The Switched Daughter

The Switched Daughter
Mari berharap kalau ini adalah kode darinya


__ADS_3

Dua bulan setelah kepergian Mona, semua orang telah kembali ke kekaisaran mereka masing-masing. Kehidupan semua orang berubah setelah mereka melihat Wang Yuan atau Kim Mona terbaring kaku di depan semua orang saat di tengah-tengah aula luar kekaisaran bintang.


Empat kekaisaran yang paling merasakan kesedihan yang amat dalam, karena banyaknya kenangan yang mereka miliki bersama Mona. Ming Fan memilih tinggal jauh dari kekaisaran kegelapan karena rumah pohon yang Mona. Setiap kali dia melihat rumah pohon itu, dia selalu teringat wajah Mona yang berjuang sendirian saat melahirkan anak-anak mereka tanpa dirinya di sampingnya.


Begitupun dengan anggota kekaisaran kegelapan lainnya, mereka menjadi lebih dingin dari sebelumnya karena orang yang selalu membuat ulah kepada mereka, kini sudah tiada lagi di samping mereka. Zuwie menjadi seperti Ying Wie pada saat seusianya, Zuwie belajar banyak ilmu bela diri. Zuwie memaksakan dirinya untuk menjadi ahli bela diri karena dia tidak bisa melindungi bibinya saat bibinya membutuhkan bantuannya.


Kesedihan dirasakan semua orang setiap kali mereka melihat taman dan rumah pohon Mona yang menjadi tempat favorit Mona untuk memainkan alat musiknya. Tapi, mereka juga tidak ingin menghancurkan kenangan terakhir Mona. Tempat itu selalu di rawat oleh pelayan setianya dan juga telah dianggap adiknya sendiri oleh Mona.


Bagitupun yang terjadi di kekaisaran Yu, semua orang di sana merasa sedih karena mereka selalu melihat rumah pohon Mona yang terletak tepat di aula depan kekaisaran Yu. Setiap kali mereka semua melewati tempat itu, bayangan Mona bermain-main dengan mereka terus mengiang-ngiang di kepala mereka.


Senyuman, kejahilan, dan ide-ide cemerlang namun terkadang nakal yang dimiliki Mona terus-menerus memenuhi pikiran mereka. Karena saat mereka melakukan aktivitas keseharian mereka, pasti akan ada masa dimana Mona selalu mengerjai mereka. Pasalnya, saat para pelayan sedang menyapu, Mona pasti akan mengotori halaman lagi dengan bantuan dari Green yang menyerakkan kembali dedaunan. Saat para prajurit sedang berlatih pedang, maka Mona akan membuat mereka tidak berhenti berlatih meskipun sedang lelah, itu juga karena ulah Mona yang meminta bantuan dari Dragon. Begitupun saat para pelayan yang mencuci pakaian keluarga kekaisaran, saat mereka ingin menjemurnya. Maka Mona akan menurunkan hujan saat mereka ingin menjemur, tapi saat mereka ingin berteduh Mona membuat matahari kembali terlihat. Mona melakukan itu dengan bantuan dari White. Saat semua hal itu terjadi, Mona hanya menonton mereka sambil tertawa terbahak-bahak sendirian.


Permaisuri Yu bersama putri kecilnya terus saja menghabiskan waktunya di rumah pohonnya Mona. Kaisar Yu lebih sering menghabiskan waktunya di ruang kerjanya, dia lebih sering melihat pemandangan barang-barang yang telah di rubah Mona, dibandingkan menyelesaikan tugas kekaisarannya.


Sedangkan Xian dan Anchi terus saja membayangkan kenangan kurang baik mereka bersama Mona. Kenangan yang mereka miliki yaitu kenangan dimana mereka tidak sependapat dengan pemikiran Mona. Xian terus saja membayangkan saat dimana kakak kandungnya meminta bantuan untuk pertama dan terakhir kali darinya, yaitu permintaan mencarikan udang saat tengah malam hari saat Mona ngidam ingin makan udang bakar. Namun, dia tidak bisa memberikannya kepada kakak kandungnya itu.


Hal yang paling terasa menyakiti hati semua orang yaitu saat kenangan Mona ketika mereka di meja makan. Bahkan ada satu masakan yang semua orang kurang suka, sedangkan Mona sangat menyukainya yaitu tahu busuk pedas. Jajanan desa itu sangat di sukai Mona saat dia keluar diam-diam dari kekaisaran Wang saat tengah malam hari tiba dan itu menjadi salah satu jajanan favoritnya. Semua orang, baik dari kekaisaran Yu, Wang, bulan, dan kegelapan. Semuanya tidak pernah lupa makan tahu busuk pedas yang di rekomendasikan oleh Mona, meskipun sedikit karena mereka tidak terlalu suka.


