
Setelah kepergian Yuan dari acara itu, semua acara penyambutan pada hari kelahiran mereka kembali berlangsung seperti yang biasanya. Di saat semua orang berfokus pada acara, ada beberapa orang yang seperti sedang berpikir sesuatu.
'Kenapa aku merasa ada yang beda darinya. Tapi, apa itu ' batin sesepuh Zan, Dera, dan Ming Fan kompak sambil berpikir.
Sedangkan di kekaisaran bulan, Yuan telah tiba di sana. Dia di sambut hangat oleh semua orang yang ada di sana, yang sedang tidak bertugas pada waktu itu karena mereka merindukannya.
"Queen,,,, apakah anda baik-baik saja, dan kemana anda selama ini?" tanya paman Ming.
"Jangan memanggil ku begitu paman, apakah kalian ingat kejadian dimana aku telah terdiam selama dua tahun di sebuah tempat yang beebentuk seperti lingkaran?" tanya ku.
"Ya, kami ingat, lalu?" bingung mereka.
"Yang waktu itu sadar, bukanlah Queen kalian yang asli. Melainkan dia adalah bayangan Queen kalian, sama seperti diri ku yang juga bayangannya" jawab ku membuat mereka semakin tidak mengerti.
"Maksudnya?" tanya mereka.
"Itu tidak terlalu jelas, tapi yang ku tau bahwa dia mendapat jurus yang di turunkan dari kakek buyutnya. Lalu, jurus itu melakukan pengujian padanya, dan entah bagaimana kami berdua ada, yaitu aku dan orang yang kalian anggap Queen kalian tujuh tahun lalu. Aku tau kalian bingung, intinya yaitu Queen asli kalian masih melakukan pengujian di alam lain. Sedangkan orang yang kalian lihat setelah umurnya tujuh tahun adalah kami bayangannya. Sebenarnya aku menceritakan ini bukan untuk maksud lain, tapi aku tidak ingin kalian terlalu kecewa saat kalian tau bahwa aku bukanlah tubuh asli Queen kalian. Jadi, aku memberitahukannya terlebih dahulu" jawab ku.
"Apakah kau terhubung dengan tubuh asli mu, dan kemana Yuan yang tujuh tahun lalu?" tanya Joun.
"Sepertinya kami tehubung, soal Yuan yang tujuh tahun lalu, dia sudah tiada karena jantungnya di serang oleh musuhnya. Awalnya aku hanya berada di sebuah tempat di dasar laut yang tidak ada airnya, aku bisa bernafas di sana layaknya seperti di sini. Lalu, tujuh tahun lalu, dia jatuh ke lautan dan pada waktu itulah kami bertemu, lalu ada yang menceritakan bahwa kami orang yang sama. Dia saat ini beribah menjadi padang api ini" jawab ku sambil memperlihatkan pedang api yang dulunya milik kaisar iblis.
"Bukankah itu pedang api milik kaisar iblis?" tanya Dera yang tiba-tiba muncul bersama wanita lainnya yang menjadi orang dekatnya Yuan, dan disana juga ada sesepuh Zan.
"Sebenarnya kau lupa ingatan atau tidak?" tanya sesepuh Zan.
"Setengah iya, setengah enggak" jawab ku.
"Apa maksudnya?" tanya mereka semua kompak.
"Aku ingat nama kalian dan status hubungan kalian dengan ku, tapi aku tidak ingat satupun kenangan tentang kalian" jawab ku.
"Ada yang seperti itu" gumam Ziwiera.
"Kau ingat Desa Arid?" tanya Ying Wie.
"Hanya Desanya, kenangannya tidak" jawab ku.
"Sepertinya aku sudah mengerti" celetuk sesepuh Zan.
"Apanya?" tanya mereka semua kompak.
