The Switched Daughter

The Switched Daughter
Licin bagaikan belut, ganas bagaikan hewan buas


__ADS_3

Semua orang di kekaisaran bintang dan kekaisaran langit terdiam karena ucapan panjang wanita yang wajahnya tidak terlihat karena tertutupi dengan rintikan hujan dan gelapnya dimalam hari.


"Pantas saja aku merasa kalau aku memiliki sebuah janji dengan seseorang yang belum ku tepati, tapi aku tidak ingat dengan siapa karena ingatanku tentang itu telah di hapus. Ternyata seperti inilah janji yang pernah terjadi" celetuk permaisuri kegelapan sambil menatap ke arah Ming Fan yang juga menatap ke arahnya.


"Maaf, sayang, aku adalah seorang ibu yang mungkin sedikit mengecewakan bagimu".


"Tidak ibunda, kau adalah seorang ibu yang rela melakukan apapun demi kehidupanku sebagai anakmu".


"Kau tidak marah?" tanya permaisuri kegelapan.


"Apa alasan aku marah padamu" senyum Ming Fan sambil menatap ke arah ibunya.


Saat Ming Fan dan permaisuri kegelapan saling menatap. Tiba-tiba muncul gambaran saat permaisuri Yu masih berumur lima tahun. Dia terbaring lemah di atas tempat tidurnya. Semua keluarga permaisuri Yu ada di sana untuk menemaninya.


Tabib mengatakan bahwa permaisuri Yu kecil tidak akan bisa bertahan lebih dari waktu kira-kira setengah jam lagi. Pernyataan itu membuat semua orang menjadi sangat histeris, terutama sesepuh Ying.


Sesepuh Ying melakukan apa yang biasanya seorang ibu lakukan demi anak-anaknya. Hal yang terjadi pada permaisuri kegelapan juga terjadi pada sesepuh Ying. Saat wanita itu muncul karena permohonan dari sesepuh Ying yang berulang kali, semua orang jatuh pingsan kecuali sesepuh Ying.


'Aku bisa menyelamatkan nyawa anakmu, tapi dengan syarat bahwa putriku akan lahir dari perut putrimu. Meskipun dia terlahir dari perut putrimu, tapi jiwa dan raganya tetaplah putriku. Aku tidak meminta agar dia di kembalikan padaku, tapi jangan pernah berusaha untuk menindas dirinya atau memperlakukan dirinya dengan tidak adil. Biarlah waktu yang akan menjawab segalanya, pada saat waktunya tiba dengan sendirinya dia akan mengikuti seluruh penampilanku dan kekuatanku. Kalian hanya bisa menunjukkan jalan terbaik untuknya, tapi kalian tidak akan bisa menghalangi pilihan hidupnya. Karena dia licin bagaikan belut, ganas bagaikan hewan buas, dan lembut mmmm, aku tidak tau lembutnya putriku ada dimana. Yang jelas apakah kau menerima tawaran dariku?'.


'Aku menerimanya'.


'Baiklah, sampai jumpa, ingatlah pesanku bahwa dia terlalu licin untuk kalian kekang. Maka kalian hanya bisa mendidiknya dengan nilai-nilai yang baik. Karena putriku akan di kenal menjadi putri permaisuri Yu yang begitu hebat. Tidak masalah dunia tidak akan memanggil dirinya sebagai putriku, karena dia tetap akan menjadi putriku walaupun semua orang tidak memanggilku ibunya. Sampai jumpa'


'Tunggu'.


'Ada apa lagi, Ying'.


'Kenapa kau melakukan hal ini pada putriku, maksudku apa alasan kau memilih rahim putriku?'.


'Aku tidak tahu, tubuhku semakin melemah. Aku tahu bahwa ini tidak adil pada keluargamu, tapi percayalah bahwa aku justru akan cemburu pada kedekatan putrimu dan putriku nantinya. Anggap saja bahwa ini sebagai bayaran untukku karena telah menyelamatkan nyawa putrimu. Bayaran ini dinamakan aku menyelamatkan putrimu, putrimu menyelamatkan nyawa putriku. Jadi, nyawa di bayar dengan nyawa. Sudah tidak ada lagi bukan, aku harus pergi karena waktuku tidak banyak lagi'.


'Sudah tidak ada'.


"Apa-apaan, aku juga mengalami hal itu?" bingung sesepuh Ying.


"Dia menitipkan putrinya padaku, putrinya akan di kenal menjadi putriku yang paling hebat. Putriku yang paling hebat adalah Yuan atau kita lebih mengenalnya dengan Mona. Mona menikah dengan Ming Fan, jadi apakah keduanya adalah putri dan putra yang di maksud olehnya" celetuk permaisuri Yu.


