The Switched Daughter

The Switched Daughter
Hutan kabut


__ADS_3

Hari ini kedua sekawan berpamitan pada ke dua kakak nya untuk pergi ke hutan kabut. Yuan memberi kan 15 koin emas untuk kedua kakak nya membeli bahan makanan dan pakaian untuk keluarga baru mereka, awalnya mereka menolak namun karena Yuan memaksa akhir nya ke dua kakak nya mengambil koin tersebut. Kini mereka berdua telah sampai di sebuah kedai makanan, mereka mengisi perut dulu agar mereka tak kelaparan nanti di perjalanan saat mereka sedang asik makan mereka mendapat bonus informasi cuma cuma dari para rakyat yang juga sedang makan mereka berdua hanya mendengar kan dalam diam.


" Hai apa kah kalian tau jika para kaisar aliran putih telah lelah melawan kaisar iblis" ujar si A.


" Kau benar bahkan yang ku dengar kalau saking putus asa nya, para kaisar ingin mengirim para permaisuri menyusul para pangeran dan putri" ujar si B.


" Kau benar, ngomong-ngomong soal para pangeran dan Putri. Aku sangat penasaran dengan ketiga putri dan pangeran yang lahir di hari yang sama" ujar si C.


" Maksud mu putri pertama kaisar Wang dan anak kembar kaisar Yu" ujar si A.


" Ya, aku dulu pernah melihat mereka bertiga mereka sangat berwibawa, pasti putri Yu Anchi dan putri Wang Yuan sangat cantik" ujar si C sambil membayang kan bagaimana rupa ke dua putri itu.


" Jangan berpikir yang tidak tidak, kadang mereka jauh lebih cantik dari apa yang kau bayang kan atau mungkin kau akan terkejut dan terjatuh jika terlalu memikir kan nya yang ujung ujung nya tak sesuai dengan yang kau bayang kan" ujar si B.


" Jadi maksud mu mereka jelek begitu" ujar si C.


" Aku tak mengatakan nya begitu " ujar si B.


" Kau" ujar si C.


" Ah sudah lah jangan bertengkar" ujar si A.


Ketika meja satu diam Yuan mendengar informasi dari meja lainnya yang juga mengatakan hal yang hampir sama dengan informasi yang pertama bahwa para kaisar aliran putih telah lelah melawan kaisar iblis. Namun hingga di sebuah meja informasi yang berbeda ia dengar ini mengenai putra kedua kaisar kegelapan yang terkena kutukan, karena ia lahir pada malam terjadi sebuah badai yang sangat besar, di kekaisaran kegelapan.


" Hai apa kah kau pernah mendengar jika putra ke dua kaisar kegelapan sudah seperti tak memiliki harapan untuk melihat dunia luar lagi" ujar si A.


" Apa maksud mu berkata demikian" ujar si B.


" Apa kalian tak tau, bahwa sama seperti anak pertama kaisar kegelapan yang saat ini telah menikah dan memimpin kerajaan malam para pangeran yang lain nya harus bertunangan di usia mereka sepuluh tahun dan menikah di usia 15 tahun" ujar si A.


" Kau benar lalu masalah nya apa " ujar si C.


" Kau ini maksud ku hanya tinggal 1 bulan lagi pangeran itu berusia 10 tahun dan dia belum menemukan calon nya" ujar si A.


" Sudah lah kenapa kau memusingkan hal yang tidak seharus nya kau pusing kan " ujar si C.

__ADS_1


'' Ah kau benar" ujar si A.


Yuan dan Dera sudah selesai makan dan mereka melanjut kan perjalanan mereka. Mereka terus berjalan hingga mereka sampai di hutan kabut. Mereka masuk dengan santai nya lalu ketika mereka sampai hampir di tegah hutan tiba tiba hewan kontrak mereka keluar tanpa mereka suruh yaitu Leon dan Cici singa yang di kontrak Yuan dan Alexy rubah jantan yang di kontrak Dera, mereka ke luar untuk melindungi tuan mereka. Mereka pikir ada bahaya yang akan datang karena kekuatan nya sangat kuat namun di luar dugaan justru mereka keluar untuk menyambut Yuan.


