The Switched Daughter

The Switched Daughter
Aku telah kalah


__ADS_3

Semua orang terdiam hanya ada keheningan dari seluruh penduduk hingga aku malas dalam keadaan seperti ini.


"Ada apa dengan ucapanmu sesepuh Zan" ujar ku masih dengan suara dari cahaya di langit.


"Maksudku aku mengagumimu anak kecil" ujarnya.


"Hahaha anak kecil cocok juga panggilan itu untukmu" ujar kaisar iblis.


"Aku bukan anak kecil" ujarku.


"Umurmu belum sampaipun lima tahun" ujar sesepuh Zan membuat keadaan kembali hening.


"Dari mana kau tau umurnya belum sampai lima tahun" ujar kaisar iblis yang membuat orang lain berpikir hal yang sama.


"Hanya menebak" ujar sesepuh Zan.


"Bahkan aku yang sudah melihatnya secara lansung tidak tau berapa umurnya" ujar kaisar iblis.


"Lupakan masalah diriku. Portal antarkan kembali sesepuh tua itu dan kaisar tua sialan itu" ujar ku dan cahaya emas yang awalnya kecil menjadi besar dan menutupi bangau dan gagak di langit.


Setelah suara aku menggema yang bisa di dengar di seluruh daerah maka semuanya kembali seperti semula.


"Dia sungguh mengagumkan" ujar sesepuh Zan yang hanya bisa di dengar oleh para kaisar, permaisuri, sesepuh dan beberapa prajurit dan dayang yang ada di aula utama kekaisaran bintang.


"Maaf ayah siapa yang anda sebutkan" ujar permaisuri Yu.


"Salah satu dari cucu kecilku" ujar sesepuh Zan.


"Maksudmu" ujar sesepuh Hun.

__ADS_1


"Semua anak-anak di kekaisaran aliran putih yang simbol pusat perkumpulannya ada di kekaisaran bintang ini maka mereka semua adalah cucu-cucu kecilku dan anak yang tadi melawan semua gagak di langit dengan cahaya emasnya adalah seorang anak yan terlahir dari orang tua yang luar biasa dan umurnya tidak akan lama lagi berusia lima tahun jadi dia juga cucu kecilku" ujar sesepuh Zan sambil tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan semua orang di aula yang sedang kebingungan.


"Apakah kau sudah memiliki bayangan bahwa siapa sebenarnya gadis itu Muran" ujar Hun.


"Belum dapat" ujarnya dan berlalu pergi.


"Oh begitukah" ujar para sesepuh dan melakukan hal yang sama seperti sesepuh Muran.


Sedangkan di kekaisaran iblis sang kaisar sedang merasa bahagia sekaligus tertantang.


"Ini sungguh mengagumkan untuk diriku menteri karena rasa bosanku selama ini akan terjawab dengan aku bertemu bocah itu" ujar kaisar iblis.


"Maksud yang mulia apa" ujar menterinya bingung.


"Aku baru bertemu dia sekali di malam ketika aku tertidur dia menyerang ku tapi satu hal yang mengagumkan bahwa dirinya membangunkan aku terlebih dahulu apakah kau tau alasannya" tanya kaisar iblis pada menterinya.


"Tidak yang mulia" ujar menterinya menjawab pertanyaan dari kaisar iblis.


"Maksudnya" tanya menterinya kaisar iblis bingung.


"Maksudku hanya sifat seorang pecundang lah yang menggunakan penyerangan ketika musuhnya sedang tertidur atau belum siap sedangkan seorang kesatria sejati dia pasti akan melawan musuhnya dengan cara apapun tapi ketika musuhnya sudah siap dan gadis kecil itu memiliki jiwa dan keberanian seorang kesatria sejati didalam tubuhnya. Kau tau menteri seharusnya dia bisa menyerangku ketika aku tertidur tetapi dia membangunkan aku terlebih dahulu baru menyerang ku dan bisa dikatakan aku sudah kalah bahkan saat aku terjagapun aku tak bida menang dan ini untuk pertama kali dalam sejarah bahwa aku kalah dari bocah ingusan" ujar kaisar iblis.


