
Sedangkan di hutan kabut Yuan merasa dirinya serba salah.
"Ahhhhh sialan bagaimana bisa kakek tua itu tau kalau aku baru berumur hampir lima tahun ini bisa gawat kalau dia tahu siapa diriku" ujar ku.
"Ada apa denganmu" ujar Dera.
"Aku sedang bingung bagaimana bisa sesepuh Zan tahu bahwa umurku hampir lima tahun" ujar ku.
"Bukankah dia hanya menebaknya" ujar Dera yang diangguki oleh semua orang.
"Tidak mungkin dia hanya menebaknya jika tanpa dasar dan sebab bahkan dia bertemu dirikupun belum" ujarku.
"Bukankah sesepuh Zan memiliki mata sebelah biru dan sebelah hijau yang memiliki kelebihan bahwa dia bisa menebak apa yang terjadi di masa depan" ujar paman Ming.
"Ya kau benar Yao" ujar paman Zaoye.
"Lalu apa masalahnya" tanyaku.
"Itu berarti dia bisa melihat bayanganmu sekilas makanya dia tahu kalau kau itu baru berumur hampir lima tahun" ujar paman Zaoye.
"Ahhh jadi apakah dia juga bisa melihat wajahku" ujar ku.
"Mungkin" ujarnya.
"Ohhhh tidak aku tidak bisa menghadapinya dan menatap matanya karena dia akan tau rahasiaku" ujar ku.
"Rahasia apa" tanya semua orang.
"Rahasia ya harus di rahasiakan" ujar ku dan berlalu pergi.
"Ahh dasar terkadang dia mengerikan dan terkadang sangat menggemaskan" ujar Ming Yao.
"Kau benar" ujar semua orang.
Di istana bintang para kaisar dan permaisuri membuat keputusan bahwa mereka akan menjemput anak-anak mereka dengan mengirimi surat melalui merpati pengantar surat. Tiga hari kemudian surat itu sampai kepada keempat akademi dan mereka semua bersiap-siap untuk pergi namun hujan turun dengan derasnya selama tiga hari tiga malam meskipun kadang sebentar hujan ada berhenti namun jalannya pasti becek namun lama kelamaan turunnya hujan dan tidak adanya panas maka terjadilah banjir di beberapa daerah tertentu yang tentunya menghambat perjalanan mereka jika mereka tetap pergi. Karena para ketua akademi tidak ingin terjadi sesuatu maka para ketua memutuskan untuk menunda hari keberangkatan mereka.
Tepat pada lima hari lagi ulang tahun Wang Yuan, Yu Anchi dan Yu Xian air banjir surut jadi para ketua memutuskan untuk berangkat bersama seluruh murid senior karena dua kaisar mengundang seluruh murid untuk menghadiri ulang tahun anak mereka.
Sedangkan di kekaisaran bintang di sibuk kan dengan dekorasi untuk acara penyambutan para putri dan pangeran mereka dan juga hari kelahiran tiga penerus kekaisaran sekaligus.
Berbeda di kamar para sesepuh disana terlihat sesepuh Zan dan sesepuh Ying sedang bingung.
__ADS_1
"Ada apa dengan kalian berdua" ujar sesepuh Mao.
"Menurut dunia cucuku akan merayakan hari kelahirannya lima hari lagi bukan" ujar sesepuh Zan.
"Lalu" ujar para sesepuh.
"Tetapi cucu perempuanku seharusnya merayakan hari kelahirannya dua hari lagi" ujar sesepuh Zan.
"Tidak masalah waktu itu kan dia masih bayi dia tidak akan ingat" ujar sesepuh Mao.
"Kalian salah"ujar sesepuh Zan membuat semua para sesepuh bingung termasuk istrinya yaitu sesepuh Ying.
"Maksudmu Zan" ujar para sesepuh.
"Ahhh bukan apa-apa lupakan saja" ujar sesepuh Zan dan berlalu pergi meninggalkan para sesepuh lainnya yang sedang kebingungan.
"Ada apa sebenarnya dengannya dia sangat berbeda hari ini" ujar sesepuh Muran.
"Entahlah" ujar sesepuh lainnya.
"Ahhhh sudahlah sebaiknya kita menyiapkan hadiah untuk ketiga cucu kita yang akan merayakan hari kelahiran mereka" ujar sesepuh Mao.
Setelah dua hari berlalu dimana hari itu bertepatan dengan hari kelahiran Yuan dia harus merasakan sendirian karena tidak ada yang tau bahwa hari kelahirannya yang sesungguhnya adaklah hari ini.
