
Saat ini, semua orang desa kembali ke desa mereka karena Yuan membawa mereka secara cepat. Karena Ying Wie sudah hampir ketahuan ketika di pasar tadi. Disaat semua orang desa kembali ke desa dengan membawa sejumlah koin hasil jualan mereka. Lalu mereka mengistirahatkan tubuh mereka yang kelelahan.
Sedangkan di kekaisaran kegelapan pangeran ketiga yaitu pangeran Gong Ming Zan berteriak ke seluruh kekaisaran.
"Ibu aku menemukannya,,,, aku menemukan nya" teriak pangeran ketiga membuat semua orang menjadi bingung.
"Menemukan siapa sayang" ujar permaisuri kegelapan yang datang karena teriakan pangeran Ming Zan.
"Ying Wie, aku menemukannya di pasar tadi" ujar pangeran Ming Zan.
"Kau bilang apa" ujar permaisuri kegelapan.
"Aku ke salah satu pasar di kekaisaran tanah (Xiao), di sana aku menemukannya sedang berdagang" ujar pangeran ketiga yang di dengar oleh anggota keluarga mereka yang lainnya yang baru datang.
"Apakah dia berubah" ujar nenek pangeran.
"Sangat, dia berubah menjadi gadis kecil yang mudah tersenyum. Saat dia berjualan dan sedang tawar menawar dia selalu tersenyum. Awalnya aku berpikir kalau itu bukan dia. Tapi, lama kelamaan aku melihatnya, sepertinya itu memang dirinya" ujar pangeran Ming Zan.
"Dia bahagia di luar sana. Kalau begitu jangan pernah mencarinya lagi. Jika sudah waktunya tiba, dia akan kembali dengan keinginannya sendiri. Apa kalian semua mengerti" ujar nenek pangeran.
"Ya, kami mengerti" ujar semua orang.
Sedangkan di Desa yang Yuan dan Ying Wie berada saat ini. Desa itu dikenal dengan nama desa Arid (gersang). Yuanlah yang memberi nama itu. Yuan menjadi pemimpin desa mereka setelah sebulan Yuan disana dan diapun yang memenangkan taruhan. Lalu Ying Wie lah yang menjadi wakilnya karena dia telah mengajarkan mereka ilmu bela diri. Mereka berdua di pilih oleh rakyat.
Ketika beristirahat, Yuan merasakan ada hal yang berbeda padanya. Di dalam mimpinya, dia melihat seorang wanita yang memiliki sayap seperti kupu-kupu berjalan ke arah dirinya dengan membawa secangkir gelas.
"Wang Yuan, apa kabarmu" ujar wanita itu.
"Kau siapa" ujar ku.
"Aku adalah dirimu di masa depan" ujarnya.
"Jangan bercanda dengan ku" ujar ku.
"Terserah padamu ingin percaya atau tidak, Wang Yuan. Tapi, minumlah air ini untuk mengembalikan ingatanmu" ujar nya.
"Untuk apa?" ujar ku.
"Mulai dari sekarang seluruh dunia dalam bahaya karena di kekaisaran siang telah bangkit orang yang menjadi ancaman besar nantinya untukmu. Tidak masalah jika setelah kau mengingat semuanya. Tapi, kau tetap ingin berpura-pura tidak ingat apapun atau masih hilang ingatanmu. Namun, kau harus bisa mengingat semuanya. Setelah itu tergantung padamu" ujar nya.
"Aku selalu memikirkan untung nya apa padaku ketika aku bertindak sesuatu. Jadi, katakan apa untung nya untuk ku" ujar ku.
"Tidak ada" ujar nya.
"Apa maksudmu?" ujar ku.
"Untung atau rugi, itu tergantung pada usahamu dan sudut pemikiran mu bukan. Jadi, jika menurutku pribadi tentu saja tidak ada Untung nya untuk mu" ujar nya.
"Lalu, kenapa kau menyuruhku meminumnya jika tidak ada untungnya bagiku" ujar ku.
"Kan aku sudah bilang itu tergantung menurut sudut pandang masing-masing" ujar nya.
"Terserahlah" ujar ku.
"Jadi" ujar nya dengan menatap ku.