"Yang mulia" ujar menterinya.


"Aku berkata jujur bahwa ini pertama kali dalam sejarah hidupku bahwa aku kalah dari bocah ingusan jadi aku sangat ingin bertemu dengannya lagi. Jadi pastikan bahwa kau tau segala acara besar yang dilakukan di setiap kekaisaran aliran putih karena aku ingin tau sebenarnya dari mana bocah itu" ujar kaisar iblis.


"Sesuai perintahmu yang mulia" ujar menterinya sambil berlalu pergi.


Ketika kejadian itu semua akademi menjadi heboh. Itu dikarenakan tiga suara yang menggunakan perantara para burung gagak, bangau dan cahaya emas.

__ADS_1


"Guru apakah benar bahwa ada seseorang yang telah membuat kaisar iblis lemah" ujar pangeran Yu Xian dari kekaisaran Yu di akademi Naga Putih bertanya pada salah satu gurunya.


"Mungkin saja iya"ujar salah satu guru di akademi Naga Putih.


"Aku sungguh ingin bertemu dengannya" ujar Xian.


"Kami pun" ujar semua orang.


Kurang lebih hal yang sama juga dikatakan di akademi Silly dan Senzy namun berbeda di akademi Naga Emas.


"Hahaha" ujar guru besar atau gurunya Yuan dan Dera.


"Kenapa anda tertawa ketua/guru besar" ujar para guru dan murid bersamaan.


"Entah kenapa aku merasa dari cara bocah itu sedikit kesal ketika sesuatu hal yang tidak penting menjadi perbincangan biasanya dia akan langsung tidak peduli dan aku merasa sifat itu tidak asing apakah kalian merasa sifat itu sangat mirip dengan seseorang" ujar guru besar.


"Mmmmm seseorang yang biasanya sangat tidak peduli dengan hal yang tidak penting sama sekali itu adalah,,," ujar Mofan terpotong dengan memandangi ke arah Lily dan Yu Yan.


"Yuan" ujar guru besar Nages, Mofan, Lily, dan Yu Yan bersamaan.


"Hahaha jika aku sendiri mungkin bisa dikatakan salah namun bagaimana bisa semua orang yang mengenal Yuan mengatakan hal yang sama yaitu nama satu orang" ujar guru besar.


"Hahaha" tawa tiga orang lainnya yang mengenal Yuan.


"Jika dari cara berbicaranya mungkin iya lalu bagaimana dengan suaranyakan berbeda" ujar Mofan.


"Kita tidak tau apa saja yang dia sembunyikan dari kita semua bahkan warna bakat alaminyapun kita tidak tau. Jika di gabungkan semua kejadian yang terjadi padanya sungguh luar biasa karena bagaimana bisa bocah umur dua tahun lebih bisa membuat orang kagum ketika dia berada di lingkaran pengetes bakat yang pada saat itu awan sangat gelap tiba-tiba menjadi cerah lalu pada saat mengontrak hewan dia mengontrak dua singa sekaligus lalu pada saat pengetesan warna bakat kita berpikir warnanya merah padahal bukan karena beberapa hari yang lalu kita melihatnya menukar warna bakatnya dengan sangat mudah dan terakhir dia bisa menguasai jurus andalan milik daerah sekte Angin yaitu mengendalikan kuas dan menulis sesuatu di kertas bahkan sangat lancar seolah-olah dia sudah berpengalaman dalam jurus tersebut dan bahkan dia lebih jenius dari ketua muda mereka Kuban yang menguasai jurus itu di usia delapan tahun sedangkan Yuan kita menguasainya di umur belum sampai lima tahun. Ahhhh ngomong-ngomong dua puluh dua hari lagi adalah ulang tahunnya jadi sebaiknya jika kalian ingin menyiapkan hadiah siapkan saja mana tahu dia akan kembali pada hari ulang tahunnya" ujar guru besar dan berlalu pergi.


"Guru besar benar sepertinya Yuan adalah Permata tersembunyi kita yang sangat berharga" ujar Mong Jun.

__ADS_1


"Ya" ujar semua orang.


__ADS_2