
Semua orang terkejut saat mereka mendengar ucapan dari Mona yang sedang berada di benua bawah di samping ketiga anaknya dan suaminya.
"Bagaimana dia bisa turun ke bawah, padahal aku sudah mengikat raganya di benua atas" kesal pangeran mahkota.
"Bukankah hanya yang mulia pangeran mahkota yang bisa membuat Dewi kupu-kupu turun ke benua bawah?"bisik seorang tamu.
"Kau benar".
"Hahahaha, aku mengkhawatirkan sesuatu yang aku sendiri padahal sudah sering melihatnya" tawa Kety membuat semua orang menatap ke arah dirinya.
"Aku lupa kalau dia adalah Queenku yang paling banyak taktik dalam melumpuhkan musuh-musuhnya. Jadi, tidak mungkin kalau dia begitu mudah tunduk padamu hanya dengan sebuah mantra" sambung Kety sambil berlalu pergi dari aula kekaisaran langit.
"Hahahaha, aku juga lupa kalau dia adalah wanita yang sama yang pernah aku kenal. Aku sangat-sangat berterima kasih kepada kalian karena aku yakin kalau wanita yang menjadi pemimpin di kekaisaran siang adalah suruhan kalian. Karena dengan adanya dia disana aku bisa selalu di samping Queenku dan akan di samping prince and princesnya" tawa Alex sambil berlalu pergi.
"Aku akan menjemputnya kembali, prajurit siapkan segala persiapannya. Karena aku akan turun ke benua bawah untuk mendapatkan dirinya kembali" pangeran mahkota mengatakan hal itu dengan nada yang begitu mengerikan membuat semua takut.
Semua orang di benua atas di buat kalang kabut karena permintaan dari pangeran mahkota mereka. Pangeran mahkota tidak bisa menggunakan kekuatannya karena dia telah menggunakannya untuk membawa paksa Mona dari benua atas. Jadi, dia hanya bisa membuka portal dunia atas dan bawah hanya dalam sekali. Pangeran mahkota berencana untuk turun ke bawah, dia akan menjadi penghalang hubungan Mona dan keluarganya Mona.
Setelah melakukan beberapa langkah, akhirnya portal dunia atas dan bawah terbuka. Saat portal terbuka semua orang di benua bawah terkejut karena sinar dari langit turun ke arah kekaisaran bintang. Mereka semua yang di benua bawah berbondong-bondong untuk datang ke kekaisaran bintang.
Setelah kira-kira dua hari portal itu terbuka di dunia bawah, barulah turun orang-orang di benua atas ke benua bawah. Sedangkan di kekaisaran bintang, telah dipenuhi dengan para rakyat yang penasaran akan portal itu.
"Gong Ming Fan" teriak kekesalan pangeran mahkota menggema di seluruh kekaisaran bintang. Dia berteriak karena Ming Fan dan juga anak-anaknya belum terlihat disana. Yang ada di sana hanyalah para anggota keluarga kekaisaran lainnya.
"Siapa kau, ada apa kau mencari kakak keduaku?" dingin Ying Wie.
"Aku memiliki urusan dengan kakakmu bukan denganmu".
"Kau berteriak di depan kami membuat telinga kami sakit. Kau bilang itu bukan urusan kami" dingin Ziwiera.
"Kenapa ada lagi yang ikut campur dalam urusanku".
"Saat ini kau berada di kekaisaran kakakku dan kakak iparku, maka tentu saja kami harus ikut campur" dingin Xian.
"Oh, kau, saudara kembar yang tidak bisa mengenali saudari kembarnya sendiri. Hahahaha" tawa pangeran mahkota membuat beberapa orang menjadi kesal.
"Maaf, kau ini siapa dan apa yang kau inginkan?" tanya kaisar Yu dengan baik-baik.
"Ah, ngomong-ngomong, aku ingat kalau kau mengetahui putri kandungmu karena menggunakan darahmu bukan. Jadi, berikan darahmu saja" jawab pangeran mahkota dengan nada bicara sedikit lembut dibandingkan dengan tiga orang sebelumnya.
"Untuk apa kau membutuhkan darah dari ayahku?" tanya Anchi dengan tatapan kesal.
"Untuk memanggil calon permaisuriku".
"Siapa permaisurimu?" tanya Dera.
