The Switched Daughter

The Switched Daughter
Bayi besarku cemburu pada bayi kecilku


__ADS_3

Mona dan para malaikat kecilnya sedang beristirahat dengan cara berpelukan di dalam kamarnya Ming Fan di kekaisaran bintang. Sedangkan Ming Fan hanya memperhatikan mereka dari sebuah kursi yang ada di sana.


Setelah Ming Fan memastikan kalau semua orang yang dia cintai benar-benar telah tidur, Ming Fan memilih berjalan keluar tanpa mengganggu mereka.


"Ah, sudahlah, sepertinya dia benar-benar sedang tidak enak badan. Nanti saja aku mengerjainya" gumam Ming Fan sambil berjalan ke arah luar kamarnya.


Mona membuka matanya secara perlahan sambil tersenyum ke arah pintu yang telah di tutup oleh Ming Fan yang telah menyerah menunggunya di dalam kamar. "Kau ingin mengerjaiku, tapi sayangnya tidak akan semudah itu kau mengerjaiku pangeran kedua Gong Ming Fan. Kau memang kini menjadi suamiku, tapi kau belum mengenal semua kebiasaanku" gumam Mona pelan agar tidak membangunkan enam orang yang sedang tidur dengan memeluk dan memegang anggota tubuhnya Mona dengan begitu erat, seolah-olah mereka tidak ingin Mona kembali pergi dari sisi mereka. Mona kembali memejamkan matanya setelah mengatakan isi pikirannya tentang Ming Fan yang telah keluar.


'Dasar, bahkan suaminya sendiri juga kalah darinya' telepati white.


'Ini belum seberapa' balas dragon.


'Apa, kau bilang ini belum seberapa?' telepati white.


'Ya, ini belum seberapa dari aksinya' jawab dragon.


'Tidak mungkinkan?' ucapan white terhenti sampai di sana.


'Apanya yang tidak mungkin?' dragon mengatakan hal itu dengan nada dingin.


'Kenapa kau dingin sekali?' kesal white.


'Tidak bisakah kalian semua diam' telepati Mona dengan nada sendu.


'Eh' terkejut white dan green karena nada telepati Mona yang tidak seperti biasanya..


'Justru karena kau ingin bersedih, makanya aku berusaha membuat kau tidak sendirian. Ingatlah bahwa kami semua ada bersamamu' ucap dragon membuat white bingung.


'Bersedih?' bingung white.


'Kau memang tidak terlalu merasakannya karena kau dan dia terikat kontrak hanya melalui taruhan bersama waktu itu. Tapi, aku adalah hewan kontrak pertamanya yang bisa merasakan segala yang dia rasakan. Sebenarnya, dia hanya berpura-pura kuat di depan semua orang, tapi pada dasarnya dia tetaplah seorang anak yang baru kehilangan seorang ibu yang melahirkannya dan ibu yang telah mengenalkan huruf pertama di kehidupannya di zaman modern. Oleh karena itu, pastinya tetap hati kecilnya ingin selalu bersama mereka, tapi saat ini mereka sudah tiada' jawab dragon. Seiring dengan ucapannya dragon, Mona meneteskan air matanya secara perlahan-lahan tanpa sedikitpun mengeluarkan suara isak tangis .


'Kami sangat mengenali dirimu Mona, dan kau juga bisa mengandalkan kami' sambung dragon.


'Menangislah sepuas yang kau inginkan, tidak akan ada satu orangpun yang akan menyadarinya. Apakah kau butuh tempat untuk sendiri?' tanya dragon.


'Tidak, terima kasih' telepati Mona, dia hanya menangis hanya dengan meneteskan air matanya tanpa mengeluarkan suara.

__ADS_1


Sama seperti Mona yang saat ini sedang menangis, di kekaisaran bulan juga tiga orang saudaranya Mona juga sedang bersedih dan sedang menangis di kamar mereka masing-masing.


"Ibu, entah itu kau atau bayanganmu atau apalah. Aku tahu bahwa saat ini dia juga sedang menangis atas kepergianmu, dia memang mengatakan bahwa dia akan menemui kami nanti dengan wajah tanpa sedikitpun kesedihan. Tapi, aku tahu bahwa dia mengantar kami semua kembali ke kekaisaran kami masing-masing karena itu hanyalah sebuah pengalihan untuk dia bisa meluapkan emosi yang dia rasakan dengan sendirian tanpa ada satupun yang melihatnya. Aku juga tahu bahwa dia sangatlah mencintai kalian, aku tahu bahwa di hati kecilnya dia sangat ingin lebih lama bersama dengan kalian. Tapi, apalah daya kami, meskipun kami sangat ingin ibu dan ayah berada di samping kami, tapi Tuhan lebih menyayangi kalian lebih dari kami menyayangi kalian, karena itulah dia membuat kita semua beepisah. Seandainya aku bisa meminta untuk yang terakhir kalinya, tolong buatlah adik-adikku tidak merasa kehilangan kalian. Aku mencintai kalian, tidak peduli baik itu bayangan atau orang tua kandung, yang jelas Dera, Nana, dan Mona adalah ketiga adikku. Nana dan Mona tetaplah kedua adik kandungku yang paling aku sayangi" gumam Joun sambil menatap lurus ke depan dengan air mata membanjiri wajahnya.


