
Tepat pada saat semua orang di kekaiaran kegelapan dan malam tidur. Sebagian anggota black rose menyelinap masuk ke semua kamar di kekaisaran malam, sesuai dengan siapa yang berada di kamar itu. Jika pemilik kamar itu adalah seorang wanita, maka anggota black rose wanitalah yang akan masuk. Begitupun sebaliknya, jika pemilik kamar itu adalah pria, maka anggota black rose prialah yang masuk ke dalam kamar.
Sebagian anggota black rose lainnya menyelinap masuk ke tempat penyimpanan persediaan makanan untuk istana kekaisaran. Lalu, mereka memindahkan sebagian persediaan ke tempat lain dengan sedikitpun tidak mengeluarkan suara gaduh yang bisa membangunkan para penjaga. Setelah sebagian persediaan makanan di kekaisaran malam mereka pindahkan, mereka membakar gudang tersebut. Sedangkan sebagian persediaan lainnya, hanya mereka biarkan begitu saja, tidak dibakar dan tidak juga dipindahkan.
Bau asap dan juga cahaya dari kebakaran tempat penyimpanan persediaan makanan membuat mereka yang di istana kekaisaran malam sangat terkejut dan segera bangun. Saat melihat sedang terjadinya kebakaran, mereka semua kalang kabut berusaha mematikan api tersebut agar tidak membakar semua persediaan makanan mereka. Bahkan kaisar malam juga ikut memadamkan api menggunakan kekuatannya. Tapi, api itu tidak kunjung padam karena ulah seseorang yang terus menatap mereka dari atas pohon dengan selalu menggerakkan tanggannya ke arah api yang berkobar.
Kebakaran sudah berlangsung selama satu setengah jam, tapi api itu masih belum juga padam. Hal itu membuat kaisar malam mengutus seseorang untuk memberitahukan ke kekaisaran kegelapan, guna untuk meminta bantuan dari mereka.
"Kenapa apinya tidak padam-padam juga ibunda?" bingung putri kaisar malam sambil menatap api yang membara.
"Entahlah sayang" jawab permaisuri kaisar malam sambil menatap suaminya yang sedang berusaha memadamkan api yang membara itu.
******
Suara lonceng berbunyi di kekaisaran kegelapan, menandakan bahwa ada berita gawat darurat yang segera harus di sampaikan.
"Ada apa?, siapa yang membunyikan lonceng di tengah malam begini?" kesal para keluarga kekaisaran kegelapan yang baru bangun dari tidur mereka.
"Yang mulia, sebaiknya kita keluar saja untuk mencari tahu" saran permaisuri kaisar kegelapan.
"Baiklah, mari" Kaisar dan permaisuri kegelapan memakai jubah kebesaran mereka untuk menutupi pakaian tidur mereka. Lalu, mereka berjalan ke arah luar. Ketika mereka sampai di luar, ternyata diluar juga telah berkumpul keluarga lainnya dengan ekspresi wajah yang kebingungan dan ketakutan akan berita apa yang membuat lonceng di bunyikan. Saat keluarga kekaisaran kegelapan telah berkumpul di lapangan dekat dengan menara lonceng berbunyi. Lalu, turunlah seorang pria yang membunyikan lonceng, dia juga pria yang diutus oleh kaisar malam.
"Salam hormat yang mulia kaisar Gong Ming Zue, semoga anda dan keluarga anda tetap berjaya selamanya" ucap pria itu sambil membungkukkan badannya.
"Mmm, apa yang terjadi, dan apa alasan yang membuat kau membunyikan lonceng tengah malam begini?" tanya kaisar kegelapan.
"Mohon maaf yang mulia, hamba membunyikan lonceng karena kekaisaran malam telah di serang dengan kebakaran gudang makanan. Kami telah berusaha memadamkan apinya, tapi api belum juga padam setelah satu jam lebih kami memadamkan apinya. Jadi, kaisar malam mengutus hamba untuk datang kemari untuk meminta bantuan dari yang mulia kaisar dan para pangeran" jawab pria itu. Namun, tidak ada satupun anggota pria dari kekaisaran kegelapan yang ada di depannya saat dia mengangkat wajahnya.
"Mereka mungkin sedang berganti pakaian mereka" jawab neneknya Fan. Tepat setelah dia mengatakan hal itu, lalu keluarlah kaisar dan para pangeran.