"Dewi kupu-kupu sang putri pertama dari permaisuri Yu, yang di beri nama Wang Yuan atau kalian lebih mengenalnya dengan Kim Mona sang Queen kekaisaran bulan" ucapan pangeran mahkota membuat semua orang terkejut dan bingung.
"Sejak kapan wanitaku menjadi wanitamu?" tanya Ming Fan dengan menggendong Airi, sedangkan dua anaknya lainnya berjalan di kanan dan kirinya.
"Sejak dahulu" pangeran mahkota mengeluarkan auranya ke arah Ming Fan. Tapi, aura itu tidak bisa mengenai Ming Fan karena ketiga anak-anaknya Mona menggerakkan tangan mereka kedepan seperti ingin menghalangi. Lalu, mereka mengepal tangan mereka kompak di waktu yang bersamaan pula. Dalam seketika aura yang tadi terasa begitu kuat, menghilang secara tiba-tiba membuat semua orang yang turun dari kekaisaran langit terkejut.
"Hadapi kami dulu" dingin kedua anaknya Mona.
"Ohoho, tatapan kalian mengingatkan diriku akan dirinya" celetuk Kety tiba-tiba membuat semua orang menatap ke arahnya.
"Perkenalkan namaku Kety, aku adalah salah satu temannya Mona" sapanya sambil melambaikan tangannya.
"Kety, apakah kau Kety yang sama?" tanya kompak Joun, Nana, Ming Fan, dan Dera.
"Ya, diriku adalah Kety yang sama seperti yang kalian pikirkan. Ini adalah hadiahku untuk kalian, maaf memberikannya terlambat" Kety menjawab pertanyaan sambil berjalan ke arah Ming Fan dan anak-anaknya.
"Anak-anakku tidak membutuhkan hadiah darimu" dingin Ming Fan membuat langkah Kety terhenti.
"Uh, kau sangat berubah" senyum Kety.
"Jangan terse,,," ucapan Ming Fan terhenti karena Airi menutup mulut ayahnya.
"Ayah berteliak di samping telingaku, bibi bawalah kemali hadiah bibi" Airi mempersilahkan Kety memberikan hadiahnya.
"Terima kasih" Kety berjalan ke arah Airi yang berada di gendongan Ming Fan. Airi mengulurkan tangan kanannya ke arah Kety karena Kety memperlihatkan gelang di tangannya. Kety juga memasangkan itu ke tangan Aina dan Mayumi yang duduk tidak jauh dari Ming Fan berdiri. Namun, Kety memberikan hadiah berupa belati kepada Jun.
"Telima kasih" kompak keempatnya.
__ADS_1
"Sama-sama, sayang" senyum Kety ke arah keempatnya.
"Apakah sudah selesai?" teriak pangeran mahkota karena melihat aksi yang terjadi di depannya.
"Belum" jawab Alex tiba-tiba keluar dari belakang pangeran mahkota.
"Kaisar siang" kompak semua orang yang di benua bawah.
"Aku bukanlah lagi kaisar siang, aku adalah Alex sang perisai pertama dari Mona saat menghadapi peperangan" ucapannya membuat semua orang makin bingung.
"Ada apa ini?" dingin Nana.
"Santailah" ucap Joun membuat Dera dan Nana menatapnya.
"Tidak mungkin keduanya masih hidup jika mereka sudah bertemu dengan Mona jika keduanya masih kejam. Jadi, jika mereka masih hidup, berarti Mona memafkan keduanya" celetuk Joun membuat Dera dan Nana cemberut.
"Kenapa kau selalu seperti lebih mengenalnya?" kesal dua wanita bermarga Kim itu.
"Karena aku lebih dingin menghadapi situasi, sedangkan kalian sudah duluan emosi jika itu menyangkut tentangnya" Jawab santai Joun.
"Hanya untuknya, karena kami sangat menyayanginya" bela keduanya tidak mau kalah dari Joun.
"Hahahaha, kalian sama sekali tidak berubah" kompak Alex dan Kety ketika mendengar pertengkaran tiga orang.
"Kau, apa yang ingin kau bahas lagi?" tanya pangeran Mahkota sambil menunjuk ke arah Alex.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya mengulur waktumu saja, aduh,,,,,," teriak Alex karena Kety melempar Alex dengan buah apel yang di meja Mayumi.
