
Semua para kesatria dan dayang di istana Wang di buat kewalahan oleh permintaan permaisuri kecil mereka.
" Ayah" teriak Yuan yang disampingnya ada kakaknya putri Yu Yan yang sedang menggendong pangeran Gui.
" Ya sayang" ujar kaisar sambil berlari takut putrinya akan mengamuk.
" Ayah aku mau buah apel yang paling diatas pucuk pohon itu" sambil menunjuk ke arah pohon apel.
" Baiklah, tapi bukankah sama saja sayang antara pucuk dan tidak. Bukankah itu sama - sama satu pohon" ujar kaisar.
" Tidak, aku tidak mau pokoknya yang paling pucuk. Iupun harus ayah sendiri yang petik tak boleh menyuruh pasukan bayangan ayah" ujar ku.
" Baiklah" ujar kaisar berusaha menaiki pohon apel dengan jurus peringan tubuh belumpun kaisar naik sudah di hentikan putrinya.
" Tidak boleh memakai jurus peringan tubuh. Ayah harus memanjat dengan tangan dan kaki ayah" ujar ku.
" Baiklah sayang" ujar kaisar.
__ADS_1
Karena kaisar tak pernah memanjat pohon tanpa jurus peringan tubuh. Dirinya tak bisa naik dan selalu terjatuh membuat para prajurit, dayang, permaisuri bahkan para jendral tertawa karena tidak pernah melihat hal yang langka seperti ini. Kaisar dan putri Yuan menyadari hal itu. Justru itu menjadi hal terburuk bagi yang menertawakan karena telah berani mentertawakan ayahnya di depannya.
"Para paman jendral, aku memerintahkan kalian untuk membeli baju, barang, dan makanan terenak di seluruh kekaisaran wang, itu emas nya minta sama ayah πππ. Para bibi dayang, aku ingin kalian mengumpulkan seluruh penduduk di aula luar istana. Ibu permaisuri dan para bibi koki, aku ingin kalian memasak makanan yang manis-manis. Para gege kesatria, aku ingin kalian menghiasi aula luar dengan indah. Namun, sederhana bisakah kalian menuruti ku πππ" ujar yuan panjang kali lebar.
" Tentu saja permaisuri kecil Yuan sayang" ujar semua orang bersamaan dan lantang lalu berlalu pergi untuk menjalankan tugas dari putri kesayangan mereka.
" Wah hebat adik Yuan, kau sangat berbakat jadi pemimpin. Kau memerintahkan semua orang dengan sangat keren aku mengagumi mu" ujar putri Wang Yan.
" Terima kasih kakak" ujar ku.
"Ya mulia kaisar Wang dan keluarganya memasuki aula"teriak kasim.
Para penduduk sangat terkejut dan gemas karena yang duduk di kursi utama bukan kaisar melainkan putri kecil mereka yang kelihatannya kursi itu tidak sesuai dengan tubuh tuan putri mereka yang baru berusia 2 tahun. Namun, mereka mengakui dan mengagumi meski usianya baru dua tahun tapi ia telah di akui jenius karna ia bisa melakukan semua nya sendiri.
" Ehemmmm, para rakyat ku yang yang bijaksana aku mengumpulkan kalian di sini untuk mengucapkan terima kasih karna telah setia berada di kerajaan yang di pimpin ayah ku. Tanpa kalian ayah ku bukanlah pemimpin yang baik, bagaimana mungkin seorang kaisar bisa menjadi pemimpin bila tak ada rakyat di kerajaan nya. Bagaimana istana akan aman bila tak ada paman prajurit yang berjaga. Istana tak akan bersih bila tak ada bibi dayang. Kerajaan tak akan berwarna bila tak ada pasar, di pasar kami menemukan teman, makanan yang enak serta barang - barang dari luar. Bila tak ada paman petani, paman nelayan, paman peternak maka tak ada bahan yang bisa di olah untuk makanan istana oleh para koki istana. Jadi aku putri Wang Yuan berterima kasih kepada para rakyat ku karna telah menghadiahkan kan ku susasana kerajaan yang sangat indah'' ujar Yuan yang membuat seluruh rakyat melongo terharu bagaimana bisa bocah usia 2 tahun berpikir begitu.
" Aku juga mengucap kan terima kasih buat ayah dan ibu karna telah memberi kan cinta kalian untuk ku aku menyayangi kalian dengan segenap hatiku selamanya uhuk uhuk,,,,uhuk,,,," kalimat putri yuan terpotong karena suara batuknya.
__ADS_1
" Adik minum lah" ujar putri Yu Yan sambil menyodorkan segelas air.
" Terima kasih jijie" ujar ku.
" Itu hehehe maaf sepertinya aku terlalu panjang berbicara sampai sampai batuk menegurkuπ π π " ujar ku.
Mendengar ucapan Yuan para rakyat semakin tak berdaya mereka ingin tertawa tapi tak berani takut meyinggung putri mereka.
" Para anak- anak maju lah " ujar ku.
Anak - anak pada berbaris dengan rapi, kedua putri memberikan baju, barang, serta tanghulu yang di beli paman prajurit kepada para anak yang kebanyakan dari mereka adalah anak jalanan, putri juga memberi kan para orang tua bahan pokok makanan yang bisa di olah menjadi makanan yang lezat, serta putri juga memberi kan sejumlah tael emas untuk seluruh rakyat termasuk anak anak, putri bahkan menyampaikan pesan yang membuat semua orang menangis terharu.
" Ayah maaf karna aku mengambil sejumlah tael emas yang sangat banyak, ayah menurutku aku mungkin telah merasa bosan dengan makanan seperti contohnya tanghulu tapi lihat lah mereka bahkan seperti segan untuk memakannya tapi mereka lapar, mungkin sebagian bibi ada yang memasak batu di dapur agar membuat anak nya senang makanan telah dimasak ibu nya pada hal batu kan tak pernah bisa di makan, maaf ayah untuk apa kita hidup berkelimpahan harta jika rakyat menderita, lebih baik menjadi kaisar yang kurang harta tapi rakyat bahagia" lirih ku sambil menahan air mata ku membayangkan bahwa aku di posisi itu.
" Tidak apa-apa sayang, ayah justru bangga padamu karena kau telah menyadarkan ayah mu ini yang telah melalaikan sebagian tugas ayah" ujar kaisar.
" Baiklah lupakan segala kesedihan mari berpesta" ujar ku sambil menggerak kan tangan ku tanda mempersilakan.
__ADS_1