The Switched Daughter

The Switched Daughter
Makan malam bersama


__ADS_3

Saat aksi saling tatap itu berlangsung selama dua menit, akhirnya permaisuri memutuskan untuk duduk di sana juga membuat semua para bawahan menjadi terkejut. Setelah itu, datang juga kaisar, Anchi, Xian, Anshi dan Sima. Setelah itu, semua makanan di sajikan di atas meja kayu. Sedangkan mereka duduk di atas rumput tanpa alasan. Sima duduk tepat di samping ku duduk, lalu seperti biasa bahwa apapun yang aku lakukan, maka akan Sima lakukan. Hal itu membuat mereka yang belum melihat tingkah sehari-hari kami berdua menjadi bingung. Aku dan Sima makan dengan menggunakan tangan kami, lalu ketika aku melihat pangeran Sima selalu mengikuti apa yang aku lakukan. Jadi, sifat dan ide jahil ku muncul saat makanan kami berdua tinggal sedikit ikan bakar lagi. Aku mengambil cabai kecil lalu membalutnya dengan ikan, dan aku mulai memakannya. Hal itu tidak pedas jika bagi ku, tapi berbeda dengan Sima yang masih berumur tiga tahun, dia sangat kepedasan.


"Hahhaha,,, hahhah,,,hahha" tawa ku saat melihat dia kepedasan.


"Mhhhhhmmmmm" gumam Sima sambil berusaha mengambil air. Namun, setelah dia meminum satu gelas air, tapi tidak juga mempan.


"Bila tidak mempan dengan air, maka gunakan beberapa cara lain. Diantaranya yaitu: makan makanan manis, pukul-pukul pelan di ujung kepala mu, bukalah mulut mu kebawah, atau terakhir berlarilah karena dengan kau berlari kau akan merasa kelelahan membuat keringat mu keluar" ujar ku sambil memukul-mukul pelan ubun-ubun pangeran Sima untuk meredakan rasa pedas nya. melihat hal itu semua orang tersenyum.


"Baiklah mari pergi, kami permisi yang mulia" hormat ku, lalu aku pergi dengan membawa pangeran Sima di punggung ku.


Karena tingkah ku ini, membuat banyak orang menjadi ketakutan karena aku tidak sopan kepada kaisar. Namun, kepala pelayan yang berjaga di pavilium pangeran Sima mengatakan sesuatu yang membuat semua orang semakin terkejut.


"Maafkanlah Mulan yang mulia, selama dia yang menjadi pelayan pangeran, pangeran sungguh berubah banyak. Pangeran menjadi sangat disiplin, sekarang ini adalah waktunya untuk tidur siang. Tapi, karena mereka baru siap makan, maka sepertinya Mulan akan mengajarinya tentang kehidupan ini yang mulia. Jika boleh jujur, selama dia yang menjadi pelayan pangeran Sima, kami bagaikan tidak dibutuhkan lagi. Hari-hari pangeran dilewati dengan berenang, memancing, menangkap ikan, memanjat pohon, bermain, belajar, mandi sendiri, makan sendiri, panggang sendiri ikan yang mereka tangkap dan melakukan semua hal sendiri. Itu semua karena Mulan yang mengajari nya. Sedangkan para prajurit hanya mengajarkan cara bertarung dan memanah. Sedangkan kami hanya bertugas untuk membersihkan halaman dan mencuci pakaian pangeran, tapi itupun kami sering berebutan dengan mereka. Jika kami yang mendapatkan sapu untuk menyapu halaman dan mencuci pakaian mereka, maka mereka akan menganggu kami dengan cara mengotori lagi halaman yang sudah kami sapu dan terkadang mencipratkan air ke wajah kami ketika kami sedang mencuci pakaian mereka. Mereka akan terus melakukan hal itu sampai kami memberikan sapu dan pakaian mereka kepada mereka untuk mereka lakukan kedua pekerjaan itu sendiri. Jadi, dengan terpaksa kami harus menuruti mereka, Mulan selalu mendampingi pangeran bekerja. Pangeran melakukan itu dengan suka rela, lalu saat pangeran sudah mulai kelelahan, maka pada saat itulah Mulan baru memberikan sapu itu kepada kami" cerita kepala pelayan itu.


"Apakah kau sedang berbohong kepada kami kepala pelayan?" tanya Permaisuri sambil memicingkan matanya.


"Hamba tidak berani yang mulia" hormatnya sambil sedikit ketakutan.


"Itu sangat luar biasa, kalau memang Sima melakukan semua hal itu" gumam kaisar sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aaaaaaaaaaa,,,,,,,,," teriak ku dari kejauhan, membuat semua orang terkejut karena teriakan ku itu.


Semua orang menjadi kalang kabut karena berlarian ke arah suara itu. Saat mereka sampai di sana, mereka semua di buat bingung karena saat mereka sampai mereka tidak melihat ada hal yang aneh. Mereka hanya melihat keduanya sedang bermain-main dengan rianya di dalam lumpur.