Sedangkan di dalam kamar Dera dan Nana, keduanya juga sedang menangis dengan memandang lurus ke depan, hanya kenangan-kenangan indah ketika mereka bersama kedua orang tua mereka yang terlintas. Meskipun kedua orang itu bukanlah kedua orang tua Dera, tapi Mona pernah sesekali membawanya kerumah Mona. Jadi, paling tidak Dera memiliki ingatan tentang sesekali makan bersama dengan keluarganya Mona.


******


Tanpa di sadari oleh Mona bahwa dia telah tidur sampai malam hari telah tiba, dia merasakan bahwa bagian perutnya terasa sangat berat. Mona membuka matanya untuk melihat apa yang menimpa bagian perutnya. Saat Mona membuka matanya, dia melihat wajah seorang pria yang berstatus sebagai suaminya sedang tidur dengan ekspresi wajah yang begitu tenang dengan tangan kirinya sedang memeluk Mona, sedangkan tangan kanannya menjadi bantalan kepala Mona.


Mona mengangkat sedikit kepalanya untuk melihat dimana ke enam malaikat-malaikat kecilnya yang tadi sedang memeluknya, agar tidak menggangu tidurnya Ming Fan. Namun, dia tidak menemukan siapapun disana selain mereka berdua. Jadi, Mona memutuskan untuk memindahkan tangan Ming Fan yang sedang memeluk dirinya karena Mona ingin mencari mereka. Namun, saat Mona mengangkat tangan Ming Fan, bukannya tangan itu terlepas, tapi malah semakin erat memeluknya.


Mona menatap wajah Ming Fan yang sedikit berkerut seperti sedang tidak ingin melepaskan benda yang dia peluk. Karena Mona tidak memiliki pilihan lain, dia mencolek-colek pipi kiri suaminya agar dia bangun. Seperti keinginan dari Mona, Ming Fan bangun karena terganggu dengan sesuatu yang menusuk pipinya berulang kali.


"Ermmm" Ming Fan mulai membuka matanya, tapi dia menutupnya kembali setelah dia melihat Mona.


"Kemana mereka?" tanya Mona saat dia melihat Ming Fan membuka matanya.


"Akh,,,,," terkejut Mona karena tangan kiri Ming Fan menyentuh kepalanya untuk membuat dia kembali membaringkan tubuhnya. Setelah Mona kembali terbaring ke atas kasur, Ming Fan kembali meletakkan tangan kirinya ke bagian pinggang Mona.


"Dimana mereka?" tanya Mona sekali lagi dengan nada berbisik karena dia tidak ingin membuat pendengaran suaminya sakit karena suaranya.


"Kenapa mereka tidak tidur disini, mereka sudah lama belum bisa tidur denganku. Mereka pastinya sangat ingin tidur bersama denganku, bukan?" Mona bertanya sambil memijat-mijat pelan kepala Ming Fan. Saat Ming Fan merasakan tangan Mona yang lembut sedang memijat kepalanya, Ming Fan sempat sebentar membuka matanya. Lalu, dia menarik kepala Mona hingga berada sangat dekat ke arah wajahnya, rambut Mona tepat berada di keningnya Ming Fan.


"Memang mereka ingin tidur denganmu, tapi jika mereka semua tidur disini bersama denganmu seperti tadi, maka aku akan tidur di mana. Mereka hanya ingin merasakan tidur denganmu, sedangkan aku merindukan kehangatanmu" jawab Ming Fan sambil semakin mengeratkan pelukannya pada seluruh tubuh Mona.


"Aku tidak mengizinkan kau pergi lagi".


"Uhuk,,," Mona memukul pelan dada suaminya, Ming Fan langsung melonggarkan pelukannya karena dia mendengar Mona batuk, dan merasakan pukulan pelan pada dadanya.


"Kau membuat aku susah bernafas" Mona menarik nafasnya secara perlahan setelah Ming Fan melepas sedikit pelukannya.


"Itu karena aku ingin malam ini kau menemaniku" rengek Ming Fan.


"Tapi, mereka masih anak-anak, apakah kau ingin berebutan dengan anak berusia enam tahun ke bawah?".


"Sebelum adanya mereka, kau selalu tidur bersamaku" Ming Fan kembali memeluk Mona, kini wajah Ming Fan berada di ceruk lehernya Mona.

__ADS_1


"Oh, ayolah, lepaskanlah pelukanmu" pinta Mona.


"Tidak" Ming Fan bahkan memeluk kaki Mona dengan menggunakan kakinya.


"Akh, baiklah, malam ini aku akan menemani bayi besarku tidur, jadi tidurlah seperti biasa, jangan seperti ini. Karena itu bisa membuat tubuhku susah bernafas" pasrah Mona setelah dia berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan suaminya.


"Baik" Ming Fan melepaskan sedikit pelukannya.