" Selamat datang putri yang di ramal kan".


" Siapa yang kalian sebut itu" ujar dera.


" Maaf tapi sepeetinya orang yang berada di samping mu".


" Kenapa kalian mengatakan aku putri yang di ramal kan" ujar ku.


" Tentu saja karena jiwa mu bukan dari sinikan".


" Lalu apa masalah nya dengan itu" ujar ku.


" Memang nya apa isi ramalan itu" ujar Dera.


" Pemimpin kami yang pertama pernah berkata bahwa suatu hari nanti akan ada sebuah keluarga yang berpindah di mensi salah satu dari mereka lah yang akan mengganti kan nya duduk di singasana bulan di sana" ujar salah satu binatang sambil menunjuk ke arah sebuah singasana.


" Ia pernah berkata bahwa ia memang membangun sebuah istana yang akan di kenal dengan sebutan istana bulan tapi singasana itu tak pernah mau mengakui nya. Oleh karna itu ia berpesan jika suatu hari nanti ada seorang perempuan memasuki hutan ini tanpa halangan maka suruh lah ia menduduki singasana itu jika bercahaya dari pantulan cahaya bulan maka sejak saat itulah istana ini akan di kenal dengan sebutan seperti itu dan ia lah yang menjadi pemimpinnya " ujar nya lagi.


" Boleh ku tanya" ujar nya.


" Apa" ujar Dera.


" Kemana tujuan kalian" ujar nya.


" Tentu saja kemari " ujar Dera.


" Ia nama nya apa".


" Hutan kabut" ujar Dera.


" Lalu kenapa kau bertanya lagi jika sudah tau,,," ujar nya yang sukses membuat aku tertawa.

__ADS_1


" Hahaha kalian sangat lucu, seorang kakek tua yang berumur 945 tahun bertengkar dengan seorang gadis yang tubuh nya berusia 4 setengah tahun" ujar ku yang sukses membuat mereka menoleh ke arah nya.


" Bagaimana kau tau usia umur ku putri" tanya nya.


" Tidak perlu terlalu formal dengan ku karena aku bukan mereka yang mementing kan etika dan tata Krama" ujar ku.


" Jadi bersikap lah layak nya aku keluarga kalian" ujar ku lagi.


" Baik lah" ujar mereka.


" Kami ingin berkultivikasi dimana kah tempat yang cocok" ujar Dera.


" Lalu kapan kalian akan mengetes duduk di singasana itu" tanya nya.


"Saat kami telah selesai kultivikasi saja" ujar ku.


" Bukan kah itu harus di lakukan malam hari ketika ada bulan" ujar ku lagi.


" Itu benar " ujar nya.


" Ini masih siang jika menunggu malam sangat lah lama jadi diri ku akan langsung berkultivikasi " ujar ku.


" Tunggu dulu nak" ujar seekor kura kura yang sudah saat tua.


" Bukan kah kau telah mencapai level warna paling ti,,,," ujar nya tanpa beban namun terpotong oleh ucapan ku.


" Aduh aku lupa aku harus ke kamar mandi sebentar kau nenek kura kura bisa kah kau mengantar ku bukan kah kau selalu dekat dengan air" ujar ku yang berusaha membawa nenek tersebut ke belakang agar ia tak memberi tau warna level bakat ku yang sebenar nya.


Ketika di rasa jauh aku berkata " sebaik nya kau merahasia kan warna bakat ku, aku paling tidak suka melihat orang yang berwajah atau bertopeng dua " ujar ku.


" Aku mengerti,,," ujar nya.


" Bagus ngomong ngomong dimana kamar mandi aku beneran ingin ke kamar mandi dari tadi aku sudah menahan nya" ujar ku.


" Hahaha di sana" ujar nya sambil menunjuk ke arah sebuah sungai.

__ADS_1


" Apa tak ada tempat yang tertutup gitu" ujar ku.


" Hahaha aku lupa kau manusia yang memiliki sifat pemalu" ujar nya sambil menggerakan tangan nya setelah itu keluar lah tempat seperti gubuk kecil. Aku masuk ke dalam nya untuk melepas hajat ku yang sudah tertahan kan 😂😂😂😂.


__ADS_2