
Yuan di buat bingung dengan ucapan ulat pengendali hati. Sedangkan Ying Wie di buat terkejut karena sikap aneh Yuan. Yuan terus memperhatikan adik kecil nya yang sedang ulang tahun itu diberikan hadiah oleh semua orang.
'Tuanku, adikmu bertanya apakah dia akan mendapatkan hadiah darimu?" tanya ulat pengendali melalui telepati pikiran.
'Ada,,, jika dia memang menginginkan hadiah dariku' jawabku.
'Dia menantikannya tuanku' ujar nya.
'Aku akan menunggu nya di kamarnya' ujar ku.
'Baiklah tuanku, akan aku sampaikan' jawab ulat itu.
'Baiklah' ujar ku.
Semua acara kembali berjalan seperti semula yaitu lancar dan tenang. Namun, mata kaisar siang terus melihat ke arah sekelilingnya membuat yang menyadari hal itu menjadi bingung.
"Ada apa kaisar siang?" tanya sesepuh Mao saat melihat kaisar siang terus melihat ke arah sekelilingnya.
"Tidak ada, aku hanya ingin melihat-lihat pemandangan sekitar kekaisaran Yu yang sangat indah saja" jawab kaisar siang.
"Hahaha hahaha" suara tawa Yuan menggema di aula kekaisaran Yu membuat yang lainnya bingung. Terutama Yuan dan Ying Wie yang di atas pohon.
"Bukankah itu suaramu kak?" tanya Wie kepada ku.
"Itu memang suaraku" jawab ku.
"Lalu kenapa suara tawamu menggema di aula?" tanyanya.
"Jangankan dirimu, aku sendiri saja bingung" jawab ku yang melihat wajah bingungnya.
"Siapa kau?" tanya kaisar siang.
"Hahahaha" tawa itu menggema lagi di aula membuat mereka yang mengenal suara tawa itu milik siapa saling memandang.
"Apa kabarmu Alex?" tanya suara itu.
"Siapa kau, bagaimana kau tau namaku Alex?" tanya nya.
"Kau tidak perlu tau bagaimana cara aku tau namamu. Tapi, ingatlah baik-baik, jika kau berani menyentuh keluargaku maka kau akan aku bunuh. Bukan hanya keluarga kandungku, melainkan semua orang yang mengenal ku adalah keluargaku. Jadi, jangan pernah menyentuh mereka jika kau tidak ingin tiada dengan sangat cepat" jawab suara itu yang membuat semua orang menjadi bingung, terutama Yuan dan Ying Wie, karena itu suara Yuan. Tapi, orangnya ada di samping nya.
"Jangan lancang, apa kau tau kau sedang berbicara dengan siapa?" teriak menterinya kaisar siang.
"Aku tidak perduli mau aku berbicara dengan siapa" jawab suara itu.
"Kau sedang berbicara dengan kaisar di kekaisaran siang. Jadi, jika kaisar kami mau nyawamu bisa dengan mudah kami ambil" ujar menteri kaisar siang.
"Oh ya aku takut sekali. Apa kata-kata yang seperti itu yang ingin kalian dengar dari mulutku bukan. Tapi, sayangnya aku tidak takut sama sekali. Jika tuanmu adalah seorang kaisar, maka aku adalah seorang permaisuri karena aku perempuan bukan pria. Jadi, tentu saja tuanmu adalah seorang kaisar, mana mungkin kan ada permaisuri berjenis kelamin pria" ujar suara itu.
"Kau bera,,,," teriak menterinya terpotong karena ucapan kaisar siang.
"Berhentilah menteriku, dan dirimu jangan menjadi pengecut yang bersembunyi di belakang layar" ujar kaisar siang.
"Siapa yang menjadi pengecut aku atau kau yang berpura-pura baik padahal tidak" ujar suara itu.
"Tunjukkan dirimu jika kau bukan pengecut" ujar kaisar siang.
"Aku ada di dekat para sesepuh" ujar suara itu.
Semua orang melihat ke arah di sekitar para sesepuh. Namun, mereka tidak menemukan siapa pun disana selain para sesepuh. Hanya Yuan yang bisa melihatnya.
"Cantik" ujar ku membuat Ying Wie bingung.
__ADS_1
"Apanya?" tanya dirinya sambil melihat ke arah ku.
