
Ketika malam hari Yuan dan Dera beralasan ingin ber kultivikasi tertutup selama sebulan pada gurunya. Guru besar menyetujui nya dan mengumumkan kepada semua orang bahwa kedua murid nya akan berkurtivikasi selama sebulan jadi jangan ada yang mengganggu.
Semua orang yang mendengar nya merasa iri pasal nya ketika Yuan meminta hal lain guru besar juga mengizinkan.
" Maaf guru besar, murid ini ingin berkultivikasi di luar bukan di akademi" ujar Yuan dan diangguki oleh Dera.
" Memang nya siapa yang menyuruh kalian berkultivikasi di akademi" ujar guru besar.
" Lalu di mana kami akan berkultivikasi guru" ujar Dera.
" Kalian akan berkultivikasi di hutan kabut" ujar guru besar.
" Apa" ujar semua murid dan para guru.
" Maaf, bukankah hutan kabut adalah hutan yang belum pernah ada orang yang pernah berhasil keluar dari sana bahkan dari yang saya dengar guru besar juga belum pernah kesana ,,," ujar Yu Yan yang khawatir akan Yuan.
" Itu benar bukan kah kalian selalu mengata kan kalian sangat iri kepada mereka berdua yang selalu ku perlakukan berbeda di akademi. Mereka selalu bisa hidup sesuai yang mereka ingin kan bukankah begitu" ujar guru besar sambil melihat seluruh murid mereka yang di lihat menunduk kan wajah nya.
"Bukan kah dengan mereka pergi ke hutan kabut mereka akan mati karna alasan berkultivikasi bukan dengan alasan saling berkelahi di akademi" ujar guru lagi.
__ADS_1
Semua yang mendengar itu terkejut dan berkata dalam hati ' ada apa dengan guru besar sampai bisa mengeluarkan kata mati kepada murid nya seperti itu ' batin semua orang. Tapi berbeda dengan Yuan dan Dera mereka justru saling pandang dan tersenyum, senyuman itu tak terlewat kan oleh tiga teman mereka dan para guru termasuk guru besar.
' Ada apa dengan mereka berdua, kenapa mereka malah tersenyum ' batin mereka yang melihat senyuman dua murid guru besar tersebut.
" Dan juga karna mereka yang ingin ber kultivikasi di luar maka aku hanya mengizinkan ke hutan kabut, aku tak mau mendengar bantahan orang lain. Jadi jawab aku Yuan dan Dera kalian memilih yang mana berkultivikasi di akademi atau di hu,,,," ujar guru besar terpotong dengan semangat kedua murid nya.
"Hutan kabut,,,, terima kasih guru ku yang baik / tampan" ujar Yuan dan Dera sambil berlari semangat yang membuat semua orang terkejut.
" Apa yang terjadi ,,," ujar guru besar.
" Mereka menjawab apa tadi" sambung nya lagi.
" Kalian mau kemana" tanya nya.
" Hutan kabut" ujar Yuan dan Dera bersamaan.
" Kalian benar-benar akan pergi " ujar guru besar.
"Apa- apaan itu kakek tua kau ingin mengingkari kata-katamu" ujar Yuan yang sedikit kesal karena perkataan guru besar yang plin-plan.
__ADS_1
" Bisakah aku menarik kata-kata ku" tanya nya.
" Tidak bisa" ujar Yuan dan Dera kompak.
" Kakek tua sebaik nya jangan menguji kesabaran ku, aku sungguh ingin berkultivikasi , jika diri ku tak kau izin kan aku akan naik tembok tinggi sialan itu. Jika Dera aku tak tau" ujar ku.
" Apa beda nya dengan ku, bahkan aku akan melumpuh kan mereka semua, agar aku bisa kultivikasi di luar" ujar Dera.
Dera dan Yuan saling pandang dan tertawa
"Hahaha kita memang cocok 😎😎😎" ujar mereka berdua.
"Baiklah-baiklah ku harab aku tidak akan menyesal nantinya" ujar guru besar frustasi.
Yuan dan Dera yang melihat ketulusan guru nya, menghampiri dan menepuk pundak
" Dirimu tak kan menyesal guru" ujar Dera.
" Menurut ku begitu pun dengan akademi" ujar Yuan
__ADS_1
" Aku tak tau apa yang selalu di katakan beberapa orang, namun aku sudah mendengar beberapa kali mereka menyebut kan aku sama seperti yang di ramal kan, bahkan kau juga pernah mengatakan nya bukan, karna itu lah izin kan aku pergi keluar guru,," ujar Yuan dengan tersenyum, ketika Yuan tersenyum angin berhembus dengan sepoi-sepoi dan sejuk.