
Semua orang yang di ruangan itu kecuali Dera, semuanya masih terdiam memperhatikan perubahan rambut Yuan yang berwarna emas. Yuan yang berada di alam bawah sadarnya, perlahan-lahan mulai kembali ke tubuh aslinya. Sedangkan saat itu, tubuhnya yang terdapat beberapa bekas luka juga perlahan-lahan mulai sembuh. Setelah kira-kira lima menit setelah seluruh lukanya sembuh seperti semula, barulah Yuan kembali sadar. Saat dia bangun, maka bisa di lihat oleh semua orang yang di sana kalau matanya yang awalnya berwarna kuning keemasan di mata yang biasanya berwarna hitam, lalu berubah menjadi sebelah hijau dan biru, tidak berapa lama mata Yuan yang berwarna hijau berubah menjadi merah, dan yang terakhir barulah matanya berubah menjadi sebelah biru dan sebelah keemasan.
Tatapannya yang begitu yakin dan berwibawa dia berikan kepada semua orang yang diruangan itu yang masih terikat dengan rambat hitam. Saat mereka semua menatap mata Yuan, mereka bisa merasakan ada sebuah kekuatan yang sangat besar yang baru saja ada di tubuhnya.
"Kim Mona selamat untuk mu dan apa kabar mu?. Ahhh sepertinya aku harus memanggil mu Wang Yuan bukan, ataukah harus memanggil dengan nama Yu Anchi?" tanya tiba-tiba ada suara yang menggema pelan di ruangan itu, yang sepertinya suara itu tidak akan terdengar keluar.
"Aku tidak mengenal yang namanya Yu Anchi" jawab ku ketus.
"Apa maksud mu?" tanya para sesepuh kompak kecuali sesepuh Zan.
"Emangnya salah ku dimana, akukan benar bahwa dia memanggil ku Yu Anchi. Tapi, itu bukan nama ku karena nama ku adalah Wang Yuan, dan nama samaran ku di kekaisaran bulan yaitu Queen Kim Mona. Jadi, aku tidak kenal yang namanya Yu Anchi jika seseorang memanggil ku dengan nama itu" jawab ku dengan nada tegas membuat mereka semua menatap ke arah ku.
"Tapi, kau kan putri dari kekaisaran Yu, jadi nama mu adalah Yu Anchi" dengus suara itu.
"Aku bukan orang yang suka berbelit-belit, jadi tidak perlu bertanya kabar ku. Maka langsung saja katakan inti dari alasan kenapa kau datang kemari dan siapa kau? tanya ku tidak peduli dengan ekspresi semua orang yang menatap ku.
"Kenapa kau sangat galak sekali" celetuknya.
"Aku akan pergi jika tidak ada hal yang penting" ujar ku sambil ingin keluar dari ruangan itu.
"Dua puluh hari lagi adalah waktu jantung ibumu menjadi sasaran senjata kaisar siang. Jadi, kau pasti mengerti maksud ku kan?" tanya nya.
" Mmmmm" balas ku cuek. Aku pergi keluar dari kekaisaran bintang, aku pergi belum tau mau kemana.
Sedangkan di kekaisaran bintang, mereka semua yang di ruangan masih saja terikat. Suara itu terus memberi mereka nasihat tentang apa yang akan terjadi pada Wang Yuan, dan dia juga mengatakan bahwa akan tiba masa dimana Wang Yuan tidak akan mengingat satu ingatanpun, bahkan mungkin orang tua nya pun tidak akan dia ingat. Jadi, di sanalah waktunya mereka semua harus selalu berada dekat dengannya dan menunjukkan jalan untuknya dalam kehidupan ini. Awalnya semua orang hanya bisa saling menatap, namun beberapa detik kemudian barulah Zan mengatakan. " Apakah takdirnya akan sangat indah atau sebaliknya?" tanya nya.
"Sangat indah, tapi untuk mencapai itu maka dia harus mengalami beberapa hal yang pahit. Satu pengujian telah dia lewati, anggap saja sebagai sebuah permulaan dalam mendapat kan kehidupan yang indah dalam hidupnya" jawab suara itu.
"Apakah kisah cinta kakak ku dan dirinya akan di uji dengan sangat berat kedepannya?" tanya Ying Wie.
"Ujian akan datang, tapi bukan dari kami para buyut mereka. Melainkan ujian itu akan datang dari Yuan sendiri setelah ujian keduanya jika bisa dia lewati, atau bisa dikatakan saat usianya melewati lima belas tahun" jawab nya.
"Lalu, kenapa waktu itu peramal itu menyuruh ku membuat dia jatuh cinta pada usianya belum mencapai sembilan tahun?" tanya Dera.