"Aissss,,,, baiklah aku minum" ujar ku sambil mengambil cangkir itu dari tangannya.
"Ingatlah Yuan, segalanya tergantung padamu dan pilihanmu" ujar nya sambil menghilang.
"Apa-apaan, dia seperti jalangkung saja. Datang tidak di undang, pulang pun tidak di antar. Dasarrrr" ujar ku.
__ADS_1
Setelah Yuan meminum air di cangkir itu. Tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa. Terutama bagian kepalanya yang merasakan sakit luar biasa. Sampai-sampai suara mengaduhnya di dengar oleh keluarga Piolo dan Ying Wie.
Saat Yuan bangun, telah banyak orang yang ada di kamarnya. Yuan merasa bingung dan bertanya "ada apa".
"Kau kesakitan dalam mimpimu" ujar Ying Wie.
"Paman, bibi dan lainnya tidurlah kembali. Aku baik-baik saja" ujar Yuan.
"Biarkan Rumi yang menjaganya di sini. Paman dan yang lainnya kembali tidur saja" ujar Ying Wie.
"Baiklah" ujar mereka semua sambil berlalu pergi.
"Aku ingat semuanya kembali" ujar ku ketika tidak melihat lagi keluarga Piolo.
"Apa maksudmu" ujarnya bingung.
"Aku ingat siapa kau, adik iparku" ujar ku semakin membuat dia bingung.
"Aku tidak mengerti" ujar nya.
"Seseorang yang tepat pada hari pertunangan kakak keduamu. Dia melesat pergi saat kakak mu memperkenalkan nya. Dia juga yang dua tahun lalu datang ke istanamu dan dengan santainya dia membuat semua orang muntah darah. Wanita itu adalah diriku" ujar ku membuat dia terkejut.
"Bagaimana mungkin ini terjadi, kau tunangan kakak kedua" ujar nya.
"Ya begitulah" ujar ku.
"Aku juga akan membawamu ke suatu tempat. Apakah kau mau?" tanya ku.
"Tentu" ujar nya.
"Bawa kami ke kekaisaran bulan" ujar ku. Tiba-tiba cahaya emas menyelimuti kami berdua dan membawa kami ke kekaisaran bulan. Saat kami sampai disana dengan tiba-tiba. Hal itu membuat yang lainnya terkejut.
"Hai,,,, semuanya. Apa kabar" ujar ku membuat semua orang terdiam. Namun, beberapa detik kemudian terdengarlah teriakan seorang pangeran Gui.
"Jijie Yuan. Aku sangat merindukan mu" ujar nya sambil memeluk ku.
"Jijie sudah ingat kami semua" ujar nya.
"Tentu saja iya. Jika jijie belum mengingatnya. Maka jijie tidak akan kemari bukan" ujar ku.
"Ahhh, itu benar" ujar nya.
Saat semua orang melepas rindu dengan Yuan. Mereka di kejutkan dengan kedatangan piton merah yang dulunya di tugaskan Yuan untuk mengawasi gerak-gerik kekaisaran siang yang sangat misterius. Karena belum ada terjadi peperangan antara kekaisaran siang dengan kekaisaran lainnya. Namun, yang membuat mereka semakin terkejut yaitu saat piton merah itu tunduk kepada Yuan.
"Hamba mu ini ingin melapor padamu ratuku" ujar nya membuat semua orang terkejut.
"Bangunlah bibi" ujar ku semakin membuat semua orang terkejut.
"Aku pergi dulu. Kau, ikut aku" ujarku sambil menunjuk Ying Wie.
Kami bertiga berjalan ke ruangan aula utama kekaisaran bulan. Dimana di sana ada kedua kakak ku dan Dera beserta semua binatang spirit yang berubah wujud. Saat aku masuk mereka semua terkejut. Namun, beberapa saat langsung tertunduk memberi hormat.
"Selamat datang kembali ratu" ujar semua orang termasuk ketiga orang yang dekat denganku sambil membungkukkan badan mereka.
" Bangunlah. Bagaimana kabar semua pembukuan saat dua tahun aku tidak sadar" ujar ku sambil menaiki kursi singasana ku.
"Semuanya baik ratu ku" ujar Nana.
