The Switched Daughter

The Switched Daughter
Cinta pertama yang tidak akan pernah mengkhianati.


__ADS_3

Di dalam ruangan tempat para sesepuh biasanya berkultivikasi. Sesepuh Zan membuat ruangan lain untuk menempatkan Yuan yang jatuh pingsan. Setelah acara parayaan kelahiran di luar selesai, para sesepuh pergi untuk menemui mereka berdua di dalam ruang istirahat milik sesepuh Zan, tapi mereka tidak ada di sana. Jadi, mereka terus mencari hingga mereka sampai di dalam ruangan tempat biasanya mereka melakukan kultivikasi.


"Di mana dia?" tanya sesepuh Ying langsung.


"Di sana" jawab sesepuh Zan sambil menunjuk ke arah sudut ruangan itu, yang telah dia ubah menjadi ruangan yang dipenuhi dan di kelilingi dengan aroma bunga Lavender.


"Kenapa kau menggunakan bunga itu untuknya?" tanya sesepuh Mao.


"Hanya untuk menenangkan pikiran dan merilekskan tubuhnya karena setelah hari kelahiran nya, dia akan mengalami pengujian untuk bertahan hidup. Jika dia bisa melakukannya dengan baik maka dia akan semakin kuat. Tapi, jika sebaliknya maka akan terjadi sebaliknya pula, bahkan bisa membuat dirinya terbunuh" jawab sesepuh Zan.


"Separah itukah" terkejut semua sesepuh.


"Lebih parah dari yang kalian bayangkan, mungkin" balas sesepuh Zan.


"Sesepuh Zan,,,," Yayan memanggilnya dari luar


"Iya, masuklah" jawab nya.


"Dimana dia?" tanya enam orang yang baru saja masuk.


"Dia siapa, sepertinya waktu itu dia tidak ada?" tanya sesepuh Zan sambil menunjuk ke arah Fang Mei yang baru bergabung setelah dia menghabiskan tiga belas hari bersama keluarganya, setelah itu barulah dia pergi menemui Yuan yang berada di kekaisaran Wang.


"Aku adalah salah satu temannya juga, nama ku Fang Mei. Beberapa hari belakangan ini, aku bertemu dengan keluarga ku, makanya aku tidak ada saat anda datang untuk bertemu dengannya" jawab Fang Mei.


"Oh ternyata begitu".


***


Dua hari telah berlalu sejak Yuan jatuh pingsan, bunga lavender yang tadinya berwarna ungu perlahan-lahan berubah menjadi warna hitam. Perubahan warna bunga itu membuat mereka yang melihatnya menjadi khawatir. Seiring berubahnya warna bunga lavender itu, perubahan juga terjadi pada tubuh Yuan. Perubahannya yaitu, mulai tumbuh taring, kuku tangannya mulai tumbuh panjang dan tanduk juga mulai tumbuh di bagian kepalanya serta rambat mawar hitam juga tumbuh di dekat Yuan, lalu merambat menaiki tubuhnya . Perubahannya itu membuat para sesepuh dan enam temannya yang terus menjaganya menjadi terkejut.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya sesepuh Ying yang mulai panik melihat perubahan pada cucu pertamanya.


"Kamipun tidak tau" jawab yang lainnya kompak.


"Para sesepuh,,,,sesepuh Zan, tolong keluarlah" teriak seorang prajurit dari luar.


"Ada apa ini?" tanya enam orang temannya Yuan kompak saat mendengar teriakan prajurit itu yang dengan nada seperti kepanikan.


"Entahlah sebaiknya kau keluar saja Zan, untuk bertanya sebenarnya ada apa" perintah sesepuh Ying.


" Baiklah aku ak,,,," jawabnya terpotong karena teriakan prajurit itu lagi.


"Sesepuh Zan tolong keluarlah karena ini menyangkut keadaan pangeran Xian" teriak prajurit dari luar.


"Ada apa?" tanya sesepuh Zan sambil menatap ke arah prajurit itu, setelah dia membuka pintu.


