
Flashback on
Pada hari dimana semua orang sibuk dengan pertunangan antara Mona dengan Ming Fan, Anchi dengan Xian. Ada juga sepasang kekasih yang sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing. Kedua sejoli itu, adalah putri Ziwiera dan Brothernya Mona yaitu Kim Jountae. Mereka berdua selalu menghabiskan waktu sehari-hari dengan berada di taman kekaisaran bulan. Pada saat itu, jika orang perhatikan sekilas mungkin Joun hanya fokus pada kerjasama yang direncanakan Mona untuk kekaisaran iblis melalui Ziwiera. Namun, ternyata mereka tidak sedang fokus akan kerja sama saja. Karena tanpa sengaja Mona melihat mereka berdua saling berpegangan tangan.
Awal Hubungan mereka terbentuk pada saat hanya sebatas kerja sama saja, tapi lama kelamaan perasaan nyaman dan suka itu muncul antara keduanya. Awalnya Ziwieralah yang menyukai Joun dalam hatinya saja, tapi ternyata cintanya terbalas saat Joun mau berkata jujur akan perasaannya terhadap Ziwiera. Usia keduanya tidak terlalu jauh, meskipun sedikit lebih tua Ziwiera daripada Joun, tapi mereka tidak mempermasalahkan hal itu karena telah berdasarkan perasaan cinta.
Cinta mereka terjadi saat mereka telah berusia sembilan belas tahun lebih. Awalnya dan entah bagaimana Ziwiera bisaenceritakan pada Joun semua beban yang dia rasakan karena dia yang merasa kurang nyaman karena dia terus-menerus di datangi oleh orang-orang dari kekaisaran siang untuk melamarnya. Ziwiera menceritakan semuanya kepada Joun karena mereka terjebak di sebuah gua di hutan dekat dengan kekaisaran Xiao dalam keadaan hujan sangat deras. Jika mereka diam saja, keadaan menjadi canggung, jadi Ziwiera memulai pembicaraan.
"Aku melihatmu sangat dekat dengan Dera dan Mona seperti mereka adalah adik kandungmu" Ziwiera memulai pembicaraan karena terlalu lama diam dalam kecanggungan.
"Lalu," balas datar Joun.
"Bukan apa-apa" canggung Ziwiera, lalu keadaan kembali sangat sunyi beberapa saat.
"Keduanya memang bukan adik kandungku di kehidupan ini, tapi keduanya adalah adikku di kehidupan laluku. Karena itulah, aku merasa bahagia saat aku menemukan keduanya di kehidupanku yang sekarang" ucap Joun karena ingin mengubah situasi canggung diantara keduanya.
"Kehidupan lama?" bingung Ziwiera.
"Ya, ini bukan kehidupan pertamaku, Dera, Nana dan Mona. Di kehidupan kami dulu, kami adalah kakak beradik kandung kecuali Dera karena Dera adalah teman baiknya Mona yang sudah kami anggap seperti adik kami sendiri. Sama seperti Mona" cerita Joun.
"Begitukah?" balas Ziwiera.
"Ya, aku pernah sempat berpikir agar mengurung ketiga saudari Perempuanku" ucap Joun.
"Mengurung, kenapa?" bingung Ziwiera.
"Karena aku tidak ingin mereka mendapatkan laki-laki yang tidak baik dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, aku ingin mengurung mereka. Namun, tidak kusangka bahwa ketiga adik-adikku terlalu bebas, terutama Mona dan Dera" lirih Joun sambil tersenyum tidak berdaya.
"Bebas?" bingung Ziwiera.
"Ya, mereka berdua terlalu bebas hingga aku tidak bisa menggapai keduanya, dan mereka berdua juga tidak membutuhkan diriku untuk melindungi mereka. Bahkan mereka juga tidak membutuhkan diriku untuk meminta koin untuk mereka berbelanja. Lalu, apa gunanya aku menjadi kakak mereka" jawab Joun.
"Jadi, apa kau tidak bahagia menjadi kakak mereka?" tanya Ziwiera membuat Joun langsung menatap ke arah matanya. Saat, tatapan mata keduanya bertemu, Joun dan Ziwiera merasakan hal yang berbeda pada jantung mereka.
'Apa yang terjadi pada jantungku?' batin Ziwiera saat matanya menatap mata Joun.
