The Switched Daughter

The Switched Daughter
Teruslah berlatih lagi


__ADS_3

Semua orang masih terbengong-bengong karena kejadian yang terjadi di depan mereka. Mereka semua baru sadar saat Yuan membuat pembatas cahaya emas yang menutupi melingkar lapangan latihan itu seperti sangkar saja. Lalu, tiba-tiba dia duduk di atas kursi di dekat dinding. Hal itu membuat semua orang menjadi bingung.


"Bertarunglah dengan nya" ujar ku sambil menunjuk ke arah Ying Wie. Namun, mereka ragu-ragu untuk maju.


"Aku adalah ratu nya disini. Kemarin memang aku sedang tidak bisa melatih kalian. Jadi, tunjukan semua kekuatan kalian padaku. Jika tidak, maka keluarlah. Aku tidak membutuhkan anggota yang lemah-lemah" ujar ku lantang membuat mereka terbakar semangat untuk membuktikannya kepada Yuan.


"Baik, kami akan melawannya satu persatu dulu" ujar seorang pria dewasa.


"Jika kalian menyerang sekalian pun tidak masalah" ujar Ying Wie sambil tersenyum.


"Latihlah mereka, bukan mengalahkan mereka" ujar ku ke pada Ying Wie.


"Ohhhh, baiklah kalau begitu" ujar Ying Wie sambil tersenyum.


Awal pertempuran mereka menggunakan strategi satu lawan satu dengan Ying. Seorang pria maju dan menyrerang Ying menggunakan tangan kosongnya. Namun, Ying hanya mengelak saja. Hal itu membuat musuh sedikit lengah dan pada saat itulah Ying baru menyerang. Hal tersebut terus berlanjut hingga mereka memutuskan untuk menyerang bersamaan. Namun, Ying tetap bisa menahan setiap serangan mereka. Hingga Yuan merasa bosan.

__ADS_1


"Selesaikan ini sekarang" ujar Yuan sambil melihat ke arah Ying Wie. Saat mendengar hal itu Ying Wie langsung menyerang mereka dengan sangat cepat. Membuat mereka belum sempat bereaksi. Hingga mereka semua mengalami luka yang di berikan oleh Ying Wie yaitu dengan mematahkan sebelah bahu mereka semua. Sedangkan, untuk anak-anak hanya terkilir. Setelah semua orang mengaduh kesakitan barulah mereka dipindahkan oleh Yuan ke luar lingkaran. Lalu, menggantinya dengan anggota lama.


"Apa kabar semuanya" ujar ku yang bangkit dari tempat dudukku saat anggota lama telah di dalam lingkaran. Tapi, hanya ketua-ketua di setiap jurusan.


"Ratu" ujar lima orang yang di dalam lingkaran. Mereka adalah Ming Yao, Wu Zaoye, Kim Nana, Kim Jountae dan Dera.


Saat mereka sedang terkejut. Justru Yuan bergerak dengan sangat cepat ke arah Ming Yao. Saat melihat hal itu dengan gerakan spontan, Yao langsung mengambil padang. Yuan pun melakukan hal yang sama yaitu mengambil pedang. Saat ini pedang mereka saling beradu.


Saat Yuan terus menyerang ke arah Ming Yao. Dia hanya menahannya, menunggu ada celah yang bisa di lewatinya yang diberikan oleh Yuan. Namun, bukan Yuan yang memberikan celah. Melainkan Ming Yao lah yang memberikannya yaitu dengan terlalu fokus dan berharap ada celah dari musuh. Jika dia tidak bergerak cepat. Maka lehernyalah yang menjadi taruhannya. Meskipun dia telah jatuh sekali gara-gara gerakan Yuan. Namun, dirinya belum juga menyerah. Dia bangkit dan membalas gerakan Yuan. Hal itu membuat beberapa orang sangat khawatir. Terutama empat orang lainnya yang di lingkaran. Karena mereka takut Yuan kalah dan terluka dengan gerakan gila milik Ming Yao. Namun, mereka di buat terkejut saat Yuan dengan santai nya menghindar dari segala jurus milik Ming. Hingga akhirnya dia hanya membutuhkan sekali pukul di belakang kepala Ming, lalu Ming Yao pingsan.


"Ahhhhh,,,ahhhh" teriak Zaoye sambil menahan rasa sakit di tangan kanannya dengan bantuan tangan kirinya.


Setelah itu dia berlari dan melesat ke arah Nana. Lalu menotok beberapa titik meridiannya. Yang Yuan pelajari dari sekolah kungfu China ketika dia di zaman modern. Hal yang serupa juga terjadi pada Joun. Meskipun dengan sedikit perlawanan yang di berikan Joun di awal.


"Hallo Beby" ujar Yuan dengan berjalan ke arah Dera.

__ADS_1


"Hallo too" ujar Dera sambil bersiap-siap dengan ancangan kuda-kuda nya dengan senyum nya.


Mereka berdua saling menyerang dan bertahan dalam lingkaran itu. Adakalanya Yuan yang menyarang. Namun, adakalanya Dera yang menyerang. Hingga akhirnya Dera merasa bosan.


"Keluarkan seluruh kampuanmu. Jangan menahannya dan jangan bermain-main" ujar Dera yang sudah mulai kesal.


"Baiklah" ujar Yuan yakin dan sangat semangat.


Yuan menyerang Dera dengan seperempat kekuatannya. Dimana dia terus menyerang dengan kekuatan dan dengan gerakan. Hal itu membuat Dera kebingungan karena Yuan menyerangnya dari segala arah. Saat Yuan menyerangnya di depan, maka akan di tahan. Saat tau bahwa musuhnya telah menahan bagian depan, maka gerakan Yuan berubah ke samping kanannya, ke belakang dan ke samping kiri. Sebenarnya tujuannya tetaplah serangan depan musuh. Di saat Dera terus bertahan dari segala sisi. Teritama sisi kirinya, maka pada saat itulah dia memukul Dera tepat di tengah perutnya. Membuat semua orang terkejut, terutama Dera sendiri. Hal itu di karenakan peningkatan kecepatan dan kekuatan milik Yuan.


"Kalian masih terlalu lemah. Jadi, teruslah berlatih karena itu baru seperempat dari kekuatanku. Ingat satu hal, bahwa jangan pernah mencariku. Jika kita bertemu di jalan, maka berpura-pura lah tidak saling mengenal. Karena aku sangat malas membuat fokus orang lain tertuju padaku. Aku akan tetap berpura-pura masih lupa ingatan agar mereka tidak memperhatikan diriku. Jika ada yang membocorkannya, maka kalian akan menanggung akibatnya. Bukanlah hal yang susah bagiku untuk membunuh semua orang yang ada di dalam keluarganya. Apakah kalian mengerti" ujar ku.


"Ya kami mengerti ratuku" ujar semua orang sambil membungkukkan badannya tanda hormat.


"Bagus" ujar ku sambil berlalu menghilang bersama Ying Wie. Saat mereka muncul di kamar mereka di ruang kamar milik Yuan dan Ying Wie di desa Arid. Mereka berdua di kejutkan dengan adanya seorang pria yang mereka kenal sedang duduk di atas kasur mereka berdua.

__ADS_1


"Hai" ujar nya sambil memberikan senyumannya kepada Yuan dan Ying Wie.


__ADS_2