"Ada apa?" tanya ku sambil menatap mereka.


"Kenapa kau berteriak, nak?" tanya permaisuri sambil berjongkok memandang kami yang di dalam lumpur.


"Karena ada banyak belut di sini, aku geli saat mereka menyentuh kaki ku karena aku pikir itu adalah ular. Jadi, aku berte,,,aaaaaa,,,,,," geli ku saat Sima menaruh belut itu secara tiba-tiba di leher ku saat aku sedang fokus menatap ke arah permaisuri dan menjawab pertanyaannya.


"Bocah, sepertinya sopan santun mu itu, sudah kau lupakan ya. Jadi, kau harus di beri hukuman" geram ku sambil memeluk adik ku dan menggelitik adik ku, sehingga pangeran Sima sampai tiduran di dalam lumpur karena merasa kegelian


"Kau sudah mulai nakal ya,,," geram ku sambil terus menggelitik adik ku.


"Sepertinya telinga ku ini sedang bermasalah" celetuk Anshi sambil fokus ke pemandangan yang di depannya.


"Begitupun dengan pendengaran ku" balas beberapa orang lainnya.


Setelah dua menit kami saling menggelitik di dalam lumpur, aku membawa adik ku ke dalam sungai yang memiliki arus sedikit deras. Saat kami di dalam sungai, maka kami saling membersihkan tubuh kami masing-masing. Semua orang yang baru melihat pangeran bisa berenang di sungai sederas ini menjadi sangat terkejut.

__ADS_1


"Kenapa kalian menatap kami begitu serius seperti itu" tanya ku sambil memasang ekspresi wajah tidak berdosa ku kepada mereka yang menatap kami dengan sangat serius.


"Bukan apa-apa" jawab mereka semua kompak sambil memandang ke arah ku.


"Baiklah mari kembali ke kamar masing-masing" perintah ku sambil mulai naik dari air, begitupun dengan Sima yang mengikuti ku.


Begitulah hari-hari yang terus kami lewati, tepat pada hari sebelum peperangan terjadi. Kami semua makan malam bersama, biasanya kami selalu makan siang bersama. Sedangkan makan malam di pavilium masing-masing. Jadi, entah kenapa malam ini aku mau makan bersama mereka, Sima akan mengikuti apa pun yang ku lakukan. Jika aku tidak mau makan bersama maka diapun tidak mau makan bersama keluarga kekaisaran.


'Ini makan malam pertama ku bersama kalian, aku berharap bahwa ini bukan makan malam terakhir ku bersama kalian' batin ku sambil melihat ke arah mereka satu persatu.


Setelah makan malam, semua orang di kekaisaran Yu kembali ke kamar masing-masing. Namun, tepat pada tengah malam lonceng dibunyikan lebih dari tiga kali yang menandakan bahwa mereka sedang di serang. Tidak berapa lama setelah lonceng dibunyikan, permaisuri datang ke kamar pangeran Sima dengan tiga pelayan wanita.


'Hahaha,,,apakah ini memang takdir ku, aku berniat mencari ibunda untuk melindunginya. Tapi, tidak di sangka kalau dirinya akan muncul di depan ku, itu justru mempermudah diri ku dalam melindungi adik kacil kandung ku dan ibu kandung ku. Ibu Wang, jika aku tidak bisa kembali tolong maafkan aku' batin ku sendu sambil melihat Sima dan permaisuri secara bergantian.


Tidak terlalu lama setelah itu, datanglah cahaya berwarna hitam yang menarik permaisuri. 'Jangan pernah bermimpi bisa membawa ibu ku hanya dengan jurus jelek mu itu kaisar siang, tidak,,,,,, uhhhh,,,,,' batin ku sambil menggapai tubuh permaisuri Yu dari belakang dirinya, lalu kami tiba-tiba berada di tepi tebing, dan tombak mengarah ke arahnya membuat aku menghalangi tombak itu.


'Aku tidak akan membiarkan mu menguasai benua ini, karena di dalamnya ada orang-orang yang aku sayangi. Jadi, sama seperti sebelumnya bahwa jika aku mati, maka aku akan membawa mu' geram ku di dalam batin sambil mencabut tombak itu dari tubuh permaisuri, lalu aku berjalan ke arah kaisar siang, dan mendorongnya bersama ku ke arah tebing tinggi itu setelah aku membuat dia menjadi lumpuh. Namun, kaisar siang tersangkut di ranting pohon yang ada di samping tebing itu.


'Kau memang selamat saat ini, tapi akan aku pastikan kalau rencana mu tidak akan berhasil meski aku harus melawan mu dari alam lain. Karena aku pasti akan membalas mu atas kesalahan yang kau lakukan di kehidupan ku yang dulu dan sekarang' batin ku sambil memandang benci ke arah kaisar siang sebelum akhirnya aku masuk ke dalam air.

__ADS_1


******


__ADS_2