"Pada saat ujian itu, aku juga menemaninya menemui alam bawah sadar kami. Lalu, tiba-tiba ada dua jenis suara yang berbicara di waktu bersamaan. Dia mengatakan bahwa Yuan harus di uji dulu, dan prosesnya itu lama. Jadi, lalu mereka membagi Yuan yang lainnya yang waktu itu aku gendong. Jika kau bilang, dia menghilang lalu berubah menjadi pedang api, maka pastinya kau akan berubah menjadi pedang air nantinya. Karena itulah kau selalu berada di dalam air sebelum dia datang, lalu saat dia datang pada mu dan menghilang. Jadi, mungkin pada saat itulah kaulah yang harus menggantikan dirinya melakukan semua yang akan di jalankan oleh Yuan jika dia di sini. Oleh karena itu, ingatan mu yang menghilang itu, bukan karena kau lupa ingatan. Melainkan karena kau belum memiliki kenangan dengan kami. Sedangkan krnangan Yuan yang dari umurnya tujuh tahun hingga sepuluh tahun, mungkin saja telah di berikan kepada Yuan yang asli. Itu menurut ku" jawab sesepuh Zan.
"Benar juga sih" gumam mereka.
"Lalu, apa yang akan kita lakukan?" tanya Yu Yan.
"Kembalilaah bersikap seperti biasanya dan jalani kehidupan kalian seperti biasanya, karena tidak perlu merubah apapun kecuali untuk mu Lily" ujar suara yang tiba-tiba datang membuat mereka terkejut.
"Siapa kau?" tanya Nana.
"Kim Mona di zaman modern, Wang Yuan di zaman ini" jawabnya, lalu muncullah lingkaran Yin dan Yang yang menggantikan tempat yang biasanya menjadi kursi singasana milik pemimpin kaisar bulan.
Muncullah seorang gadis remaja yang memiliki rambut merah, sayap emas dan mata emas bersama tiga ekor harimau putih yang dulunya milik nenek buyutnya dari pihak kaisar Yu. Penampilan itu membuat mereka semua takjub.
__ADS_1
"Kau, wajah mu sangat mirip dengan permaisuri Yu" kagum Lily.
"Karena aku adalah putrinya yang tertukar dengan putri Anchi yang dia adalah putri kaisar Wang" balas wanita itu, membuat mereka menoleh ke arah wanita yang memakai wajah seperti Yuan biasanya.
"Tidak perlu bingung begitu, sebenarnya sudah dua tahun lalu aku menyelesaikan semua ujian yang di berikan oleh Yin dan Yang. Itulah sebabnya saat dia tiada, dia berubah menjadi pedang itu karena mereka telah menyetujui aku majikan mereka. Namun, aku tidak ingin langsung mengatakan bahwa mereka adalah bayangan ku. Pedang api ini telah melindungi jantung ibu ku yaitu permaisuri Yu dengan mengorbankan hidupnya ketika dia menjadi pelayan adik Sima. Jadi, aku tidak melarang mu memilih apa yang kau sukai, kau mau langsung mengakhiri hidup mu dan berubah menjadi pedang air, atau kau ingin menuruti ucapan ku sambil bersenang-senang dengan kaisar siang" ujar Yuan asli sambil menatap Yuan bayangan.
*****
ππagar bisa membedakan, author akan menggunakan Yuan asli dengan ucapan aku, sedangkan Yuan yang dulunya di air dengan Rain ππ
*****
"Aku ingin bersenang-senang dulu" jawab Rain.
"Itu bagus, karena itu semakin mempermudah diri ku saja" balas ku.
"Maksudnya?" tanya Dera.
"Semuanya pasti akan berpikir kenapa Wang Yuan dan Queen selalu tidak pernah ada di satu ruangan yang sama, selalu yang menghadiri sesuatu pastinya anggota kekaisaran doang. Jadi, aku akan menjadi Queen dengan penampilan ku yang seperti ini yaitu rambut merah dan mata emas tanpa aku menggunakan sayap ini. Sedangkan Rain menjadi Wang Yuan putri kekaisaran Wang" jawab ku.
"Rain?" bingung mereka.
"Julukan untuknya" tunjuk ku ke arah bayangan ku.
"Hujan,,," gumam tiga orang lainnya yang dari zaman modern.
"Dia memiliki julukannya sendiri yang akan aku berikan sebagai Queen ke pada salah satu orang terdekat ku. Karena dia tidak mungkin merasa baik saat dia terus di panggil Wang Yuan, bukankah begitu Rain?" tanya ku.