"Seseorang di dekat para sesepuh" jawabku.
"Tidak ada orang di sana kak" ujarnya saat mengalihkan pandangannya ke arah sekeliling para sesepuh.
"Ada,,, seorang perempuan berpakaian putih san berambut merah. Dirinya sangat berwibawa dan elegan.
"Tidak ada siapapun di sekitar para sesepuh" ujar kaisar siang.
"Hahaha,,, menurutmu mungkin tidak ada. Tapi, seseorang telah berhasil melihat ku dan menebak setengah penampilanku" ujar suara itu.
"Siapa?" tanya kaisar siang.
"Seseorang yang di masa depan akan menjadi penghalang utamamu dalam mendapatkan dan menguasai seluruh dunia. Bahkan dia juga yang justru akan merebut hati semua orang, tidak terkecuali orang-orang di kekaisaran milikmu. Jadi, sampai jumpa bagi orang yang menebakku, dan kau juga akan mendapatkan semua kekuatanku. Jadi, gunakan kekuatanku pada jalan kebajikan" jawab suara itu, lalu di sekitar para sesepuh terbang lah beberapa kupu-kupu berwarna putih kemerahan. Hal itu, membuat semua orang takjub.
"Ok" jawab ku membuat Wie melihat ke arah ku.
"Dia kan menyuruhku menggunakan kekuatannya di jalan kebajikan. Ya berarti ok" ujarku saat melihat tatapannya padaku.
"Ok itu apa?" tanya nya.
" Ahh pantesan, ternyata karena tidak tau apa itu ok. Ok itu sama seperti baiklah" jawabku.
"Ohhh" ujar nya.
"Baiklah mari pergi ke kamarnya Sima" perintahku.
"Oke" jawabnya membuat aku melihatnya.
"Apa?" tanya nya bingung karena aku melihat ke arah dirinya.
"O dan k di baca ok, bukan oke" jawabku.
"Makanya aku kasih tau yang benar" jawabku sambil memegang tangannya, lalu kami menghilang ke kamar pangeran Sima.
"Bangunkan aku saat ada yang mau masuk, aku ingin istirahat dulu" perintahku saat kami telah masuk ke kamar Sima, lalu aku membaringkan tubuhku di atas kasur itu.
"Baik" jawabnya sambil ikut membaringkan tubuhnya juga.
"Kenapa kau ikutan baring?" tanya ku.
"Karena aku lelah juga" jawabnya.
"Terserahlah" jawab ku.
Kami berdua menunggu di dalam ruangan milik pangeran Sima. Sekitar dua jam kami menunggu, lalu akhirnya ada yang datang membuat kami langsung bersembunyi. Namun, saat kami tau bahwa yang datang adalah Sima kami langsung keluar.
"Ini hadiah untukmu sayang, untuk melindungumu suatu hari nanti" ujar ku sambil memberikan sebuah belati kecil untuknya.
' Dia bertanya apakah anda akan pergi?' telepati ulat.
"Ya jijie harus pergi" jawabku.
'Apakah tidak bisa sedikit lebih lama di sini?" tanya ulat.
"Tidak bisa sayang karena jijie harus pergi ke suatu daerah ke daerah yang lainnya untuk memperluas daerah. Tapi, ngomong-ngomong kenapa kau mengatakan kalau aku kakak peramamu?" tanya ku.
'Aku tau hal itu karena kakek buyut yang mengatakannya, dia memercayaiku untuk menjaga kakak. Aku di amanahkan oleh kakek untuk membantu kakak suatu hari nanti, saat kakak Membutuhkan jantung seseorang' telepati ulat.
"Maksudnya?" tanya ku.
__ADS_1
'Pada saat waktunya tiba, kakak akan tau' telepati ulat.
"Apa dia tidak bisa berbicara?" tanya ku.
' Tidak tuanku, pangeran bisu' telepati ulat.
"Sejak kapan?" tanyaku.
' Sejak dia lahir' telepati ulat.
"Baiklah, jijie harus pergi dulu. Jadi, sampai jumpa sayang" ujar ku sambil membelai rambut nya, lalu pergi.
Setelah itu kami berdua pergi dari sana ke arah kekaisaran bulan. Saat melihat diriku mereka semua memberikan hormat. Setelah itu suara Yuan menggema di seluruh kekaisaran bulan menyuruh mereka untuk berkumpul di aula.
