The Switched Daughter

The Switched Daughter
Orang-orang memakai tudung kepala


__ADS_3

Ketika malam hari nya, Dera dan Yuan berangkat kembali ke akademi dengan ditemani Puera dan Kongyie agar tak membuat orang-orang khawatir terutama kedua kakak mereka. Di tengah jalan, Yuan menyuruh satu hal kepada Puera dan Kongyie.


"Dengar, bisakdh kalian berdua membantu diri ku berbohong" ujar ku.


" Berbohong untuk apa" tanyak mereka bertiga kompak, yaitu Dera, Kongyie, dan Puera.


" Aku tidak ingin langsung pulang ke istana" ujar ku.


"Siapa yang ke istana bukankah kita akan ke akademi " ujar Dera.


" Entahlah, sepertinya aku punya firasat kalau tidak akan lama lagi kita akan kembali ke istana" ujar ku.


"Lalu apa masalahnya" tanya Dera.


" Tidak ada masalah dengan kembali ke istana hanya saja aku malas kembali sekarang. Aku ingin melatih mereka dengan usaha ku sendiri seperti ketika melatih para anggota mafia di zaman Modern" ujar ku.


"Ya sudah tidak usah kembali" ujar Dera.


"Kau pikir aku amoeba apa,," ujar ku.


" Apa urusannya dengan amoeba" tanya Dera.


"Setelah membelah diri dari satu tempat, sudah begitu saja. Aku ini anak seseorang permaisuri kalau aku main menghilang gitu saja pasti bakalan heboh satu kekaisaran. Mungkin bukan hanya satu melainkan seluruh kekaisaran. Jadi, aku menyuruh kalian berdua menyamar menjadi guru yang akan membawa ku untuk latihan dan meminta izin dari mereka di akademi nanti. Karena jika benar firasat ku bahwa tidak akan lama lagi kami akan kembali maka kami harus pergi sebelum berita itu sampai dan kalian akan membawa diri ku dengan izin guru besar. Karena dia lah orang yang bertanggung jawab apa saja urusan ku" ujar ku.


"Ahhhh,, tunggu dulu" ujar Dera.


"Apa,," tanya ku.


"Kau bilang, kau menyuruh mereka menyamar menjadi guru yang akan membawa ku. Berarti membawa diri mu sendiri" ujar Dera.


"Iya terus kenapa" tanya ku.


" Kenapa hanya kau, aku kan juga ingin ikut diri mu. Aku tak memiliki alasan ingin bertemu ibu ku karena ia sudah tidak ada dan jika alasan ku ingin bertemu gege ku. Aku lebih senang tidak bertemu dia sementara waktu " ujar Dera.

__ADS_1


"Mana aku tau kau akan ikut, kadang kau memiliki rencana lain" ujar ku.


"Tidak ada rencana lain, memang nya rencana apa yang ku pikirkan. Sedangkan diri ku selalu di samping mu" ujar nya.


"Jangan jadikan alasan karena kau selalu disampingku. Sedangkan aku yang disamping mu memiliki rencana seperti ini" ujar ku.


"Itukan diri mu bukan diri ku" ujar Dera.


"Ya memang ini diriku yang selalu memiliki ide kedepanya. Tidak seperti seseorang yang ada akal pikiran tapi tidak digunakan πŸ˜‚πŸ˜‚" ujar ku.


"Kau bilang apa, siapa yang kau maksud tidak menggunakan akal pikiran nya πŸ‘ΏπŸ‘Ώ" tanya Dera.


"Siapa yang merasa" ujar ku.


"Memang nya siapa yang merasa " tanya Dera.


"Siapapun itu yang sedang marah" ujar ku.


"Memangnya siapa yang marah" ujar Dera.


" Kenapa kalian pula yang kesal" ujar ku dan Dera bersamaan.


" Karena kalian berisik sekali" ujar mereka.


"Ohhhhooho jadi kalian sudah mulai bisa memarahi kami ya 😈😈" ujar ku dan Dera dengan mengeluarkan setengah kekuatan ku, sedangkan Dera aku tak tau berapa persen ia mengeluarkan nya.


"Tidak jadi, sungguh maafkan kami" ujar mereka berdua.