" Mulai dari dirimu bibi piton. Berikan laporanmu" ujar ku sambil mempersilahkan bibi piton berbicara. Lalu mempersilahkan Ying Wie duduk di kursi yang kosong.
"Lapor ratu ku. Kekaisaran siang sedang menyiapkan perlengkapan peperangan yang sangat luar biasa. Awalnya, aku berpikir jika itu untuk jaga-jaga. Ternyata aku salah saat aku mendengar mereka mengucapkan bahwa mereka akan mendapatkan anak yang di ramalkan. Maksud ku yaitu salah satu keturunan permaisuri Yu yang di ramalkan akan menjadi orang yang terkuat. Yaitu dengan bantuan calon kaisar mereka yang saat ini masih dalam proses pelatihan diri untuk menjadi kuat. Mereka juga menyiapkan pasukan yang kekuatannya bagaikan kekuatan pasukan iblis. Selama ini, mereka diam karena mereka tidak ingin ada yang tau rencana mereka. Jadi, mereka menunggu waktu yang tepat untuk melawan kekaisaran lain yaitu dua tahun lagi. Saat dua tahun lagi lah, kekuatan calon kaisar mereka sempurna. Jika sekarang, kekuatannya masih lemah" ujar piton merah menjelaskan dengan masih berwujud ularnya.
"Apakah bibi tau kekaisaran mana yang duluan akan di serang dua tahun kemudian" ujar ku.
__ADS_1
"Mereka akan memulai dari berbagai arah ratu. Dua puluh lima hari yang lalu mereka telah menyerang kekaisaran malam. Tapi, tidak berhasil karena putri yang ingin mereka jadikan sandera yaitu putri kaisar malam tidak berhasil. Karena putri itu sudah tidak ada lagi di hatinya ulat racun pengendali. Jadi, mereka berusaha menyerang ke segala arah yaitu dengan cara yang sama. Hanya saja, ulat itu hanya menetas dua bulan sekali dengan jumlah dua ulat. Jadi, mereka berniat mengembangbiakkan dulu ulat itu agar banyak. Lalu, mereka baru memasukkannya ke setiap permata kekaisaran" ujar piton merah itu.
"Jadi ratu ulat nya masih ada dan hidup" ujar ku.
"Ya, ratu" ujar nya.
"Bisakah bibi masuk sampai ke tempat ratu nya ulat" ujar ku.
"Bisa ratu" ujar nya.
"Kalau begitu, buat dia meminum darahku agar menjadi hewan kontrakku. Jadi, setiap keturunannya juga menjadi hewan kontrakku. Aku juga ingin tau, siapa menurut mereka yang menjadi permata di setiap kekaisaran. Tapi, ingat bibi, jangan sampai darah ku tersisa. Di dalam kalung ini, ada setetes darahku" ujar ku sambil memberikan kalungku. Namun, dia memberikannya ke pada bibi Kim Puera. Dia membuka kalung itu dan membaca mantra. Setelah itu, darahku mengental seperti permata kecil.
"Dengan begini tidak akan berpencar. Saat permata ini menyentuh lidahnya. Maka secara otomatis darah ini akan mencari hatinya. Lalu, di hatinya lah darah mu akan melebur ratu" ujar Kim Puera sambil menyerahkan permata itu ke piton merah.
"Baiklah bibi piton merah, segeralah laksanakan tugasmu. Setelah itu kau boleh memilih apapun dan kemanapun yang kau suka" ujar ku.
"Aku menyukainya" ujar nya sambil menunjuk Ying Wie dengan ekornya membuat Ying Wie terkejut.
"Aku" ujar nya bingung.
"Ya, kau" ujar nya.
"Tapi, kau kan hewan kontraknya" ujar Ying Wie.
"Tidak" ujar kami berdua bersamaan.
"Lalu, kanapa aku. Dia kan lebih hebat dariku" ujar Ying Wie sambil menunjuk ke arah ku.
"Dia adalah pemimpin kalian berdelapan. Kau akan menjadi salah satu dari delapan orang itu dan kau akan selalu bersamanya. Jadi, jika aku ingin selalu bersamanya. Maka aku harus mencari orang yang akan selalu bersamanya. Karena, takdirnya mengontrak hewan yang melegenda. Sedangkan, aku bukan salah satu dari hewan yang menjadi takdirnya" ujar nya.