"Siapa dari kalian yang menjadi orang-orang yang paling kuat silahkan maju kedepan" perintah ku. Setelah itu berkumpullah sekitar dua puluh satu orang.
"Kami adalah peringkat satu sampai tiga dalam setiap profesi" jawab salah satu dari mereka.
"Ohh baiklah. Aku ingin mulai menguasai beberapa daerah dengan bantuan kalian. Bisa kan?" tanyaku.
"Tentu Queen" jawab mereka kompak.
"Baik, aku akan memulainya dari kekaisaran iblis. Jadi, siapkan diri kalian karena aku ingin ksluanlah yang menyerang mereka" perintah ku.
"Bukankah kau bisa menyerangnya hanya dengan sekali serangan" ujar Dera.
"Memang bisa. Tapi, aku ingin menjatuhkan kesombongannya yang selalu berpikir kalau tidak akan ada orang yang bisa mengalahkan kemampuan berperang nya" ujar ku.
"Ohh baiklah, terserah padamu saja" pasrah Dera.
"Baiklah aku ke kamar dulu" ujar ku sambil berlalu pergi dengan di ikuti Ying Wie di belakangku.
Sesampai di kamar mereka berdua memikirkan rencana untuk melakukan penyerangan kepada beberapa daerah. Yuan mengirim surat kepada kekaisaran iblis kalau dirinya akan melakukan penyerangan kepada kekaisaran mereka.
"Tuanku, kita mendapat pesan dari kekaisaran bulan, kalau mereka akan melakukan penyerangan terhadap kekaisaran iblis" ujar jenderal nya yang membaca surat yang di kirim Yuan kepadanya atas nama kaisar.
"Kau yakin?" tanya kaisar iblis.
"Ya yang mulia" jawab kaisar iblis.
"Coba aku lihat" ujar kaisar iblis.
"Ini tuanku" ujar jenderalnya sambil menyerah kan surat itu.
"Hahaha" tawa kaisar iblis saat dia telah selesai membaca surat itu.
"Aku suka yang begini, dia bukan seorang pengecut yang menyerang dari belakang. Dia menyuruhku untuk bersiap-siap karena dia akan menyerang ku, aku sungguh suka yang begini. Setelah empat tahun aku tidak bersenang-senang, akhirnya kesenangan itu datang dengan sendirinya" sambung kaisar iblis.
"Jadi, tuanku?" tanya jenderalnya.
"Bersiap-siap lah, karena kita tidak tau seberapa kuat sebenarnya dirinya karena kita tidak bisa meremehkan seseorang yang dengan berani menantang ku" jawab kaisar iblis.
"Baiklah tuanku" jawab semua orang.
Sedangkan di kekaisaran bulan, para pasukan black rose sedang bersiap-siap untuk melakukan peperangan nanti. Ketika semua telah selesai, Yuan mengumpulkan mereka dan memberi tahukan tentang rencananya ke pada semua orang yang akan berperang.
"Dengar, aku ingin kalian membagi menjadi tiga kelompok yang semuanya dalam tiap-tiap kelompok harus memiliki ahli pedang, panah, dan lain-lain. Karena kita akan menyerang mereka dalam tiga tahapan. Jadi, jika mereka akan berfokus pada tim yang satu, masuklah tim dua, baru setelah mereka kelelahan dengan tim satu dan dua maka masuklah tim tiga yang akan menyerang saat mereka lengah.
"Ide bagus" sorak semua orang.
"Memang ide bagus. Tapi, aku ingin ide ini bagus sampai kita berperang nanti, karena aku ingin kalian menganggap peperangan ini sebagai sebuah permainan bukan peperangan. Sebenarnya memang benar seperti yang di katakan oleh Dera bahwa kalau aku ingin tentu sangat mudah untukku mengalahkan kaisar iblis. Tapi, aku ingin menguji kekuatan kalian dan kecakatan kalian dalam berperang di lapangan. Jadi, semangat lah paman, bibi, dan saudara yang seumuran denganku. Aku akan selalu berada di belakang kalian. Jadi, mari bermain-main dan bersenang-senang dengan kekaisaran iblis" ujar ku.
__ADS_1
"Baik Queen, kami akan bermain-main dengan mereka sesuai perintahmu" teriak mereka semua.