"Hahahaha" tawa sesepuh Zan membuat semua orang bingung.


"Ada apa ayah?" kompak kaisar dan permaisuri Yu.


Sesepuh Zan menggunakan kekuatan dirinya untuk memperlihatkan beberapa gambaran masa lalu. Ketika peperangan para kaisar aliran hitam dan putih saling berperang. Mereka semua sangat ingat tentang dimana kegelapan tiba-tiba muncul sebelum waktu kelahiran putri yang begitu cantik lahir dari rahim permaisuri Yu. Namun, portal emas tiba-tiba terbuka saat dirinya telah lahir, tapi tidak berapa lama semua orang akhirnya jatuh pingsan.


Lalu, datanglah para sesepuh yang pada akhirnya membawa Mona pergi karena permaisuri masih memiliki satu bayi lagi yang belum dilahirkan. Jadi, demi mengurangi beberapa kekacauan, sesepuh Zan menggunakan kekuatannya untuk menghapus ingatan semua orang.


Lalu, muncullah gambaran dimana Mona yang sedang di ganggu oleh para sesepuh lainnya. Dan gambaran di saat semua orang kembali pingsan karena kedatangan mereka, membuat para sesepuh bingung. Lalu, terlihatlah saat tangan mungil Mona bergerak, akhirnya semua orang bangun dari pingsan mereka.

__ADS_1


"I,,,itu" gagap semua orang.


"Dia yang di ramalkan yang akan mewarisi kekuatan ibunya, bahkan aku baru tahu kalau aku juga pernah jatuh pingsan, hehehehe" senyum sesepuh Zan.


"Ini bukan soal lucu atau tidak" kesal sesepuh Zan.


"Kenapa harus memusingkan sesuatu yang kau sudah tahu jawabannya" ucapan sesepuh Zan membuat semua orang bingung.


"Jika kita tidak bisa melindungi dirinya, maka percayakan dan memohonlah pada ibunya. Bukankah para ibu memiliki ikatan yang sangat kuat dengan anak-anaknya".


Saat gambaran-gambaran di benua bawah itu muncul di hadapan mereka semua yang di kekaisaran langit. Semua orang memperhatikan ke arah Mona, tapi Mona hanya menampilkan tatapan mata tidak peduli ke arah kekaisaran benua bawah yang dia lihat di gambaran bola kehidupan.


'Apakah dia benar-benar tidak peduli lagi' batin semua orang kompak saat mereka menatap ke arah Mona yang begitu tidak bereaksi.


'Bagus, bagus, bagus' batin pangeran mahkota.


"Baiklah, sudah cukup, kalian semua boleh kembali" celetuk kaisar langit.


"Yang mulia kaisar hentikan pernikahan ini" kesal Kety.


"Kenapa kau begitu ikut campur?" kesal pangeran mahkota.


"Karena kau menjadi penghalang cintanya".


"Bukankah dulu di kehidupan zaman modernmu, kau juga mengkhianati kepercayaan sebagai temanmu?".


"Benarkah berbeda, lalu bagaimana reaksimu jika aku mengatakan kalau pria yang bernama Ming Fan itu adalah kekasihmu sebelum kau bersama dengan dia" tunjuk pangeran mahkota ke arah Alex.


"Aku tidak peduli, karena selama ini aku selalu kalian siksa di sini. Lalu, hanya dialah yang mau mengulurkan tangannya untuk membantuku. Saat aku susah, tidak ada satupun pria yang dulu aku cintai yang mau menyelamatkan diriku. Hanya dirinya yang mau menerima dan memaafkan diriku. Jika boleh jujur, aku sempat berpikir kalau dia hanya berpura-pura baik kepadaku. Tapi, siapa yang sangka kalau ternyata dialah orang yang sama yang memiliki hati yang begitu besar untuk memaafkan. Jadi, entah apa yang telah kau lakukan padanya hingga membuat dia seperti itu. Tapi, aku akan menjadi orang pertama yang akan menjadi penghalang mu untuk menikahinya" Kety berusaha menghadang tatapan pangeran mahkota dari Mona.


"Sebelum kau menghadapi dirinya, kau harus melewatiku" ucap Alex menghadang di depan Kety.


"Kenapa kau?" tanya pangeran mahkota.


"Aku yakin kalau wanita yang kini menjadi pemimpin kekaisaran siang adalah wanita suruhanmu. Karena kau tersenyum saat gambaran dia menduduki singgasana kekaisaran siang".


"Kau benar soal bahwa akulah orang yang mengirim dia. Asal kalian tahu, bahwa portal dunia atas dan bawah hanya bisa dibuka dengan kekuatanku. Jadi, terserah diriku ingin mengirim siapa saja ke benua bawah" senyum pangeran mahkota.