"Hahaha happy birthday to me, happy birthday to me, happy birthday happy birthday happy birthday to me yeeeee" ujar diriku mengucapkan ulang tahun untukku sendiri di sebuah hutan yang tidak ada penghuninya hingga aku terlelap di tanah yang batang pohonnya ku jadikan sebagai sandaranku.
Setelah beberapa lama Yuan bisa merasakan bahwa ada seseorang yang memasuki hutan dan mengarah padanya namun dia hanya pura-pura tertidur agar tau apa sebenarnya ingin dilakukan orang itu padanya. Saat orang ity semakin mendekat membuat Yuan terkejut yaitu saat mendengar kata-katanya.
"Selamat ulang tahun cucu perempuanku tersayang. Aku tahu bahwa kau tidak tidur dan aku juga tau bahwa hari inilah hari kelahiranmu yang sesungguhnya bukan" ujar seseorang mem buat Yuan membuka matanya dan melihat ke arah seseorang yang berada di sampingnya.
"Anda" ujarku.
"Apa kabar cucuku" ujar sesepuh Zan.
"Anda salah orang" ujarku.
"Tidak " ujarnya sesepuh Zan yakin.
"Kenapa anda yakin sekali" tanyaku.
"Bahkan aku juga tahu bahwa kau jiwa lain yang terlahir kembali menjadi cucu pertamaku dan kau juga memiliki ingatan dari kehidupanmu yang lama maupun saat kau masih bayi selama di kehidupan disini bukan" ujarnya setelah itu keheninganlah yang datang menghampiri kami berdua.
__ADS_1
Lama kami saling memandang hingga dia mengatakan "hahaha ternyata kau memiliki mata sebelah biru dan sebelah hijau sama seperti aku" ujar sesepuh Zan.
"Lalu" tanyaku.
"Mata kita memiliki kelebihan bisa melihat bayangan baik masa lalu maupun masa depannya seseorang" ujar sesepuh Zan.
"Lalu" ujarku tak peduli.
"Apanya yang lalu cucuku" tanyanya sesepuh Zan bingung.
"Kau harus tau kakek tua memang semua yang kau tebak itu benar tapi ada beberapa hal yang tidak kau ketahui dariku" ujarku.
"Memangnya apa itu" tanyanya.
"Salah satunya adalah aku tidak suka pembahasan yang tidak menguntungkan jadi jika tidak ada hal penting yang ingin kau bicarakan ssebaiknya anda pergilah" ujarku membuat dia tersenyum.
"Bahkan sifatmu sama seperti kakek buyutmu" ujarnya sesepuh Zan.
"Aku tidak kenal" ujarku.
"Dia juga memiliki mata ya,,,," ujar sesepuh Zan terpotong olehku.
"Jika kau tak ingin kukirim seperti waktu kau menggunakan bangau sebagai perantaramu sebaiknya diamlah dan pergilah secara terhormat" ujarku.
"Hahah saat kau marah kau sangat sama seperti nenek dan ibumu" ujar sesepuh Zan.
"Terima kasih atas pujiannya tapi bisakah anda pergi jika tidak ada hal penting yang ingin anda bahas lagi" ujarku yang ingin berlalu pergi namun dihentikan oleh sesepuh Zan.
"Nenekmu tau bahwa kau cucu perempuannya yang tertukar dan juga ibumu juga hatinya sangat sensitif jadi jika kau berkenan maka pulanglah pada saat prrayaan hari kelahiranmu ataupun sapalah mereka walau hanya sebentar" ujarnya.
"Baik" ujarku sambil ingin berlalu pergi namun dihentikan lagi.
"Selamat atas hari kelahirannya sayang jika boleh tolong katakan hadiah apa yang kau inginkan dari kakekmu ini sebagai hadiah hari kelahiranmu" tanyanya sesepuh Zan.
"Undahlah seluruh anak-anak miskin tidak boleh tersisa satupun" ujarku.
"Baiklah selain itu" ujarnya sesepuh Zan.
"Pedang yang indah jika tidak ada apapun itu boleh asalkan itu sebuah senjata" ujarku dan berlalu menghilang dengan portal.
"Ying dan Yu andaikan kalian melihat Yuan cucuku. Dia bagaikan kalian yang persi kecil atau lebih tepatnya permaisuriku persi kecil " ujar sesepuh Zan sambil tersenyum.
__ADS_1