"Maaf sesepuh, di taman istana ada seorang prajurit bayangan dari kaisar Yu, dia menyampaikan pesan kalau di sekeliling pangeran Xian telah tumbuh es yang berbentuk runcing yang perlahan-lahan bergerak untuk mendekati tubuh pangeran. Jika hal itu terjadi, maka pangeran akan terluka. Semakin semua orang di kekaisaran Yu berusaha menyelamat kan pangeran, maka senjata es itu semakin mendekat dengan cepat ke arah tubuhnya. Jadi, mereka hanya bisa melihat saja" cerita prajurit itu.


"Baik sesepuh, saya permisi dulu".


"Pergilah".


"Ada apa?" tanya sesepuh Ying saat sesepuh Zan telah masuk kembali.


"Xian juga sedang dalam bahaya, jadi aku akan kesana untuk melihatnya" jawab sesepuh Zan.


"Dalam bahaya bagaimana maksud mu?" tanya sesepuh Ying.


"Entahlah, aku akan kesana dulu, baru aku akan menceritakan apa yang terjadi pada mu" jawabnya sambil ingin pergi.

__ADS_1


"Lindungi dia saat aku tidak ada" perintah sesepuh Zan sambil melihat ke semua orang yang di ruangan itu. Namun, dia tiba-tiba terkejut saat melihat cahaya emas keluar dari tangan Wang Yuan.


"Apa itu?" tanya sesepuh Zan, saat melihat cahaya itu mendekatinya dan menyelimuti seluruh tubuhnya membuat dia menutup matanya. Saat dia membuka matanya dia sudah sampai di kamar pangeran Xian. Sedangkan para sesepuh lainnya malah terkejut karena kemana sesepuh Zan pergi.


"Kemana dia pergi?" tanya sesepuh Hun.


"Itu adalah kekuatan alaminya Yuan" jawab enam orang yang telah mengenal Yuan.


"Kekuatan apa?" tanya sesepuh Muran.


"Dia bisa dengan mudah datang kemanapun yang dia sukai hanya dengan membayangkan tempatnya saja. Jadi, mungkin, dengan menggunakan jurus yang sama pula dia bisa bertukar antara Wang Yuan dan Queen kekaisaran bulan dalam waktu sesingkat mungkin di acara parayaan dua hari lalu" jawab Dera.


"Oh,,, sungguh sangat hebat" semangat sesepuh Mao.


"Memang" jawab lainnya yang bersama Yuan.


Sedangkan di kekaisaran Yu, semua orang di buat semakin tidak menentu pikiran mereka saat melihat pangeran mereka yang di penuhi dengan duri es yang panjang-panjang, hingga saat kedatangan sesepuh Zan yang tiba-tiba barulah mereka mulai memiliki harapan.


Saat sesepuh melihat ke arah pangeran Xian dan dia jadi bingung bagaimana caranya untuk menyingkirkan duri-duri es itu. Dia telah berusaha menyingkirkannya dengan kekuatan miliknya, tapi tidak berhasil. Namun, setelah beberapa saat dia berpikir untuk mencari bagaimana caranya, tapi belum juga ketemu. Hingga tiba-tiba keluarlah cahaya berwarna emas dari tubuh sesepuh Zan, lalu mengarah mengelilingi tubuh pangeran Xian, dan seluruh es runcing itu. Sehingga tiba-tiba seluruh es itu menghilang membuat semua orang merasa senang. Disaat semua orang senang, berbeda dengan sesepuh Zan yang kepikiran ucapan peramal itu bahwa dia akan menghadapi antara hidup dan mati mulai usianya sepuluh tahun dan seterusnya saat umurnya kelipatan lima tahun. Maka dia akan menghadapi situasi antara hidup dan mati dan sesepuh harus ada di sana. Dia membaca mantra yang tadi terlintas di pikirannya, lalu membayangkan ruangan yang ada Yuan di dalamnya, setelah itu dia tiba di dalam ruangan itu.