"Eh, kau mau kemana?" tunjuk nenek ke arah Ying Wie.
"Aku juga ingin ikut pergi" jawabnya.
"Ini bukan sebuah perjalanan untuk bermain-main" kesal neneknya.
"Kita belum tahu itu sebuah peperangan atau hanya sebuah kebakaran biasa bukan. Jadi, aku juga harus ikut" jawab Ying Wie datar.
"Justru karena itu belum pasti, makanya nenek tidak mengizinkan kau pergi" ucap neneknya.
"Biarkan saja dia pergi nenek, karena ada kami bersamanya. Semakin nenek melarangnya, dia semakin tidak mendengarkan. Jadi, lebih baik biarkan saja dia" ucap Ming Fan.
"Ah, baiklah, jika kau bilang begitu" pasrah neneknya.
"Kami pergi" ucap kaisar kegelapan sambil berlalu pergi. Para pangeran dan putri Ying Wie mengikuti kaisar dari belakang. Mereka menggunakan peringan tubuh agar cepat sampai ke kekaisaran malam. Setelah kira-kira sepuluh menit, akhirnya mereka sampai di kekaisaran malam. Di sana mereka melihat api yang berkobar di dua tempat penyimpanan makanan, hanya ada satu tempat penyimpanan makanan yang tidak ada apinya.
"Kakek, paman dan bibi sudah sampai" teriak putri kaisar malam sambil menunjuk ke arah lima orang yang baru turun dari tembok benteng kekaisaran malam.
"Apa yang sebenarnya terjadi Zao?" tanya kaisar kegelapan sambil membantu memadamkan api itu dengan menggunakan jurusnya.
__ADS_1
"Tidak tahu ayah" jawab kaisar malam sambil tetap fokus pada kobaran api yang berusaha dia padamkan.
"Ini hanya perasaanku saja, atau memang pasukanmu seolah-olah sedang linglung kak, dan aku merasa pasukanmu tidak sebanyak biasanya. Kemana mereka kak?" tanya Ming Fan membuat para jenderal dan kaisar malam menatap ke arah para prajurit yang menyiram air bukannya ke api, tapi ke arah tanah di samping api.
"Kau benar, ini adalah setengah pasukanku. Jenderal, cari dimana keberadaan pasukan lainnya" perintah kaisar malam.
"Baik yang mulia" ucap jenderalnya, setelah itu dia ingin berlalu pergi. Tapi, dihentikan oleh api yang tiba-tiba mengelilingi para pemimpin pasukan, para pangeran dan kaisar.
"Ayah,,,," teriak putri kaisar malam saat melihat ayahnya, pamannnya dan lainnya sedang berada di dalam lingkaran api yang berkobar.
"Tenanglah sayang, kami pasti akan baik-baik saja" teriak kaisar malam dan kaisar kegelapan kompak untuk menenangkan putri kaisar malam.
"Hiks,,,,,itu tidak akan mudah kakek, karena apinya sangat besar hiks,,,," nangis cucunya. Saat putri kaisar malam menangis, tiba-tiba api yang tadinya berkobar setinggi dua meter mengelilingi para pemimpin pasukan berubah kobarannya menjadi satu meter. Perubahan itu membuat mereka semua terkejut, mereka lebih terkejut saat tiba-tiba banyak kunang-kunang yang berada di satu pohon membuat seolah-olah pohon itu berdaun berwarna kuning.
'Apakah ini ulahnya?' batin Ying Wie dan Ming Fan kompak saat mereka menatap segerombolan kunang-kunang yang datang dan menghampiri satu pohon.
"Ini saatnya kita melompati kobaran api ini yang mulia" ucap salah satu jenderal kekaisaran malam sambil ingin melompati kobaran api.
"Tidak, jangan melompat" Ming Fan menarik tangan jenderal yang ingin melompat melewati api.
"Tidak akan semudah itu yang mulia kaisar dan para pemimpin pasukan".
"Wanita berambut emas, itu tidak mungkin karena putri berambut emas hanya akan lahir dari keturunan permaisuri Yu. Tapi, selama ini tidak ada putri yang dia lahirkan yang berambut emas" ucap kaisar kegelapan sambil menatap ke atas pohon.