Ketiga malaikat kecilnya Mona dirawat oleh para sesepuh di kekaisaran bintang, karena mereka tidak mau jauh-jauh dari tempat tidur terakhir ibu mereka. Saat ada orang yang membawa mereka jauh dari tempat tidur itu sejauh sepuluh langkah saja, maka mereka akan mulai menangis. Jadi, mereka memutuskan untuk orang yang merawat ketiga malaikat kecil Mona yaitu para sesepuh dari kekaisaran bintang. Karena Ming Fan menjadi begitu sangat dingin sejak dia melihat Mona yang terbaring kaku tepat di hadapannya.


"Zan, kau sedang memikirkan apa?" tanya sesepuh Ying saat melihat sesepuh Zan hanya memandang ke arah luar halaman kamar ketiga cucunya.


"Mereka tidak sempat merasakan kasih sayang ibunya, maka aku sedang berpikir untuk membuat Ming Fan mengelola kaisar bintang agar dia bisa lebih dekat dengan ketiganya".


"Tapi, bukankah sepertinya akan sangat sulit mengikat dirinya dengan kekaisaran?".


"Kau benar, Ying. Itulah yang menjadi beban pikiranku saat ini karena Ming Fan sangat sulit di temui saat aku bertanya kepada keluarganya kemarin".

__ADS_1


"Bagaimana, jika kita mengumpulkan semua orang seperti yang dilakukan oleh kaisar siang dulu. Bukankah orang pintar itu sudah berjanji akan mengabdikan hidupnya untuk ketiga keturunan dari Mona?".


"Kau benar, mari temui dirinya" sesepuh Zan menjentikkan jarinya, lalu ketiga cicitnya yang sedang tidur di tempat peristirahatan terakhir Mona, langsung menghilang bersamaan dengan tempat yang mereka tiduri.


Sesepuh Zan dan sesepuh Ying menemui orang pintar itu yang kini dijuluki sebagai guru sihir agung. Mereka berdua mengutarakan keinginan mereka untuk mengumpulkan semua orang di kekaisaran bintang. Hal itu di setujui oleh guru sihir agung.


Mereka bertiga berjalan ke arah aula luar kekaisaran bintang. Saat dalam perjalanan, mereka bertemu dengan para sesepuh lainnya. Jadi, mereka juga mengikuti ketiganya karena rasa penasaran mereka. Bagitupun dengan semua orang yang berada di kekaisaran bintang juga mengikuti mereka ke aula luar kekaisaran bintang.


"Aku memanggil semua orang anggota keluarga kekaisaran manapun di benua ini. Kumpulkan mereka semua di hadapan kami sesuai dengan keluarga mereka masing-masing, tidak peduli mereka sedang dimana dan sedang ngapain". Guru sihir agung mengucapkan sebuah kalimat mantra. Lalu, datanglah semua anggota keluarga kekaisaran di benua ini.


Semua orang yang baru datang secara tiba-tiba, memasang berbagai macam ekspresi di wajah mereka.


"Ada apa anda memanggil kami secara tiba-tiba begini, sesepuh?" Ming Fan bertanya dengan aura yang begitu dingin bisa di rasakan semua orang. Padahal dia sedang menutup matanya dalam keadaan sedang menyandar di kursi khusus miliknya dengan kaki kirinya di tekuk dan tangan kirinya sedang berada di atas lututnya . Mungkin, tadinya dia sedang menyandarkan punggungnya di suatu tempat untuk mengistirahatkan tubuhnya.


"Karena kau yang langsung bertanya, maka aku akan langsung ke intinya. Aku ingin menjadikanmu sebagai pemimpin dari kekaisaran bintang ini. Aku tidak peduli dengan apa yang akan kau pilih, yang jelas aku tidak suka kata tidak" jawab sesepuh Zan sambil mengeluarkan auranya khusus untuk Ming Fan.


'Apa-apaan ini, haruskah mereka melakukan ini' batin semua orang saat melihat dua orang itu saling tidak mau mengalah.