"Kenapa kau melemparku?" tanya Alex sambil menatap kesal ke arah Kety.
"Kenapa kau berkata jujur?" tanya balik Kety.
"Dia yang mengajarkan untuk berkata jujur" jawab Alex.
"Tapi, apakah kau tidak tahu bahwa ada pepatah yang mengatakan boleh berbohong demi sebuah kebaikan?".
"Aku tahu, tapi aku lebih suka melihat ekspresi wajah kesalnya seperti saat ini" tunjuk Alex ke arah pangeran mahkota kekaisaran langit.
"Jadi, kau sedang mengujiku" kesal pangeran mahkota.
"Kenapa kalian tersenyum begitu?" kompak Dera dan Nana.
"Karena,,,, rahasia,,,," kompak Alex dan Kety.
"Jangan perdulikan kami, lebih pedulikan pada orang-orang yang disana" tunjuk Kety ke arah para kakek buyutnya Mona.
"Ayah, ibu" kompak kaisar Yu dan sesepuh Zan.
"Kalian masih hidup?" kompak keduanya lagi.
"Ya, bisa dikatakan kami masih hidup, tapi kami juga bisa dikatakan sudah tiada" jawab mereka kompak.
"Ayah, apa maksudnya?" bingung Airi.
"Ayah juga tidak tahu sayang" jawab Ming Fan.
"Kakek, apa maksud dali ucapan kal,,,," pertanyaan Airi belum habis, tapi sudah di potong oleh teriakan pangeran mahkota kekaisaran langit.
"Diam" teriaknya membuat semua orang diam.
"Argh" teriak kompak permaisuri dan kaisar Yu karena dua prajurit pangeran mahkota kekaisaran langit telah menyayat tangan keduanya untuk mengambil darahnya. Gerakan mereka begitu cepat membuat semua orang tidak menyadarinya.
"Bawa putri pertama kedua ke hadapanku" perintah pangeran mahkota setelah dia mengucapkan mantra. Namun, tidak ada satupun pergerakan yang terjadi. Pangeran mahkota mengulangi hal itu selama tiga kali, tapi tetap tidak ada yang terjadi.
"Hahahaha, aku sudah tidak tahan lagi" tawa Kety sambil memegang perutnya membuat semua orang bingung kecuali Alex.
"Hahahaha, aduh, aduh, aduh perutku sakit sekali" sammbung Kety.
"Kenapa kau tertawa?" tanya kaisar langit karena dia sudah tidak sabar dengan dua orang yang berani melawan perintahnya dan keluarganya saat di benua atas. Setelah Mona membebaskan keduanya.
"Karena, putri yang dia panggil sedang tidak ada di benua bawah. Portal dunia atas dan bawah telah hilang, kita di sini, dan dia di,,,,," tunjuk Kety ke arah Alex.
"Sana" sambung Alex yang mengetahui kode dari tunjukan tangan Kety ke arahnya.
__ADS_1
"Sana?" bingung semua orang.
"Disana, dimana raganya sedang diikat. Di sana, dimana tempat yang telah ditinggalkan oleh pemimpinnya" jawab keduanya kompak.
"Maksudmu?" tanya kaisar langit. Namun, keduanya hanya tersenyum bukannya menjawab pertanyaan.
"Tidak mungkin" kaisar langit baru menyadari kalau tempat yang keduanya maksud adalah kekaisaran langit.
"Aku kaisar dari kekaisaran langit ingin melihat gambaran tentang seluruh tempat yang saat ini ada Dewi kupu-kupu di dalamnya" teriak kaisar langit setelah dia membaca suatu mantra. Lalu, gambaran tentang Mona yang sedang tertidur di atas singasana kekaisaran langit terlihat di depan mereka semua.
"Mona/putriku/jijie/queen" kompak beberapa orang dari berbagai kalangan.
"Dia masih di benua atas?" tanya kaisar langit tidak percaya.
"Tentu saja dia masih di kekaisaran langit, memangnya siapa yang bilang kalau dia sedang berada di benua bawah" senyum Kety dan Alex.
"Kalian sudah tahu?" tanya ayah dari kaisar Yu.
"Kami tahu sebagian rencana besarnya" jawab keduanya.