"Ah, aku dibuat pusing karena bayi besarku cemburu pada bayi-bayi kecilku, sungguh malangnya nasib bayiku. Tapi, janjilah besok aku boleh tidur dengan mereka" Mona kembali memijat kepala Ming Fan, karena Mona tahu bahwa dia pasti kecapean memikirkan urusan negara.


"Mereka sudah besar, sudah waktunya mereka tidur di kamar sendiri" manja Ming Fan karena dia tidak ingin Mona tidur di kamar selain kamarnya.


"Ayolah, bayi besarku, bagaimana jika kau buatlah kasurr yang besar, agar mereka muat tidur disini" saran Mona.


"Tapi, tetap saja aku tidak bisa memeluk seluruh tubuhmu karena mereka pasti memelukmu seperti tadi".


"Baiklah, kita bahas ini nanti, sekarang tidurlah, kau pasti lelah" Mona juga memeluk tubuh Ming Fan agar dia bisa merasakan aroma yang beberapa waktu dulu pernah dia rasakan.


"Tadinya aku sangat lelah, tapi sekarang aku baik-baik saja setelah memelukmu".


"Bukankah rasa lelah orang tua akan hilang saat melihat senyuman anak-anaknya?".


"Selama ini aku melihat mereka, tapi hanya setengah rasa lelahku yang hilang. Tapi, saat aku melihat dirimu, rasa lelah setengahnya lagi menghilang".


"Baiklah, mengenal sifatnya Airi, dia tipikal ceria namun keras kepala. Jadi, bagaimana caranya kau merayunya untuk tidak tidur di kamar bersama denganku?" tanya Mona, saat mendengar pertanyaan dari Mona, Ming Fan membuka matanya sebentar sambil cemberut membuat Mona bingung.


"Selama dua tahun dia bersamaku, tapi kau begitu sangat mengerti sifatnya dan dia mengerti sifatmu, aku sungguh begitu cemburu kepada Airi. Memang diantara kelima anak kita, dialah yang paling sangat susah di bujuk, saat aku mengatakan kau seharusnya tidur bersama denganku. Saat makan malam tadi, aku meminta agar mereka tidur di kamar masing-masing, tentu saja mereka semua sangat tidak setuju. Aku mengancam mereka dengan memberikan tatapan yang tajam, semuanya takut kecuali Airi. Dia mengatakan dengan keyakinan yang penuh bahwa kau pasti akan membelanya dan mengizinkan mereka tidur bersamamu. Dia mengatakan jika kau membuka mata maka kau pasti akan langsung mencari mereka jika mereka tidak ada di sampingmu, dan hal itu benar. Aku tidak tahu entah apa yang dikatakan oleh adikmu itu, dia adalah pelayanmu di kekaisaran kegelapan saat kau hamil dulu, dia membisikkan sesuatu kepada lima anak kita. Hanya Airi sendirilah yang menampakkan ekspresi wajah paling bersemangat diantara kelima anak kita. Sedangkan Mayumi telah di jemput oleh Xian yang tidak sabar ingin berbicara denganmu, tapi dia mengurungkannya karena kau belum bangun. Tadi, aku melihat matamu bengkak, mungkin kau baru saja menangis, karena itulah kau lama tidur. Oh, ya, ngomong-ngomong apakah benar kau baru menangis tadi?" Ming Fan membuka matanya untuk melihat mata indah milik istrinya.


"Ya".


"Apakah karena ibu kandungmu?".


"Aku memang tidak memiliki kenangan dengan mereka, tapi aku bisa merasakan perjuangan dan pilihan ibuku saat dia memilih mengirimnya ke zaman modern. Karena aku juga memilih menyelamatkan mereka semua dengan nyawaku sendiri waktu itu, tapi siapa sangka bahwa itu hanyalah sebuah kebohongan yang dilakukan oleh pangeran mahkota kekaisaran langit untuk memisahkan diriku dan kalian semua".


"Walaupun dia mengatakan bahwa ibu yang merawatku di zaman modern adalah bayangan mereka, maka itu berarti sifat dan didikan yang di ajarkan saat aku di zaman modern adalah didikan dasar orang tuaku yang juga memiliki nilai kehidupan yang begitu baik. Jadi, tentu aku akan sangat sedih" sambung Mona.


"Aku tahu, sudah cukup, aku sangat mengantuk, sudah dengan susah payah aku mengusir pengganggu-pengganggu kecil dari kamarmu ini malam ini. Masak aku harus mendengar ocehanmu" manja Ming Fan karena dia berusaha membuat Mona tidak bersedih lagi.

__ADS_1


"Hahaha, baiklah, bayi besarku benar-benar sangat ingin tidur ternyata" tawa Mona melihat tingkah suaminya yang kesal dan cemburuan kepada anaknya sendiri, itupun padahal kepada anak ceweknya sendiri. Jika pada Jun mungkin cocoklah dia cemburu, karena sama-sama laki-laki, tapi dia malah sangat cemburu karena Airi dan Mona saling mengerti.


__ADS_2