"Selamat berjuang para kaisar, aku akan memberi tahu sebuah cara untuk keluar dari lingkaran itu".
"Cara apa?" tanya pangeran ketiga.
"Kau bilang kau akan memberi tahu caranya, tapi itu bukan caranya kami keluar" kesal pangeran keempat.
"Menurutku itu adalah caranya kalian keluar. Tapi, tentu saja kalian harus mencari jawabannya sendiri dari ucapanku tadi".
"Sebenarnya apa tujuanmu melakukan hal ini pada kami, dan siapa kau?" tanya pangeran ketiga.
"Pangeran Gong Ming Zan dan pangeran Gong Ming Lan, kenapa hanya kalian berdua yang cerewet?".
"Apa maksudmu kami cerewet hah?" kesal pangeran keempat.
"Aku mengurung dua belas orang di dalam lingkaran, tapi hanya kalian berdua yang dari tadi membalas ucapanku. Bukankah kalian berdua yang sangat cerewet".
"Itu bukan cerewet, aku hanya bertanya mewakilkan semua orang. Bukankah kalian juga penasaran siapa dirinyakan?" tanya pangeran ketiga sambil menatap ke arah mereka yang ada di dalam lingkaran.
"Ya kami juga ingin tahu" jawab semua orang kecuali pangeran Ming Fan dan putri Ying Wie.
"Tuhkan benar bahwa yang lainnya juga ingin tahu" ucap pangeran ketiga sambil menatap menantang ke arah wanita yang di atas pohon.
"Sepuluh dari dua belas orang mengatakan ingin tahu, tapi dua lainnya tidak. Kenapa tidak tanyakan saja pada mereka siapa identitasku".
"Kakak kedua, siapa dia?" tanya Ming Zan.
__ADS_1
"Tanya saja padanya, kenapa kau bertanya padaku" ucap Ming Fan.
"Tapi, dia bilang kakak tahu identitasnya" ucap Ming Zan.
"Memang aku tahu identitasnya" balas Ming Fan sambil menatap ke arah pohon.
"Sebenarnya siapa namamu, dan apa yang kau inginkan?" tanya Ming Lan.
"Queen dari kekaisaran bulan, namaku Kim Mona, dan tujuanku adalah aku ingin menguasai seluruh kekaisaran di benua ini. Kekaisaran pertama yang ingin aku kuasai adalah kekaisaran malam, tapi sayangnya aku mengubah jalurku ke kekaisaran yang saat ini tidak ada para pangeran, putri dan kaisar mereka. Di kekaisaran milik mereka hanya ada para wanita. Jadi, sampai jumpa lagi".
"Hanya ibunda dan nenek yang berada di kekaisaran milik kita. Jadi, apakah yang dia maksud adalah kekaisaran kita ayah" khawatir pangeran ketiga.
"Ini jebakan" kesal pangeran keempat.
'Sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan' gumam Ming Fan dan Ying Wie kompak di dalam hati.
Mereka yang di kurung di dalam lingkaran berusaha mencari cara untuk keluar dari lingkaran itu.
*****
Sedangkan Mona telah pergi ke kekaisaran kegelapan untuk menguasai kekaisaran itu karena sedang tidak ada yang melindungi mereka. Ketika sampai disana, dia menyuruh anggota black rose untuk mengikat seluruh pelayan dan prajurit di setiap tiang kekaisaran. Jadi, setiap tiang yang ada di kekaisaran kegelapan telah dipenuhi dengan prajurit yang terikat. Para prajurit awalnya memberontak, tapi kekuatan mereka tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuatan anggota black rose. Setelah kira-kira lima belas menitan, akhirnya semua prajurit dan pelayan telah terikat dengan kondisi sebagian prajurit yang kelelahan karena melakukan perlawanan. Sedangkan permaisuri dan ibu suri di ikat di kursi kebesaran mereka.
"Ibu, sebenarnya apa tujuannya mengikat kita di sini?" tanya permaisuri kegelapan sambil menatap Mona yang sedang berada di dalam lingkaran Yin & Yang di depan kursi singasana kaisar kegelapan. Selama Mona berada di lingkaran, maka selama itulah api di kekaisaran malam telah padam. Jadi, pada saat itulah mereka yang di dalam lingkaran langsung bergerak cepat kembali ke kekaisaran kegelapan dengan menggunakan jurus portal milik kaisar kegelapan. Kaisar kegelapan memindahkan dirinya dan keluarganya dari kekaisaran malam ke kekaisaran kegelapan setelah dia menggunakan pelindung di kekaisaran malam. Mereka muncul tepat di halaman depan kekaisaran, mereka semua terkejut saat mereka melihat para prajurit dan pelayan telah di ikat.