'Cantik, tapi aku hanya bisa mengagumimu saja' batin Joun saat dia menatap mata Ziwiera. Setelah kira-kira sepuluh menitan keduanya tetap terus saling menatap dan sibuk dalam pikiran mereka masing-masing. Mereka berdua baru kembali sadar saat suara Guntur yang begitu besar menggema di langit, seolah-olah Guntur itu mengatakan 'woi sadar, dasar cinta itu buta'.
Zzsssttt,,,,gerubrak,,,,brak,,,,brak,,,,brak,
"Uaaa,,,,,,," teriak Ziwiera sambil menutup telinganya karena dia sangat terkejut. Sedangkan Joun hanya kaget saja.
"Aku pernah mendengar jika saat kilat disertai Guntur datang, maka jangan tutupi telingamu jika tidak ingin keluar darah dari telingamu" ucap Joun sambil memegang tangan Ziwiera yang menutup telinganya. Lalu, Joun menarik Ziwiera kedalam dekapannya.
"Jika kau takut, maka jika begini, apakah kau suda mulai merasa membaik?" tanya Joun sambil mengusap pelan rambut Ziwiera yang sedang berada di dalam dekapannya.
"Emm, ya, terima kasih" jawab Ziwiera yang berada di dalam dekapan Joun.
'Kenapa dia harus memelukku begini, ini membuat aku semakin tidak ingin melepaskan diriku darinya' batin Ziwiera.
"Apa alasan kau menyukai dan ingin berteman dengan Dera dan Mona, dan mau mendengarkan segala perintah apapun yang diucapkan oleh Mona. Padahal keduanya berusia lebih muda darimu?" tanya Joun.
"Awal pertemuanku dengan keduanya berbeda, aku bertemu dengan Mona saat dia menghajar ayahku, berbeda dengan Dera yang kutemui saat aku berada di kekaisaran bulan. Awalnya aku membenci Mona, dan aku berniat ingin membunuhnya karena dia telah melukai tubuh ayahku dengan sangat serius. Kebencianku semakin meningkat saat aku tahu ternyata dia juga orang yang telah menanamkan pedang emas di jantung ayahku agar ayahku tidak bisa berperang dengan kekaisaran aliran putih lagi. Jadi, aku memilih berpura-pura baik hanya demi untuk membuat dia percaya. Tapi, tidak kusangka baru saja beberapa waktu berlalu, ternyata ayahku sudah disembuhkan hanya dengan menanamkan pedang emas itu kembali ke dalam jantungnya. Jadi, sejak saat itu aku penasaran pada adikmu, tapi lama kelamaan perasaan penasaran itu berubah menjadi rasa ingin berteman. Namun, sekarang perasaan itu menjadi rasa cinta seorang kakak kepada adiknya sendiri" jawab Ziwiera. 'Tapi, aku berharap itu bukan hanya rasa ingin karena aku sangat ingin menjadi wanitamu, dengan begitu aku akan menjadi kakak iparnya' sambung Ziwiera dalam hatinya.
"Oh, baiklah, mungkin kita akan bermalam di sini, karena hujannya belum juga reda" ucap Joun.
"Tidak masalah, justru itu baik" celetuk Ziwiera.
"Baik?" ulang Joun.
"Aku malas kembali ke kekaisaran iblis karena mereka selalu mendapatkan lamaran pernikahanku dari orang-orang kekaisaran siang. Aku malas menerimanya karena aku tahu bahwa mereka melamarku hanya untuk kepentingan pribadi mereka saja. Jadi, aku malas menerimanya, selama ini aku selalu berada di kekaisaran bulan. Itulah yang menjadi alasan keluargaku menolak mereka, setiap kali mereka datang. Keluargaku beralasan bahwa aku sedang tidak ada di kekaisaran" jawab Ziwiera.
"Oh, apakah kau menyukai seseorang?" tanya Joun membuat Ziwiera mematung.
__ADS_1
"Kenapa kau bertanya begitu?" tanya Ziwiera balik.
"Jika aku mengatakan karena aku menyukaimu makanya aku bertanya. Apakah kau akan percaya?" tanya Joun sambil menatap Ziwiera yang juga sedang menatapnya.
"Kau bilang apa?" ucap Ziwiera.
"Aku menyukaimu" jawab Joun.
"Apa?" ucap Ziwiera tidak percaya.
"Aku menyukaimu" ucap Joun sekali lagi.
"Terima kasih" ucap Ziwiera sambil dia memeluk erat tubuh Joun.