"Karena kaisar siang adalah cintanya di kehidupan pertama nya, dan dia masih belum bisa melupakan cintanya. Jadi, kami semua takut kalau dia akan terpengaruh dengan perasaannya itu. Tapi, siapa yang sangka kalau kaisar siang tetap membangkitkan rasa bencinya terhadapnya dengan kaisar siang menyentuh orang-orang yang dia sayangi. Sehingga mungkin rasa cinta di dalam hatinya telah berubah. Tapi, jika terus begini maka bagaimana kau bisa mendapatkan cicit dari cucu pertama mu dari permaisuri Yu Zan, hmmm" jawab suara itu diakhiri dengan godaan untuk sesepuh Zan.
"Aku bahagia saat cicit ku juga bahagia. Aku tidak bisa memaksakan cintanya pada seseorang karena itu adalah hatinya dan dialah yang akan menjalani kehidupannya. Jadi, dialah sendiri yang harus memilih siapa yang akan menjadi suaminya, dan juga ini bisa di jadikan sebagai pengujian untuk pria yang di katakan akan menjadi takdirnya" balas sesepuh Zan.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, bisakah kau melepaskan kami dulu karena aku ingin mengejar jijie Yuan" kesal Fang Mei membuat yang lainnya menatap ke arahnya.
"Apa, bukankah kita seharusnya menjaga dirinya yang mulai sedikit-sedikit melupakan ingatannya? " tanya Fang Mei membuat mereka yang mendengarnya menjadi sadar.
"Kau benar, cepat lepaskan kami" teriak semua orang.
"Hahha, akhirnya kalian sadar juga kalau dia sudah pergi" tawa suara itu. Setelah itu rambat yang mengikat mereka perlahan-lahan terlepas.
"Ah,,,, kita harus mencarinya kemana?" tanya sesepuh Ying.
"Kemanapun yang mungkin akan dia datangi" jawab sesepuh Zan.
"Ahh benar sekali, kalau begitu mari pergi" semangat Fang Mei.
Sedangkan Yuan pergi ke pantai yang sangat dekat dengan kekaisaran bintang. Dia terus berjalan-jalan di tepian air pantai membuat kakinya sampai tumit terkena air pantai. Dirinya bersenang-senang, berbeda dengan para sesepuh dan teman-teman nya yang pusing mencari dirinya kemana.
***
Di kekaisaran siang, mereka semua sedang menyiapkan rencana untuk menyerang semua kekaisaran lainnya dalam waktu dekat ini. Sebenarnya mereka semua hanya menjalankan perintah dari kaisar mereka.
"Yang mulia bagaimana dengan beberapa kekaisaran lainnya yang belum kita tanamkan ulat pengendali hati?" tanya menteri.
"Yang mulia, kekaisaran mana dulu yang akan engkau serang duluan?" tanya menteri.
" kekaisaran Yu, Wang, dan seterusnya belum tentu" jawab nya.
"Kenapa begitu yang mulia?" tanya menteri.
"Karena di kekaisaran Yu, mereka memiliki putri yang diramalkan sangat kuat. Jadi, aku mau lihat seberapa kuat dirinya saat aku menyerang mereka. Sedangkan di kekaisaran Wang, aku ingin membalas penghinaan yang telah mereka berikan ketika waktu itu aku sedang berbicara tapi tiba-tiba aku kembali kemari. Jadi, aku akan melawan kedua kekaisaran itu dulu" jawabnya.
"Lalu, bagaimana dengan hubungan putri Yuan dan pemimpin dari kekaisaran bulan. Bukankah jika kita berperang dengan kekaisaran Wang, pasti kekaisaran bulan juga akan membantu mereka, yang mulia" ujar menteri.
"Ahh,,, kau benar" celetuk kaisar.
*****
Sepuluh hari telah berlalu, tapi Yuan belum juga kembali membuat yang lainnya menjadi khawatir. Yuan tidak kembali kemanapun, tidak ke kekaisaran Wang, bulan, bintang, dan ke Desa Arid.
__ADS_1
Pada hari yang ke dua puluh setelah Yuan tidak kembali-kembali. Kaisar siang menyerang kekaisaran Yu pada jam dua malam, dimana semua orang sedang terlelap dalam mimpi mereka masing-masing. Saat suara lonceng di pukul dengan lebih dari tiga kali itu adalah tanda bahwa ada yang menyerang. Semua orang di kekaisaran Yu bangun dengan memasang ekspresi wajah khawatir dan ketakutan.
"Kaisar Yu, bangun kau, aku tidak suka berperang tanpa adanya perlawanan yang sengit" teriak suara kaisar siang menggema di seluruh wilayah kekaisaran Yu.
" Kaisar ku bagaimana ini?" tanya permaisurinya yang mulai merasa khawatir saat mendengar suara kaisar siang menggema di seluruh wilayah kekaisaran mereka.
"Tenanglah permaisuri ku, sebaiknya pergilah ke kamar anak-anak dan lindungilah mereka" jawab kaisar Yu berusaha menenangkan permaisurinya. Meskipun dia sendiripun sedikit khawatir.