" Terima kasih, sebenarnya itulah salah satu alasan ku berkata jujur tadi kepada kalian. Karena aku tidak mau kalian menganggap aku sebagai Wang Yuan atau Queen kalian, dan aku juga tidak mau berbohong" jawab nya.
"Aku ratu dari kekaisaran bulan, menjadikan dirimu sebagai pengganggu ketenangan orang lain" ujar ku lalu keluarlah cahaya emas ke arah tubuhnya.
"Pengganggu ketenangan?" bingung semua yang mendengarnya kecuali Rain.
"Aku adalah dia, dia adalah aku. Pedang ini, adalah batangan ku yang menuruni sifat bijaksana dan tenang namun mengerikan milikku. Sedangkan dia adalah bayangan ku yang menuruni sifat ku yang suka menjahili orang-orang yang sangat dekat dengan ku" senyum ku.
"Aku menerima anugrah mu ratu ku. Jadi, jangan salahkan aku jika menggoda orang-orang dari kekaisaran Yu terutama saudara mu" ujar Rain.
"Tidak masalah siapapun yang kau ganggu selama itu tidak terlalu kelewatan. Mundurlah" balas ku.
"Baiklah" ujar Rain.
"Lily, kemari lah" perintah ku.
"Mulai sekarang, aku akan memanggil mu dengan julukan Kolonel Yunlin dari kekaisaran bulan" ujar ku dengan memberikan sebuah pedang untuknya.
'Ini seperti waktu itu' batin Lily.
"Bukankah ini tidak asing, kolonel ku?" tanya ku sambil menatap ke arah Lily.
"Itu benar Queen" jawab nya.
"Baiklah, mulai sekarang dan seterusnya, aku memerintahkan diri mu dan seluruh anggota mu yang dulunya sangat di takuti menjadi orang-orang yang akan berada di baris paling depan saat ada sebuah peperangan" ujar ku sambil menggerakkan tangan ku, lalu keluarlah seluruh orang yang menjadi keluarga sekte yang dulunya sangat di takuti.
"Kami sungguh berterima kasih atas anugerah mu ratu ku" jawab mereka semua kompak membuat Lily dan lainnya yang di kekaisaran terkejut.
__ADS_1
"Bisakah kalian yang pengrajin, tolong buatkan aku gerobak yang bisa di bawa bahkan ke dalam aula kekaisaran. Berapa pun harganya akan aku bayar. Ngomong-ngomong apakah ada yang kurang senang dengan bayaran kalian selama ini?" tanya ku.
"Tidak ada Queen" jawab semua orang kompak kecuali orang-orang yang baru datang.
"Ini untuk kalian semua paman" ujar ku sambil mengeluarkan satu koin emas dari kalung dimensi milikku.
"Fang Mei, bantu aku meminta jatah uang milikku selama tujuh tahun terakhir kepada semua kedai usaha yang kita miliki dari kakak mu, Ying Wie itu juga berlaku pada mu di desa Arid, dan kalian juga sama Dera. Untuk mu Rain, berperan lah menjadi putri kaisar Wang, kalian boleh pulang Rain dan jijie Yuan. Meskipun aku telah menyelesaikan ujian ku, tapi aku tetap tidak boleh keluar dari lingkaran yin dan yang. Oleh karena itu, aku mengingin kan di buatkan tandu kereta yang bisa di bawa ke aula utama kekaisaran manapun" perintah ku.
"Baik,,,,," jawab mereka semua kompak.
"Bagaimana soal hubungan mu dengan kakak ku?" tanya Ying Wie, membuat yang mendengarnya menjadi bingung.
"Aku putri kekaisaran Yu, tentu aku di takdirkan dengan kakak keduanya pangeran Gong Ming Fan. Sekarang hubungan kami baru saling bertukar darah saat umur ku lima tahun. Akulah juga orang yang waktu itu mengeluarkan cahaya emas saat kaisar iblis mengirim gagaknya. Cahaya hitam dan emas yang menjulang tinggi ke langit dua belas tahun lalu karena kami saling bertukar darah. Aku melakukan itu bukan karena rasa cinta atau suka, tapi karena aku membutuhkan darahnya karena hanya orang yang juga memiliki darah aliran hitam yang bisa mengalahkannya" jelas ku saat melihat ekspresi mereka yang bingung.