"Kau bisa tersenyum sekarang, tapi aku bisa pastikan senyumanmu akan menghilang dari wajahmu itu" kesal Kety dan Alex.


"Minggir" Mona mengatakannya dengan nada datar dan dingin.


"Eh,,," terkejut keduanya.


"Aku bilang, minggir" aura Mona lebih dingin.


"Kau menyuruhku untuk istirahat bukan, lalu kenapa ada acara yang tidak berguna begini. Aku juga sangat benci ada orang yang menghalangi jalanku" celetuk Mona sambil berlalu melewati Alex dan Kety.

__ADS_1


"Satu hal lagi, sebenarnya kita jadi menikah besok atau tidak. Kenapa aku tidak melihat segala dekorasinya telah di siapkan" Mona menunjuk ke arah pangeran mahkota.


"Ah, mereka akan menyiapkannya dalam waktu beberapa jam lagi. Pokoknya besok kita akan tetap menikah".


"Benarkah?".


"Tentu saja, kau tenang saja".


"Baiklah, aku akan istirahat. Ingat baik-baik bahwa aku adalah wanita yang sangat membenci orang-orang yang berani menganggu waktu tidurku. Kalian pasti mengerti maksudku bukan?" Mona menampilkan tatapan menyeramkan kepada semua orang.


"Kami mengerti Dewi kupu-kupu" kompak semua orang.


"Bagus" Mona tiba-tiba menghilang di depan mereka semua.


*******


Besok harinya telah tiba, pangeran mahkota begitu tidak sabar dengan pernikahan ini. Sedangkan keluarga Mona begitu sangat khawatir kalau Mona akan terikat pernikahan dengan pangeran mahkota kekaisaran langit. Jika itu memang keinginan dari Mona sendiri, maka tidak akan masalah. Tapi, ini karena Mona berada di bawah pengaruh dari pangeran mahkota kekaisaran langit. Jadi, mereka tidak bisa menerimanya.


Acara pernikahannya telah sedia semua, hanya tinggal menunggu waktu untuk kedua pengantin tiba.


"Sepertinya pernikahan Dewi kupu-kupu dan pangeran mahkota akan sangat meriah" bisik seorang dayang.


"Kau benar, sepertinya begitu" balas dayang lainnya.


Bisik-bisik kata-kata yang hampir serupa juga terjadi di beberapa para tamu lainnya yang datang ke acara pernikahan ini. Karena bisik-bisik itulah, menimbulkan sedikit keributan.


Tidak selang berapa lama, akhirnya pengantin pria sampai di aula utama kekaisaran langit dengan pakaian yang serba merah. Pangeran mahkota menyapa semua orang.


Di saat semua orang banyak yang sedang tersenyum bahagia, lalu tiba-tiba datang dayang dengan penampilannya yang baru bangun tidur.


"Yang mulia pangeran mahkota" teriaknya sambil berlari ke dalam aula perjamuan.


"Ada apa?".


"De,,,Dewi kupu-kupu hosh".


"Tarik nafas lalu buang, ceritakan perlahan-lahan saja" ucap kaisar langit.


"Dewi kupu-kupu sudah tidak ada di kamarnya sejak jam tiga malam tadi. Hamba tidak sengaja ingin memeriksa kamar Dewi kupu-kupu karena hamba penasaran. Tapi, hamba tidak menyangka kalau Dewi kupu-kupu sudah tidak di kamarnya. Pada saat hamba berniat keluar dari kamar, tiba-tiba pintu tertutup dan hamba jatuh pingsan karena ada racun di dalam dupa pewangi ruangan yang ada di dalam ruang Dewi kupu-kupu".


"Jadi, maksudmu dia sedang tidak di kamarnya begitukah?".


"Ya, yang mulia".


"Kau pikir kau bisa mencegahku untuk menemui mereka" tiba-tiba gambaran wajah Mona yang sedang berada di samping anak-anaknya dan suaminya yang sedang tertidur lelap di benua bawah, muncul tiba-tiba di aula kekaisaran langit


"Tidak mungkin dia bisa turun ke benua bawah, aku sudah mengikat darahnya di benua atas. Jadi, dia tidak akan bisa kebawah lagi" kesal pangeran mahkota

__ADS_1


"Kau pikir kau bisa menipuku dengan mantra yang kau ucapkan itu. Aku hanya berpura-pura terkena mantra jelekmu itu, agar kau tidak mengganggu keluarga kecilku. Hasilnya kau terjebak, hahaha" tawa mengejek Mona.


__ADS_2