"Faowei,,,,," panggil kaisar Yu.
"Hamba yang mulia" jawab seseorang yang datang dengan tiba-tiba.
"Berpencarlah untuk memberikan Khabar kepada kekaisaran lain bahwa sepertinya kaisar siang telah memulai peperangan, jadi mereka bisa berjaga-jaga. Suruh juga semua para kepala jenderal besar untuk berkumpul di aula utama, dan pergilah ke ruangan penyimpanan para senjata berperang. Persiapkan semuanya untuk jaga-jaga" perintah kaisar Yu.
"Sesuai permintaan mu, yang mulia kaisar ku" jawabnya sambil berlalu pergi.
Semua para rakyat telah mencari tempat berlindung masing-masing. Para jenderal, menteri dan kaisar Yu telah berkumpul di aula utama kekaisaran Yu untuk merundingkan cara melawan atau mempertahankan kekaisaran mereka agar tidak di rebut. Di benteng penjagaan, para prajurit dan para jenderal bawahan berusaha melindungi kekaisaran mereka dari penyerangan itu.
Setelah setengah jam, para prajurit bayangan kaisar Yu telah datang ke kekaisaran lainnya untuk memberi tahukan kalau mereka telah di serang dan kemungkinan kaisar siang juga akan menyerang kekaisaran lainnya.
Sedangkan di kekaisaran bintang kabar itu juga sudah sampai. Hal itu justru membuat para sesepuh dan enam orang temannya Yuan yang kebetulan malam itu mereka berkumpul di sana juga merasa khawatir karena peperangan telah di mulai. Tapi, mereka belum menemukan Yuan dimana.
"Apa yang akan kita lakukan, kita belum menemukan dia ada dimana?" tanya Ziwiera.
"Terkadang ada situasi dimana kita tidak bisa melakukan apapun. Jadi, lebih baik pilihlah pilihan yang bersangkutan dengan kejadian yang terjadi. Ucapan itu pernah keluar dari mulut Yuan saat kami di kehidupan yang lalu. Jadi, lupakan soal Yuan dulu, sebaiknya sekarang kita membantu kaisar Yu dulu. Mungkin saja saat dia mendengar ini maka dia juga akan ada di sana" jawab Dera sambil bangun dari duduknya setelah mendengar ucapan salah satu prajurit bayangan.
"Kau benar" balas yang lainnya sambil pergi dengan kecepatan penuh mereka. Tidak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di atas benteng kekaisaran Yu, lalu mereka membantu para prajurit. Disana juga telah berkumpul para kepala jenderal dan kaisar Yu.
Pertarungan di kekaisaran Yu berlangsung sangat sengit, dimana para prajurit yang di atas benteng berusaha memahan anak panah agar tidak masuk ke dalam wilayah kekaisaran agar tidak ada yang terluka. Sebagian dari mereka ada yang mengambil resiko terkena panah demi melindungi rakyat kekaisaran Yu yang tidak bisa melakukan apapun. Karena merasa prajuritnya mulai kewalahan saat datang bantuan para sesepuh dan enam orang wanita. Jadi, dia menggunakan cara lain.
"Datanglah kemari pangeran Sima" panggil kaisar siang, tapi tidak ada yang datang. Hal itu membuat dia geram. Kaisar siang terus memanggilnya selama lima kali, tapi tetap pangeran Sima tidak datang. Membuat dia memikirkan cara lain. Dia menggunakan setetes darah pangeran Sima yang waktu itu dia dapatkan saat pertama kali dia memasukkan ulat pengendali hati.
"Bawa ibu dari pemilik darah ini datang kehadapan ku" perintah kaisar siang saat dia telah membaca sebuah mantra ikatan darah.
Di dalam ruangan pangeran Sima, permaisuri dan lima pelayan ada di sana. Tiba-tiba ada sebuah cahaya hitam yang menarik permaisuri Yu. Para pelayan tidak cepat bereaksi kecuali pelayan yang tadi sangat dekat berdirinya dengan permaisuri Yu.
Setelah itu, tibalah mereka berdua di depan kaisar siang. Mereka bertiga berada tepat di samping tebih yang begitu tinggi. Saat permaisuri tiba, datanglah sebuah tombak mengarah ke arah dirinya tepat setelah dia keluar dari cahaya itu bersama pelayan itu. Permaisuri tidak cepat bereaksi karena tombak itu bergerak dengan sangat cepat ke arahnya. Jadi, tombak itu mengenai jantungnya, tapi telah terlebih dahulu mengenai jantung pelayan yang bersamanya. Pelayan itu menarik tubuhnya dan tombaknya dari jantung permaisuri Yu, lalu dia berlari ke arah kaisar siang dan mendorongnya ke arah tebing bersama dengan dirinya.
__ADS_1
"Tidak,,,,," teriak permaisuri Yu saat melihat kejadian itu.