"Biarlah dia yang datang kemari jika memang dia ingin memperjuangkan diri ku Ying Wie" jawab ku dari pertanyaannya.
"Ahh,,, itu benar, suruh dia jangan mengejar ku. Jangan sampai dia salah orang" peringat Rain.
'Siapa yang akan salah orang' telepati Fan yang hanya di dengar oleh Yuan yang asli.
"Kenapa kau kesal, Rain hanya mengingatkan adik mu" ujar ku.
"Maksudmu?" tanya Ying Wie.
"Kakak mu disini dan dia kesal mendengar ucapan Rain" jawab ku.
"Dia di sini, dimana, kenapa kami tidak merasakan auranya?" terkejut mereka semua.
"Tidak mungkinkan hanya gadis ku yang menjadi luar biasa, sedangkan aku tidak bukan" keluar pangeran Fan tiba-tiba di belakang ku.
Dia berjalan mendekati diriku. Namun, aku menghadang nya dengan menggunakan pedang yang aku kendalikan, dan aku juga memberinya pedang. Aku membuatnya mundur menjauhi diri ku dengan menggunakan pedang ku.
"Kau sedang menguji diri ku kah hah" celetuk Fan.
"Mungkin" senyum ku sambil menggerakkan pedang ku ingin melukai dadanya namun dengan cepat dia hentikan.
Aku terus mendesak dirinya dengan terus menggerakkan pedang ku secara tidak beraturan baik ke arah depannya, belakangnya, sampingnya atau atasnya. Awalnya aku menyerang bagian atasnya terus menerus, saat aku ingin menggores tangannya dia sempat menghentikannya. Saat dia ingin menyerang, aku membuatnya menjadi bertahan di bagian tubuh atasnya hingga membuat dia lengah di bagian kirinya. Pada saat dia lengah di bagian bawahnya, aku menepuk kedua lutut belakangnya dengan gagang pedang membuat dia kehilangan keseimbangan dirinya. Pada saat itulah ujung pedang ku melukai sedikit bagian bunga teratai emas di samping matanya, hingga mengeluarkan sedikit darah.
"Cantik,,,,,," celetuk ku.
"Apanya,,,?" tanya Fan.
"Simbol bunga emas mu bercampur dengan warna merah" jawab ku.
"Aku ini pria, kau malah bilang cantik" kesalnya sambil menatap diriku.
"Aku mengatakan simbol bunga mu yang cantik, kan aku tidak bilang bahwa wajah mu yang cantik. Mana mungkin aku mengatakan bahwa simbol bunga mu tampan. Tidak pernah sejarah ada yang mengatakan begitu" balas ku tak kalah kesal, membuat yang lainnya yang menatap kami dengan sedikit tersenyum.
'Aku baru tahu kalau seperti inilah ketika mereka berdua bertemu' batin Ying Wie sambil tersenyum menatap mereka berdua yang bertengkar.
'Kalau begitu, aku akan membuat kakak ku sering datang kemari. Agar aku bisa melihat hiburan gratis, hahhahah' sambung Ying Wie lagi di dalam hatinya.
"Aku akan membalas mu jika kau berani membawa dia setiap hari kemari, Gong Ying Wie" tegur ku sambil menatap dirinya dengan mata ku yang bagaikan elang menatapnya.
"Aduh, tidak jadi, tidak jadi, anggaplah ucapan ku tadi tidak aku ucapkan. Tapi, bagaimana kau tahu apa yang aku pikirkan?" tanya Ying Wie bingung.
__ADS_1
"Rahasia dong. Jadi, bubarlah, aku ingin istirahat karena mungkin tidak akan lama lagi kaisar siang akan kembali menyerang" perintah ku sambil memejamkan mata ku, lalu aku di kelilingi dengan perisai pelindung Yin dan Yang