"Apa?" terkejut semua orang dari benua atas.
Flashback on
Setelah Mona keluar dari ruangan rahasianya pada kali pertama. Dia meminta Alex dan Kety menemuinya di kamarnya. Saat keduanya telah sampai, Mona mengatakan segala rancangan rencana yang telah dia buat.
Mona sudah tahu jika raganya dan raga beberapa orang yang dari dunia bawah sedang di ikat oleh pangeran mahkota. Jadi, Mona berencana mengumpulkan semua informasi yang mendetail dari orang-orang kekaisaran langit yang tidak menyukai pemimpin mereka.
Mona mendapatkan informasi yang begitu berharga, karena seseorang mengatakan kalau pangeran mahkota begitu berambisi. Jadi, karena itulah Mona berusaha membuat pangeran mahkota melewati batas kesabarannya.
Kety dan Alex hanya di suruh Mona untuk memanas-manasi pangeran mahkota jika mereka ada kesempatan. Mona tidak mengatakan kapan dan apa alasannya kalau pria itu akan terpancing. Tapi, yang Kety dan Alex tahu kalau Mona adalah orang yang begitu teliti dalam membuat rencana. Jadi, mereka hanya mengikuti sesuai dengan alur kejadiannya. Pada saat Mona memiliki tatapan kosong, keduanya sempat ragu. Namun, saat tanpa sengaja Kety melihat pantulan jemari Mona yang mengisyaratkan ok. Jadi, keduanya kembali percaya kalau itu adalah hanya akting dari Mona. Karena itulah, mereka terus membuat pangeran percaya kalau keduanya sedang marah karena pikiran Mona di ambil alih oleh pangeran mahkota.
Flashback off
"Jadi, selama ini kalian menipuku" kesal pangeran mahkota.
"Mungkin" jawab keduanya.
"Hoaahhh" gambar Mona menguap terlihat di tengah-tengah aula luar kekaisaran bintang, membuat semua orang kembali menatap ke arah gambar itu.
"Hah, tidurku nyenyak sekali. Sekarang waktunya beraksi" ucap Mona sambil berdiri di tengah-tengah aula ruangan kekaisaran langit. Lalu, Mona menggerakkan jari-jarinya ke arah seluruh ruangan itu. Muncullah beberapa gajah yang begitu besar-besar.
"Aku ingin kalian menghancurkan seluruh tempat ini. Leon,,,," panggil Mona.
Roar,,,,, aungan Leon terdengar di kekaisaran langit. Lalu, munculah singa jantan berbulu coklat keemasan ke depan Mona.
"Dimana Cici?". Leon hanya mengelilingi Mona dengan menyentuhkan kepalanya kepada tubuh Mona.
"Ah, aku sudah lama tidak mengendaraimu, ya" elus Mona ke arah lehernya Leon.
"Ayo, mari jalan, aduh,,," Mona dan Leon terjatuh setelah Mona menaiki punggung Leon.
"Hahaha, kenapa kau lemah sekali, ini" Mona menyayat tangannya, lalu mengarahkannya ke arah mulut Leon. Leon menghisapnya sambil menggoyangkan pinggulnya.
"Kau senang sekali" senyum Mona.
Roar,,,,Kek,,,,Groar...
Tiba-tiba keluarlah semua binatang kontrak Mona, membuat semua orang yang melihatnya terkejut.
"Alamak, kabur, darahku akan habis jika kalian meminumnya" Mona berusaha kabur, tapi para hewan lebih gesit dan lebih cepatrnguringnya dengan tubuh mereka yang melingkari Mona.
"Aduh, aku memberikan Leon darahku karena aku ingin mengendarainya" senyum Mona.
"Kami juga bisa menjadi kendaraanmu jika kau membayarnya dengan darahmu" ucap Dragon.
"Kau juga ikutan" tunjuk Mona ke arah Dragon.
"Tidak, aku mewakili mereka, tidakkah kau melihat aku berada di luar lingkaran mereka yang menghalang-halangi jalanmu".
"Lalu, kenapa kau disini?".
"Aku merasakan kekuatan lain selain kekuatanmu".
__ADS_1
"Kekuatan lain?" bingung Mona.
"Kau telah tumbuh menjadi gadis yang hebat ya" ucap seorang wanita.