"Dimana ibu dan nenek berada?" tanya Ming Fan kepada prajurit yang masih setengah sadar tepat di tiang dekat dengannya.
"D,,di aula ke,,ke kaisaran, pa,,,nge,,,ran" gagap prajurit itu. Saat mendengar itu, mereka semua langsung pergi ke aula kekaisaran kegelapan.
Setelah beberapa saat, akhirnya mereka sampai di dalam aula " ibunda, apakah ibunda baik-baik saja?" tanya pangeran keempat khawatir sambil menghampiri ibunya yang tangannya terikat di kursi singasana miliknya.
"Ibu baik-baik saja nak, tapi sepertinya dialah yang sedang tidak baik" jawab permaisuri kegelapan sambil menatap ke arah Mona yang mengeluarkan darah dari mulutnya dengan wajahnya yang sangat pucat dan dipenuhi dengan keringat yang bercucuran keluar. Semakin Mona mengeluarkan darah dari mulutnya, maka rambutnya yang tadinya berwarna emas dan juga penampilannya yang tadinya bagaikan dewi, perlahan-lahan berubah menjadi berwarna serba hitam dan juga tumbuh tanduk di bagian kepalanya. Perubahan Mona itu membuat semua keluarga kekaisaran kegelapan yang melihatnya menjadi sangat terkejut.
"Ah,,,,panas,,, ini panas,,, ah,,,," teriak Mona membuat mereka bisa melihat bahwa taring telah tumbuh di giginya Mona.
"Penampilan ini tidak asing" gumam kaisar malam sambil menatap ke arah Mona.
"Seperti Fan dulu" balas permaisuri dan kaisar kompak.
"Ahh,,,,,ini perih,,,,," teriak Mona di dalam lingkaran yang tadinya lingkaran Yin & Yang. Namun, berubah menjadi seperti sebuah segel, Mona berteriak sambil meremas kain yang berada di bahu kanannya. Karena rasa sakit yang membuat dia tidak peduli dia sedang berada dimana, Mona menyobek bagian kain yang menutupi bahukanannya, lalu dia menggunakan tangannya untuk mengendalikan air. Mona berpikir bahwa dengan menyiram air, maka rasa perihnya akan hilang, tapi rasa perihnya semakin terasa.
"Ahh,,,sakit,,,,hiks,,,hiks,,hiks".
"Mona, lepaskan lingkaranmu dulu agar aku bisa masuk" teriak Ming Fan yang telah berjarak tiga meter dari Mona.
"Ah,,,, aku sudah,,, melepasnya, tapi ini bukan dariku ahh,,,hiks" Mona yang tadinya masih duduk seperti sedang berkultivikasi, terjatuh lemas ke lantai membuat Ming Fan semakin khawatir. Begitupun dengan Ying Wie yang sedang berusaha mencari cara agar bisa mendekati Mona. Sedangkan keluarga kekaisaran kegelapan lainnya justru kebingungan.
"Sayang, kenapa kalian berdua berusaha menyelamatkannya dibandingkan kami?" tanya neneknya Fan membuat mereka berdua berhenti dari aksi sia-sia mereka.
"Nenek, dia tidak pernah berniat jahat pada kita. Jika yang dia inginkan adalah kekuasaan kekaisaran kita, bukankah seharusnya dia berada di kursi kekuasaan, tapi kenapa dia harus di lantai, dan bukankah seharusnya ada prajurit yang terluka" ucap Fan yang meneteskan air matanya karena dia melihat wanitanya sedang terbaring lemah dengan menahan rasa sakit sambil memegang bahunya.
__ADS_1
"Jadi, intinya nenek, dia tidak berniat melukai dan menguasai kekaisaran kita. Alasan aku dan kakak kedua berusaha menyelamatkannya karena dia adalah wanita yang sangat dicintai oleh kakak kedua" ucap Ying Wie membuat semua orang mematung.