perempuanku. Jadi, pilihlah kau ingin menjadi adik iparku atau adik perem,,,," ujarku terpotong karena balasan cepat darinya.


"Adik perempuanmu" ujarnya dengan memelukku. Namun, aku menjewer telinganya. "Aduh,,, sakit, kenapa telingaku di jewer" ujarnya bingung.


" Permaisuri kegelapan, tolong bantu aku mengajarkan pelajaran etika padanya, agar dia tidak kebiasaan saat orang lain berbicara dia harus mendengarkan dengan baik sampai selesai dan juga jangan sembarangan peluk orang di depan orang banyak. Dan untukmu kaisar kegelapan, dia permataku bukan lagi permata kalian. Jadi, siapa jenderal utama untuk melawan setiap peperangan yang terjadi" ujarku.


"Saya disini" ujar seseorang yang maju dari kerumunan.


"Namaku Kim Mona, siapa namamu paman?" tanyaku.


" Namaku Long, putri kedua" ujar nya.


"Ohhh,,, ehhh putri kedua, siapa?" ujarku.


"Andalah putri kedua, karena kaisar malam dan istrinya, dulu kami memanggil mereka dengan nama pangeran dan putri pertama. Sedangkan anda adalah tunangan pangeran kedua, maka kami memanggil anda putri kedua" ujarnya.


" Ohhhh, paman aku ingin minta tolong, latih dia dengan latihan yang sangat berat. Karena aku bukan anggota kekaisaran kegelapan maka adikku juga bukan. Jadi, didik dia dengan pelatihan yang lebih berat dari para pangeran. Jika aku tau paman tidak melakukannya maka pamanlah yang akan aku lukai, apa paman mengerti?" tanyaku.


"Terima kasih putri kedua, akhirnya aku bisa merusak permata mulus milik kaisar kegelapan ini" ujarnya dengan melihat ke arah Ying Wie dengan pandangan setajam elang.


"Maksudnya" ujar ku bingung.


"Sebelum dirimu datang Jijie, hanya paman Gong yang tidak menyukai ku yang selalu dimanjakan oleh semua orang. Bahkan paman Gong terang-terangan mengejekku dan mengusirku jika aku berada di pelatihan para kakak laki-laki. Paman Gong selalu bilang, kenapa seorang putri harus datang kemari, seharusnya aku berada di kamar untuk merias diri" ujar Ying Wie membuat semua orang bingung karena aku tertawa.


"Hahaha, sepertinya aku tidak salah memilihmu paman. Paman Gong, kau boleh melakukan apapun padanya selain melecehkannya, karena dia bukan lagi permata kekaisaran kegelapan melainkan dia adalah permata ku" ujarku.


"Sesuai perintahmu, putri kedua" ujarnya dengan membungkukkan badannya.


"Ahhhhh, aku lupa ini sudah tengah malam. Bocah kau harus tidur" ujar ku dengan menarik belakang baju Ying Wie.


"Jijie tidur di kamarku kah" ujarnya.


"Ya" ujarku membuat pangeran kedua langsung protes.


"Tidak bisa" ujarnya.


"Apanya yang tidak bisa" ujarku.


"Aisss, bukan apa-apa, padahal aku hampir senang karena malam ini aku bisa melihatnya tidur" gumam pangeran kedua yang masih di dengar oleh orang-orang yang di dekat pangeran kedua.


"Apa yang kau katakan?" tanyaku.


"Kakak, aku juga ingin tidur dengan kakak, bagaimana kalau kita tidur bertiga" ujar Ying Wie.


"Setuju" ujar nya senang.


"Ayo Jijie" ujar Ying Wie menarik tanganku.


"Aissss, baiklah" ujarku pasrah.


"Hahaha, sepertinya kekaisaran kegelapan dan malam tidak akan merasa menyeramkan lagi sepertinya ayah" ujar kaisar malam kepada kaisar kegelapan.


"Kau benar, ibu setuju" ujar permaisuri kaisar kegelapan.

__ADS_1


__ADS_2