"Terima kasih untuk apa?" tanya Joun bingung.
"Terima kasih karena juga menyukaiku" jawab Ziwiera.
"Juga, maksudmu?".
"Aku juga menyukaimu, karena itulah selama ini aku selalu tidak perduli dengan lamaran orang-orang dari kekaisaran siang" jawab Ziwiera.
"Kenapa kau tidak mengatakannya padaku tentang perasaanmu, dan sejak kapan kau menyukaiku?" tanya Joun.
"Tidak tahu sejak kapan aku menyukaimu, dan untuk apa juga aku mengatakan padamu. Lebih baik aku menyukaimu dari belakang, dibandingkan ku ungkapkan. Tapi, akan menyakiti hatiku nantinya" jawab Ziwiera.
"Oh, baiklah. Putri Ziwiera putri dari Kaisar iblis, aku tidak tahu kapan perasaan ini aku rasakan, tapi yang jelas saat ini aku menyukaimu. Jadi, maukah kau menjadi satu-satunya wanitaku kedepannya?" tanya Joun sambil memegang bahu Ziwiera, membuat mereka saling menatap.
"Benarkah, hanya aku satu-satunya wanita dalam hidupmu?" tanya Ziwiera.
"Tidak" jawab Joun.
"Hah?" bingung Ziwiera.
"Aku memiliki tiga orang wanita yang sangat berharga dalam hidupku. Tapi, aku ingin kau menjadi satu-satunya ibu dari anak-anakku. Jadi, bagaimana?" tanya Joun.
"Aku tidak mempermasalahkan jika itu Mona karena aku yakin dia setuju. Tapi aku khawatir dengan Dera" ucap Joun.
"Dera, kenapa?" bingung Ziwiera.
"Karena dia yang paling cerewet" jawab Joun.
"Bukankah kau seharusnya khawatir dengan Mona yang begitu teliti?" tanya Ziwiera.
"Tidak, dia tidak peduli urusan percintaanku" jawab Joun.
"Begitukah?" tanya Ziwiera.
"Ya, jika kau tidak percaya, maka cobalah untuk mengetesnya. Tanyakan langsung pada ketiga adikku" jawab Joun.
"Aku akan mengetesnya nanti, saat aku sampai di kekaisaran bulan" ucap Ziwiera.
"Baiklah, jadi apakah kita sekarang sepasang kekasih atau kau ingin hubungan kita lebih dari sepasang kekasih?" tanya Joun.
"Kali ini kita berteman" jawab Ziwiera.
"Apa?" terkejut Joun.
"Aku bilang, aku akan bertanya pada adik-adikmu dulu bukan. Jadi, hubungan kita tergantung pada jawaban yang mereka berikan" jawab Ziwiera.
"Baik, mari kita taruhan, jika adikku Mona merestui apapun pilihanku tentang percintaanku, maka sejak saat itu kita telah resmi menjadi sepasang kekasih. Tapi, jika Mona banyak berkomentar atau seperti menghalangiku untuk memilih atau memiliki seorang kekasih, maka kita belum resmi menjadi kekasih. Bagaimana?" tanya Joun.
"Baik, mari bertaruh" balas Ziwiera sambil mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Baik" balas Joun sambil membalas uluran tangan Ziwiera.
Setelah sepakat untuk taruhan, keduanya hanya bisa menunggu hujan reda. Setelah mereka lama menunggu, namun hujan belum juga reda. Akhirnya mereka berdua terlelap di dalam gua dengan keadaan saling memeluk untuk menghangatkan tubuh mereka berdua. Ketika besok harinya mereka bangun dari tidur malam mereka di dalam gua. Mereka kembali ke kekaisaran bulan, mereka membersihkan tubuh mereka di kamar mereka masing-masing. Setelah itu mereka berkumpul bersama lainnya yang di ruang makan.
Pada pagi itu, semua orang di kekaisaran bulan makan seperti biasanya, yaitu makan dalam keheningan. Karena yang terdengar hanyalah suara sendok dan piring yang saling bersentuhan. Setelah beberapa saat, mereka semua akhirnya selesai makan. Namun, tidak ada satupun dari mereka yang ingin bangun dari kursi makan mereka. Entah apa yang membuat yang lainnya tidak mau bangun. Tapi, jika Joun dan Ziwiera, keduanya seperti saling mengkode untuk bertanya tentang apa yang mereka katakan semalam. Keduanya saling mengkode mata, tanda untuk mengajukan pertanyaan ke arah Mona. Tapi, karena mereka berdua saling melempar kode, tanpa keduanya sadari kalau dari tadi Nana dan Mona sudah melihat mereka saling melempar kode. Namun, Nana dan Mona hanya diam saja.