Saat dia tiba di sana, dia melihat tubuh Yuan telah tertusuk es itu dengan 30 tusukan di seluruh tubuhnya. Sedangkan orang lain yang ada di ruangan itu semuanya terikat dengan rambat berwarna hitam di tububnya. Begitupun yang terjadi pada sesepuh Zan, saat dia masuk ke ruangan itu rambat hitam mulai mengikat tubuhnya agar dia tidak bisa datang ke dekat tubuh Yuan. Sedangkan tubuh Yuan yang tertusuk duri es itu, perlahan-lahan es itu mencair di dalam tubuhnya membuat tubuhnya bergetar menahan rasa dingin dan rasa pedih dari simbol mawar hitam yang ada di bahunya yang menjalar ke bagian tubuhnya yang lain. Hal itu membuat air mata keluar dari tubuhnya. Saat melihat air mata keluar dari mata Yuan, semua orang yang di ruangan itu juga bisa merasakan apa yang sepertinya di rasakan oleh tubuh Yuan.


SedangkanYuan, dia masih bisa merasakan apa saja yang di alami oleh tubuhnya dan suara yang terjadi di luar. Tubuhnya merasakan dua kepedihan sekaligus, awalnya rasanya hanya berupa rasa sakit ketika rambat mawar hitam itu menjalar ke anggota tubuhnya yang lain. Namun, saat es itu menusuk tubuhnya, lalu perlahan-lahan mencair membuat dia merasakan seluruh darah dan nadinya telah membeku karena dinginnya air es itu.


Yuan terus berusaha melawan rasa sakit itu, tapi rasa sakit itu bukannya sembuh melainkan semakin sangat sakit. Yuan hampir putus asa hingga dia mendengar dan mengingat ingatan masa lalunya bersama ayahnya ketika dirinya di zaman modern. Pada saat itu umurnya sebelas tahun, dirinya sedang mengurung diri di kamar karena kesal pada ayahnya yang selalu berpindah-pindah tempat pekerjaan, sehingga sekeluarga mereka juga ikut pindah. 'Nak, ayah tau kau tidak akan bisa menerima saat sebentar-sebentar kita harus pindah karena pekerjaan ayah yang sudah pindah. Ayah tau, pastinya saat pertama kali kau masuk ke sekolah yang baru maka kau tidak mempunyai teman, lalu kita malah pindah ke daerah lain saat kau telah memiliki teman. Tapi, nak, bisakah kau menganggap ini sebagai pelajaran untuk hidup mu nak. Kau harus bisa bertahan di dalam kehidupan ini dengan usaha mu sendiri, karena tidak selamanya ayah, ibu serta kedua kakak mu akan ada bersama mu. Kau harus bisa membuat ayah mu ini kalah hanya dengan usaha mu sendiri. Jika kau tidak bisa bekerja seperti ayah, maka gunakan otak mu dan hati mu sayang. Seandainya saja, saat ayah mendapatkan pekerjaan ke daerah yang lain, sedangkan kau mendapat sekolah gratis atau beasiswa ke sekolah lain yang daerahnya berbeda dengan daerah pekerjaan ayah. Maka tentu kau tidak perlu ikut bersama ayah bukan. Jadi, sayang, berjuanglah menjadi yang terbaik di sekolah yang akan kau masuki ketika kita di Paris ini. Tapi, ingatlah sayang, bahwa tidak ada usaha yang akan berhasil jika kau mencari jalan pintas dan berharap pada orang lain. Karena usaha tidak pernah mengkhianati hasilnya, jika kau bersungguh-sungguh maka kau akan mendapatkannya. Jadi, berjuanglah sayang, anggaplah bahwa kau hidup sendirian tanpa siapapun di sampingmu karena akan tiba waktunya suatu hari nanti kau akan sendirian saja tanpa ada orang lain. Karena kebanyakan orang akan datang saat kau sedang senang, tapi mereka akan pergi saat kau susah. Ayah tidak masalah jika kau marah pada ayah, tapi ayah ingin putri ayah tidak menyiksa dirinya terutama ibumu yang saat ini mengkhawatirkan dirimu. Jadi, keluarlah dan makanlah' bayangan suara ayahnya dulu, muncul di kepalanya membuat dia tersenyum sambil meneteskan air matanya.