Di saat keduanya saling mengeluarkan aura mereka membuat semua orang sedikit gemetar. Justru iba-tiba cahaya dari tubuh keduanya mengarah ke arah Mayumi sang adik kecilnya Mona membuat semua orang bingung dan juga takut karena auranya sangat kuat. Saat keduanya kehilangan aura mereka karena mengarah ke tubuh Mayumi, membuat keduanya dan semua orang menatap ke arah Mayumi karena takut kalau dia akan kenapa-kenapa. Tapi, yang mereka dapatkan adalah kilatan mata tajam dari Mayumi ketika tatapan Mayumi bertemu dengan tatapan Sesepuh Zan dan Ming Fan, dan aura mereka seperti terserap ke tubuhnya Mayumi. Tapi, kilatan itu hanya berlangsung selama tiga detik, setelah itu tatapan bayi kecil kembali di matanya.


'Apa ini hanya perasaanku saja atau apa, karena tatapan yang dia berikan tadi sangat tidak cocok dengan tubuhnya yang masih bayi itu, dan tatapan itu seperti pernah kudapatkan' batin semua orang kompak saat mereka sempat melihat tatapan yang diberikan putri Mayumi ke pada sesepuh Zan dan Ming Fan.


"Pangeran Ming Fan dan Zan, aku yakin kalau kalian sama-sama keras kepala. Jadi, ini pendapat dariku untukmu pangeran Ming Fan, tidakkah kau penasaran kenapa bunga mawar putih yang ada di samping tempat tidur ketiga anakmu masih sangat segar padahal sudah dua bulan berlalu dari hari kejadian itu, dan tidakkah kau penasaran kenapa ketiga anakmu tidak ingin jauh dari tempat tidur itu?. Entah kau akan percaya atau tidak, tapi jika aku menilai, sepertinya ini adalah kode entah itu dari istrimu atau dari anak-anakmu. Aku menilai ini sebagai kode kalau anakmu tidak ingin menjauh dari tempat tidur itu karena mungkin mereka tidak ingin saat seseorang kembali, tidak ada satu orangpun yang menemaninya di samping tempat tidurnya. Tidakkah kalian menyadari, bukankah biasanya saat seseorang telah mengontrak hewan kontrak dengan darahnya, itu berarti mereka telah terikat hubungan sehidup semati. Maka, itu berarti mereka juga akan tiada saat majikan mereka tiada. Sedangkan yang kita lihat dua bulan lalu, bahwa mereka masih baik-baik saja saat majikan mereka terbaring kaku dengan wajah pucatnya di depan kita, dan kita juga tidak mengubur atau membakar tubuhnya bukan karena tubuhnya dan yang lainnya menghilang. Jadi, bisa disimpulkan bahwa mungkin di suatu tempat yang entah itu dimana, bunga kecilku masih bermain permainan sembunyi dan cari dengan kita semua" senyum getir terlukis di bibir guru sihir agung.


"Jadi, mari bantu kami yang sudah tua ini merawat kekaisaran bintang yang luas ini. Karena saat kami tiada, sepertinya kekaisaran ini akan jatuh pada keturunannya sesepuh Zan. Kau mengerti maksudku kan?" tanya guru sihir sambil mengeluarkan auranya untuk Fan dan sesepuh Zan.


"Ah,,,," teriak keduanya sambil bersimpuh.

__ADS_1


"Itu bayaran karena kalian membuat keributan yang tidak penting".


"Sejak kapan kau hebat begini?" tanya sesepuh Zan sambil menatap tajam ke arah guru sihir. Guru sihir dan sesepuh Zan saling memandang tajam.


"Baiklah, aku kalah, aku setuju membantu kalian. Tapi, tidak untuk menduduki tahtanya" pasrah Ming Fan.


"Kenapa tidak dari tadi" kompak para sesepuh.


******


Disaat semua orang di kekaisaran benua bawah merasa teramat rindu kepada Mona. Di, kekaisaran benua atas yaitu kekaisaran langit sedang berkumpul semua orang dari berbagai kalangan untuk menghadiri pesta yang diadakan di kekaisaran langit.


"Salam hormat kepada kaisar langit, semoga anda dan keluarga diberkati dengan umur panjang" doa semua orang saat kaisar langit memasuki ruang aula.


"Terima kasih atas doa kalian, mari silahkan duduk".


"Terima kasih kaisar" kompak semua orang.


"Baiklah, Zhen mengumpulkan kalian disini karena Zhen ingin mengatakan kalau Zhen telah membawa sang Dewi kupu-kupu kemari".


"Benarkah, sepertinya kebaikan akan datang yang mulia kaisar" kompak semua orang.


"Mudah-mudahan begitu karena Zhen juga berharap begitu".


Di saat semua orang di kekaisaran langit sedang melakukan pertemuan di aula kekaisaran langit. Seorang gadis cantik dan elok rupanya telah membuka matanya di atas tempat tidurnya.


"Ah, ini dimana, kenapa tempatnya asing?"

__ADS_1


__ADS_2