'Ini perasaanku saja atau mereka berdua memang seperti sudah dekat, dan seperti ingin mengatakan sesuatu' batin Mona dan Nana kompak.
'Hehehe ide cemerlang keluar dari pikiranku' gumam Mona dalam hatinya.
"Putri Ziwiera" panggil Mona dengan berteriak membuat semua orang terkejut terutama Ziwiera.
"Ah,,,,iya, ada apa?" terkejut Ziwiera sambil melihat tidak tentu arah karena dia tidak tahu siapa yang memanggilnya karena asik dengan Joun.
'Apa-apaan, dia tidak sadar siapa yang memanggilnya' batin Nana dan Mona kompak.
"Hei, aku yang memanggil, kenapa kau melihat ke arah lain?" Mona menunjuk ke arah Ziwiera.
"Ah, maaf, ada apa?".
"Kenapa kau tidak kembali ke kekaisaran iblis?".
"Karena aku betah disini".
"Kenapa kau betah disini?" tanya Joun membuat Ziwiera bingung, dan menatap Joun dengan sebelah alisnya naik. Saat Joun melihat Ziwiera menatapnya begitu, dia hanya tersenyum tipis sekilas. Tapi, senyuman itu bisa dilihat oleh Mona
'Apa mereka barusan saling mengkode lagi' batin Mona.
"Karena di kekaisaranku didatangi banyak pria dari kekaisaran siang yang alasannya ingin melamarku menjadi wanitanya" jawab Ziwiera sambil tersenyum tipis membalas permainan Joun.
"Hanya itu, tidak ada alasan lain?" tanya Dera.
"Ya, hanya itu alasannya" jawab Ziwiera.
"Aku rasa alasan kau menolak lamaran itu karena kau telah menyukai seorang pria bukan?". Jedarrr, bagaikan disambar petir, jantung Joun dan Ziwiera berpacu sangat kencang saat Mona menebak dengan sangat tepat sekali.
"Ti,,,tidak" gagap Ziwiera.
'Ah, sepertinya memang seperti dugaanku' batin Mona.
"Tidak salah lagi" ucap Mona.
"Baiklah, iya aku menyukai seseorang. Menurutmu, bagaimana jika seandainya kakak perempuanmu telah menyukai seorang pria. Lalu, apakah kau akan membiarkan pria itu membawa kakakmu dengan begitu mudahnya. Jika keluargaku, mereka tidak mau aku dibawa oleh orang-orang dari kekaisaran siang karena keluargaku khawatir dengan kondisiku jika berada di daerah kaisar yang seperti kaisar siang. Jadi, mereka menyuruhku untuk tidak sering di istana agar mereka memiliki alasan untuk menolak mereka. Jadi, jika kau di posisi keluargaku apa yang kau lakukan Mona?" tanya Ziwiera.
"Melepaskannya" jawab Mona santai.
"Apa?" terkejut semua orang.
"Kakakku lebih dewasa dariku, baik itu kakak perempuan atau kakak laki-lakiku, maka aku akan melepas keduanya untuk memilih kekasih mereka berdua hanya dengan satu syarat" ucap Mona.
"Syarat apa?" senyum Ziwiera sambil sekilas menatap Joun karena dia telah menang dari taruhan.
'Aku akan menang' kode mata Ziwiera ke arah Joun.
'Tidak' batin Joun.
"Untuk kakak perempuanku, jika dia menyukai pria tidak masalah, dan untuk kakak laki-lakiku tidak apa-apa selama dia menyukai seorang wanita" ucap Mona santai membuat Ziwiera dan lainnya menganga.
"Apa, kenapa kalian menatapku begitu?" tanyanya dengan santainya.
"Ya iyalah kedua kakakmu harus menyukai lawan jenis dari mereka. Bagaimana ceritanya jika mereka menyukai sesama jenis. Ieeeee" jijik Dera.
"Karena itulah, aku mengatakan dengan satu syarat itu aku akan merestui apapun pilihan mereka".
__ADS_1
'Hehehe kita sekarang sepasang kekasih' kode Joun ke arah Ziwiera.
Flashback off