"Ahhhhh, sudahlah aku ingin cepat sampai. Sebaiknya kita langsung menemui guru besar saja, akan sangat merepotkan jika bertemu dengan jijie dan lain nya" ujar ku.


"Ya aku setuju, aku malas sekali bertemu dengan kakak ku di zaman ini, dia sungguh sangat menyebalkan" ujar nya.


"Mau bagaimanapun kau mengelak dia tetap kakak mu" ujar ku.

__ADS_1


"Memang kau benar, hanya saja biarkan dia merindukan diri ku dulu, baru aku akan kembali. Seperti pepatah jauh di rindu dekat di benci, jadi biarkan dia sangat merindukan diriku dulu baru aku akan kembali karena dekat pun kami bagaikan tikus dan kucing" ujar Dera.


"Ok lah terserah dirimu" ujar ku.


" Agar lebih cepat, bukankah lebih baik gunakan jurus cahaya emas mu itu" ujar Dera.


"Sejak kapan aku memiliki jurus yang nama nya jurus cahaya emasπŸ€”πŸ€”" ujar ku.


"Mana aku tau apa nama jurusnya yang penting mengeluarkan cahaya emas" ujar Dera.


"Itu namanya jurus pembuka portal, biasanya warna nya tidak emas. Tapi ketika Yuan yang menggunakan nya yang keluar warna emas" ujar Kongyie.


" Ohhh begitukah, ada apa dengan mu Yuan kenapa semua yang berurusan dengan mu pasti berwarna emas" ujar Dera.


"Maksudmu" tanya ku.


"Kedua singa kontrak mu berwarna agak keemasan, naga mu warna emas, istana bulan mu di penuhi dengan emas dan portal mu juga mengeluarkan cahaya emas. jadi semua tentang mu berwarna emas" ujar Dera.


"Tidak juga, tidak semua yang menyangkut dengan ku berwarna emas" ujar ku sambil membayangkan grenn naga hijau ku. Namun aku tersenyum ketika membayangkan pangeran kedua dari kekaisaran kegelapan yang telah tunangan dengan ku beberapa hari yang lalu. Wajahnya yang awalnya sedikit mengerikan menurutku berubah menjadi pria yang bunga teratai emas di samping matanya.


"Kenapa kau tersenyum" tanya Dera.


"Tidak ada" ujar ku.


Aku membaca mantra untuk membuka portal dan mengatakan "antarkan aku ke salah satu pohon di akademi dimana orang lain tak akan melihat kami", setelah itu keluar alah cahaya emas.


Saat ini kami sedang berada di atas sebuah pohon, saat itu kami melihat mereka sedang mengadakan seperti ujian mungkin. Dimana hanya ada keheningan dan mereka semua hanya memfokuskan matanya dan pikiran nya untuk menggerakkan sebuah kuas untuk menulis.


Kami terus melihat cara mereka yang berfokus untuk melakukannya. Namun tidak ada satupun yang berhasil melakukannya, hingga seorang yang memakai tudung kepala, yang sepertinya belum pernah aku dan Dera lihat. Dia berdiri di tengah Aula dimana dibelakangnya ada para guru akademi dan didepannya ada para murid akademi, ia memberikan beberapa instruksi mengenai jurus itu. Dan ada satu hal yang ia ucapkan yang membuat beberapa murid senior sangat geram. Namun, mereka hanya bisa melampiaskannya dengan cara: ada yang menghentakkan kakinya, dan ada yang ingin pergi dari ujian ini. Kata-kata yang ia ucapkan yaitu:


"Sudah beberapa tahun kami datang dan menguji kalian namun tak satupun ada dari murid kalian yang bisa" ujar orang itu.


"Memang nya kenapa jika kami tidak bisa, itu juga bukan sesuatu yang kami pelajari disini, ku akui itu jurus yang sangat langka bahwa ada orang yang bisa. Jadi kenapa kami harus merasakan seolah perkataanmu seperti menghina kami semu,,,," ujar seorang murid senior kami terpotong dengan bentakan guru besar.

__ADS_1


"Mong Jun, apa yang,,, kau,,, lakukan,," ujar guru besar dengan sedikit membentak murid senior tadi yang dipanggil Mong Jun.


__ADS_2