" Hahhaha, setelah sepuluh tahun aku di sini, tapi tetap saja bahwa cinta pertamakulah yang selalu setia pada ku, datang menyemangati diri ku saat aku membutuh hiburan di saat tersulit seperti sekarang ini. Ayah, seandainya saja kau bisa mendengar ucapan ku ayah bahwa aku sangat mwncintaimu. Kau adalah pria pertama yang akan melindungi ku dari mara bahaya dan kau juga pria yang pasti selalu akan berdiri di depan ku untuk melindungiku dari pria bejat yang mempermainkan perasaan ku. Ayah, kau sangat benar bahwa akan ada masanya aku hanya sendirian seperti saat ini. Terima kasih ayah, karena telah mengizinkan aku lahir dari istri mu di dalam kehidupan ku yang dulu. Terima kasih karena telah mengajarkan pertama kali arti sebuah kehidupan bagi ku. Terima kasih karena meskipun aku dan ayah telah berpisah, tapi ayah selalu ada di saat aku susah. Sepertinya benar yang dikatakan oleh orang-orang bahwa memang ada yang namanya mantan suami atau istri. Tapi, tidak ada yang namanya mantan ayah, ibu, atau anak. Meskipun aku telah terlahir untuk kedua kalinya, tapi kau lah pria pertama yang selalu ada untuk memelukku di saat aku kedinginan. Aku harus berjuang karena aku adalah putri Tuan Kim yang sangat hebat dan kuat dalam menghadapi cobaan. Aku adalah putrinya yang cupu, tapi aku juga Queen yang tidak takut akan kematian ketika di sana, lalu kenapa hanya menghadapi rasa sakit ini aku justru merasa putus asa. Aku memiliki tidak orang ayah yang sangat hebat dalam bidang yang berbeda, maka aku juga harus bisa melampaui mereka bertiga. Heh,,, hanya rasa sakit ini, maka sangat mudah bagiku. Seperti yang dikatakan oleh ayah bahwa jika kau tidak bisa bekerja maka gunakan otak ku. Itu berarti sekarang pun begitu, jika aku tidak bisa melawan rasa sakit ini maka aku akan menerimanya" ujar ku sambil aku mulai duduk seperti untuk berkultivikasi.


Yuan hanya berdiam diri dan merilekskan pikirannya, dia berusaha merasakan setiap rasa sakit yang dia hadapi dengan ketenangan diri. Rasa sakit itu awalnya sangat sakit, namun lama kelamaan rasa sakit itu berubah menjadi seperti sebuah kekuatan lain yang menyelimuti setiap titik meridiannya. Tubuhnya yang awal saat dia menerima kekuatan itu, merasa sangat terbeban, namun anehnya setelah beberapa saat rasa beban yang tadi dia rasakan tiba-tiba menghilang entah kemana. Yuan tetap terus berusaha untuk menenangkan dirinya saat dia merasakan rasa sakit setiap kali ada es yang menusuk nya lalu mencair dan bercampur dengan darahnya. Dia bisa merasakan meski tubuhnya merasakan rasa sakit yang luar biasa, namun dia juga merasakan kalau dia juga perlahan-lahan menjadi sedikit lebih kuat.

__ADS_1


Saat Yuan yang sedang menerima rasa sakit itu dengan ketenangan diri. Mereka semua yang khawatir akan kondisi nya perlahan-lahan mulai merasa aneh karena meskipun Yuan belum sadar. Tapi, air mata tidak lagi mengalir pada matanya Yuan, rambat hitam yang tadinya menjalar di tubuh Yuan perlahan-lahan menghilang, bunga lavender kembali berwarna seperti semula, dan tidak ada lagi es runcing yang menusuk tubuh Yuan setelah tiga kali tusukan di tempat yang sama dengan jumlah tiga puluh tusukan di seluruh tubuhnya. Perubahannya bukan cuma itu saja, perubahan pada bagian rambutnya juga terjadi. Sebenarnya bukan perubahan tapi rambutnya berubah seperti rambut aslinya yaitu warna emas. Hal itu membuat para sesepuh dan beberapa orang yang belum melihat rambut asli Yuan menjadi terkejut.


"I,,,i,,ini" gagap para sesepuh.


__ADS_2