"Tapi, aku tidak tau ingin memberi nama apa padamu nanti" ujar Ying Wie sambil menggaruk belskang lehernya yang tidak gatal.
"Red saja" ujar ku membuat semua orang menoleh padaku karena kenapa aku yang memberi nama.
"Kalian bersembilan saling terhubung dan dialah pemimpin kalian. Jadi, tidak masalah jika dia yang memberiku nama. Bahkan, hewan kontrak kakak dan teman pertamanya yang juga salah satu dari delapan orang lainnya juga dia yang memberi nama" ujar Red.
"Baiklah. Jadi, kapan aku akan mengontrak mu" ujar Ying Wie.
"Sekarang saja. Jadi, setelah itu dia akan langsung ke arah mu meskipun kita di desa nanti" ujar ku.
"Baiklah" ujar Ying Wie sambil menggores jari telunjuknya dan memberikan piton merah menjilat darahnya. Lalu piton itu tiba-tiba menghilang.
"Baiklah, teruslah latihan. Aku akan tetap berpura-pura masih lupa ingatan. Karena dengan begini semua musuhku akan menganggap aku bukan musuhnya. Hal itu, bisaembuat aku leluasa bergerak kemanapun tanpa pengawasan siapapun. Untuk kalian bertiga sister, brother dan Dera mana laporan kalian" ujar ku dengan menatap mereka bertiga.
Mereka bertiga membawa beberapa buku tentang pemasukan dan pengeluaran uang. Karena uang mereka semakin banyak masuk karena banyak yang menyewa mereka untuk membunuh orang yang telah meresahkan daerah. Namun, mereka tidak di bunuh melainkan di rekrut oleh mereka sebagai anggota Black Rose cadangan. Karena kebanyakan dari mereka adalah para bandit jalanan.
"Dimana mereka semua yang menjadi cadangan" ujar ku.
"Mereka ada dalam tahanan. Namun, kami tidak terlalu merperketat penahanan mereka. Karena mereka juga anggota" ujar Dera.
"Apakah kau ingin bermain-main Rumi" ujar ku sambil menunjuk ke arah Ying Wie.
"Tentu" ujar nya semangat.
"Paman Kim Kong, kumpulkan semua orang di aula latihan" ujar ku sambil membawa Ying. Lalu menghilang.
"Semuanya berkumpul di aula latihan sekarang juga. Karena ada hal penting yang akan di lakukan disana" ujar nya dengan berteriak lantang yang di dengar oleh semua orang. Tidak perlu waktu lama, akhirnya semua orang telah berkumpul.
"Siapa mereka berdua" ujar seseorang yang belum mengenal Yuan sebagai ratu mereka.
"Aku ratu dari kekaisaran bulan menantang kalian semua untuk mengalahkan kami berdua. Jika ada dari kalian yang berhasil. Maka singasana pemimpin kekaisaran bulan akan menjadi milik kalian beserta seluruh emasnya" ujar ku lantang.
Para anggota baru merasa tergiur dan ingin maju. Namun, saat mereka melihat tidak ada satupun dari anggota lama yang mau maju. Hal itu berarti ratu mereka yang kecil itu sangat hebat.
__ADS_1
"Bawa semua anggota baru ke hadapanku cahaya emas" ujar ku. Lalu datanglah cahaya emas menyelimuti seluruh kekaisaran bulan. Semua orang baru di buat terkejut karena mereka yang tadinya duduk. Justru sudah ada di tengah-tengah aula. Namun, ada tiga orang lansia yang terbaring di barisan paling depan. Saat melihat hal itu, Yuan hanya menggerakkan tangannya saja sudah membuat ketiganya kembali sehat seperti semula. Hal itu membuat semua orang yang di kekaisaran bulan. Baik yang lama atau baru semuanya menjadi diam membisu dan terbengong seperti patung. Hal itu membuat Yuan bingung. Sedangkan di dalam pikiran semua orang termasuk Ying Wie.
' Sebenarnya, seberapa hebat dirinya' batin semua orang bersamaan saat melihat Yuan dengan mudahnya menyembuhkan ketiga lansia itu.